
Hari telah pagi dan aku sedang membereskan tempat tidur, suara pengocok telur sudah terdengar di pagi ini. Ibu sibuk memanggang kue dan aku sibuk membersihkan kamar dan bagian atas lantai dua
"rin?" ibu sekarang berdiri didepan kamar
Aku pun menoleh karena hanya suara ibu yang terdengar dan suara mesin pengocok telur itu sudah tidak terdengar lagi
"iya..?" aku menoleh
"itu di bawah ada paket dari ojek online, coba dilihat dulu"
Aku menghentikan kegiatanku, "paket bu?" tanyaku
Sebelum ibu menjawab, ponselku sudah berdering
Tring...tring..
"ya mon?"
"itu udah gue kirim ke ruko ya barang-barangnya"
"oh itu paket ojek online dari loe mon?"
"hooh, dah dulu rin bye"
Tut. Mona memutuskan sambungannya
"ya udah bu yuk turun, itu ternyata paket dari mona"
Aku dan ibu ternganga melihat satu box besar dan satu box kecil yang dikirim mona, aku pikir mona akan memberikan beberapa potong saja.
Setelah didalam ruko, dengan cepat ku buka. Ternyata memang benar sesuai dengan besar dan beratnya kotak, baju yang ada di dalam sini banyak sekali ada beberapa potong kemeja, pakaian one set, celana dasar, rok dan beberapa blezzer juga beserta high heels hitam didalam box berukuran lebih kecil
'Banyak sekali' aku memandang semua pakaian yang ada
"banyak sekali rin pakaiannya" ibu bicara padaku
"iya bu, mona benar-benar" aku menggelengkan kepala
"masih bagus sekali pakaiannya" ibu memegang satu blezzer "Terima kasih sama mona jangan lupa, sudah berbaik hati mau berbagi"
"pasti bu" jawabku
"ya udah bawa ke atas gih nanti ada pelanggan, dikira kita jual pakaian lagi" lalu ibu melanjutkan kegiatannya dengan peralatan membuat kue
"haha ya udah arin ke atas ya bu"
Setelah makan siang, aku kembali melihat pakaian yang di kirim oleh mona, ku coba beberapa potong kemeja putih dan rok hitam untuk ikut interview besok
Pakaian mona masih sangat bagus, harganya juga pasti mahal. Aku berpikir untuk membuatkan mona tom yam saja, sebagai rasa terima kasih, mona kan suka sekali dengan makanan khas thailand itu
Lalu aku turun ke bawah, melihat ibu di bagian depan ruko sedang melayani pelanggan. Aku pun menghampiri ibu
"bu arin keluar sebentar ya, ke pasar dibelakang gang yang di ujung jalan sana"
"sebentar aja ya rin, nanti ada puding yang mau dianter"
"beres ibu koki" ucapku sedikit berteriak karena sudah berjalan menutup pintu ruko
Beberapa jam kemudian...
__ADS_1
Semuanya sudah beres, sudah memasak tom yam, juga puding coklat untuk mona. Waktunya pergi antar puding ke pelanggan juga tom yam untuk mona,
"bu arin pergi, assalamualaikum"
Ibu mengangguk "waalaikumsalam" jawab ibu yang sedang bicara dengan pelanggan lain
Aku memutuskan untuk memesan ojek online lagi, agar mempersingkat waktu. Biar cepat pulang dan istirahat karena besok akan interview 'duh jadi deg-degaan'
"mon dimana?" tanyaku sedikit berteriak takut mona tidak dengar karena suara kendaraan lain
"di apartemen, kenapa?"
"loe tidur? nggak kerja?"
"iyaa... kerja tadi, sekarang dah pulang ada dokter rifki yang masuk jadi gue boleh pulang deh"
"oh.."
"kenapa?, mau balikin bajunya?" mona memotong pembicaraanku
"yeh... jangan dipotong dulu dong"
"ya terus?"
"ini gue buatin lu tom yam.." belum selesai aku bicara lagi-lagi mona memotongku bicara
"arinnnn.. buruan ke sini, gue laper.. jangan lama" tutupnya sambungan telpon denganku
'hah dimatikan?' aku melihat ponsel 'kebiasaan banget deh mona'
Setelah sampai aku menelpon mona, karena apartemen mona ini terbilang baik dari segi pengamannya aku tidak bisa masuk tanpa izin dari pemilik apartemen
"iya bilang aja sama resepsionis bawah, udah gue konfirm kok tadi"
"okay mon"
Ting tong.. Ting tong..
Ku tekan bell apartemen mona
"eh tom yam gue, sini"
Mona langsung menyambar paper bag ditanganku, aku mengikuti mona yang masuk dan menutup pintu,
"sering-sering buatin gue makan rin, duh kangen banget sama masakan loe" mona sibuk mengambil mangkuk untuk memindahkan tom yam "eh ada puding coklat juga, ahhhh tenggkyu arin sayang"
Kami berbicara panjang dan bercerita sampai lama, hingga tak terasa malam telah tiba. Sehingga aku memutuskan untuk kembali pulang karena sudah malam
Setelah memesan ojek online, akupun turun dari apartemen mona. Dan menunggu di dalam lobi apartemen, dari sofa tempatku menunggu tak sengaja aku melihat seorang laki-laki yang baru saja keluar dari lift bersama dua orang lainnya. 'sepertinya wajah mereka tidak asing, siapa ya?'
gumamku
Dengan serius ku perhatikan dan kuteliti kembali wajah mereka, tetapi mataku teralihkan pada wajah laki-laki yang berada di depan dengan postur tubuhnya yang tinggi dan sedikit berisi
'oh yaa aku ingat, dia laki-laki penabrak di rumah sakit' aku bergumam
"kenapa harus ada orang lain di sampingnya, apa itu bodyguardnya tapi seperti berteman, tapi kalau berteman kenapa seperti bodyguardnya saja" aku bicara pelan
Tring...
__ADS_1
Aku dikejutkan dengan nada dering ponselku
"ya bang?, sudah di depan ya?" tanyaku
"tunggu sebentar ya bang, saya jalan ke depan" aku bergegas berjalan pergi keluar dari lobi apartemen
Kulihat laki-laki penabrak itu, dia masuk ke dalam mobil hitam yang terlihat sangat kinclong dengan dipersilahkan oleh seseorang yang sepertinya driver pribadinya 'dia seperti seorang pangeran yang hidup di dunia modern'
Dan bukan main itu mobil mewah pasti mahal, tentunya ia juga bukan orang biasa kan? karena mana mungkin kalau orang biasa mampu membeli mobil dengan harga selangit. Ya.. walau aku tidak tahu merek mobil itu apa dan berapa harganya, yang jelas mobil itu jarang terlihat di depan mata hehe, hm.. bukan jarang sepertinya tidak pernah jadi pasti itu mobil mahal bukan?
Tak lama mobil mewah itu meninggalkan apartemen dan beranjak pergi, aku hanya bisa memandangnya dari kejauhan
"mbak?" ucap abang ojek mengejutkanku
"eh.. iy bang" aku mengelus dada menghela nafas karena kaget
"kenapa mbak, ngikutin masnya ya?" tanyanya padaku
"hah?" aku bingung
"iya, suami mbaknya bohong ya? makanya mbak ikutin ampe sini? mau diikutin lagi nggak mbak?" tanyanya yang masih menatap mobil hitam itu yang berlalu
"siapa yang ngikutin bang, nggak kok. Kenal juga enggak, helmnya bang?" pintaku dan langsung naik untuk dibonceng
"percaya aja mbak sama suaminya" dan aku diam saja tidak menanggapi
Kami sudah dijalan pulang menuju ruko, kebetulan mobil mewah itu melalui jalan yang sama dengan kami, namun akhirnya berbeda arah. Yang mana membuat abang ojek online ini bersuara lagi
"suami mbaknya sedikit menakutkan ya, maksudnya menyeramkan, hm.. maaf mbak itu.. pendiam ya mbak orangnya?"
'ini abang ojek bicara apa ya, ini anginnya deres banget lagi. Jadinya kan nggak denger' aku bicara dalam hati. Lagi-lagi aku diam saja
"tapi kayaknya orangnya setia ya mbak.. jangan suka dengerin omongan orang mbak. Percaya aja sama suaminya, mana mulai malam lagi mbak bahaya kalo malam-malam begini, kan nggak tau juga apa ojolnya baik atau tidak"
Sayangnya yang arin dengar hanya 'mulai malam lagi mbak bahaya kalo malam-malam begini, kan nggak tau juga apa ojolnya baik atau tidak'
"iya bang, saya nggak lihat jam, jadi lupa kalau sudah malam"
Akhirnya kami sampai di depan ruko
"ini bang" aku melepas helm juga memberikan ongkos jalan padanya
"kenapa pulang ke sini mbak?" tanyanya
"hah..? kenapa?" aku menatap ruko, lalu menjawab "iya bang untuk sementara" jawabku
'ruko juga layak kan jadi rumah, namanya ruko rumah toko dan kenapa abang ojol ini jadi kepo?' tanyaku dalam hati
Sedangkan abang ojek online itu berpikiran lain, sementara karena sedang bertengkar dengan suaminya padahal yang sebenarnya memang arin tinggal menyewa dan tinggal sementara di ruko karena memang mereka belum ada rumah sendiri
"lain kali jangan lari dari suami mbak, apalagi keluar dari rumah. Nggak baik loh"
"orang.." ucapan ku terpotong olehnya
"jangan mudah emosi mbak, saya permisi"
Aku menggelengkan kepala, 'apa sih maksudnya si abang ojol?'. Karena tidak mau ambil pusing akhirnya akupun masuk ke dalam ruko
Next episode,,
__ADS_1