
Hari ini arin akan menemui jasmine, meminta jasmine menemaninya dan berbagi pendapat akan gaun pernikahannya nanti.. masukan dari jasmine pasti tidak bisa diragukan sebagai desainer
Seharusnya arin akan sibuk meminta pendapat pada mona, bagaimana mereka mendambakan hari-hari bahagia mereka nanti seperti yang pernah mereka ucapkan dulu
[Flashback on]
"rin.. pokoknya aku mau menikah dengan gaun pengantin ala kate midelton" ucap mona
"haha kau harus mencari pangeran inggris, disini hanya dapat kau temukan pangeran kodok hihi"
"sembarangan.. aku pasti dapatkan pangeran inggris, lihat saja nanti"
"aku mau nanti gaunku berwarna biru tenang" ucap arin membayangkan
"biru tenang?"
"iya biru tenang dengan warna lembut berpadunya aksen putih mendominasi.. itu sangat indah mon"
[Flashback off]
'ah lagi-lagi aku merindukanmu'
Ia juga tidak bisa memaksakan keadaan, sekarang sahabatnya itu tidak memungkinkan untuk menemaninya. Arin tidak masalah mona tidak menemaninya memilih gaun pengantin atau hal-hal terkaitnya, ia hanya mengharapkan sahabat baik rasa saudara perempuan itu bisa hadir di hari bahagianya.. akan begitu sangat bahagia diacara indahnya saat ia bisa merayakannya dan bersuka cita bersama dengan orang-orang terkasihnya
"hei rin, kamu nunggu lama?" tanya jasmine yang berjalan tersenyum ke arahnya
"tidak.." jawab arin tersenyum "maaf jika merepotkanmu"
"ehm..em" jasmine menggeleng "aku senang, lagipula aku juga ingin melihat indahnya gaun pengantin.. aku sedikit bosan dengan gaun pesta" ucapnya terkekeh
Arin tertawa kecil mendengar jasmine
"bagaimana jika kita pergi sekarang?"
"ayo" ajak jasmine berjalan berdampingan dengan arin keluar dari butiknya
"pak kita pergi ke cas'taime boutique ya"
"baik nona"
"jasmine, butikmu terlihat memukau" ucap arin yang masih menatap butik jasmine dari dalam mobil
Jasmine tersenyum "berkat dukungan dari calon suamimu dan kk gama.. mereka mendorongku untuk berani menyatakan pendapatku pada papa"
Arin tersenyum "kenapa tidak merancang gaun pengantin juga?"
"ya bisa saja jika merancang gaun pengantin.. tapi sepertinya aku tidak begitu menguasai detailnya. Bisa-bisa customerku akan mengamuk haha" tawa jasmine
"haha tidak akan seburuk itu yas"
"aku berniat akan merancang gaun pengantin untukku sendiri.. gaun impianku, tapi entahlah hehe"
"sebaiknya kau mulai dari sekarang, mungkin jodohmu akan segera datang.. jangan sampai kau tidak sempat membuat gaunnya" goda arin
"kau benar rin, sebaiknya aku bergerak cepat jika tidak calon suamiku akan kesal karena harus menungguku menyelesaikan gaunnya haha"
Mereka tenggelam dengan pembicaraan dan tawa yang juga menular pada supir pribadi jasmine, hingga tak lama kemudian mereka sampai di depan butik eksklusif khusus gaun pengantin
"selamat sore nona jasmine" sapa pelayan yang ada didepan pintu tak lupa tersenyum sedikit menundukkan tubuhnya pada jasmine maupun arin
"sore.. madam ann ada? aku sudah ada janji dengannya"
Pelayan tersebut tersenyum mengangguk "madam telah memberikan pesan.. mari" pintanya untuk mengikuti dirinya
__ADS_1
Mereka menunggu di depan ruangan madam ann
"permisi madam, mona jasmine sudah datang"
"ya berikan dia masuk"
"silahkan" ucapnya membuka pintu ruangan milik madam ann
"oh jasmine.. apa kabar? lama tidak bertemu bukan?" ucapnya menyambut jasmine duduk di sofa tunggu ruangannya
"tentu madam, jasmine baik.. bagaimana dengan madam ann?"
"tak perlu kau tanya.. lihat hidupku bahagia" jawabnya terkekeh
"temanmu?" tunjuknya dengan dagu
"ah perkenalkan madam, ini arin.. nona cantik milik arkana selmer" ucap jasmine pura-pura berbisik
"benarkah? ya tuhan.. anak kaku itu ternyata bisa jatuh cinta haha" tawanya menggelegar
Arin hanya tersenyum mendengar ucapan madam ann
Madam ann bergerak pindah duduk menggeser disamping kanan arin
"hi arin, perkenalkan.. madam ann.. sama seperti jasmine panggil saja madam" ucapnya ramah
"senang bertemu denganmu madam ann"
"oh.. dia gadis yang manis" ucap madam ann melihat ke arah jasmine
"baiklah arin, model gaun apa yang kau inginkan?" tanya madam ann sumringah
"entahlah.. jujur aku bingung" ucap arin tersenyum malu
"key?? bisa bawakan catalog gaun best seller kita? nona selmer ingin melihatnya"
"tentu" jawab sang asisten bergerak membawakan catalog tebal milik madam ann
"bagaimana jika dimulai dari warna?" tanya madam ann
"ya, mari kita lihat bersama" timpal jasmine semangat yang duduk di sebelah kiri arin
Setelah membalik lembaran catalog, pilihan arin jatuh pada satu gaun cantik yang terlihat indah dan begitu cantik.. dan warna gaun yang tetap jatuh sesuai dengan impiannya, biru tenang.. juga referensi bentuk gaun yang membuatnya merasa sangat pas dengan impiannya
Ada dua potong gaun pengantin yang dipilih arin, satu untuk akad nikah dan satunya untuk acara resepsi pernikahan malam harinya
"madam ann dan desainnya tak perlu diragukan.. yang terbaik" ucap jasmine memeluk lengan madam ann
"tentu.. dan ya siapkan gaun pengantinmu, siapa yang tahu berapa kemudian kau menemukan pangeranmu"
"pangeran kodok" ucap jasmine dan arin bersamaan
Seketika mereka yang berada di dalam ruangan tertawa dan bercanda bersama
'tak disangka calon istrinya tuan muda selmer benar-benar ramah dan sederhana' pikir pelayan yang ikut tersenyum melihat wajah tawa arin
"baiklah.. madam ann, ini sudah sedikit malam aku bisa dibilang membawa pengaruh buruk untuknya nantinya" ucap jasmine cekikikan
"yaya kembalilah lagi nanti.. kita coba ukuran pas gaunnya"
Arin mengangguk "terima kasih madam ann"
"oh.. tentu sayang"
__ADS_1
"bye.. hati-hati saat dijalan" ucapnya seraya menempelkan pipi kiri kanannya pada arin dan jasmine secara bergantian
Dari seberang jalan seorang laki-laki terlihat memperhatikan mereka yang baru saja keluar dari butik, matanya menatap lekat pada kedua perempuan yang masih tertawa bersama
Saat keduanya berjalan ke arah parkiran mobil tak lama seseorang berpakaian hitam yang entah dari mana berjalan mendekat seraya menunduk.. sepertinya mereka berniat jahat kepada salah satu diantara mereka, membuat faidhan yang sedari tadi duduk di mobil dengan cepat beranjak keluar
"akkh.." pekik jasmine yang terdorong ke belakang, membuatnya terduduk dengan kaki yang terkilir
Arin yang melihat laki-laki itu memegang pisau ke arah jasmine sentak mendorong jasmine agar tidak tekena sayatan pisau tersebut, beruntungnya faidhan yang dengan cepat mendekat lalu menangkis tangan orang tersebut, sehingga membuat faidhan terluka akibat sayatan pisau di bagian lengan atasnya
Melihat keadaan yang tidak sesuai rencananya membuatnya tidak melanjutkan aksinya tersebut dan pergi melarikan diri
"hei" pekik security saat menyadari orang tersebut mencelakai customer mereka
"kk dhan" pekik arin melihat darah mengalir di lengan kanan laki-laki tersebut
"tidak apa"
Mendengar panggilan arin padanya membuatnya tersenyum meringis menahan perih luka di lengannya, lalu matanya bertemu dengan mata jasmine yang melihat dirinya
"temanmu rin" ucap faidhan yang berjalan dan berjongkok di depan jasmine
"apa begitu sakit?" tanya faidhan
Jasmine diam saja dengan tetap memandang faidhan
"jasmine maafkan aku, tadi.. dia ingin menusukmu"
Jasmine mengerjap "tidak apa-apa rin, aku berterima kasih karena kau menyelamatkanku" jawabnya
Mata arin memandang mereka bergantian
"ya tuhan apa yang terjadi?" ucap madam ann yang berlari menghampiri mereka, matanya melotot sempurna melihat darah faidhan dan juga jasmine yang memegang kakinya seraya duduk di tanah
"ayo.. ayo cepat ke rumah sakit" pekik madam ann
"nona maaf saya tidak melihat"
"sudahlah bawa mereka ke rumah sakit, cepat" ucap madam memotong ucapan driver jasmine
"ah iya nyonya" sang driver mengangguk dan duduk di belakang kemudinya
"biar ku bantu" ucap faidhan mendekati jasmine dan memeluk pinggang kanannya, hingga membuat gadis itu terlihat begitu salah tingkah
"maaf" ucap faidhan menyadari posisinya yang memeluk jasmine
Jasmine mengangguk kecil
"aw.." jasmine kembali meringis saat ia berdiri menahan sakit di pergelangan kakinya
"arin bantu" ucapnya memegangi sebelah kiri jasmine
Mereka mendudukkan jasmine dikursi belakang, yang ditemani arin disebelahnya. Sedangkan faidhan memilih duduk di kursi depan disamping driver jasmine
Setibanya dirumah sakit, jasmine dan faidhan langsung diberikan penanganan di IGD. Setelah beberapa menit kemudian mereka dipindahkan ke ruangan rawat inap masing-masing
Next episode,
πππππ
Hallo temen-temen..
Maaf ya author baru up lagi hihi
__ADS_1
love you allπ