My Charming Boss

My Charming Boss
10. Sang pemilik..


__ADS_3

'Ternyata kalau berjalan kaki dari depan menuju gedung capek juga ya' aku bermonolog dalam hati, ya setelah diantar kakek hen dari depan jalan. Aku berjalan kaki menuju gedung pusat perusahaan HSM Group itu


Saat ini aku sedang duduk bersama beberapa kandidat yang lain, ternyata tak hanya satu divisi yang buka lowongan pekerjaan tetapi semua divisi lain juga membuka lowongan kerja. Sehingga terdapat banyaknya calon karyawan disini


"hai.." sapa seorang perempuan padaku


Aku tersenyum dan menganggukkan kepala


"perkenalkan namaku kia, zakia" dia mengulurkan tangan padaku


"hi kia, namaku farhin kamu bisa panggil aku arin" aku membalas uluran tangannya


"kamu berasal dari kota ini?" tanyanya


"iyaa, kalau kamu?" jawabku ramah


"kebetulan aku dari kota lain, karena HSM Group pusat membuka lowongan pekerjaan aku segera mendaftar ke kota ini" jelasnya


Aku menganggukkan kepala, dan seorang laki-laki menyapaku


"rin?," sapa rio


"oh hi yo.." aku tersenyum padanya,


"kau bersama temanmu?" tanyanya


"oh ya perkenalkan temanku, um.. teman yang baru ku kenal beberapa detik yang lalu, dia kia.. zakia"


"hallo kia, senang berkenalan denganmu" sapa rio


"senang juga berkenalan denganmu.." jawab kia


"rio, namaku rio" potongnya dan kia hanya tersenyum


"baiklah karena jam kerjaku sudah masuk aku pamit duluan, good luck buat kalian berdua"


"thanks yo" jawabku


"hm, nanti aku hubungi ya rin. Kita makan siang bersama. Okay" dia berlalu dari hadapan kami


"okay.. " jawabku


Semua kandidat dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan divisi departemen yang akan diisi, aku dan kia berpisah karena aku ke bagian keuangan dan kia ke bagian pemasaran


Saat ini aku duduk seraya berdoa sebelum dipanggil interview, dibagian divisi ini terlihat lumayan banyak juga orang yang datang melamar. Setelah banyaknya kandidat yang telah masuk, akhirnya ini giliranku. Jantungku deg-degan setengah mati..


Dan setelah beberapa saat...


Akhirnya interview yang ku jalani selesai


'hufff.. bagaimana dengan hasil interviewku nanti ya?'. Tapi aku merasa puas dengan jawaban yang aku berikan, terlepas bagaimana hasilnya nanti


Saat ini jam masih menunjukkan pukul sebelas lewat, artinya karyawan akan keluar makan siang sebentar lagi. 'oh ya bagaimana dengan kia? apa dia juga sudah selesai interview?' tanyaku dalam hati


"arin?" teriak kia di belakangku

__ADS_1


'ya tuhan kenapa dia berteriak?' gumamku


"maaf aku berteriak karena terlalu semangat hehe" dia bicara padaku setelah sadar bahwa semua orang menoleh ke arahnya


"haha tidak masalah" jawabku


"dimana rio?" tanyanya


"sebentar lagi juga jam makan siang, bagaimana kalau kita menunggu di taman itu" tunjukku


"baiklah ayo.."


Kami mulai bercerita bagaimana tadi kami interview, dan semuanya berjalan lancar. Kami hanya akan menunggu hasil interviewnya..


Dan tak lama ponselku berdering, rio memanggil


"hallo yo?"


"dimana rin?" tanyanya


"ditaman, di dekat tempat kami menunggu pertama yo"


"baiklah tunggu sebentar gue jalan ke sana"


Dan sekarang aku dan kia duduk makan siang di kantin perusahaan, bersama rio juga beberapa temannya yang lain, tama, malik dan juga selly. Semua teman-teman rio juga baik dan ramah, aku dan kia tak terlalu canggung dengan mereka


"bagaimana dengan interview kalian tadi?" tanya selly


"baik" jawab aku dan kia


Lalu dipotong oleh rio


"aku dan malik akan pesan makanan tunggulah di sini" ucap rio meninggalkan tempat


Dan kami hanya mengangguk,


"kalian tau tidak, ceo disini sangat tampan. Tapi ya begitu kaku, dingin juga menyeramkan... bukan.. hm menakutkan" selly bercerita


"bukankah menyeramkan dan menakutkan itu sama ya" jawab kia


Aku mengangguk


"iyaa.. kau benar wajah dan auranya menakutkan. Kalian tau setiap enam bulan sekali karyawan akan diseleksi ulang, dan dibulan yang sama itu ceo akan mengganti karyawan yang tidak kompeten" selly meneguk minuman dingin


"jangan ditakuti selly" jawab tama


"siapa yang menakuti, aku kan cerita apa adanya" jawabnya


"tidak perlu khawatir, bekerjalah yang baik. Maka kalian tidak akan bermasalah" tama bicara


"hm.." aku menggangguk "bisakah tunjukkan dimana toilet?" tanyaku pada selly


"ayo aku antar, toilet yang disini sedang diperbaiki" jawabnya


Kami berjalan ke arah lobi depan gedung, lalu selly bertemu temannya jadi selly menungguku di depan bagian lobi, sehingga aku masuk sendiri ke dalam toilet

__ADS_1


Aku mencari selly setelah selesai, 'dimana selly?' gumamku. Sekarang aku berdiri di lobi gedung perusahaan, dan tak disengaja mataku menangkap netra mata yang juga memandangku dari kursi tempat duduk ruang penerima tamu


'dia? laki-laki penabrak itu bukan?' tatapanku tak lepas dari matanya. Matanya tak melepas tatapan itu, menatapku dengan tajam, membuat pandanganku tak bisa berpaling darinya


Hingga suara selly mengagetkanku


"jangan menatapnya seperti itu" bisik selly


Aku kaget selly ada di sampingku


"selly?" ucapku


"ayo menunduk" jawabnya


"ha?" lalu aku sedikit menundukkan badan mengikuti pergerakan selly


"ayo" lalu selly menarik tanganku meninggalkan lobi


"ada apa sel?" tanyaku saat kami telah kembali duduk di kantin


"kenapa?" tanya rio


"nih anak ngeliatin si bos besar, ditatap lagi" ucap selly


'jadi benar laki-laki penabrak itu sang pemilik, aku pikir di internet itu hanya mirip dengannya' aku bicara dalam hati


"hm.. kurangi berurusan dengannya rin, agar hidupmu tenang tak punya masalah" ucap malik


"apakah berbahaya?" tanya kia


"sangat" ucap selly


"hei tidak ada yang berbahaya, tidak usah dengarkan selly, seperti ucapan malik tidak perlu berurusan dengannya" tanya rio


"jadilah karyawan teladan" tama tertawa kecil


'kenapa semua orang sangat berhati-hati, apa dia semenyeramkan itu'


Hari ini berlalu begitu cepat, aku dan kia juga telah berpisah dengan rio juga teman-temannya. Kami melanjutkan tes psikologi dan tes lainnya, hingga matahari perlahan menyembunyikan diri menunjukkan bahwa waktu pulang sudah tiba


Aku kembali berjalan kaki menuju halte bus tayo, ternyata berjalan kaki saat pulang kantor tidak begitu melelahkan seperti tadi pagi


"hai cantik, ojek yuk ama abang" tiba-tiba ada sepeda motor yang mendekat


"Gratiss loh" ucap temannya yang lain


Aku kaget ada dua orang laki-laki yang mengikutiku menuju halte


"tidak perlu, terima kasih" jawabku sambil berjalan cepat


"hai ayolah"


"jangan malu-malu sayang.. "ucapnya dan turun dari motor mendekatiku


Aku mulai takut dan gemetaran, ini sudah mau malam, langit mulai gelap dan untuk apa menawarkanku ojek kalau dia saja duduk berdua. Ini tidak baik 'ya allah tolong.. aku takut sekali ibu.., seseorang aku mohon bantuan,

__ADS_1


Next episode,,


__ADS_2