
Setelah kegiatan panas itu sekarang mereka berdua berbaring mengistirahatkan tubuhnya, dimana masing-masing mereka sudah membersihkan diri terlebih dahulu.
Mata Helena terpejam dengan rasa kantuk dan lelah yang mulai menyerangnya, sementara Noah masih setia mendekap pinggangnya dengan tangan kekar pria itu.
Hampir saja Helena tertidur sampai akhirnya terbangun lagi karena mendengar suara dering ponsel milik Noah.
Tak membuka matanya tapi dapat dia rasakan Noah yang melepas pelukannya, dan mulai berbicara dengan seseorang.
Noah lalu beranjak menjauh dari ranjang dan masih melanjutkan pembicaraannya.
Helena membuka matanya pelan menatap kepergian Noah yang menjauh darinya, lama dia mengamati suaminya itu yang nampak serius menjawab panggilan itu di balkon.
Melirik jam yang terletak di samping lampu tidur dalam kamar mereka, Helena akhirnya sadar kalau sekarang sudah jam 11 malam. Dia penasaran kira-kira siapa yang menelpon suaminya selarut ini.
Di penuhi pertanyaan apakah itu urusan pekerjaan karena Noah nampak sangat serius. Di tengah Helena yang melamun karena sibuk dengan pikirannya sendiri, dia sampai hampir tak menyadari Noah yang sudah kembali masuk ke dalam kamar dan dengan buru-buru mengganti pakaian tidurnya.
Noah jelas akan pergi ke suatu tempat melihat dia yang sudah mengambil kunci mobilnya yang diletakkan di meja.
“ Kau mau pergi kemana? ” tanya Helena karena sepertinya Noah tidak berniat memberitahu dirinya pria itu akan pergi kemana.
Noah membalikkan tubuhnya menanggapi Helena yang tiba-tiba bertanya.
“ Ah..maksudku sudah selarut ini apa urusan itu sangat mendadak ” jelas Helena merasa gugup andai saja Noah tidak menyukai dia ikut campur atas urusannya dan malah terkesan posesif, ditambah Noah yang tidak langsung menjawab pertanyaannya tadi.
“ Iya bisa dibilang ini masalah darurat dan juga merepotkan ” jawab Noah kemudian sambil berdecik kecil nampaknya moodnya berubah menjadi tidak baik seketika.
“ Kau butuh bantuan? Kalau memang sangat darurat aku mungkin bisa membantu ”
Noah mendekat ke arah Helena lalu mencium kening Helena sebentar.
“ Terima kasih tapi aku bisa menangani masalah ini, sekarang tidurlah kau pasti kelelahan. Aku akan segera kembali ” ucap Noah kemudian pergi dengan langkah yang tergesa-gesa.
__ADS_1
Helena menatap kepergian Noah, dia ingin setidaknya mengantar kepergian pria itu. Tapi tadi Noah bahkan sudah memperjelas kalau dia dapat menangani masalah itu sendiri, akhirnya Helena memutuskan untuk tidak ikut campur lebih jauh.
Dia lalu kembali berbaring dan mencoba kembali terlelap walaupun sedikit risau andai saja benar ada masalah yang harus dihadapi oleh Noah.
~
~
“ Sial*n!! ” maki Noah kasar sambil memukul meja di depannya dengan kuat.
“ Maaf Pak tapi Anda tidak boleh bertindak impulsif seperti ini ” polisi itu mencoba memperingati Noah.
“ Tidak impulsif? Dengan kalian melepaskan penjahat seperti itu hanya karena alasan kesehatan menurutmu aku harus bersabar?! ”
Kedua polisi itu saling berpandangan mereka juga tidak bisa berkata apa-apa atau berani berbuat sesuatu karena yang ada dihadapan mereka sekarang adalah Noah Crimson bukan orang lain.
“ Sekarang juga seret penjahat itu ke penjara atau aku akan buat kalian berada di tempat yang sama dengan bajing*n itu! ”
“ Yang kau maksud karena dia hampir mati maka dia dibebaskan begitu saja?! Itu maksudmu!! ” amarah Noah sudah mencapai tahap puncak.
“ Pak biar saya yang mencoba menjelaskan pada mereka, bagaimana pun ini memang diluar kehendak siapapun Pak ” bujuk pengacara Noah.
“ Ini semua karena mereka yang tidak becus sampai membiarkan penjahat seperti dokter sial*n itu mencoba membebaskan diri dengan cara mati! ”
Benar saja Noah terpaksa harus datang ter buru-buru ke kantor polisi setelah mendapat kabar Derril yang sebelumnya telah melakukan kejahatan besar dengan menculik Adira dan menyekap wanita itu karena obsesinya, karena kelalaian polisi yang bertugas penjahat itu malah berusaha bunuh diri dengan meminum cairan pembersih kamar mandi yang dicampur dengan beberapa bahan pengawet.
Sepertinya Derril sudah merencanakan tindakan bunuh dirinya ini dari jauh hari karena beberapa zat pengawet yang ditemukan di lokasi kejadian berasal dari produksi pakaian yang memang dikerjakan oleh para napi di tahanan itu.
Tentu saja itu membuat Noah sangat marah dimana dia berharap penjahat itu akan mendekap selamanya di penjara, walaupun mengambil tindakan bunuh diri Derril nyatanya tidak meninggal dan malah menderita koma yang mengakibatkan dia dirawat di rumah sakit bukannya di penjara.
“ Begini mengingat kejahatan yang dilakukan oleh narapidana adalah ancaman yang berkelanjutan terhadap korban dan juga obsesi, sebagai pihak yang dirugikan kami tidak mungkin dapat tenang membiarkan penjahat itu mendapatkan kebebasan seperti itu. Di rumah sakit tidak ada petugas yang mengawasi penjahat itu, bagaimana nanti jika dia sadar dari komanya dan kembali mengincar korban ” tegas pengacara itu.
__ADS_1
“ Jika kalian dapat menjamin penjahat itu tidak akan dapat melakukan kejahatan lagi, disitulah kami dapat tenang ”
“ Baik Pak untuk masalah itu akan segera kami selesaikan saat ini juga saya akan menempatkan petugas untuk mengawasi narapidana itu selama 24 jam di rumah sakit ” putus polisi itu kemudian setelah akhirnya menemukan titik terang untuk tidak melanjutkan memancing amarah seorang Crimson.
“ Jangan main-main begitu aku mendengar ada kelalaian lain yang terjadi, yang pertama aku habisi adalah petugas tak becus seperti kalian. Tempatkan petugas yang benar-benar bertanggung jawab di sana! ” tegas Noah penuh penekanan.
“ Baik Pak ” jawab kedua kepala polisi itu gemetar.
“ Harusnya waktu itu ku bunuh saja dia kalau memang bajing*n itu sangat ingin mati ” gerutu Noah sambil berjalan keluar meninggalkan ruangan itu diikuti oleh pengacaranya.
Dengan cepat Noah menelpon anak buahnya yang selama ini bekerja sebagai pengawal yang bergerak diam-diam untuk menjaga keamanan setiap anggota keluarga Crimson.
“ Kirim anggota terbaik kita untuk berjaga di rumah sakit X, pastikan penjahat itu tidak lepas dari pengawasan kalian. Jika penjahat itu bangun dan mencoba melakukan sesuatu yang berbahaya habisi saja ”
“ tambah anggota dan perketat pengawalan kepada Mamaku, terutama daerah sekitar mansion pastikan tidak ada orang yang mencurigakan lolos dari pengawasan kalian ”
“ Baik bos akan saya laksanakan ” jawab ketua pengawal keluarga Crimson itu dengan cepat.
“ Urus masalah ini dengan baik aku tidak ingin mendengar ada pengurangan masa hukuman hanya karena penjahat itu hampir mati ”
“ Akan saya pastikan semua terselesaikan dengan baik Pak ” jawab pengacara itu.
Noah masuk kembali ke dalam mobilnya, mengingat semua yang terjadi dan apa yang sudah dilakukan Derril kepada keluarganya bagaimana mungkin Noah bisa tenang.
Dia kemudian melajukan mobilnya memecah jalanan yang hening dan hanya dilalui beberapa kendaraan lain mengingat malam yang sudah larut.
Brakkk!! Ckiit!!
Jangan lupa like, beri hadiah dan vote untuk mendukung novel ini terimakasih 🥰
Happy Reading😘
__ADS_1