
Seakan tak ingin membuang waktu lagi persiapan pernikahan langsung di laksanakan seminggu setelah hari saat Zein melamar Adira.
“ Cantik sekali ya ampun Nona A benar-benar sangat cantik ” puji Nadia sambil bertepuk tangan pelan dengan rasa kagumnya.
Adira yang mendengar pujian itu sedikit tersipu malu, dia melangkahkan kakinya berdiri di depan cermin. Menampakkan sosoknya di dalam balutan gaun pengantin berwarna putih dengan beberapa payet yang memberikan kesan mewah.
Dulu saat dia di hari pernikahannya dengan Zein dia hanya mengenakan baju terusan seadanya yang di cari buru-buru saat itu. Lalu sekarang tanpa dapat di duga dia akan kembali menikah dengan pria yang sama namun segalanya di persiapkan begitu baik layak nya seorang gadis yang baru menikah.
“ Apa masih ada detail yang mau ditambahkan Nyonya? Atau ada bagian yang terasa kurang nyaman? ” tanya desainer baju itu sopan kepada Adira.
“ Menurutku bajunya sudah sangat bagus ” Adira melirik ke arah Nadia menunggu tanggapan anak gadisnya itu.
“ Benar semuanya sudah bagus, kamu melakukan pekerjaan hebat setelah fitting baju dua hari lalu ”
“ Terima kasih Nona saya hanya mengusahakan yang terbaik. Bagaimana pun ini adalah pernikahan Tuan Zein pemilik GC Grup sudah seharusnya saya membuat pakaian terbaik ”
Desainer baju itu memang desainer yang sudah cukup lama bekerja di GC Grup dan juga setiap koleksi pakaian yang di desain olehnya selalu sold out dalam hitungan menit saja. Karena setiap produk yang dikeluarkan GC Grup adalah luxury brand dan barang limited edition.
“ Nona A coba lihat kemari dan tersenyum ” Nadia mengarahkan ponselnya untuk memfoto Adira.
Adira mengikuti ucapan Nadia dan tersenyum manis.
“ Oke aku akan kirimkan foto ini pada Daddy ” tukas Nadia bangga.
“ Loh? Untuk apa mengirim pada Mas Zein itu sedikit..menggelikan jangan ya Nadia ”
“ Nona A cantik begini mana mungkin tidak aku beritahu kan pada Daddy, lagian biar Daddy juga tahu kalau baju pengantinnya sudah beres ”
“ Baiklah pintar sekali cari alasan ”
“ Hehehehe ketahuan ya ” gelak Nadia tertawa jahil.
“ Tunggu aku ganti baju sebentar ya baru kita langsung pulang, kasihan Ziel sudah terlalu lama di tinggal ”
Nadia langsung mengangkat jempolnya tanda setuju dengan ucapan Adira.
~
~
__ADS_1
~
Helena keluar dari taksi itu menghela napas sejenak lalu melangkahkan kakinya memasuki mansion keluarga Brown itu. Begitu menekan bel pintu beberapa kali seorang pelayan muncul dan membukakan pintu untuknya.
“ Maaf lama membuka pintu Nona Helena ” ucap pelayan itu sedikit takut-takut.
Tentu saja Helena merasa asing dengan suasana itu tiba-tiba sekali mengapa pelayan itu menjadi sangat hormat padanya. Padahal sebelumnya saat dia menginap dulu pelayan di rumah itu memperlakukan dia seperti biasa saja.
“ Ah..iya, apa bisa aku bertemu Adira sekarang ”
“ Tentu saja Nona, Nyonya ada di ruang keluarga mari saya antar ”
Helena mengikuti langkah pelayan itu setelah melewati lorong panjang dan menjalani mansion yang luas itu akhirnya Helena tiba di ruang keluarga.
“ Mohon maaf Nyonya saya ingin memberitahu kalau Nona Helena ada di sini ” lapor pelayan itu tapi tanpa laporan itu pun Adira sudah melihat dan melangkah cepat menghampiri Helena.
“ Kenapa baru datang sekarang?! Kamu punya dendam ya padaku! Sampai tega baru datang sekarang ” Adira menepuk bahu Helena sedikit keras meluapkan kekesalannya karena bahkan ketika dia meminta sahabatnya itu untuk datang Helena sama sekali tidak datang hanya berjanji akan datang.
Baru setelah beberapa hari yang lalu Adira memberitahu tanggal pernikahannya dan meminta dia untuk datang karena itu akhirnya Helena datang ke mansion itu.
“ Maaf Dira peternakan sibuk sekali beberapa bulan ini aku benar-benar tidak bisa meninggalkan desa. Maaf ya aku ingin sekali berkunjung tapi mau bagaimana lagi ”
“ Dasar..aku tahu itu bohong, tapi baguslah kamu datang. Aku rindu sekali padamu tahu ” Adira memeluk Helena erat.
“ Eh..aku baik hanya benar-benar sibuk dengan peternakan. Kamu sendiri bagaimana semua persiapannya lancarkan? ”
“ Semua lancar berkat bantuan mereka semua lancar. Kemari ayo duduk dulu ” Adira meraih tas yang di bawa Helena.
“ Tolong bereskan bawaannya dan taruh di kamar yang sudah aku siapkan sebelumnya ya ”
Pelayan itu langsung mengiyakan dan menerima tas itu dari tangan Adira. Helena duduk di samping Adira karena wanita itu merangkul tangannya tanpa di lepas sedikit pun.
“ Hi Nona Helena ” sapa Aidan yang juga memang sedang berada di ruang keluarga itu bersama Adira tadi.
Helena menganggukkan kepalanya membalas sapaan Aidan.
“ Sudah jangan memasang wajah kesal terus dong, aku kan sudah datang nih ” Helena berusaha membujuk Adira.
“ Aku masih marah loh karena itu kamu harus menginap dulu beberapa hari di sini. Biar pun pernikahanku sudah lewat. Awas kalau kamu berusaha melarikan diri ”
__ADS_1
Helena menepuk jidatnya pasrah.
“ Iya aku akan menginap kalau begitu. Kebetulan peternakan juga sudah tidak terlalu sibuk lagi ”
“ Oh iya Ziel ada dimana? Aku ingin melihat bayi kecilku itu ” ucap Helena gemas.
“ Dia ada di kamar sedang tidur, nanti aku antar untuk bertemu denganmu. Tapi sekarang karena kamu habis dari perjalanan jauh sebaiknya kamu istirahat dulu, ayo ikut denganku kamu sudah makan belum ”
“ Ahh..sabar dulu Nona aku tidak lapar karena sebelumnya sudah makan. Aku hanya kehausan bisa minta bikinkan aku sebuah minuman yang menyegarkan jujur saja cuaca di luar sangat panas tadi ”
Aidan langsung beranjak dengan semangat dari duduknya.
“ Serahkan padaku saja biar aku yang mengurus kalau soal itu ” dengan langkah cepat Aidan langsung meninggalkan Adira dan Helena.
“ Anak-anak itu banyak berubah ya ” tutur Helena menatap Adira dan hanya di balas dengan tawa kecil oleh Adira.
Karena lama tidak bertemu mereka mengobrol banyak hal. Bahkan sampai Aidan kembali dari menyiapkan minuman mereka masih terus mengobrol sesekali Aidan juga ikut bergabung dalam percakapan itu.
“ Maaf menganggu Nona Adira aku ingin menanyakan lagi tentang tamu undangan. Apa benar kamu tidak memiliki tamu tambahan yang ingin di undang lagi? ” tanya Noah jelas.
“ Aku pikir tidak ada lagi orang lain yang harus di undang jadi cukup hanya itu saja. Mungkin kamu bisa tanyakan Daddymu lagi apa masih ada tamu lain yang ingin di undang ”
“ Baiklah aku akan tanyakan pada Daddy nanti ”
“ Hmm..Kak memangnya Nona A ingin mengundang berapa orang? ” tanya Aidan pada Noah karena rasa penasarannya.
“ Satu orang ” jawab Noah singkat.
“ Apa? Nona A yakin hanya mengundang 1 orang? Lalu 1 orang itu siapa? ” seru Aidan tak percaya dengan yang di dengarnya.
“ Hehhehe mau bagaimana lagi aku tidak punya banyak kenalan. Juga tidak ada keluarga yang bisa di undang ” jawab Adira tertawa canggung.
“ Iya tapi 1 orang itu siapa? Aku penasaran sekali ” sahut Aidan belum puas.
Noah menunjuk ke arah Helena. Aidan yang melihat itu melotot tak percaya. Sementara Adira hanya bisa tertawa kikuk.

__ADS_1
Tutorial untuk vote caranya tinggal klik yang ikon yang aku lingkari di detail novel ya teman-teman makasih banyak😗
Happy Reading😘