Menjadi Ibu Sambung

Menjadi Ibu Sambung
Daddy Sudah Mencintai Adira Sejak Lama


__ADS_3

“Daddy jangan bawa Mama Adira ke rumah lagi, Lily gak mau Mama kesakitan ” lanjut Lily dengan wajah memohon pada Zein.


“ Tapi sekarang Mama Adira membutuhkan kita..kalau tidak membawa Mama Adira kembali kita akan kehilangan dia ” ucap Zein bersungguh-sungguh, Lily juga mendengarkan perkataan Daddynya itu dengan serius.


“ Daddy akan membawa Mama Adira kembali? ” Lily hanya fokus mendengarkan kata Adira akan kembali.


“ Daddy tidak berjanji karena peluangnya sangat kecil ”


“ Daddy jangan paksa Mama Adira kalau Mama tidak mau biarkan saja” tukas Lily nyakin.


Zein hanya menganggukkan kepalanya pelan, dia tidak mengatakan alasan mengapa dia ingin Adira kembali, tapi dia tahu Lily selama ini sangat mengharapkan Adira kembali.


~


~


~


Zein mengumpulkan Noah, Aidan, juga Nadia di ruang keluarga begitu anak-anaknya itu kembali ke rumah.


Anak-anak itu tetap tenang mereka berpikir Daddynya paling hanya ingin menanyakan kabar, atau kegiatan yang mereka lakukan ketika Zein pergi.


Zein duduk di kursi utama kepala keluarga dia mengetuk-ngetukkan jarinya pada lengan kursi itu, masih memikirkan apa yang harus dia katakan pertama.


Sementara anak-anaknya juga menunggu dengan serius dia bicara.


“ Daddy ingin memberitahu hal penting pada kalian ” Zein akhirnya bicara.


Noah menegakkan postur tubuhnya langsung tahu bahwa yang akan dikatakan Zein adalah hal penting.

__ADS_1


“ Daddy ingin membawa Adira kembali ke rumah ini ”


“ Apa?! ” lonjak Aidan tak percaya dengan pendengarannya, setelah cukup lama Daddynya tidak pernah membahas tentang wanita itu, lalu tiba-tiba mengatakan ingin membawa Adira kembali.


Aidan segera berdiri dari tempat duduknya.


“ Aku mohon jangan melakukan hal itu Daddy! Biarkan Adira melanjutkan hidupnya! ” tukas Aidan ketika dia akan pergi, Zein menahan lengan putranya.


“ Duduklah aku belum selesai ” perintah Zein singkat. Aidan mengeraskan rahangnya geram mendengar perintah Daddynya.


“ Kak Aidan dengarkan Daddy bicara sampai selesai dulu ” bujuk Nadia tidak ingin saudaranya itu malah berdebat dengan Daddynya.


“ Dengarkan apa?! Kau ingin Adira dibawa kembali ke rumah ini supaya kau bisa melaporkan dia ke polisi! Iya begitu?! ”


Nadia merasa tertohok mendengar ucapan Aidan.


“ Aku hanya ingin kau dengarkan Daddy terlebih dahulu! Mengapa malah mengungkit hal itu lagi! ” balas Nadia tak terima dengan ucapan Aidan.


“ Aku juga sependapat dengan Aidan, Adira hanya akan menderita jika kembali ke rumah ini ” ucap Noah buka suara.


Zein menghela napas berat dia sudah menduga reaksi anak-anaknya akan seperti ini.


“ Adira saat ini sedang hamil, janin yang dikandungnya adalah anakku. Aku juga baru mengetahui hal itu, dia menyembunyikan kehamilannya ” ungkap Zein dengan berat.


“ A-apa...” lirih Nadia terguncang dia mendudukkan tubuhnya lemah.


“ Sebenarnya apa maksud Daddy?! Aku tidak mengerti dengan semua ini! ” rutuk Aidan begitu terkejut dan berharap hal itu tidak nyata.


“ Dia pergi dalam keadaan hamil dari rumah ini, saat ini usia kandungannya sudah tujuh bulan. Aku tidak bisa membiarkan dia membesarkan anak itu sendirian dan mengabaikan tanggung jawabku ” jelas Zein.

__ADS_1


“ Hah?! Daddy akan membawa dia ke rumah ini hanya karena saat ini Adira mengandung anak Daddy begitu? Hanya karena ada hal yang ingin Daddy dapatkan dari wanita itu? Aku tidak tahu Daddy sekejam ini, Daddy tiba-tiba ingin membawa Adira kembali ke rumah ini hanya demi mendapatkan anak yang di kandungnya ” Aidan mengusar rambutnya kasar tidak setuju dengan semua hal yang dikatakan Daddynya.


Zein terdiam karena yang dikatakan Aidan terdengar masuk akal, selama ini dia tidak pernah mencari Adira tapi tiba-tiba dia ingin membawa paksa wanita itu hanya karena dia hamil. Bukannya itu sama saja dengan Zein yang hanya ingin merebut anak yang dikandung Adira.


Tapi Zein tidak menginginkan hal itu, dia menginginkan Adira berada di dekatnya.


“ Tidak seperti itu Aidan aku tidak berniat seperti itu, aku ingin Adira kembali ke rumah ini ” sulit sekali untuk Zein mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya di depan anak-anak itu.


“ Jangan membawa Adira kembali ke rumah ini jika Daddy hanya ingin bertanggung jawab atas anak itu. Adira akan sangat menderita karena hal itu, aku juga nyakin bahkan tanpa Daddy pun Adira bisa membesarkan anaknya dengan baik ” tukas Noah dia sama tidak setuju nya dengan Noah, tapi dia bisa mengontrol emosinya hingga tak sampai meledak.


Napas Nadia naik turun tubuhnya gemeteran membayangkan apa yang telah dia lakukan sampai harus membuat Adira yang saat itu sedang hamil pergi begitu saja dari rumah itu. Dia tidak bisa membayangkan betapa menderitanya Adira harus menghadapi hal itu sendiri. Nadia benar-benar tak sanggup membayangkan semua penderitaan yang harus dihadapi Adira untuk bertahan hidup dengan kondisi hamil itu.


“ Daddy pikir dengan membawa Adira ke rumah ini dan memenuhi hidupnya dengan kemewahan maka wanita itu akan bahagia? Tidak, Dad. Aku nyakin Adira hidup bahagia jauh dari rumah yang sesak dan tidak bersahabat ini ” ucap Aidan sinis.


“ Apa aku memang tidak layak untuk membawa dia kembali? Bukan karena rasa tanggung jawab tapi selama ini aku hanya menjalani hari-hari dengan merindukan dia. Wanita yang dulu istriku tapi sama sekali tidak aku hargai, aku hanya ingin dia berada di dekatku. Itu pasti terdengar bodoh, sangat bodoh hingga aku tidak bisa mengatakan hal ini pada kalian ” Zein mengatakan itu dengan perasaan kecewa pada dirinya sendiri karena selama ini telah menyia-nyiakan Adira.


“ Daddy mencintai Adira? ” Aidan melontarkan pertanyaan itu dengan sungguh-sungguh.


“ Maaf aku tidak seharusnya seperti ini di depan kalian, seharusnya aku tidak menunjukkan perasaan yang bisa membuat kalian merasa sedih. Karena aku tahu telah mengkhianati cintaku pada Mommy kalian ”


“ Mengkhianati apa maksud Daddy? Mommy sudah setahun meninggal lalu Daddy menikah dengan Adira. Lalu siapa yang dikhianati? ”


Zein memandang Aidan serius tidak menyangka putranya itu akan mengatakan hal itu.


“ Daddy sudah mencintai Adira sejak lama, tapi tidak mampu berdamai dengan perasaan Daddy sendiri. Hingga terus menyangkal perasaan itu karena berpikir itu pengkhianatan untuk Mommy. Daddy merasa tidak pantas mencintai Adira, karena itu selama ini mengabaikan wanita itu ” ucap Aidan nyakin dengan perkataannya.


Zein hanya diam dia tidak bisa menjawab. Dalam hati dia bertanya apa benar selama ini dia hanya terus berusaha menyangkal perasaan cintanya pada Adira.


“ Aku tidak tahu dengan pikiran kalian semua, Mommy sudah meninggalkan kita aku mohon kalian untuk merelakan hal itu. Karena Adira tidak merebut tempat itu dari Mommy, tempat itu memang sudah kosong saat dia hadir. Jika Daddy mencintai Adira sebagai istrimu, itu bukan pengkhianatan pada Mommy karena wanita itu memang layak dicintai karena Daddy sudah menikahinya, sekarang aku tanya lagi sebenarnya karena alasan apa Daddy ingin Adira kembali ke rumah ini? ” Aidan bertanya dengan penuh penekanan.

__ADS_1


Maaf ya mungkin satu episode untuk hari ini akan terlambat di up🙏🏻


Happy Reading😘


__ADS_2