Menjadi Ibu Sambung

Menjadi Ibu Sambung
S2 HELENA NOAH


__ADS_3

Helena menatap Noah dengan mata berkaca-kaca, karna mendengar seseorang yang ingin melindungi dirinya tidak pernah dia alami sebelumnya.


“ Hah..kau ini kenapa tiba-tiba bicara seperti itu, saat ini benar-benar seperti kau yang biasanya bersikap dingin..” Helena mengipasi wajahnya untuk mencegah air matanya jatuh.


“ Aku tidak berniat bersikap dingin kepada istriku sama sekali Helena, aku bisa menjadi pendengar yang baik jika kau butuhkan ”


“ Mari hentikan pembicaraan ini atau kau ingin melihat aku menangis..dan lagi jangan terlalu baik padaku. Aku tidak bisa membalas semua kebaikanmu ”


“ Untuk apa membalasnya aku juga bukan orang baik ” tukas Noah.


Helena memberi isyarat dengan telunjuknya menyuruh Noah tidak melanjutkan pembicaraan mereka lagi.


~


~


~


Dua minggu berlalu begitu saja, seperti yang dikatakan oleh Noah bahwa setelah mulai menjalankan peternakan Helena akan sangat sibuk.


Benar saja tidak ada hari bersantai lagi karena begitu banyak keperluan peternakan yang harus dia urus. Untung saja Helena mengikuti saran Noah untuk beristirahat sebelumnya, walaupun masih menyempatkan membantu-bantu Helena untuk urusan peternakan tetap saja Noah juga tidak bisa sepenuhnya menemani Helena.


Jauh dari yang ia perkirakan ternyata di perusahaannya sedang sangat sibuk, ditambah dia yang masih harus mengurus GC Grup bersama Daddy nya.


Sudah berhari-hari Noah baru dapat pulang setelah subuh. Ketika dia pulang Helena pasti sudah tertidur, mereka bahkan hanya berbincang untuk urusan yang benar-benar penting saja.


“ Yakin kau juga akan pergi ke peternakan hari ini? Ini akhir pekan sebaiknya pakai untuk istirahat ” saran Noah melihat Helena yang sudah bersiap-siap dari pagi ingin pergi ke peternakan.


“ Mau bagaimana lagi tadi Ghani menelponku, katanya ada beberapa anakan sapi yang baru masuk hari ini. Aku ingin memeriksanya sendiri ”


Noah menghela napas pelan memang hari ini akhir pekan tapi dia sendiri bahkan tak bisa mengantarkan Helena karena dia juga akan mengikuti pertemuan bersama klien dengan Daddynya. Mereka benar-benar tidak punya waktu istirahat yang cukup.


Helena melanjutkan merapikan rambutnya yang sengaja dia kucir tinggi supaya tidak terlalu menganggu pekerjaannya nanti.


“ Sampai jumpa nanti ” tiba-tiba sekali Noah memeluk Helena dari belakang sembari mengucapkan hal itu.


Helena tentu saja terkejut selain itu bukankah seharusnya dia yang mengucapkan itu. Tapi sekarang Noah malah memeluknya seakan tak merelakan dia pergi.


“ Ba-baiklah..”

__ADS_1


Tubuh Helena menegang dia berharap Noah segera melepaskan pelukannya sekarang juga.


“ Noah..aku akan pergi sekarang ”


“ Tunggu sebentar saja ” Noah mengubah posisi Helena menjadi saling berhadapan dengannya, dan tanpa perlu bertanya dia kembali memeluk istrinya itu erat sembari wajahnya yang dia telusupkan ke leher jenjang milik Helena.


Noah menghirup dalam aroma tubuh Helena yang rasanya sangat dia rindukan. Dia sangat ingin menghabiskan waktu dengan Helena tapi keadaan selalu tidak mendukung.


Helena masih berdiri kaku bingung apa dia harus membalas pelukan Noah atau tidak, karena dia juga tak tahu harus bertindak bagaimana. Karena Noah yang tiba-tiba bersikap sedikit manja seperti itu layaknya seorang anak kecil yang tak ingin di tinggal ibunya.


“ Sudah ya aku harus pergi sekarang ” sedikit memaksa Helena melepaskan dekapan Noah dari tubuhnya. Noah tak menyembunyikan ekspresi tidak rela karna Helena benar-benar ingin pergi.


Helena bergerak cepat mengambil tas nya melambaikan tangan sebentar lalu segera pergi.


“ Sepertinya hanya aku yang merindukan dia ” guman Noah.


Helena mengendarai mobil yang sebelumnya dibelikan khusus oleh Noah untuknya, dia sudah berusaha menolak tapi suaminya itu tetap bersikeras. Ternyata itu ide yang sangat baik karena Helena akhirnya tidak repot jika ingin pergi kemana pun sekarang karena dia bisa mengemudi sendiri.


Begitu dia tiba di peternakan Ghani langsung menyambut dan mengajaknya memeriksa anakan sapi yang sudah di pindahkan ke dalam kandang.


“ Semuanya sesuai jumlah kan? ” tanya Helena sembari dia dengan serius memeriksa beberapa bagian tubuh anak sapi yang ada di sana.


“ Benar sesuai dengan jumlah Bu, tapi ada sekitar 7 sapi yang dalam kondisi lemas mungkin efek dari perjalanan jauh ”


“ Baik Bu sebentar saya akan memanggil pekerja lain untuk membantu ”


Helena menganggukkan kepala.


Tak berapa lama Ghani datang dengan beberapa pekerja lain dan dengan arahan dari Helena anakan sapi yang kurang sehat itu akhirnya di pisahkan dari kawanannya. Di tempatkan di kandang khusus yang sudah terisolasi sehingga jika sapi-sapi itu sakit karena suatu penyakit lain tidak menginfeksi sapi-sapi lainnya.


“ Semua sudah diselesaikan dengan baik Bu, untunglah setelah kami periksa lagi ternyata benar sapi-sapi itu lemas karena perjalanan yang jauh ” lapor Ghani.


“ Baguslah, kalau begitu kalian lanjutkan pekerjaan kalian saja aku akan berkeliling sebentar ”


“ Mau saya temani Bu? ” tawar seorang pekerja wanita.


“ Sebenarnya tidak perlu tapi jika memang bisa juga tidak masalah ”


“ Kalau begitu saya akan menemani Ibu ”

__ADS_1


Helena mengiyakan lalu mengajak wanita itu untuk pergi dengannya. Mereka berjalan berdua sembari memeriksa beberapa kandang dan memang bagus juga ada pekerja yang ikut bersamanya karena banyak hal yang ingin Helena tanyakan selama mereka berkeliling.


“ Saya bersyukur sekali Bu peternakan kita pindah ke tempat sebagus ini. Jujur saja kalau tidak di panggil untuk bekerja di peternakan lagi sama Ibu saya tidak tahu bagaimana mencari makan untuk anak-anak saya ” ujar wanita itu sopan.


Helena memang sudah lama mengenal wanita itu karena sebelumnya dia adalah pekerja di peternakan nya yang ada di desa.


“ Sama aku juga sangat bersyukur bisa mendirikan kembali peternakan ini. Saat itu hampir tidak ada harapan peternakan bisa diselamatkan masalah yang terjadi benar-benar buruk ”


“ Saya kasihan sekali melihat Ibu yang harus menderita karena warga desa padahal Ibu sudah susah payah menjalankan peternakan itu ”


“ Setidaknya karena kejadian itu akhirnya peternakan bisa pindah ke kota dan bisnis ini dapat berjalan lebih baik ” syukur Helena.


“ Benar juga Bu, kalau orang-orang yang menghina Ibu melihat hasil usaha Ibu pasti mereka malu ”


“ Bagiku itu bukan masalah penting, yang utama adalah aku ingin peternakan ini semakin berkembang itu saja ”


Helena melanjutkan banyak berbincang dengan wanita itu, sampai ketika dia mulai merasa lelah akhirnya dia memutuskan untuk beristirahat sebentar di ruang kerjanya.


Setelah melihat jam di ponselnya dia baru menyadari ternyata dia kembali melewatkan waktu makan siang. Sudah beberapa hari dia lalai dan selalu telat makan, padahal dia sendiri memiliki masalah pencernaan.


“ Sangking asiknya berkeliling aku sampai lupa waktu, apa sebaiknya aku pulang saja ya pekerjaan yang ada di sini juga sudah selesai ” Helena membereskan isi tasnya, kemudian bersiap untuk pulang. Dia memutuskan akan memasak dan makan di rumah saja.


Selagi di perjalanan pulang Helena menyempatkan belanja sebentar karena sudah banyak bahan-bahan masakan yang sudah habis.


Karena sedikit kurang berhati-hati akhirnya Helena tanpa sengaja menjatuhkan tisu yang di pajang di rak di sampingnya.


“ Oh astaga...”


Begitu Helena hendak mengambil tisu itu, seorang wanita terlebih dahulu mengambil dan menyerahkan tisu itu padanya.


Tanpa sengaja Helena melihat pergelangan tangan wanita itu yang nampak lebam.


“ Terima kasih ” ucap Helena begitu menerima tisu itu dan langsung mengembalikan kembali ke raknya.


“ Tidak masalah ” ucap wanita itu lalu pergi.


Setelah menatap kepergian wanita itu, Helena menyadari hal lain bahwa bukan hanya pergelangan tangan wanita itu saja yang memar tapi di bagian betis dan lehernya juga nampak memar yang sudah membiru.


Helena ingin menghampiri wanita itu dan bertanya apakah wanita tadi baik-baik saja atau jangan-jangan dia korban kekerasan. Tapi Helena juga tidak mungkin menanyakan hal seperti itu kepada orang yang baru dia temui.

__ADS_1


Akhirnya dia mengurungkan niatnya dan melanjutkan belanja.


Happy Reading😘


__ADS_2