
Tok.. tok..
Bunyi ketukan pintu terdengar dan membuat si empunya ruangan menghentikan kegiatannya
"masuk" ucapnya
"permisi tuan, anda memanggil saya tuan?" tanya feri
"bagaimana dengan tugas pertamamu?" tanya gama yang masih fokus pada pekerjaannya
Kakek hen memang memanggil gama pulang ke indonesia untuk membantunya menyatukan arin dan arkananya, namun gama tetap profesional menjalankan misi kakek pun dengan tugasnya sebagai salah satu dewan komisaris di perusahaan
"saya mohon maaf sebelumnya tuan, saya telah mendapatkan informasi nona arin.. namun masih bersifat umum. Saya belum mendapatkan informasi pribadi tentang nona arin tuan" jelas feri
"hm.. tidak masalah, sekarang berikan berkasnya padaku" pinta gama menatap feri
"baik tuan" feri dengan cepat mengirimkan email yang berisi informasi arin pada gama
"sudah saya kirimkan tuan"
Setelah email masuk gama memerintahkan feri untuk meninggalkan ruangan "hm kau boleh keluar feri"
Asisten feri mengangguk "saya permisi tuan"
"yaya pergilah" jawab gama
Gama tersenyum saat melihat foto arin yang berlatar belakang warna merah, disini arin terlihat cantik dan polos
'aku ingin tahu bagaimana perempuan ini sebenarnya'
'baiklah kita lihat seberapa cocok pendapatku dengan kakek hen'
'tapi jika diperhatikan.. mereka terlihat pas'
Saat makan siang tiba, gama memutuskan untuk makan di kantin perusahaan agar bisa melihat arin secara langsung
'jadi dia orangnya?, lebih cantik jika dilihat secara langsung' gumam gama
Setelah mereka selesai makan, gama melihat arin berjalan ke arah lain tidak kembali menuju ruangannya, sehingga ia mulai mengikutinya
"maaf tuan" ucap arin saat tak sengaja menabrak gama
'Kena kau' gama tersenyum dalam hati
"tidak masalah nona.. kau karyawan disini?" tanya gama
"iy..ya tuan, maksud saya.. saya masih training" jelas arin tersenyum ramah
Gama tersenyum "boleh aku tau namamu nona?"
"ha? iyaa.. nama saya arin tuan"
"arin?, perkenalkan namaku gama" gama mengulurkan tangannya
__ADS_1
Namun belum sempat arin membalas uluran tangan gama, tomi telah menyapa arin lebih dulu
"nona arin?" sapa tomi
Gama menaikaan alis matanya "kau mengenalnya tomi?" tanya gama
"tentu tuan" jawab tomi
"bagaimana?" tanya gama
"tuan arkana beberapa kali pernah menolong nona arin tuan"
Gama tersenyum penuh arti "baiklah aku permisi dulu," pamit gama pada arin
Arin hanya tersenyum seraya mengangguk
ternyata kalian sudah saling mengenal, sepertinya tidak akan menjadi sulit' gumamnya
Arkana bukan tipe orang yang mudah menoleh pada orang lain, apalagi melakukan kontak dengan waktu yang lama dan berkali-kali. Namun dengan arin?.. entahlah hanya waktu yang akan membuktikan perasaan seorang arkana
________________
"sore tuan kana.. aku ikut pulang denganmu lagi" ucap gama yang sudah duduk manis di sofa ruangan kana
"apa kau tidak punya mobil sendiri?" tatap kana jengkel
"kau mau bertukar mobil denganku?" tanya gama santai
Arkana hanya diam tak menanggapi gama, lalu berdiri pergi meninggalkan ruangan.. yang kemudian disusul oleh gama dari belakang
Saat dilobi ia menoleh ke arah feri, meminta agar feri mengabari supirnya untuk menunggu di depan lobi. Gama melihat arin berjalan keluar gedung, dan langsung melancarkan aksinya
"aku akan pulang sendiri" ucap gama pada arkana
Arkana menoleh pada gama.., karena tidak ingin ambil pusing arkana diam saja dan masuk ke dalam mobilnya
Didalam mobil arkana melihat mobil gama yang melaju lebih dulu. Saat mobil gama melaju, mobil itu berhenti tepat di depan arin
Arkana mendengus kesal melihat gama yang turun dari mobil sepertinya ingin memberikan tumpangan pada arin
"hai nona?" sapa gama yang tetap mencuri pandang ke arah mobil arkana
"oh iya sore tuan" balas arin
"mau pulang denganku?" ajaknya
Arin berpikir ia tidak ingin di gosip kan karyawan lain yang akan memandangnya tidak-tidak, oleh sebab itu ia menolak tawaran gama
"maaf tuan, mungkin lain kali" jawab arin sopan
"apa ada yang salah?" tanya gama
"tidak tuan, tapi saya sedang menunggu teman saya" ucap arin berbohong
__ADS_1
"oh begitu? temanmu laki-laki atau perempuan?" tanya gama kepo
"perempuan" jawabnya canggung
"kau yakin tidak ingin ikut denganku?" tanya gama lagi
Arin mengangguk "iyaa tuan, terima kasih"
"hm baiklah aku tidak akan memaksa, see you arin" ucap gama tersenyum seraya berlalu masuk ke dalam mobil
Gama melihat arkana yang masih ada di belakang mobilnya
'haha apa benar dia tertarik dengan gadis sederhana ini?' pikir gama
Sedangkan arkana tersenyum saat arin menolak tawaran gama
"suruh dia ikut tomi" perintah arkana
"baik tuan" ucap tomi kemudian menghampiri arin
"permisi nona, silakan masuk" ajak tomi pada arin
'eh ada apa lagi ini' arin bertanya-tanya
"nona?" panggil tomi
"ah iyya tomi, maaf tapi aku akan pulang dengan temanku" jawab arin sopan
"sebaiknya nona bicara dahulu dengan tuan" jelasnya
"hm baiklah" arin menghampiri arkana
"tuan?"
"masuk, tidak perlu membuat alasan apa pun.. aku tau kau tidak ingin ikut dengannya kan?" tanya arkana
"tapi... ji"
"masuk dan duduk dengan diam" ucap arkana
Arin pun menurut, namun saat arin akan masuk, tak sengaja arin tersandung hingga membuat arin memeluk arkana tanpa sengaja.. membuat arkana dengan refleks juga memeluk arin
Deg..
Arin terdiam beberapa detik.., lalu tersadar hingga membuatnya menjauhkan dirinya yang berada dekat dengan arkana
'ya tuhan aku memeluknya.. jantungku berdetak kencang, tuan arka sudah pasti bisa merasakannya' pikir arin
"maaf tuan..um.. saya tidak sengaja" jawab arin
Arkana mengangguk "hmm"
'jantungku berdetak kencang saat memeluknya, kenapa ini?' tanya arkana dalam hati
__ADS_1
Selama perjalanan arkana dan arin saling diam seribu bahasa
Next episode,,