My Charming Boss

My Charming Boss
29. Jalan terbuka


__ADS_3

Keesokan harinya arin tetap bekerja dengan baik walau hatinya sedang tidak baik-baik saja, arin berpikir positif dan tidak memikirkan hal-hal yang tidak seharusnya


Hari ini arin dan mona akan mengunjungi kakek hen di toko antik milik kakek, namun kakek meminta untuk bertemu di restoran yang dipilihnya saja


Maka mereka sepakat untuk bertemu di restoran yang kakek pilih


"apa kakek sudah lama menunggu?" tanya arin yang sudah duduk di hadapan kakek


"tidak juga, duduklah.. kita pesan makanannya?" balas kakek


mona dan arin mengangguk setuju dengan usul kakek


Mona memanggil waiters untuk memesan makan malam mereka, setelah memesan mereka mulai bercengkerama satu sama lain


"sudah lama kita tidak berjumpa, kakek rindu dengan cheesecake buatanmu sayang" ucap kakek


"haha jadi kakek hanya merindukan cheesecake buatan arin, bukan rindu dengan orangnya?" tanya mona tertawa


"tentu saja, bukankah itu benar?" ikut kakek pada mona yang sedang menggoda arin


"benarkah?.. tidak ada yang rindu padaku, bahkan kakek pun begitu" jawab arin cemberut


Mona berpindah duduk di sebelah kakek hen "kakek ingin dengar hot news?" tanya mona heboh


"haha apa ada berita besar?" tanya kakek


"tentu saja, kakek tau arin sedang menyukai seseorang kek" jawab mona


Deg.. kakek terdiam


"monaaaa" panggil arin geram


"apa? cuma cerita sama kakek juga.. kenapa memangnya?, toh kakek tidak akan cerita kepada orang lain kan kek" pandang mona pada kakek


"kakek bisa menjaga rahasia, tenang saja" ucap kakek


Sedangkan arin, wajahnya memerah bak tomat merah tak bisa ia tutupi lagi meronanya pipi arin saat itu


"kau menyukai seseorang sayang?" tanya kakek yang sudah kecewa, namun sebisa mungkin ia tutupi


Arin tersenyum malu "kek.."


"siapa?" tanya kakek dingin


Arin dan mona terdiam dan memandang kakek hen yang berkata lebih keras dari biasanya

__ADS_1


Kakek hen tersadar kedua gadis cantik didepannya ini terkejut melihat reaksi yang di perlihatkannya


"haha apa laki-laki itu tampan?" tanya kakek seraya tertawa yang mengalihkan perhatian mona dan arin, hingga kakek menatap arin dengan fokus agar tahu apa benar gadis itu sedang jatuh cinta?


Arin terlihat tersenyum manis dengan wajah berseri, wajahnya seperti menunjukkan bahwa dirinya memang sedang jatuh cinta


'oh tidak!!!, kau keduluan laki-laki lain kana.. padahal aku ingin sekali jika arin menjadi cucu menantuku' gumam kakek


"apa dia juga bekerja di tempat yang sama denganmu?" tanya kakek sedikit kepo


Arin beralih memandang mona, lalu menganggukkan kepalanya seraya tersenyum sebagai jawaban pada kakek


'tidak tidak.. karyawan itu sungguh beruntung.. oh apa tidak ada keajaiban agar arin kesayanganku ini menjadi cucu menantuku?' gumam kakek


"apa ada masalah kek?" tanya mona


"ah tidak" ucap kakek


"apa kakek ingin tahu siapa orangnya?" tanya mona


"mona kumohon" pinta arin agar mona diam


Tapi mona malah tertawa dan menghadap pada kakek hen,


Kakek hanya diam dan mengangguk


"ya dia orangnya kek, lelaki menyeramkan itu.. yang tidak tahu bagaimana caranya temanku ini bisa jatuh cinta pertama kali kepada dirinya" jelas arin


"apaa?" kaget kakek


Arin dan mona terdiam dengan menatap kakek bingung


'ya allah... arin menyukai kana?, kanaku' ucap kakek tersenyum dalam hati


'ku harap ini jalan terbuka agar mereka bisa bersama, um.. lalu bagaimana dengan kana?' tanya kakek berdialog dengan pikirannya


"kakek?" tanya mona dan arin yang melihat kakek terdiam


"arin juga tidak tahu kek" ucap arin pelan yang sudah menundukkan kepala


"kenapa kau bersedih sayang?, dengar.. menyukai atau bahkan mencintai seseorang itu tidak dilarang sayang," ucap kakek


Arin mengadah melihat kakek "apa tidak apa-apa jika arin menyukainya?" tanya arin polos


"tidak apa-apa sayang, bukankah tuan arkana itu belum memiliki kekasih atau istri? sayang jodoh itu tidak akan tertukar.. jadi jangan khawatirkan hal yang tidak perlu dikhawatirkan" ucap kakek

__ADS_1


"mona setuju" timpal mona


"dan kakek yakin kau dan dia akan saling mencintai" ucap kakek yakin


"kau sudah dapat doa dari kakek rin, pasti nanti temen baikku ini akan mendapatkan hati dan cinta seorang arkana" ucap mona


Kakek tersenyum lega setelah tahu bahwa gadis kesayangannya ini menyukai cucunya, sesuai dengan keinginannya dan harapannya


Mereka terlihat mengobrol dengan serunya seraya menyantap makan malam mereka bersama, hingga setelah mereka makan malam mereka memutuskan untuk pulang


________________


Di mension kakek terlihat para pelayan sedang sibuk memasak dan akan menyiapkan makan malam, dari dapur saat gama mengambil air minum ia melihat kakek hen baru saja pulang dan hendak masuk ke dalam


"ehkmm" gama sedikit mengeraskan suaranya


"kakek sudah pulang dari berkencan?" tanya gama


Kakek menyipitkan matanya dengan memandang gama


"apa lagi kali ini" gumam kakek tanpa menjawab pertanyaan gama, ia memilih duduk sebentar di sofa besar depan tv


"aku rasa kana benar, apa kakek tidak berpikir" gama seketika terdiam saat kakek hen menatapnya


"um.. maksudku apa kakek benar yakin menyukai seorang gadis kecil" ucap gama canggung, ia bingung bagaimana cara bicara kepada kakek hen


"huff.. ini yang tak aku inginkan cepat atau lambat otakmu ini akan sama seperti cucu cerewet itu" kesal kakek


"kakek tidak berkencan atau pun menjalin hubungan dengan siapa pun, dengarkan.. kakek hanya mencintai nenek rima. Hanya rima.." jelas kakek


"hm.. kalau begitu bagaimana dengan usapan kepala di toko bayi dan tadi duduk berdua bersama dengan seorang perempuan di restoran?"


"bukankah tadi itu arinnya kana? apa gadis kecil kakek itu yang satunya?" lanjut gama


"kau memata-matai kakek?" tanya kakek melotot


"oh tenanglah kek, aku hanya tak ingin kakek melakukan hal yang tidak-tidak" bela gama


"yaya aku begitu muak denganmu dan juga kana, lebih baik kutukar saja kalian dengan dua gadis cantik kesayanganku" ucap kakek seraya berjalan meninggalkan gama sendiri


"yang benar saja" ucap gama


'lalu siapa perempuan satunya? sepertinya dia sama seperti arinnya kana, gadis kecil'


Next episode,,

__ADS_1


__ADS_2