My Charming Boss

My Charming Boss
Grand opening


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, mereka kembali beraktivitas seperti biasa. Arin kini sedang bersama Ibu mengurus toko kue yang akan grand opening pada esok hari. Toko kue yang tidak terlalu besar, namun tidak terbilang kecil. Awalnya Arkana akan membelikan ruko toko kue tersebut untuk Ibu, namun Arin dan Fardhan kompak menolaknya. Sehingga Fardhan mengusulkan bagaimana jika Arkana dan dirinya patungan membelikan ruko tersebut untuk usaha Ibu. Akhirnya mereka pun sepakat untuk membelinya secara bersama


"bagaimana dengan persiapannya?"


"bagus, semuanya beres.. tinggal 90%" jawab arin yang kini duduk seraya menghembuskan nafasnya yang lelah


"kamu kecapekan sayang, istirahat saja ya.. biarkan yang lain yang menyiapkan semuanya" ucap arkana yang mengelus kepala Arin, membuat istrinya itu menyandarkan tubuhnya di dada bidangnya


"kamu belum makan?" tanya Arkana


"belum" jawabnya


"hm.. sering ingetin suaminya tapi kamunya sendiri tak ingat makan" ucap Arkana mencubit pelan hidung mungil Arin


"kita makan dulu ayo" ajak Arkana


Membuat Arin mengikuti suaminya yang menuntunnya ke meja yang telah disiapkan makanannya


"kamu siapin mas" ucapnya yang segera duduk menghadap pada makanan


"Ibu bilang kamu memang belum makan, jadi aku siapin semuanya. Kebetulan aku juga belum makan" ucap arkana


"assalamualaikum" sapa seorang perempuan yang kini duduk dihadapan mereka seraya tersenyum lebar


"Jasmine?" tanya Arkana


"waalaikumsallam, Jasmine apa kau sudah makan?"


"emmm" jawabnya menggelengkan kepalanya


"kalau begitu makan bersama kami, lihat menunya sangat banyak" lanjut Arin


"ah kebetulan perutku sangat lapar" jawabnya mengisi piringnya perlahan


"ada apa kemari?" tanya Arkana


"ah? aku harus mengukur setelan untuk acara Kk Gama dan Mona" ucap Jasmine yang tengah mengunyah


"disini?"


"hm.. lagi pula kk, aku juga bosan jika dibutik terus. Saat Arin bilang sedang mempersiapkan grand opening toko kue ya aku kemari saja.. melihat kesibukan orang-orang disini. Seraya membantu hal-hal yang bisa aku bantu"


"mereka sudah menentukan tanggal?"


"sesuai dengan rencana mereka mas, acaranya kan kurang 2 bulan lagi" jawab Arin

__ADS_1


Arkana mengangguk mendengarkan Arin


"ingin mengukur setelan siapa?"


"semua.. Arin, Kakak, Kakek Hen dan Ibu" jawab Jasmine


"Kk Dhan?"


"laki-laki yang sebelumnya menolong kita? dia kakakmu kan?"


Arin mengangguk "Mona yang memberitahu?"


"ya.. saat dipernikahan kalian"


"hm.. Kakakmu juga akan mendapat seragam, dan dimana orangnya?" ucap Jasmine dengan mata mencari


"ekhmm yang cariin Kk Dhan" tanya Arin tersenyum menggoda Jasmine


"orangnya harus hadir Arin, bagaimana mau ukur kalo orangnya tidak ada" jawab Jasmine santai


Arin tersenyum lucu


"Kk Dhan sedang bekerja, kamu nanti konfirm dulu saja untuk waktu Kk Dhan"


"baiklah nanti aku cari waktu yang tepat saja. Rin aku sudah kenyang.. aku tunggu bersama Ibu ya di atas" ucapnya berlalu meninggalkan Arin dan Arkana


"mas menurut kamu kalo Jasmine sama Kk Dhan gimana?" tanyanya menatap Jasmine yang telah pergi


"maksud kamu?"


"ya bagaimana menurut mas? mereka terlihat cocok bukan?" tanyanya antusias


"aduh, istriku ini mau menjadi makcomblang?"


"hehe lucu tau mas"


"Kk Dhan itu begitu kaku mas, bahkan Kk dhan belum punya kekasih sampai sekarang. Arin saja sudah menikah, harusnya Kk Dhan udah nikah di umur Kk Dhan sekarang.. umurnya kan sama dengan mas"


"hm.. but jodoh itu ditangan allah sayang, kalau belum ya belum"


"makanya arin mau kasih kesempatan mereka deket.. siapa tahu mereka beneran jodoh mas, kan seru kalo punya ipar kek Jasmine"


"iya nanti ya.. Sekarang ayo habiskan brokoli ini dulu" ucapnya menyuapkan potongan brokoli ke dalam mulut Arin


_________________

__ADS_1


Kini hari telah berganti, waktunya grand opening toko kue Ibu telah tiba. Semua orang terdekat kini sedang berkumpul bersama merayakan kesuksesan acara yang lancar mereka laksanakan bersama. Bahkan Kk Genta dan Bunda ikut mereka pulang ke Indonesia, mereka akan menetap hingga Gama dan Mona menyelenggarakan resepsi


"uh ya ampun.. capeknya, padahal dibantu EO. Kalau nggak duh bisa tepar ini" gumam Arin meneguk air minumnya


"cepek bu?" tanya Mona duduk disamping arin


"banget" jawab Arin terkekeh "tapi asik, kita bisa kumpul bareng.. seru-seruan bareng. Dan alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar, banyak juga sponsor dari mas Arka, Kk Dhan sama Kk Gama yang bersedia bantuin. Temen-temen kamu juga banyak yang dateng Mon, jadi lebih meriah lagi" ucapnya tersenyum lebar


"iyaa syukurlah jadi nggak sia-sia siapin ini opening berhari-hari, ampe kamu capek begitu" jawab Mona


"paling nanti baik.. oh ya, gimana koas kamu mon? jadi selesainya akhir bulan ini?"


"insyallah.. doain ya rin, biar nanti nggak ada beban lagi. Orang akunya dah mau nikah juga" ucapnya mesem-mesem


"ya ampun yang bakal jadi istri orang, nggak sabar banget" goda Arin


"iya dong.. biar cepet halal" ucapnya mengedipkan matanya


"ya ampun, Kk Gama pasti kualahan ma kamu mon" tawanya dengan mata menyipit


"yeee pikiran tuh.. akunya gadis polos yang nggak tau apa-apa. Jangan diracuni hal-hal dewasa dong"


"emang apa? aku kan cuma bilang kalo Kk Gama bakal kualahan ma kamu. Bisa aja dengan sikap kamu yang suka aneh-aneh, apa yang kamu pikirin?? ih pikirannya jauh banget" tawa Arin meledak


"Arin.. nyebelin banget sih" pekiknya seraya menahan tawa menahan tangan Arin dengan wajahnya yang merona


"cepet banget sih pikirannya traveling"


"hahahaha" mereka berdua tertawa terbahak membuat semua orang mengarah pada mereka


"bukan perpustakaan kan?" tanya Arin cekikikan


"wkwk dasar lu, masih inget aja" tawa Mona mengingatkan dirinya saat ia pernah melakukan hal yang sama dengan arin di salah satu cafe


"aduh.. asik banget sih anak Ibu ketawanya. Bahas apa sih? pake sampe ngos-ngosan begitu" ucapnya yang melewati mereka


"haha iya bu, sampe susah gitu nafasnya" timpal Mona yang masih tertawa memandang Arin dihadapannya


"haha huff.. nafas dulu.." ucap arin mengontrol nafasnya


"udah ah.. sampe gitu" ucap Mona menghentikan tawanya


"Rin besok temenin ya ke butiknya Madam Ann, mau lihat ukuran gaun akad nanti.. detailnya juga mau dibahas" ucap Mona


"sipp aku mah selalu free, pasti aku temenin kok" jawab Arin seraya meneguk air minumnya

__ADS_1


Next episode,,


__ADS_2