Menjadi Ibu Sambung

Menjadi Ibu Sambung
Cari Bajing*n Itu Sekarang Juga!!


__ADS_3

“ Huh...baiklah aku menarik kembali kata-kataku, tidak mungkin juga aku berharap kau menelantarkan anak-anak itu. Tapi coba pikirkan lagi apa kau tetap tidak berubah pikiran jika anak-anak itu sendiri yang memintamu kembali dan mau kau jadi Ibu mereka ”


“ Tidak ” jawab Adira cepat dan tegas.


Helena membersihkan wajah Adira dengan teliti.


“ Jangan terlalu banyak mengorbankan kebahagianmu atau tidak akan ada lagi kesempatan untuk meraihnya. Aku hanya merasa kalau kau nampak lebih hidup jika berada di dekatnya, walaupun aku tahu yang kau alami juga berat. Tapi perasaan itu tetap membuatmu mengharapkan kehadirannya kan. Jadi jangan selalu menahan diri cobalah berusaha meraih hal yang nanti tidak akan kau sesali Adira ”


“ Bicaramu terlalu manis tahu...ini seperti bukan Helena yang ku kenal ”


“ Habis mau bagaimana lagi aku mau melihatmu bahagia, kalau mereka bisa membuatmu bahagia walaupun tidak suka aku akan menerimanya dengan baik ”


“ Sudahlah..aku nyakin nanti pasti ada titik terang untuk semua masalah ini. Saat ini aku hanya ingin fokus pada kondisi bayiku ”


“ Baiklah jangan cemas lagi karena kamu tahukan aku tidak akan biarkan ada hal buruk yang terjadi pada ponakanku. Jika ada yang berani menganggumu aku akan menghabisi mereka semua ” Helena mengepal tangannya bersemangat seolah siap bertempur.


Adira tertawa pelan melihat mata Helena yang seakan berapi-api dengan semangatnya.


Setelah selesai membersihkan tubuh Adira, Helena juga dengan telaten menyuapi Adira makan lalu membiarkan Adira beristirahat kembali.


Suara bel pintu terdengar berbunyi beberapa kali, hingga akhirnya Helena memutuskan untuk segera melihat siapa yang datang bertamu ke rumah mereka.


“ Siapa ya?! ” Helena sedikit berteriak memanggil pelaku yang menekan bel rumahnya. Karena setelah dia membuka pintu dia tak menemukan siapa pun di sana.


“ Siapa sih yang dari tadi terus membunyikan bel pintu? Apa..mungkin itu hanya orang iseng? Tapi untuk apa sih menganggu orang lain saja? ”


Berulang kali Helena celingak-celinguk mencari orang itu namun tak menemukan siapa pun.


“ Kau sedang apa? ”


“ Arghh!!! ” pekik Helena terkejut.


Napasnya naik turun sembari memegangi dadanya untuk menenangkan diri.

__ADS_1


“ Anda membuatku terkejut..”


“ Aku hanya penasaran kau seperti sedang mencari seseorang ” jawab Zein.


“ Entahlah tadi bel rumah terus berbunyi berulang kali, aku pikir mungkin ada tamu. Tapi setelah aku membuka pintu tak ada siapa pun di sini. Padahal hanya sebentar waktu yang dibutuhkan aku datang dari kamar ke depan untuk membuka pintu tapi orang itu sudah tidak terlihat sama sekali ”


Zein mendengarkan hal itu dengan serius dan juga dengan perasaan cemas.


“ Adira ada dimana? ” itu yang pertama kali terlintas dalam pikiran Zein.


“ Di-dia ada di dalam ” entah mengapa rasanya Helena juga menjadi cemas.


Dengan cepat dia berbalik dan berlari menuju kamar Adira. Zein juga segera berlari cepat ke dalam rumah itu.


“ Adira..” langkah kaki Helena terhenti tepat setelah baru memasuki kamar Adira.


“ Ada apa? ” ungkap Zein karena melihat reaksi aneh Helena.


“ Dimana Adira? Bukannya kau bilang tadi dia ada di kamar? ” tanya Zein panik setelah menyadari alasan Helena membeku adalah karena Adira tidak ada di kamar itu.


Zein segera mencari ke kamar mandi dan ke seluruh rumah itu, namun dia tidak menemukan keberadaan Adira sama sekali.


Helena juga tak tinggal diam dia sudah mencari keluar rumah. Bertanya kepada setiap orang yang di lihatnya siapa tau ada yang tahu Adira ada dimana tapi tidak ada yang mengetahui Adira ada dimana.


“ Tidak ada..Dira tidak ada, ba-bagaimana ini ” Helena menyugar rambutnya kasar tubuhnya terduduk lemas begitu dia bertemu dengan Zein dan pria itu juga tidak bersama Adira.


“ Adira pasti di culik! Si*l!! Aku akan membunuh orang itu!! ” geram Zein kuat, dia segera menghubungi semua anak buahnya agar turun mencari Adira kemana pun sampai wanita itu ditemukan.


Helena berlari kembali ke kamar Adira mencari sesuatu yang mungkin tertinggal yang dapat menjadi petunjuk. Air matanya tidak tertahan lagi saat melihat selang infus yang tergeletak begitu saja di ranjang, sedangkan di sana masih terdapat noda darah. Jarum infus itu tentunya dicabut paksa dari tangan Adira.


Melihat itu Helena tak sanggup membayangkan bagaimana sekarang keadaan Adira yang juga masih dalam keadaan sakit.


Berulang kali mencari ke sana kemari, Helena menemukan sebuah tulisan yang tertancap di jeruji jendela kamar Adira.

__ADS_1


Dia segera menutup mulutnya dengan kedua tangan karena rasa terkejut setelah membaca tulisan itu.


Dengan gemetaran Helena menyerahkan tulisan itu pada Zein.


* Adira adalah milikku aku akan singkirkan parasit ini dari tubuhnya karena selamanya dia adalah milikku*


Setelah membaca isi tulisan itu Zein segera meremas kuat kertas itu, emosinya memuncak namun tak bisa melampiaskan itu kepada pelaku yang masih belum diketahui. Hal yang paling ditakutinya saat ini adalah keadaan Adira dan anaknya.


“ Tolong aku mohon pada Anda selamatkan Adira..hikss..a-aku tidak ingin terjadi sesuatu padanya aku mohon ” Helena menangis histeris memohon pada Zein.


“ Aku akan pastikan dia selamat, kita akan mencari dan menemukan Adira secepatnya ”


Zein segera berlari menuju mobilnya dia harus menuju mansionnya untuk bertemu dengan anak buahnya dan menyusun rencana untuk mencari Adira.


Begitu tiba di mansion semua anak buah Zein sudah sibuk dengan masing-masing pekerjaan menyelidiki kemungkinan kemana Adira di culik. Tapi tidak hanya itu Zein sudah memerintahkan anak buahnya yang lain untuk mencari ke seluruh tempat yang mungkin dimana Adira di culik.


“ Tuan saya menemukan satu bukti yang mungkin mengarah ke pelaku ” lapor seorang dokter pribadi Zein yang juga ikut menyelidiki hal ini setelah di perintahkan oleh Zein.


“ Bukti apa? ” tanya Zein serius dan tak sabar.


“ Ini sampel pemeriksaan obat yang dikonsumsi Nyonya Adira sebelum kondisinya menurun beberapa waktu lalu ”


Zein segera membaca laporan pemeriksaan sampel obat-obat itu.


“ Apa ada masalah dengan obat-obat itu? Bicaralah langsung ke intinya jangan berbelit-belit ” rasanya kesabaran Zein sudah tidak ada lagi hanya mendengarkan laporan-laporan yang hanya berisi kemungkinan dari mereka.


“ Begini Tuan dari obat yang dikonsumsi oleh Nyonya Adira yang diresepkan dokter itu sebagai vitamin ternyata merupakan Litium yang adalah obat antidepresan. Biasanya digunakan untuk pengobatan bipolar, obat itu sangat berbahaya jika di konsumsi ibu hamil. Kami menemukan penggunaan obat itulah yang menyebabkan kondisi Nyonya Adira menurun drastis saat itu ” jelas dokter itu sesingkat dan secepat yang dia bisa.


“ Dokter mana yang telah memberikan obat itu pada Adira?! ” geram Zein penuh amarah.


“ Namanya Dokter Derril menurut informasi yang kami dapat dia bertugas sebagai dokter di puskesmas desa ini Tuan ”


“ Cari bajing*n itu sekarang juga!! ”

__ADS_1


Jangan lupa untuk like, komen, hadiah, dan vote novel ini guyss😄


Happy Reading 😘


__ADS_2