
Sudah satu bulan lebih berjalan, hari ini tepat dimana Vivian wisuda, semua keluarga berbondong ikut pergi merayakan keberhasilan gadis termuda keluarga mereka. Gama, Kakek Genta dan juga Bunda pergi ke london untuk menemui Vivi, tak lupa dengan Mona yang juga diboyong Gama untuk ikut.. seraya memperkenalkan Mona pada Bunda dan Kakek Genta. Juga Kakek Hen, Ibu, dan pengantin baru yang ikut pergi bersama mereka seraya bulan madu ke2. Hanya Fardhan yang tidak ikut bersama, mengingat ia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya
Saat pertama kali Mona bertemu dengan Bunda pun terlihat perempuan itu sedikit canggung, bagaimana ia pertama kali bertemu dengan calon mertuanya. Namun karena sikap Bunda sama seperti Vivi yang begitu seru dan ramai membuatnya menjadi lebih santai dan lebih cepat akrab
"Gama ayo ambil foto Bunda dan Mona" ucapnya pada gama
"vivi ikut" timpalnya memekik
"Kakak foto yang bagus" ucap Vivi berpose
Setelah beberapa foto Kakek Hen dan Kakek Genta juga Ibu ikut berfoto. Tak lupa Arkana yang menarik Arin dalam pelukannya
1
2
3
Cissss
Cekrek
"oh yang benar saja? disini aku sendiri yang tidak bergabung" protes Gama
"minta bantuan orang lain" ucap Arkana
Gama mengangguk dan menghampiri perempuan berambut cokelat dan pirang yang sedang berbicara tidak jauh dari mereka
"permisi nona, bisa bantu mengambil beberapa foto untuk keluargaku?" tanya Gama pada salah satu perempuan yang juga merayakan wisuda temannya
"ya tentu" jawab perempuan itu
"dia sangat tampan" ucap salah satu temannya yang sedikit berbisik
"iya.. aku ingin meminta nomornya setelah ini" jawabnya tersenyum bangga
Lalu mereka melakukan beberapa foto dan pose
"terima kasih" ucap Gama mengambil ponselnya
"tidak masalah, um.. bisakah aku meminta nomor ponselmu?" tanya si perempuan
Mona yang sejak tadi memperhatikan perempuan itu merasa jika mereka hendak mendekati Gama. Sedangkan Gama tersenyum geli melihat Mona yang mencuri pandangan memperhatikan dirinya yang sedang berbicara dengan perempuan tersebut
"maafkan aku nona, tapi perempuan yang mengenakan dress maroon itu adalah istriku" tunjuk Gama sehingga membuat Mona mengernyit saat gama menunjuknya dan perempuan itu terlihat tersenyum padanya
'kenapa melihatku' pikir Mona
"istriku tipe perempuan yang begitu cemburuan" ucap Gama tersenyum dengan mereka
'sekarang Kk Gama tersenyum, iss.. apa yang sedang mereka bicarakan itu' pikir Mona
Dengan pasti Mona menghampiri Gama
"baiklah kami permisi" ucap salah satu perempuan itu pada Gama dan Mona
Matanya tak berhenti menatap kepepergian mereka
"kenapa?" tanya Gama
"Kk tadi bicara apa dengan mereka? Kenapa sangat lama?" tanyanya
Gama mengulum senyum melihat Mona yang datang seperti mengintrogasinya
"tidak ada" jawab Gama
__ADS_1
'ck.. Kk Gama berbohong' pikir Mona
"ya sudah kalau tidak mau bilang" ucapnya membalik tubuhnya lalu berjalan mendekati dan kembali bergabung bersama yang lain
"Mona..." panggilnya
Tapi Mona tidak juga menoleh
"ah dia cemburu" gumam Gama tertawa kecil
"baiklah kita cari makan di resto atau dilivery di mansion saja?" tanya Arkana
"kita cari restoran saja, Henri dan Kakek punya teman yang membuka restoran seafood yang rasanya begitu recommended" ucap Kakek Genta
"ah yaa, Stev.. sudah lama sekali tidak bertemu dengan dia" timpal Kakek Hen
"haha kau masih ingat? itu bagus, ayo pasangan muda di mobil sana.. kami orang tua dan anak kecil ini akan satu mobil"
"tentu aku bersama Kakek saja, aku akan menjadi gadis yang menyedihkan jika bersama mereka" ucapnya memeluk lengan Kakek Genta
Membuat semua orang tertawa mendengar penuturan Vivi. Lama mereka menghabiskan waktu bersama, mengobrol tentang banyak hal, dan mendengarkan cerita masa muda Granpa Stev, Kakek Hen dan Kakek Genta
Tak terasa kini beberapa bintang telah terlihat di langit malam, mereka semua bahkan berencana kembali pulang dan istirahat. Hanya Gama, Mona, Arkana, juga Arin yang tidak kembali kembali ke mansion. Mereka memilih pergi berjalan-jalan menikmati suasana malam indah di kota london
"mas nanti semua orang liat" ucap Arin berbisik
"biarkan saja sayang, orang kita sudah sah.. lagian ini london jadi orang lain tidak akan mengalihkan perhatiannya untuk melihat kita bermesraan" ucap arkana yang tetap memeluk pinggang istrinya dengan sesekali mengecup pelipis mata Arin
Kini mereka berada di landmark london, yaitu menara Bigben di Westminster. Mereka kini sedang berjalan menikmati suasana malam di kota london. Mereka bahkan melihat landmark lainnya yaitu London Eye, bianglala raksasa dan juga gedung parlemen. Destinasi ini letaknya berseberangan dengan Bigben yang dipisahkan oleh Thames River
"masih bad mood?" tanya Gama pada Mona yang berjalan di sisinya
"apaan? nggak kok" jawab Mona menghentikan langkahnya lalu bersandar di pegangan pembatas seraya melihat kerlap kerlip lampu pada gedung-gedung dan london eye yang ada di hadapan matanya. Sedangkan Arkana dan Arin kini memilih duduk seraya menikmati indahnya suasana malam berduaan
"masa sih? nggak percaya" jawab Gama memeluk Mona dari belakang
Gama mengecup pipi Mona dan meletakkan dagunya pada bahu Mona "yaa?"
"kenapa kk suka sama aku?" tanya Mona pelan
"kenapa?"
Mona menolehkan wajahnya sedikit dengan tetap diposisinya
"kenapa bilang begitu?" bisik Gama
Ia menelan ludahnya sulit
"Kk tuh yakin? aku nggak cantik kek perempuan bule tadi, yang waktu itu dibandara juga.. bahkan badannya kutilang begitu" ucap Mona manyun
"kutilang?"
"kurus.. tinggi.. langsing, pokoknya sempurna"
'ada-ada saja' pikir Gama menahan tawa
"terus?"
"ihh.. yang serius kk"
"aku juga serius, terus apa urusannya mereka cantik atau kutilang?"
"aku bahkan nggak secantik mereka kk, bajunya Vivi aja pas banget di aku.."
'muka mantannya nya bule gitu lagi' pikir Mona
__ADS_1
"orang lain bukan urusan aku honey dan masalah bajunya vivi.. bajuku saja lebih ketat kalo dikenakan Kana. Apa menurutmu Kakak gendut?"
Mona menggelengkan kepalanya
"hmm.. semua orang itu berbeda, kamu cantik.."
"mata ini cantik" ucapnya menyentuh pelipis Mona
"hidung dan bibir ini juga.. bahkan pipi kamu lucu seperti squisy. Aku juga nyaman peluk kamu begini, nggak berasa meluk tulang" tambahnya mengeratkan memeluk Mona
Mona merona menahan untuk tersenyum
"tunggu.. berarti Kakak sering peluk-peluk dia?" tanya Mona melotot
"berhenti berpikiran macam-macam, Kakak tidak suka kamu membahas orang lain. Kamu punya mantan?" tanya Gama serius
Mona mengangguk
"masih mencintainya?"
"tidak" jawabnya cepat
"begitu juga Kakak, mantan atau apa pun sebutan itu.. mereka hanyalah masa lalu yang kita lewati. Hingga sekarang kita bisa bersama" ucap Gama memberi pengertian
Mona tersenyum lebar, kini ia sadar bahwa tak seharusnya ia cemburuan begitu. Hingga merusak moodnya sendiri
"Kk bilang i love you.. kakak udah ngelamar kamu honey. Tidak ada keraguan di hati Kakak, Kakak serius sayang kamu, cinta kamu. Apa yang buat kamu ragu?" tanyanya pelan
"bener??" tanya Mona menoleh
"iyaa cutie"
"maaf aku terlalu kekanakan"
'ah dia seperti Vivi, tak apa honey.. aku suka kamu yang manja' pikir Gama
"it's okay honey"
Ia membaikkan badannya dan menghadap pada Gama, lalu tersenyum seraya memeluk tubuh Gama "love you kk"
"love you too" balasnya
Sedangkan Arin tersenyum melihat kedua orang itu saling berpelukan
"mereka pelukan mas" ucap Arin memegang tangan Arkana
Arkana tersenyum melihat wajah Arin yang berseri
"mau juga?"
"boleh?" tanyanya mendongak menatap Arkana
"boleh sayang.. orang kamu istri aku" ucapnya mengecup kening istrinya
Arin menerima pelukan dan kecupan Arkana dengan senang hati, ia bahkan melupakan malunya saat melihat kebahagiaan ia rasakan dan berada tepat dihadapannya
Next episode,,
ππππ
Hai Hai..
Author muncul lagi nih, thanks yang masih setia pantengin cerita iniπ€
Don't forget lopee juga bouquet sekebon buat author..
__ADS_1
Love allπ