
Lelaki itu masih dengan tetap santai mengunyah dan menikmati makanan yang ada di hadapannya, hingga kotak makan siang itu tandas ia habiskan
'aku bahkan melupakan maka siang, jika saja gadis lola itu tak membawakannya'
'terima kasih karena telah diberikan tumpangan'
'ini sebagai tanda terima kasih'
'begitukah katanya?'
'heh.. perhatian sekali dia membawakan makan siang, pasti akal-akalannya agar bisa bertemu dan dekat denganku'
'tapiii dia berbeda dari kebanyakan perempuan, dia tidak agresif, tidak meminta apapun um.. mungkin masih belum'
'tapi kurasa tidak.. rasanya dia berbeda, dia menarik dan... polos, sangat menggemaskan'
Hingga suara deringan ponselnya berbunyi dan memutuskan apa yang sedang di lamunkannya
"ya?" jawabnya seketika dengan aura dingin kembali
"tuan saya telah menghubungi tuan bram sesuai dengan yang tuan inginkan"
"bagaimana?" tanyanya
"beliau meminta beberapa pernyataan langsung dari tuan sendiri, apakah saya harus mengatur waktu tuan untuk menetapkan pertemuan dengan tuan bram?"
"tidak perlu, aku akan menghubunginya secara langsung"
lalu diam sejenak,
"baik tuan"
"leo, kerahkan anak buahmu.. lakukan terus pengintaian pada perempuan itu, yang dilakukannya, bersama siapa, dan kemana saja setiap jamnya, menitnya bahkan juga setiap detik. Apapun itu aku tidak ingin sampai terkecoh, kau dengar?"
"dengar tuan"
"aku tidak ingin dia berhasil menutupi sekecil apapun kelicikannya dariku"
"baik tuan"
arkana memutuskan sambungannya
'perempuan lintah darat, tunggu dan lihat berurusan dengan siapa kau sebenarnya " gumamnya menggertakkan gigi
Lelaki itu selalu terlihat sangat menakutkan seperti seseorang yang berubah menjadi singa buas yang sedang terluka, tak terkendali dan tak melepaskan mangsa maupun musuhnya
Seorang pemimpin perusahaan yang selalu menjadi sorotan, serta pengaruh dari suatu kedudukan lain yang tersembunyi membuat seorang arkana tumbuh menjadi sosok yang tegas dan kuat dalam menghadapi kehidupan yang bahkan lebih banyak musuh
Walau tak terlepas dari sifatnya yang terlihat, tentunya ia memiliki sifat yang belum banyak diketahui banyak orang
Selain tampan, tinggi, juga tubuh yang proporsional dari segi fisiknya, ai juga tidak mudah terkecoh dan sangat teliti dalam segala hal, sehingga itulah yang membuatnya dikagumi sekaligus ditakuti, disegani dan juga dibenci beberapa pihak yang tak menyukainya
Ceklek..
Bunyi pintu yang kokoh itu saat sekretarisnya membuka pintu dan masuk ke dalam ruangannya
"tuan.. sekretaris tuan lukas meminta untuk mengatur jadwal meeting lagi dengan anda, beliau mengatakan ada hal urgent yang tidak bisa ia tinggal"
"hm"
__ADS_1
'aku juga tidak bisa berpikir saat sedang seperti ini' gumamnya lalu melanjutkan pembicaraannya
"jika tidak ada pekerjaan lagi kau boleh pulang laura" ucapnya tanpa mengalihkan matanya dari jendela besar dibelakangnya
"dan ya atur ulang waktu metting bersamanya" lanjutnya
"baik tuan saya permisi" ucap laura langsung meninggalkan ruangan
Arkana pergi dari ruangannya pada saat langit mulai malam, ia memutuskan untuk pulang ke mansion kakeknya
"silahkan tuan" pak tatang membukakan pintu belakang mobilnya
"hm.." hanya hembusan nafas
"pak tatang, kita ke mansion kakek" ucapnya pada drivernya
"baik tuan" jawabnya
________________
"ada angin apa kau datang?" ucap kakek yang sedang duduk santai dipinggiran kolam renang
"apa tidak boleh?, aku ini cucu kakek.." ucapnya
"kau bukan cucuku, cucuku tidak bodoh seperti mu" jawab kakek
"aku tidak bodoh kek" jawab arka
"bi yaya" panggilnya
Setelah beberapa detik "iya tuan besar, ada yang bisa dibantu"
"bawakan cheesecake yang dibawakan cucuku tadi" perintah kakek
'kapan aku membelikan kakek?' gumamnya "aku rasa salah pengirim atau salah tempat pengiriman, aku tak pernah membelikan kakek cheesecake" jelasnya
"memang bukan kau" jawab kakek
"lalu?"
"ini tuan sudah saya potong" ucap bi yaya
Kakek mengangguk
"kenapa ada dua piring?" tanya kakek
"um.. saya pikir tuan muda.."
arkana langsung merebut cheesecake yang ada di sebelah kiri bi yaya
"bibi boleh pergi" ucap kakek
"baik tuan" jawabnya
"lumayan juga rasanya" arka berbicara pelan
"heh.." kakek berdecak
"ini buatan kesayanganku," jelas kakek
__ADS_1
"uhuk.. uhuk... kakek? aku tidak salah dengar?"
"apanya?" tanyanya
"kakek itu sudah tua,"
"kau mengejek kakekmu hah?" arka terbatuk mendengar perkataan kakek
"bukankah kakek bilang hanya mencintai nenek, lalu me... " belum selesai arka bicara kakek sudah memotongmya
"kenapa kau bertanya begitu?" jawab kakek santai
"berapa umurnya?" cecar arkana
"siapa?" tanya kakek yang masih tetap memakan cheesecakenya
"ya kesayangan yang kakek sebutkan itu?" jawabnya kesal
"23 tahun" jawabnya santai
"apaa????" teriaknya sampai berdiri "oh my god, kakek yang benar saja" arkana tidak habis pikir
"aku tidak berbohong, kau kenapa?" tanya kakek bingung
"tidak.. aku tidak setuju kakek.. bagaimana mungkin? aku saja 31 tahun. Dia anak kecil kek baru akan tumbuh" arkana kembali duduk dan mencengkram rambutnya
"aku sangat menentang ini, dia hanya mengincar harta kakek bukan sungguh-sungguh mencintai kakek" lanjutnya menggebu-gebu
Kakek sedikit terkejut, namun ia menahan tawanya sekeras mungkin
"siapa bilang? dia itu mencintaiku" jawab kakek jahil "buktinya dia repot-repot memberikan cheesecake yang dia buat sendiri"
"kakek kumohon hentikan bermain-main" ucap arkana yang sudah tidak tahan lagi
"kenapa kau repot mengurusi kakek, bukankah pedulimu hanya pada ibu tirinya cinderella itu"
"kakek jangan berkilah" tegasnya
"kau bertanya? ya aku hanya menjawab saja" jawab kakek
"jika kakek tetap memaksa aku akan mencarinya dan akan kubuat dia jauh dari kakek" tegas arkana
"cobalah" tantang kakek
"kakek meremehkanku?"
"kau itu pemain baru arkana sayang" jawab kakek seraya menepuk pundak arkana dan berjalan meninggalkan arkana
"dan ya.. kau tak akan pernah menemukannya jika aku tidak mengizinkannya, camkan itu baik-baik" ucap kakek tersenyum setelah ia berjalan beberapa langkahnya
"kakek gila, apa yang ada di pikirannya" ucap arkana kesal
'aku datang hanya ingin tenang dan sedikit terhibur disini, tapi nyatanya... ya tuhan salah apa aku? belum cukup masalah satu datang masalah lain'
'hufff..' arkana menghembuskan nafas dengan teratur
Kakek tidak tahan lagi duduk berdampingan dengan arkana, ia lelah menahan tawa. Ia berpikir ada apa dengan cucu cerewetnya itu, hahha mencintai? tentu saja arin itu kan cucuku no...no.. lebih cocok menjadi cucu menantuku
'baiklah sepertinya asik jika bermain-main bersama orang cerewet, ku yakinkan kali ini bukan aku yang akan pusing dan kesal hahha'
__ADS_1
'persiapkan dengan baik mentalmu cucu-cucuku tersayang, ku pastikan kalian berjodoh' kakek tetap tersenyum lebar dan tertawa dengan rencana yang ada di kepalanya
Next episode,,