
Sayup-sayup bersamaan dengan matanya yang mulai mengerjap terbuka Noah mendengar suara langkah kaki. Kepalanya terasa berat dia memijat sebentar batang hidungnya untuk mengumpulkan kesadarannya. Begitu mulai fokus hal pertama yang dia lihat adalah Helena yang tergesa-gesa memasukkan barang-barangnya yang berserakan di lantai.
Begitu jelas wanita itu sangat gelisah hingga dia tidak menyadari Noah yang sudah menatapnya sedari tadi.
“ Kau tidak berniat pergi begitu saja kan? ” satu kalimat dari Noah yang mampu membuat Helena berdiri diam membeku terkejut begitu mengetahui Noah sudah terbangun.
Noah mendudukkan tubuhnya perlahan dapat dilihatnya dengan jelas penampilan Helena yang berantakan sepertinya tadi Helena memakai pakaiannya dengan terburu-buru.
Saat Noah berniat untuk bangkit berdiri dia teringat sesuatu bahwa sekarang tubuhnya benar-benar polos. Hanya dapat menghembuskan napas kuat dia melilitkan selimut itu ke tubuhnya lalu berdiri.
“ Kita bicarakan hal ini terlebih dahulu, berdua. Jangan coba melarikan diri begitu saja ” Noah memberikan penekanan diakhir sebelum dia berjalan cepat menuju kamar mandi sambil memugut bajunya yang tadi tercecer begitu saja dia lantai.
Sruk!!
Helena menjatuhkan tubuhnya lemas ke lantai, dia bahkan tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padanya setelah ini. Rasa ingin berlari pergi dari ruangan itu sangat besar tapi dia juga tidak bisa mengabaikan perkataan Noah yang melarangnya untuk melarikan diri.
Setelah beberapa menit Noah keluar dari kamar mandi dengan sudah berpakaian rapi, setidaknya jelas nampak lebih baik dari Helena.
Noah mendekat perlahan ke arah Helena yang terduduk lemah di lantai.
“ Berhenti di sana..” larangan lirih yang terucap dari Helena tanpa menoleh sedikit pun pada Noah.
“ Kau baik-baik saja? ” Noah menghentikan langkahnya, bukan berarti dia tidak khawatir melihat keadaan Helena.
Napas Helena serasa berat bagaimana bisa pria itu menanyakan dia baik-baik saja. Apa menurut pria itu dia akan baik setelah semua yang terjadi.
“ Lupakan semua yang terjadi di sini, anggap kita tidak pernah bertemu dan melakukan kesalahan ini ” tegas Helena.
“ Apa?! ” sontak Noah tidak percaya mendengar ucapan wanita itu, melupakan semua seakan tidak ada yang terjadi dan tidak bertanggung jawab sangat tidak sesuai dengan moralitas Noah.
“ Aku tidak akan melakukan hal itu, sejak awal mau bagaimana pun hal ini terjadi aku akan bertanggung jawab sepenuhnya ”
__ADS_1
Helena mengangkat wajahnya menatap Noah dengan tatapan marah, kecewa dan putus asa disela matanya yang mulai berembun.
“ Omong kosong apa itu..bertanggung jawab? Hah..tidak bisakah kau sedikit iba padaku dan mau menyelesaikan ini dengan mudah. Sampai kapan pun aku tidak akan menerima rasa pertanggungjawaban mu tidak akan pernah, karena semua yang terjadi setelah ini..setelah ini ”
Hati Helena terasa sangat sakit hingga membuatnya kesulitan untuk bicara.
“ Bagaimana bisa aku bertemu Adira..hiks..apa aku harus..hah..hikss..me-mengatakan bahwa aku menghabiskan malam bersama anak tiri sahabatku..hikss..begitu maksudmu coba pikirkan posisiku ”
Bugh!! Bugh!! Bugh!!
Suara pukulan tangan Helena yang memukuli dadanya sambil menangis terisak. Baginya lebih dari kesalahan yang dia lakukan dengan Noah, lebih besar lagi kesalahan yang dia lakukan pada Adira. Bagaimana sahabatnya itu nanti akan memandangnya? Tentu saja dengan semua ini Helena sudah membuat Adira dalam posisi yang sulit.
“ Kau bisa menyakiti dirimu sendiri ” Noah menahan tangan Helena kuat. Begitu Helena ingin menarik tangannya dari genggamannya Noah menahan lebih kuat.
Mata mereka berdua bertemu dengan tatapan yang sama-sama tajam.
“ Aku yang akan menjelaskan situasinya pada semua orang, begitu juga dengan Mama Adira. Apa pun yang terjadi aku pastikan akan bertanggung jawab padamu dan kau bisa memegang kata-kataku ”
“ Kau yakin akan bersikap seperti ini? Menurutmu semua akan baik-baik saja dengan kau lari dari masalah ”
“ Aku tidak peduli berapa kali harus aku katakan padamu! Semua akan berakhir jika rahasia ini tetap terjaga seperti sekarang ”
Noah sangat tidak setuju dengan keinginan Helena tapi melihat kondisi wanita itu bukan waktu yang tepat juga dia memaksa, dia berpikir lebih baik memberi sedikit waktu untuk wanita itu menenangkan pikiran dan mengambil keputusan yang baik.
“ Pastikan tidak ada barangmu yang tertinggal, ikut denganku aku akan mengantarmu ke rumah. Sepertinya Daddy dengan Mama Adira juga sudah pulang ”
“ Tu-tunggu kau tidak berniat mengatakannya pada Adira..atau Daddymu kan? ”
Noah langsung bisa melihat ketakutan Helena bahkan sampai tubuhnya gemetaran.
“ Tidak untuk saat ini karena kau mengatakan untuk diam. Tapi aku akan pastikan itu tak berlangsung lama ”
__ADS_1
Dengan langkah canggung Helena mengikuti Noah dia berada dalam jarak beberapa meter di belakang pria itu. Berulang kali Noah melihat ke belakang tapi wanita itu masih saja berjalan di jarak yang cukup jauh darinya menurut Noah.
Noah memperlambat langkahnya melihat Helena yang berjalan lemah, setidaknya dia tahu wanita itu pasti merasa sakit dan tidak nyaman di sekujur tubuhnya setelah kejadian semalam.
~
~
~
Bahkan selama dalam perjalanan mereka berdua hanya diam, sekarang mobil itu telah berhenti di mansion kediaman keluarga Brown.
Noah menunggu Helena keluar dari mobil lalu setelahnya mereka kembali melangkah memasuki mansion itu dengan jarak yang sama.
Helena menarik napas berulang kali seiringan dengan langkahnya memasuki mansion itu. Tapi seperti serangan yang tiada hentinya Helena bahkan kembali dikejutkan dengan tatapan Adira, Zein, Nadia, dan Aidan yang berkumpul di ruang keluarga itu. Seolah memang sudah menantikan kedatangan mereka.
Melirik cepat ke arah Noah, Helena ingin mendapatkan penjelasan mengenai apa yang terjadi di sini. Apa mungkin Noah memang sudah memberitahu semua orang?
Noah yang mendapat tatapan tajam itu hanya mengerutkan alisnya tak paham mengapa wanita itu selalu berpikiran buruk tentangnya.
Waktu seakan berhenti sementara mereka semua diam tak satu pun bicara. Adira berjalan lurus mendekati Helena meskipun ekspresi yang ditunjukkan Adira datar tapi bisa dilihat betapa gemetaran dia melangkahkan kakinya.
“ Bagaimana bisa hal itu terjadi? ”
Begitu kalimat itu meluncur dari mulut Adira jantung Helena serasa di tikam pisau tajam yang membuat dia tidak bisa berbuat apa-apa membuatnya ingin berteriak kesakitan.
“ Di-Dira..aku..”
“ Kenapa kamu melakukan hal itu Helen? Bagaimana bisa kamu berbuat seperti itu? ”
Helena benar-benar tidak bisa menjawab apa pun ketika mendengar Adira mengutarakan pertanyaan itu padanya. Hal yang sangat dia takuti jika Adira tahu sudah terjadi, dia tidak bisa menjawab apa pun yang ada malah bulir-bulir air matanya yang berjatuhan seolah tidak terbendung.
__ADS_1
Happy Reading 😘