My Charming Boss

My Charming Boss
54. Ular di restoran


__ADS_3

Saat ini arin sudah merasa lebih baik dari sebelumnya, ia dapat melakukan aktivitasnya tanpa memikirkan hal-hal lain.. ia pikir mungkin yang ia lihat hanya kesalahpahaman lagi pula ia tidak melihat jelas keadaannya secara menyeluruh


Namun berbeda dengan arkana, pikirannya sibuk memikirkan apa yang sedang dipikirkan gadis lolanya. Mengapa gadisnya itu menangis tersedu di dalam pelukannya? bertanya pun arkana tetap tidak mendapatkan jawabannya, arin hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.. menyatakan bahwa ia tidak apa-apa dan tidak ada yang perlu khawatirkan


Mengingat arin yang tadi menangis, hari ini arkana berencana mengajak arin untuk pergi makan malam bersama setelah pulang bekerja


"um.. ini kita mau kemana mas?" tanya arin yang sudah duduk tepat disamping arkana yang memegang kemudi


"bagaimana kalo kita makan malam di restoran depan?, kebetulan baru-baru ini launching.. kemarin bram pergi ke sana bersama olla dan bella, dia bilang steak disana recommended" jelas arkana


"kita makan disana mau??" tanyanya


Arin mengangguk setuju dengan usul arkana "arin ikut aja" ucapnya


"good girl" ucapnya tersenyum


Setelah menepi untuk shalat, arin dan arkana melanjutkan pergi menuju restoran.. mereka turun dari mobil lalu memasuki restoran bergaya american klasik tersebut, arin tetap berjalan mengikuti arkana dengan gugup.. ia takut jika ada karyawan lain yang melihat dirinya bersama arkana. Apa nanti mereka akan berpikir macam-macam terhadap dirinya?


"hei.. kenapa berjalan di belakangku?" tanya arkana


"jangan jauh-jauh sayang" dengan lembut arkana memeluk pinggang arin untuk mendekat padanya


Arin merona mendengar arkana yang memanggil dirinya sayang, sedangkan arkana terlihat tersenyum karena gemas melihat pipi arin yang berubah memerah seperti tomat


Arkana memesan menu makan malam mereka, karena arin tidak begitu paham dengan berbagai menu makanan disana.. ia memilih menyamakan saja pesanannya dengan arkana


"mas aku ke toilet dulu ya" ucap arin


"mau dianterin?" tanya arkana


Arin menggelengkan kepala mengisyaratkan ia bisa sendiri


Seraya menunggu arin di toilet arkana membuka ponselnya dengan menundukkan kepala menatap lekat pada ponsel yang kini berada di tangannya


Tiba-tiba arkana menegakkan kepalanya saat ia menyadari ada seseorang yang kini duduk dengan dengan santainya di kursi yang sebelumnya arin tempati, namun saat ia lihat ternyata bukan arin yang datang.. melainkan perempuan ular dengan pakaian kurang bahan


'bagaimana bisa perempuan ular ini ada di sini' pikir arkana


"hai honey.. kenapa makan di sini? kamu makan sendiri? atau bersama tomi" tanyanya seraya mengedarkan pandangannya mencari tomi


"seharusnya kamu bilang, aku bisa temenin kamu kan.. aku ikut kamu makan disini ya" lanjutnya

__ADS_1


'oh tuhan.. jika arin melihat perempuan ini, tidak.. tidak.. tidak boleh' ucapnya dalam hati


Arkana segera berdiri tegak dari kursinya


"eh mau kemana?"


"toilet" jawab arkana tanpa menoleh


Dengan cepat arkana berjalan menuju toilet restoran, ia berdiri menunggu arin di depan pintu toilet perempuan


Arin yang sudah selesai kemudian membuka pintu, begitu terkejutnya ia saat melihat arkana berdiri tepat di depan pintu


"mas.." namun sebelum arin melanjutkan arkana sudah memotong ucapannya


"kita cari makan di tempat lain saja, ayo" tanpa mendengar jawaban arin, arkana menggenggam tangan gadisnya dan keluar dari restoran


Arkana berjalan dengan cepat lalu merangkul arin dengan erat dan mendorong pelan arin untuk masuk ke dalam mobil, sedangkan arin hanya diam mengikuti arkana.. ia sendiri terlihat bingung dengan perlakuan arkana


Di dalam mobil arkana terlihat menghela nafasnya lega


"kamu kenapa mas?" tanya arin bingung melihat arkana dengan wajah lega seperti bebas dari kejaran hantu


"ah??" tanya arkana tidak begitu jelas mendengarkan ucapan arin


"iyaa ada ular di restoran" ucap arkana cepat


"ular??"


Arkana tersentak saat ia kelepasan bicara "lupakan, jadi mau makan dimana kita?" tanya arkana mengalihkan arin


Arin semakin bingung melihat sikap arkana yang seakan enggan menjawab pertanyaannya, karena tidak ingin mengambil pusing arin juga tidak bertanya lagi


"bagaimana jika kita makan pecel lele di angkringan tenda depan," usulnya


"um itu juga kalo kamu mau mas" lanjut arin


Arkana tersenyum "mas mau kok" jawabnya


Mereka memarkirkan mobil di pinggir jalan raya, melihat tempat angkringan ini tidak memiliki lahan parkir khusus dan hanya memanfaatkan badan jalan


Arin memilih untuk makan di angkringan tenda yang bersih, baik tempat duduknya juga bagaimana cara pedagangnya membersihkan peralatan masak serta makanannya sendiri

__ADS_1


Mereka duduk lesehan dengan santai, terlihat juga ada beberapa pengunjung yang sedang menikmati makan malam mereka, ada yang makan bersama keluarganya, pasangannya, atau bahkan temannya.. makan malam mereka juga di iringi dengan musik radio yang di putar sengaja oleh pedagang


"kamu pesen apa mas?" tanya arin


"kamu?" tanya arkana balik


"um.. akunya pesen ayam bakar madu aja, mas?"


"katanya tadi mau makan pecel lele?" tanya arkana


Arin tertawa kecil "maksudnya makan di pecel lele aja, disini banyak menu mas jadi kita bisa sekalian pilih.. sebenarnya juga arin nggak suka makan lele hehe" ucapnya


Arkana mengangguk paham maksud arin "samaan aja menunya sama kamu" ucap arkana


Mereka makan dengan lahap, terlebih arin. Ia merasa sangat lapar dari tadi siang, mengingat jika tadi ia menemani alika pergi ke luar kantor.. jadi ia dan alika hanya memakan biskuit dan susu kaleng


"kamu laper banget ya?" tanya arkana tersenyum lebar melihat arin makan dengan sedikit menggebu


"ah? maaf mas, arin makannya sembarangan ya?" tanyanya tersenyum malu


"nggak apa-apa, cuma nanti keselek.. pelan-pelan aja, emangnya tadi siang kamu nggak makan?" tanya arkana


Arin mengangguk "makan mas, hanya biskuit dan satu kaleng susu" jawab arin setelahnya ia mengunyah kembali


"kamu harus inget makan loh, nanti drop.. lagian mas nggak mau kalo pipi kamu itu hilang" ucap arkana tertawa menggoda arin


Arin cemberut mendengar arkana, namun setelahnya mereka kembali tertawa bersama seraya melanjutkan makan malam mereka dengan obrolan kecil


"kenyang perutnya?" tanya arkana saat mereka sudah di dalam mobil


"kenyang banget mas hehe, makasih ya kamu traktirin aku terus" ucap arin tersenyum


'nggak perlu terima kasih sayang' ucapnya dalam hati seraya tersenyum pada arin


"nggak apa-apa, arin kita besok nggak jalan dulu ya" ucap arkana


Arin sebenarnya masih mau jalan-jalan bersama arkana, namun ia juga sadar jika arkana punya kesibukan lain "iya mas, kamu ajak hari ini juga aku udah seneng banget" ucapnya tersenyum


"makasih ya, nanti kita jalan-jalan lagi.. ini udah deket anniversary perusahaan, jadi mas lagi sibuk-sibuknya" ucap arkana


Arin mengangguk "iya arin paham kok mas punya tanggung jawab besar buat perusahaan"

__ADS_1


Next episode,,


__ADS_2