Menjadi Ibu Sambung

Menjadi Ibu Sambung
Sifat Asli


__ADS_3

“ Namanya Dokter Derril menurut informasi yang kami dapat dia bertugas sebagai dokter di puskesmas desa ini Tuan ”


“ Cari bajing*n itu sekarang juga!! ”


~


~


~


Zein segera menuju lokasi yang dilaporkan anak buahnya sebagai rumah Derril. Karena setelah mencari ke puskesmas maupun seluruh desa semua mengatakan Dokter itu sedang pergi ke luar kota beberapa hari yang lalu.


“ Maaf bapak-bapak, saya tidak bisa membiarkan kalian masuk begitu saja tanpa izin Nak Derril. Bisa-bisa saya sendiri yang kena masalah nanti ” berulang kali pria paruh baya yang mengaku sebagai pemilik rumah yang di sewa oleh Derril itu mencegah Zein dan anak buahnya masuk ke dalam rumah. Dengan alasan dia sudah ditugaskan oleh Derril untuk tidak membiarkan siapa pun masuk ke rumahnya tanpa seizinnya.


“ Bereskan dia! ”


Dengan satu perintah itu anak buah Zein segera menyeret pria itu menjauh dari sana agar tidak menghalangi lagi. Karena Zein sudah tidak sabar lagi dia sudah berusaha untuk tetap menggunakan cara halus tapi pria itu tidak mau bekerja sama sekali. Karena itu walaupun harus dengan cara kasar dia tidak peduli lagi.


Zein memasuki rumah itu setelah di pintunya di buka paksa oleh anak buahnya. Dengan sigap anak buah Zein segera menggeledah seluruh rumah itu.


Namun, hanya baru memasuki rumah itu saja Zein sudah berhenti dengan tangan mengepal penuh. Matanya memerah penuh amarah dengan semua pemandangan yang dia lihat begitu memasuki rumah itu.


Di setiap sudut rumah terpajang foto Adira dengan berbagai ukuran dan nampak jelas semua foto itu di ambil tanpa sepengetahuan Adira. Karena dari setiap sudut foto menunjukkan beberapa momen kegiatan Adira sehari-hari bahkan ada beberapa saat wanita itu hanya sedang berdiam diri di halaman rumahnya.


Dari situ saja Zein dapat tahu betapa terobsesi nya pria itu pada Adira dan sangat mungkin dalam bayangannya dia membayangkan banyak hal gila yang bisa dia lakukan pada Adira.


“ Tuan tidak ada siapa pun di rumah ini ” lapor anak buahnya dengan sigap kepada Zein.


“ Segera lacak dimana pria itu karena sudah pasti dia yang menculik Adira! Aku tidak peduli bagaimana caranya Adira harus segera ditemukan ”


“ Baik Tuan ” jawab mereka serempak.

__ADS_1


“ Jangan biarkan satu pun foto istriku tertinggal di tempat terkutuk ini ” menahan semua kengerian yang di rasakannya dia tidak tahu seberapa jauh orang itu terus menguntit Adira sampai bisa-bisa nya dia menyimpan foto Adira sebanyak ini.


Mata Zein sejenak tertuju pada sebuah foto besar di tengah ruangan itu, hanya foto itu yang bukan foto Adira melainkan sebuah foto pemandangan pantai yang luas dan indah.


“ Apa kalian tahu pantai ini ada dimana? Pastikan dimana tepatnya pantai ini berada ” tegas Zein.


“ Tuan nampaknya memang bisa saja foto pantai ini sebuah petunjuk karena kami juga menemukan banyak video pantai itu di laptop dokter itu ”


“ Segera temukan dimana alamat pastinya kita segera mencari ke sana ”


Zein nyakin melihat dari bagaimana cara dan pola pikir Derril yang sangat terbaca dari obsesinya pada sesuatu. Sama seperti dia menginginkan Adira sebesar itu, sangat besar juga kemungkinan dia membawa Adira ke pantai itu. Seakan sebuah rancangan rencana untuk mewujudkan mimpi yang telah dia obsesikan selama ini.


~


~


~


“ Jangan mendekat! ” bentak Adira meringis sembari berusaha menarik tangannya terlepas dari ikatan tali.


“ Jangan sakiti dirimu lagi sayang ”


“ Ah...menjauh dariku..a-aku mohon lepaskan aku dokter..”


“ Dokter katamu, panggil namaku sayang dengan penuh cinta. Derril..ayo Adira sayang panggil namaku ”


“ Lepaskan aku..hiksss..a-aku mohon..”


Derril meraih pipi Adira menahan agar Adira tidak menjauhkan wajahnya.


“ Aku mau saja melepaskanmu, tapi kamu terus berusaha melarikan diri dariku sayang ”

__ADS_1


“ Ti-tidak dokter..hentikan semua ini...” tubuh Adira bergetar ngeri merasakan ancaman yang mendalam dari perbuatan Derril padanya.


“ Kenapa harus di hentikan kamu itu milikku. Mulai hari ini kamu akan sepenuhnya jadi milikku Adira ” dengan senyuman mengerikan Derril mengecup pelan pipi Adira.


“ Hikss..tolong aku..ini tidak benar sama sekali. Aku minta tolong padamu kasihani aku dan..bayiku. Aku mohon...hikss...benar-benar memohon padamu ”


“ Jangan menangis Adira seperti aku menyakitimu ”


“ Argh..” Adira meringis saat merasakan pipinya yang di genggam dengan erat oleh Derril.


“ Aku sudah berbaik hati membiarkan parasit itu tetap bertahan hidup menyusahkanmu ”


“ A-apa maksudmu..bagaimana bisa seorang dokter seperti Anda bisa bicara seperti itu? ”


“ Karena aku dokter makanya aku tahu bayi ini hanya parasit yang membuatmu sengsara, sekarang tentukan pilihanmu kau ingin aku menyingkirkan parasit ini dari tubuhmu sekarang juga atau aku akan membiarkan kamu melahirkan parasit itu dengan keadaan selamat tapi syaratnya kau harus menuruti semua perkataanku..dan menjadi milikku selamanya ”


“ Jangan sakiti anakku dia tidak memiliki kesalahan apa pun, aku yang minta maaf karena selama ini sudah berbuat salah kepada Anda tapi aku mohon selamatkan bayiku..”


“ Baiklah maka kamu harus mengikuti semua perkataanku, memang benar sayang kesalahanmu selama ini karena tidak menyadari siapa sebenarnya pemilikmu. Aku rela membiarkan kamu melahirkan parasit itu dan membiarkan parasit itu hidup bersama kita asal kamu bersikap baik dan menurut, kamu mau kan sayang? ”


Adira menganggukkan kepalanya cepat, dia sudah tidak punya pilihan lain lagi. Sementara tubuhnya gemetaran ketakutan merasakan tangan Derril yang mengelus-elus kepalanya seakan menunjukkan dia yang berkuasa atas Adira.


Tapi Adira tahu dia tidak punya cara lain untuk menyelamatkan bayinya, dia bahkan tidak tahu kapan pria itu akan berubah pikiran yang akhirnya bisa saja membahayakan bayinya.


Adira tidak menyangka saat Helena meninggalkannya sebentar di kamar, sosok Derril yang tiba-tiba muncul segera menutup mulutnya dengan erat sampai dia tidak bisa mengeluarkan suara sama sekali.


Dengan sangat ahli Derril membuka dinding papan yang menghadap langsung ke jalanan seolah celah di dinding itu sudah lama di siapkan oleh pria itu. Tapi tidak cukup sampai di situ bahkan sebuah mobil sudah menunggu mereka di jalan itu dan dengan cepat sebelum Adira dapat berbuat sesuatu Derril segera menyuntikkan sesuatu pada Adira.


Sampai akhirnya Adira tersadar dia sudah dalam posisi tangan dan kakinya terikat erat di sebuah ranjang yang berukuran kecil. Lebih menyeramkannya lagi keberadaan Derril yang selalu mengancam akan membunuh bayinya.


Adira tidak tahu apa dia pernah merasa curiga jika dokter yang dulu dia anggap sangat baik itu ternyata hanya seorang psikopat gila yang terobsesi padanya. Bahkan Adira nyakin semua orang tidak mengetahui sifat asli pria itu karena topeng yang dikenakan Derril cukup sempurna. Sampai bahkan tidak bercela sama sekali, karena itu Adira bahkan tak menyangka jika Derril adalah pelaku dari semua itu.

__ADS_1


“ Aku tidak nyakin bisa terlepas dari pria ini...bagaimana nasib anakku nanti. Aku ingin anakku selamat, apa tidak ada sebuah keajaiban yang datang hingga aku bisa bebas dari sini aku mohon..siapa saja tolong aku..” , batin Adira kuat.


Happy Reading😘


__ADS_2