
"kk ipar" sapanya tersenyum lebar
Gama terlihat menahan lengan mona yang akan masuk ke dalam mobil
"turun" ucap gama pada vivi
"ckk.. menyebalkan" gerutu vivi yang dipersilakan kakaknya untuk turun
"kenapa disuruh turun?" tanya mona
"apalagi jika saja ada driver pasti kk gama udah usir aku pake mobil sendiri" ucapnya membuka pintu mobil bagian belakang dan mendudukkan bokongnya di jok mobil
Gama yang memahami adik jahilnya itu memilih tak menanggapi gerutuan vivi
"ayo kk.. vivi mesti sampe bandara cepet" lanjutnya membuka kaca mobil, melihat mona belum kunjung naik
Dengan segera mona naik masuk ke dalam mobil dan duduk di samping gama yang menyetir
"vivi pulang ke london?" tanya mona
"iyy vivi mesti urus wisuda kk, nanti kk mesti dateng. Harus"
"insyaallah ya, kalo nggak ada halangan" jawab mona
"good.. pokoknya aku menanti kakak ipar"
Tak lama berselang mereka tiba di bandara, vivi dan mona saling memeluk bersama. Tak lupa vivi juga memeluk erat gama seraya membisikkan sesuatu
"kakak kalo begini terus cowok tadi bisa-bisa merebut kk mona, jangan diem aja kk. Ntar nyesel deh"
"iya bawel anak kecil jangan banyak tahu" ucapnya menyentil kening vivi
"iss di bilangin juga" manyunnya
"ya udah kk gama kk ipar, vivi masuk. Bye.. bye" pekiknya seraya melambaikan tangan dengan senyum sumringah di wajahnya
Saat akan berjalan ke luar arah parkiran.. mereka dihentikan oleh seorang perempuan yang menarik lengan gama, membuat mona mengernyit memperhatikan perempuan itu
'dia siapa?' pikirnya
"gama" ucapnya
"i miss you" tanpa permisi perempuan cantik bertubuh kurus itu memeluk tubuh gama
'eh..' pikir mona membelalak
"fan, jangan begini" ucap gama mendorong pelan tubuh perempuan itu
"gam.. i realy miss you beib" ucapnya yang tetap kekeh memeluk gama
'beib?'
Sedangkan gama, sejak tadi ia memperhatikan ekspresi mona yang menatap pada perempuan yang kini memeluknya itu. Entah apa yang gadisnya itu pikirkan
__ADS_1
"stefani stop it" ucapnya lebih tegas dan bergerak mundur
"gama.. aku dateng kesini untuk kamu, aku turuti kemauan kamu gam. Kamu masih nungguin aku kan?" tanyanya
'nunggu?' membuatnya berpikir dan bingung diposisi sekarang.. berada di antara mereka berdua yang membahas sesuatu yang bahkan tak ia pahami
"kamu bilang kamu mencintai aku gam, kamu mau aku kembali padamu kan? oke aku mau. Aku ada disini buat kamu" ucap perempuan itu menggebu menangkup wajah gama dan mendekatkan wajahnya. Membuat mona dengan cepat membuang wajahnya
Perlahan ia melangkahkan kakinya meninggalkan gama dan perempuan yang mungkin model atau artis itu
Gama tersentak dan mendorong tubuh stefani "fan semuanya berbeda, aku meminta kamu pada saat itu. Lima tahun yang lalu"
"yaa i know.. maka dari itu aku disini"
"dulu stefani.. aku memang meminta kamu tidak meninggalkan aku pada saat itu, tapi detik itu hari disaat kau bilang ingin melanjutkan karirmu padahal kau memilih laki-laki lain. Pada saat itu pula aku memutuskan segalanya untuk hubungan kita. Kau ingat stefani? aku tidak ingin berurusan lagi denganmu.. kita selesai, dan tak ada hubungan apa pun" ucapnya tegas
"apa kau punya kekasih lain? apa dia perempuan muda tadi?" tanya stefani dengan tatapan kesal
Pertanyaan stefani membuat gama sadar akan keberadaan mona yang menghilang
'mona? dimana gadis itu?'
"ck.. kau lihat? bahkan ia pergi entah kemana" ucap stefani mengejek gama
"kau tentu mengenalku dengan baik. Jadi sebaiknya selamatkan dirimu sendiri.. tak perlu datang dan mengganggu hidupku lagi, jika kau tidak ingin memiliki urusan denganku. Kau tak akan bisa pergi jika aku memulainya" ucap gama menampilkan wajah sangarnya
Tanpa mendengar jawaban stefani. Gama mengedarkan pandangannya mencari mona, bahkan ia terlihat resah tak mendapati mona dimana pun. Ia berusaha menghubungi gadis imutnya itu.. tapi tidak ada jawaban
'arrrggh.. gama mengapa kau bodoh'
"bapak tadi bersama dua orang bukan?"
"ya..ya um.. yang mengenakan blouse cream"
"oh mbak yang pake tas tangan bukan yang bawa koper?"
"ah ya benar pak, lihat? dimana pak?"
"sudah naik taksi pak.. baru saja, setelah taksi mbaknya keluar mas dateng" jawabnya
"okay terima kasih pak" ucapnya berlari ke parkiran mobil dan pergi meninggalkan bandara
Disisi lain mona yang ada di dalam taksi. Perempuan itu terlihat menyeka air matanya sesekali,
'kenapa jadi nangis sih mon, ihh.. aku nggak suka perempuan itu. Arrrgggh kenapa kesel banget sih, terus tadi apa-apaan coba? deket-deket mukanya.. mau cium kk gama gitu?'
'dasar perempuan kutilang ganjen' pekiknya dalam hati seraya meremas tisu yang ada di genggaman tangannya
Lalu kembali ia menghapus buliran air matanya yang jatuh
"sudah sampai mbak" ucap sang driver taksi
"iya pak, ini uangnya. Terima kasih" ucapnya turun dari taksi masuk ke dalam menuju lift lantai apartemen miliknya
__ADS_1
"ah muka aku dah buluk banget. Pake acara mata bengkak segala, rasanya capek banget padahal pulangnya juga magrib.. dah kek tengah malam dapet shift seharian" mona mengoceh saat melihat wajahnya di cermin seraya mendudukkan dirinya di sofa depan tv
Tak lama gama sudah sampai di apartemen milik mona, ia memarkirkan mobilnya dan menghubungi arin
"ada apa? kenapa menelpon istriku?" jawab arkana yang menerima panggilan gama
"berikan ponselnya pada arin" ucapnya tidak sabar
"hei.. arin sed"
"ayolah kana ini urgent, panggilkan arin"
"baiklah katakan ada apa? istriku ada di toilet"
"tanyakan pada arin dilantai berapa unit apartemen milik mona"
Disisi arkana,
"sayang.. di lantai berapa apartemen milik mona?" diketuknya pintu kamar mandi
Di dalam sana arin berpikir
Ceklek
Arin membuka pintu dengan hanya kepalanya yang nampak
"apa mas? apartemennya siapa?" tanyanya ulang
"gama tanya nomer apartemen milik mona" ucap arkana mengubah pengaturan suara menjadi loudspeaker
"halo kk? kk gama minta akses dulu ke resepsionis" ucapnya
'ah iya aku lupa kalau ada peraturan itu'
"ya aku lupa rin" ucapnya mengaruk lehernya bingung
"kenapa kakak tidak minta saja akses urgent pada resepsionis?, kakak bisa tanya sefiera mona ada di unit berapa" saran arin
'sefiera mona? jadi nama panjangnya sefiera mona' pikir mona
"ah ya, kau benar rin.. baiklah thanks aku tutup dulu. Maaf mengganggu waktu kalian"
Tut..
"ck.. bahkan tanpa basa-basi penutup" gumam arkana
Dup..
Giliran arin yang menutup pintu kamar mandi hendak melanjutkan mandinya
"sayang.. kamu menutup pintu di hadapan suamimu?" pekiknya
"mas maaf arin mandi dulu sebentar, arin udah kedinginan" jawabnya
__ADS_1
'bisa-bisa aku nggak jadi mandinya' pikir arin merinding
Next episode,,