Menjadi Ibu Sambung

Menjadi Ibu Sambung
S2 Helena Noah


__ADS_3

Helena menutup pintu dan kembali masuk ke dalam.


“ Lain kali jika Aidan datang lagi kalau kau tidak nyaman suruh saja dia pergi ”


“ Aku tidak merasa seperti itu, lagian memang benar yang dikatakan Aidan dia datang juga pasti karena Adira khawatir. Bagaimana kalau kita menyempatkan waktu dan pergi ke mansion? ”


“ Apa kau baik-baik saja jika pergi ke mansion? ”


“ Aku juga tak bisa memastikan, meskipun begitu menghindar terus juga tak menyelesaikan masalah ” jawab Helena sesaat setelah berpikir.


Noah mengerti mengapa Helena tak nyaman jika harus pergi ke mansion setelah yang terjadi diantara mereka dan akibatnya hubungan Helena dengan keluarga Noah juga jadi rumit, dimana sahabatnya tiba-tiba malah jadi ibu mertuanya.


“ Jangan memaksakan diri biar aku saja yang pergi ke mansion menemui Mama sama Daddy ” putus Noah.


Helena mencoba menenangkan diri dengan duduk di sofa berhadapan dengan Noah.


“ Aku bukan merasa takut, sebenarnya lebih ke perasaan canggung dan aneh yang bahkan tak bisa aku jelaskan. Bayangkan saja Adira yang selama ini sahabatku sekarang menjadi ibu mertuaku, apa aku sanggup memanggilnya ibu mertua? Bahkan Daddymu juga selama ini aku selalu menyebutnya pria itu di depan Adira, apa lagi kalian tidak tahu sudah berapa banyak aku memaki kalian waktu itu..”


“ Pffftt ” terdengar Noah yang menahan tawa.


“ Hei! Bagimu itu lucu ya dasar pria jahat ini! ”


Noah akhirnya tak tahan dan tertawa lepas dia tak sanggup melihat ekspresi lucu dan polos yang ditunjukkan Helena, dimana baginya itu sangat menggemaskan.


Helena tentu saja merasa kesal ditertawakan oleh Noah, dia berdiri lalu menghampiri Noah dia memukul bahu Noah berniat untuk membalas pria itu.


“ Berhenti tertawa itu tidak lucu! ” pekik Helena dengan kesal.


Noah malah terus tertawa tak menghiraukan ucapan Helena.


“ Baiklah tertawa terus sampai pingsan bikin kesal saja! ” Helena memutuskan untuk pergi meninggalkan Noah di sana.


Namun dengan cepat Noah menahan tubuhnya bersamaan dengan tangan kekar pria itu yang merengkuh pinggangnya. Membuat Helena tepat dalam posisi berdiri berhadapan langsung dengan Noah yang duduk di depannya.


“ Aku tidak sedang bercanda Noah, lepaskan aku! ”


“ Arghhh..” pekik Helena pelan karena Noah yang menarik tubuhnya hingga benar-benar duduk di pangkuan pria itu.


“ Kau sedang apa?! ” Helena berontak ingin melepaskan diri.

__ADS_1


“ Maafkan aku karena tertawa seperti tadi sungguh aku bukan tertawa meremehkanmu bukan, tapi karena aku tidak sanggup melihat ekspresi lucu wajahmu tadi ”


“ Ayo jelaskan padaku kenapa kau sangat menggemaskan ” Noah mencubit gemas pipi Helena.


Wajah Helena tersipu seketika ditambah dia dalam posisi begitu dekat dengan Noah.


“ Kau sedang berusaha mempermainkan aku kan?! ” kesal Helena kemudian melihat tatapan jahil Noah karena sudah membuatnya tersipu.


“ Lihatlah kau membuat ekspresi itu lagi astaga aku bisa gila jika seperti ini terus ” Noah merengkuh wajah Helena dan menciumi wajah Helena seakan tak ada puasnya.


“ No-Noah ah..apa yang kau lakukan, lepaskan menjauh dariku ”


Semua larangan Helena diabaikan begitu saja, Noah malah terus menciumi pipi, kening, dan pucuk hidungnya secara bergantian.


“ Noah-


Belum sempat Helena menyelesaikan ucapannya Noah sudah langsung mencium bibirnya.


Ciuman yang tadinya lembut lambat laun menjadi panas, membuat napas Helena terasa sesak tak dapat mengimbangi Noah yang begitu ahli menelusuri setiap bagian terdalam dari dirinya.


“ Hosh..hosh..hosh..” suara napas Helena yang terdengar berat begitu Noah melepaskan ciuman itu, dimana ritme jantungnya berdebar sangat keras.


“ Bukannya sekarang kau yang berhasil mempermainkan aku, menolakku disaat aku sangat menginginkanmu ” ucap Noah dalam diceruk leher Helena sementara tangannya yang semakin erat memeluk pinggang ramping Helena agar tak menjauh darinya.


“ Noah..” rintihan pelan yang keluar dari mulut Helena dimana seperti tak ada akhir dari siksaan-siksaan kecil pria itu yang terus menyentuh tubuhnya.


Helena memejamkan matanya tertahan dengan tangannya yang menggenggam erat bahu Noah, perasaan geli dan mali yang datang secara bersamaan saat Noah sibuk menciumi dan menyesap tengkuk lehernya.


Noah menyisihkan rambut panjang Helena yang tergerai kemudian kembali meninggalkan tanda kepemilikan di leher Helena lagi dan lagi sampai tanda-tanda merah itu memenuhi leher Helena. Kemudian dia bergerak pelan dan menyesap daun telinga Helena.


“ Uhm..Noah..”


Noah meraih wajah Helena melihat wajah sayu dan memerah wanita itu karena ulahnya.


“ Aku sangat menginginkanmu, tidak peduli jika memang hanya aku yang merasakan hal itu. Jadi jangan pernah bergerak menjauh dariku ”


Kata-kata yang seperti ultimatum Noah ucapkan begitu dalam dengan jarak yang begitu dekat dengan Helena.


Helena terdiam mendengar kata-kata yang sekarang memenuhi kepalanya dan terus tergiang di kepalanya. Logikanya terus mencoba memahami maksud Noah mengucapkan kata-kata itu.

__ADS_1


Tubuh Helena dibaringkan begitu saja oleh Noah di sofa itu.


Dengan lihai tangan Noah sudah menjelajahi tubuh Helena, dibukanya satu persatu pakaian wanita itu tanpa perlu bertanya.


Dia kembali menciumi Helena ke setiap bagian yang sangat ingin dia sentuh.


“ Uhm...” suara Helena tertahan dengan menggigit bibir bawahnya kuat, jemarinya menelusup ke sela-sela rambut Noah yang saat itu sedang berada di atas tubuhnya.


“ Ya dia menginginkanku karena dia butuh pemuas untuk naf.sunya..status istri tentu saja membuat aku harus memenuhi peran itu ”


“ Sedang memikirkan apa? ” Noah menusukkan pelan jari telunjuknya ke dahi Helena yang berkerut karena memikirkan hal lain.


Mata mereka bertatapan langsung dengan Helena yang menggelengkan kepala cepat tak ingin Noah tahu apa yang sedang dia pikirkan.


“ Jangan memikirkan hal lain dan fokuslah hanya padaku ” tegas Noah posesif lalu mencium Helena dengan dalam.


“ Sejak awal juga hubungan ini tidak didasari perasaan melainkan hanya karena kebutuhan masing-masing saja, jangan terbawa perasaan Helena atau kau hanya akan sakit sendiri ” , Helena meyakinkan dirinya lagi dan lagi.


“ Hah..Noah..” pekikan kecil saat pria itu benar-benar menyatukan tubuh mereka kembali.


“ Panggil namaku seperti itu sayang aku sangat menyukainya ” Noah tak mampu lagi menahan dirinya dia sangat-sangat menginginkan istrinya itu.


Rasa rindu aneh yang menyerangnya selama ini, terasa masih belum cukup terpuaskan hanya dengan ini.


Membuat dia ingin terus merengkuh tubuh mungil Helena agar tak menjauh sedikit pun darinya.


“ Noah..hosh..pelan-pelan ” kepala Helena rasanya ingin meledak mendapati serangan hebat dari Noah.


“ Kamu begitu indah sayang, sangat indah sampai aku tak ingin membiarkan orang lain menatap ke arahmu. Sekarang katakan padaku kalau kau hanya milikku seorang ”


Helena bahkan tak sanggup untuk menjawab, karena tubuhnya yang memanas dan terasa tak baik-baik saja.


“ Katakan kalau hanya aku yang memilikimu ” ucap Noah menuntut.


“ A-aku hanya milikku ” jawab Helena bergetar, mendengar itu membuat Noah lebih bersemangat dan berdebar.


“ Benar yang dia inginkan hanya kepuasan dari tubuhku, dia tak membutuhkan hal lain seperti perasaan yang tak berguna. Dan hanya tubuhku yang bisa aku berikan padanya...”


Happy Reading😘

__ADS_1


__ADS_2