
Dengan sedikit berlari Helena menyusul Noah.
“ Momentum apa maksudmu? ” tanya Helena penasaran.
“ Oh Adira akan segera melahirkan bayinya ” jawab Noah santai.
“ Apa?!! ”
“ Kenapa kau tidak bilang sepenting ini dari tadi! Dasar!! ” gerutu Helena cepat dia berjalan mendahului Noah.
~
~
~
“ Cepatlah! ” teriak Helena karena mereka sudah tiba di pinggiran pantai tapi dia sedikit geram melihat Noah yang masih nampak berjalan santai.
“ Apa tidak bisa dia mempercepat langkah kakinya?! Aduh...bikin kesal saja dari tadi. Aku tidak sabar lagi kalau begitu bagaimana keadaan Adira sekarang aku tidak tahu..tapi pria ini malah sok santai begitu ”
“ Ayo cepat! Aku bahkan tidak tahu akan menggunakan apa keluar dari pulau ini tapi kau malah terus bersantai. Coba pikirkan keadaan Adira saat ini, kau pikir aku bisa sesantai kau sementara saat ini Adira sedang mempertaruhkan nyawa ”
Noah hanya menghela napas berat mendengar ocehan Helena, baginya bersama seorang gadis memang merepotkan terutama karena biasanya wanita lebih banyak bicara. Sedangkan Noah adalah tipe pendiam dan juga malas menjelaskan.
“ Apa aku naik kapal saja ya? Hei! Pak! Di sebelah sini! Tolong beri aku tumpangan untuk keluar dari pulau ini! ”
“ Astaga...” hela Noah sambil menutupi telinganya yang rasanya seakan mau tuli karena teriakan wanita itu.
Helena masih terus berteriak sembari melambai-lambaikan tangannya agar awak kapal yang nampak dari pinggir pantai itu melihatnya.
“ Hei hentikan atau kau akan kelelahan sendiri ”
Helena melirik dengan kesal ke arah pria itu.
“ Hosh..hosh..kalau kau berniat membantu sebaiknya lambaikan juga tanganmu jangan hanya diam saja ”
“ Untuk apa aku berteriak tidak jelas sepertimu, nanti juga helikopter akan tiba di sini. Kapal itu juga tidak akan membawamu lihatlah dengan jelas itu kapal nelayan ”
“ Dasar..harusnya bilang dong dari tadi kalau helikopter yang akan membawa kami keluar dari sini. Memangnya aku bisa tahu..”
__ADS_1
“ Dia masih belum berhenti mengomel juga, dasar wanita ” Noah menggelengkan kepalanya pelan.
~
~
~
“ Huft...huft...huft...” sudah hampir setengah jam Adira mengedan namun masih belum ada perubahan juga.
“ Aneh sekali padahal pembukaannya sudah lengkap, Ibu juga sudah mengedan dengan benar tapi bayinya tidak juga keluar ” ucap dokter itu memberitahukan dengan serius kepada Adira dan juga Zein yang senantiasa berada di samping Adira sejak awal.
“ Apa mungkin karena istriku kelelahan? Karena dia baru saja mengalami kejadian yang kurang baik. Lalu apa yang harus dilakukan selanjutnya? ” Zein juga bicara dengan serius kepada dokter itu, dia sudah pernah berada di situasi saat ini selama menemani istri pertamanya Starla melahirkan putra putrinya, dia selalu ikut menemani melewati proses menegangkan itu. Jadi dia bisa lebih matang dalam mengambil keputusan dan tidak terkesan tergesa-gesa.
“ Saya akan coba periksa lagi Pak ” jawab dokter itu, kemudian dokter itu memeriksa Adira dengan intens.
“ Kita akan tunggu sekitar 15 menit pagi Pak beri waktu Ibu ini istirahat sebelum kita usahakan untuk mencoba tetap melahirkan secara normal. Jika masih tidak berhasil terpaksa kita akan mengambil tindakan operasi ”
“ Baik dokter ” Zein menggenggam tangan Adira erat.
“ Jangan memaksakan diri istirahatlah sebentar semua akan baik-baik saja kamu mendengarkan ucapan dokter tadikan. Semuanya akan baik-baik saja ”
Adira mengatur kembali ritme pernapasannya rasa sakit di perutnya seakan bergejolak tapi dia merasa sedikit tenang setelah mendengar perkataan Zein. Dia melihat Zein yang menatapnya tanpa pernah berpaling sedikit pun.
Adira tidak tahu pasti apa yang dia rasakan tapi keberadaan Zein benar-benar memberinya kekuatan dan ketenangan. Seandainya Zein tidak ada di sisinya saat ini apakah dia juga akan kuat dan setenang ini?
•
•
“ Bagaimana Adira? Apa dia baik-baik saja? Keadaan bayinya sekarang bagaimana? Kita bisa melihatnya sekarang? ”
Nadia mengangkat tangannya memberi isyarat pada Helena agar sedikit tenang.
“ Begitu banyak pertanyaan aku harus jawab yang mana lebih dulu, tolong tenangkan dirimu Anda sejenak ” balas Nadia lembut.
Helena menarik napas sejenak kemudian dia menatap serius Nadia menantikan jawaban untuk pertanyaannya.
“ Nona A masih belum melahirkan tadi dokter bilang pembukaannya sudah lengkap tapi bayinya belum lahir juga. Kita hanya bisa berdoa menunggu semoga Nona A dan bayinya sehat. Kita belum di izinkan masuk ”
__ADS_1
Helena mendudukkan dirinya di kursi tunggu itu lalu berdoa dengan serius.
Noah baru tiba dengan napas yang masih ngos-ngosan.
“ Wanita ini seakan tidak ada lelahnya baru juga sampai dia sudah langsung berlari. Aku yang mengikuti dari belakang saja hampir mati kehabisan napas ” , batin Noah melihat Helena yang masih berdoa dengan serius.
“ Duduk dulu kak, saat ini Nona A masih belum melahirkan semoga saja semua baik-baik saja ” ucap Nadia menjelaskan kepada Noah.
“ Daddy ada bersama Adira kan? ”
“ Iya sekarang Daddy juga ada di sana ”
“ Untunglah, bukannya tadi katamu kamu datang bersama Aidan? ”
“ Iya Kak, sepertinya dia pergi ke toilet. Dari tadi dia mondar-mandir tak menentu sangking khawatirnya tapi aku lebih khawatir melihat dia yang gelisah seperti itu ”
Noah menganggukkan kepala, lalu duduk tepat di kursi yang berseberangan dengan Helena. Dia masih melihat wanita itu yang masih terus berguman dalam doanya.
“ Semoga doanya terkabul dan Adira baik-baik saja ”
Untuk beberapa saat mereka bertiga hanya dapat diam dengan masing-masing rasa khawatir yang mereka rasakan.
“ Apa sudah ada perkembangan? ” tanya Aidan tidak sabaran pada Nadia dan dijawab dengan gelengan.
“ Semoga Nona A dan bayinya baik-baik saja aku mohon..semoga persalinannya berjalan lancar ”
“ Dia sampai membasahi seluruh kepalanya ” , ucap Nadia dalam hati melihat rambut Aidan yang basah sembari bajunya yang nampak basah di bagian kerah mungkin karena dia terlalu tergesa-gesa.
“ Lama sekali tidak ada perubahan juga..”
“ Aidan tenangkan dirimu berhenti mengeluh seperti itu ” tegur Noah, karena semakin Aidan mengeluh semakin nampak juga betapa Helena dan Nadia yang semakin khawatir.
“ Kakak aku khawatir pada Nona A, saat ini pasti dia sangat kesakitan. Aku tidak tahu tapi rasanya menakutkan..”
“ Kita semua khawatir tapi mengeluh juga tidak membantu. Kita hanya bisa percaya bahwa semuanya pasti baik-baik saja. Aku yakin Adira pasti kuat ”
Helena menganggukkan kepalanya mencoba percaya perkataan Noah yang dia dengar. Dia kembali meyakinkan diri jika sahabatnya itu pasti kuat menghadapi semua itu.
“ Ya Tuhan tolong biarkan Nona A dan bayinya selamat. Aku berjanji akan memperlakukan Nona A dengan baik, aku tidak akan mengulang kesalahan yang sama kami akan membuat Nona A bahagia dan tidak akan membuat dia menderita jadi aku mohon jaga dia tetap sehat ” doa Aidan dengan tulus.
__ADS_1
“ Amin ” guman Nadia pelan. Rasanya sangat mendebarkan karena mereka tidak tahu yang terjadi dalam ruangan itu dan mereka hanya bisa berharap.
Happy Reading😘