My Charming Boss

My Charming Boss
9. Interview kerja


__ADS_3

Tok.. tok..


"rin... bangun sudah adzan subuh ini"


Ceklek


'anak ini' ibu berjalan mendekat ke arah ranjang tidurku


"sayang bangun, nanti subuhnya lewat" ibu menepuk bokongku pelan, dari dulu jika aku susah untuk dibangunkan tidur ibu selalu menepuk bokongku


Aku menggeliat "hmm..." gumamku


"ayo.. keburu mataharinya muncul nanti" lalu ibu berjalan keluar dari kamarku


Dengan cepat aku bergegas untuk berwudhu, shalat dan juga mandi pagi


Tik.. tik... hujan dengan intensitas sedang turun membasahi bumi pagi hari ini, aku berharap hujan ini berkah dan mendatangkan keberuntungan untukku. Hari ini hari dimana aku melakukan interview pekerjaan di HMS Group, jantungku dari semalam tidak bisa tenang, begitu juga dengan pikiranku yang terus berkecamuk memikirkan bagaimana interview nanti


Ku pandangi wajahku di cermin 'ahh.... aku takut', lalu mataku beralih pandang pada beberapa pakaian yang telah aku coba sebelumnya. Untuk interview kali ini aku memutuskan untuk mengenakan kemeja putih berlengan pendek dan rok hitam dibawah lutut yang menutupi kaki bagian atas betis, tak lupa dengan high heels hitam dengan tinggi lima cm yang akan ku kenakan nanti


Aku bersyukur tak hanya bagus dan cantik, semua pakaiannya mona sangat sopan. Tak lupa aku mengingat pesan mona, penampilan harus rapi juga wangi, dan jangan lupakan riasan wajah


'begitu katanya'


Aku mengikat rambut dengan gaya ekor kuda agar rapi dan tetap santai, serta polesan make up senatural mungkin


Aku melihat ponsel berbunyi, terdapat pesan dari rio


Rio : selamat pagi arin, semangat untuk interviewnya hari ini. Semoga lu beruntung yaa...


Lalu kubalas pesan dari rio,


Gue : pagi juga yo.. aamiin, thanks doain terus yaa. Hehe


Rio : pasti.. sampai ketemu di kantor rekan kerja


Gue : baiklah pak.. hehe


Aku terkekeh rio menggodaku 'aku kan belum keterima kalau nggak keterima berarti.. hm. Sudahlah' gumamku


Aku mulai melanjutkan riasanku, memoles lipstik nude yang aku padukan dengan warna yang lebih terang agar terlihat lebih segar. Lalu ponselku berdering, menandakan ada yang melakukan panggilan video call


Ternyata mona,


"hi mon?" sapaku


"wah dah rapi aja, mau kerja bu" mona tertawa kecil


"ih doain dong, malah ketawa" aku cemberut


"ye.. ini juga lagi nanya kali... layaknya di acara talk show, masa iya nggak basa basi dulu" sewot mona dari seberang sana, yang terlihat sedang menyantap sarapannya


"wkwk iyaiya" jawabku yang masih sibuk merapikan rambutku lagi


"eh good luck ya sista, semoga lu ketemu jodoh di sana" lagi-lagi mona tertawa


"iyeeee aamiin" jawabku tertawa


Mona terkekeh "mana liat yang full dong penampilan loe, mundur" perintah mona


Aku mundur "gue malu mon hehe" jawabku cengengesan


"ah cantik banget.. yakin gue lu diterima" dengan mulut yang masih terisi makanan


Ceklek..

__ADS_1


"sayang ayo sarapan dulu," ibu menatapku dari depan pintu, kemudian berjalan mendekatiku


"hii bu" sapa mona dari seberang sana


"eh mona?, mau berangkat kerja ya mon? sudah rapi sekali"


"iya dong bu, walaupun hari ini yang interview arin, mona kan nggak boleh kalah saing wkwk"


"anak perempuan memang harus begitu selalu cantik, rapi, wangi apalagi mau pergi kerja" ibu tersenyum pada kami


"setuju bu... eh btw mona mesti pergi ini, sekali lagi good luck sist. Bye lupp bye bu.. assalamualaikum" tutt, mona menutup sambungan telepon


"waalaikumsalam" jawab kami bersama


"mona mah kebisaan begitu"


"ya sudah ayo turun, nanti telat loh" ibu sudah meninggalkanku di kamar


Kemudian kami makan sarapan pagi ini, lontong sayur mbah mina yang ibu beli, rasanya enak.. porsi dan harganya juga pas hehe. Biasanya mbah mina berkeliling mengitari daerah sekitar sini saat pagi hari


Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul tujuh kurang, karena interview dimulai pukul delapan, aku harus datang tepat waktu dan tidak boleh terlambat. Maka ku putuskan untuk datang lebih awal


"bu bagaimana penampilan arin?, sudah bagus?" tanyaku dengan sedikit memutar


"cantik, semangat ya sayang"


"arin deg-degan bu" kataku


"berdoa yakin kamu pasti bisa, percayalah"


"hm.. arin pergi ya bu, doain arin" ku cium pipi ibu


"pasti sayang... muach," ibu balas mencium kedua pipiku


"waalaikumsalam, senyumnya jangan lupa" teriak ibu


Karena tidak ingin telat dan menunggu bus tayo aku putuskan untuk mengandalkan ojek online kembali, saat di perjalanan tiba-tiba ban motornya bocor. Aku menghela nafas dan mengelus dada 'kenapa harus terjadi hal aneh begini saat situasinya penting'


"mbak maaf ya ban motornya bocor, mbaknya pesan lagi saja ojol yang lain. Takutnya mbak terlambat"


"ya sudah bang nggak apa-apa saya cari transportasi lain saja, ini ongkosnya bang" ucapku


"eh nggak usah mbak, kan saya tidak antar mbak sampai ke tujuan"


"ambil aja bang, buat tampal ban bocornya" paksaku menyodorkan ongkos


"bener mbak?" tanyanya, dan aku menganggukkan kepala


"terima kasih ya mbak, kalau gitu saya jalan duluan ya mbak, sambil dorong mau cari bengkel di depan"


"iyiya bang silahkan" jawabku


Mau tidak mau aku harus memesan ojek online lagi, tapi proses pencarian drivernya lama sekali. Aku takut waktunya mepet dan membuatku jadi terlambat.. 'bagaimana ini?', jalanan ini juga tidak ada bus tayo atau pun angkutan umum lain, karena tadi kami melewati jalan pintas


Aku mencoba lagi untuk mencari driver ojol yang lain, namun tiba-tiba ada mobil sedan hitam yang mendekat ke arahku 'apa mobil ini juga bocor ban?' tanyaku dalam hati


Tak lama ada seorang laki-laki turun menghampiriku, terlihat penampilannya rapi tapi tampangnya menakutkan tubuhnya juga besar seperti hulk


"selamat pagi nona" sapanya padaku


"um..? ya pa.. gi, selamat pagi tuan" jawabku canggung


"saya ricky nona, tak perlu memakai embel-embel tuan nona" jawabnya formal


"ha? iyy..."

__ADS_1


"mari silahkan ikut" dia memotong pembicaraanku dan mulai mendekat ke arah ku dan menggerakkan tangannya ke arahku


"heii jangan dekat-dekat, mau apa?" aku sudah ketakutan dan ingin berteriak meminta tolong 'apa dia mau menjambret, menculik, memperko..?'


"jangan dekat" pekik ku yang sudah gemetaran


Namun suara itu mengagetkanku


"apa yang kau lakukan kepada kesayanganku?"


Aku melirik ke arah mobil


"kakek???" aku terkejut melihat kakek di mobil itu


Lalu kakek menghampiriku, "sayang kau mau kemana?" tanya kakek


Aku menghela nafas lega "kakek, arin mau berangkat interview pagi ini"


"kau ada masalah?" tanyanya


"hm.. ojek online yang arin pesan bannya bocor kek, jadi.."


"baiklah ikut kakek, kakek akan mengantarmu" potong kakek


Aku tersenyum "benarkah kek? tidak merepotkan kakek?" tanyaku


Kakek mulai berjalan masuk ke dalam mobil "sudahlah ayo, nanti kau terlambat"


Saat ini kami sedang di mobil kakek hen, bersama satu orang yang menakutkan tadi, juga satu driver.


"lain kali jangan menakutinya seperti itu" ucap kakek hen pada lelaki menakutkan yang ada di samping sang driver


"maafkan saya nona, tuan saya tidak akan mengulangiya" jawabnya


"iy.. iya tidak masalah, maafkan aku juga karena berburuk sangka padamu"


"kau akan interview dimana arin?" tanya kakek


"HSM Group kek" jawabku tersenyum


"waw.. berita baik" jawab kakek sambil tersenyum lebar


Aku hanya tersenyum canggung


"Kakek doakan kau lolos interview dan mendapatkan pekerjaannya"


"aamiin, terima kasih doa kakek" ucapku


"sama-sama sayang"


Selama perjalanan kami asik berbincang, kakek banyak memberi nasihat juga tips agar aku tidak gugup dan tetap semangat. Tak lama kami sampai di depan jalan pelataran gedung bertingkat itu, menakjubkan. Itulah kesan pertama aku melihat gedung HSM Group.


"sayang maaf kakek tidak bisa masuk mengantarmu hingga ke lobi gedung, kau tidak masalah kakek turunkan disini?"


Aku menggeleng, "hm tidak masalah kek. Terima kasih banyak telah mengantar arin sampai sini" aku tersenyum pada kakek


"sama-sama cucu kesayanganku" kakek mengelus lembut atas kepalaku "sekarang keluarlah nanti kau terlambat"


Aku mengangguk "arin pamit kek, assalamualaikum" salamku mencium punggung tangan kakek


"iyya waalaikumsalam, hati-hati sayang"


'heh. cucu menyebalkan itu saja tidak pernah mencium punggung tanganku seperti ini'


Next episode,,

__ADS_1


__ADS_2