My Charming Boss

My Charming Boss
47. Ini kenapa?


__ADS_3

Saat arin keluar perusahaan dan sedang berjalan kaki menuju halte bus, tiba-tiba arin dikejutkan dengan datangnya sebuah mobil yang menghampiri arin dibahu jalan


"arin sayang" ucap kakek melambaikan tangannya di dalam mobil


"kakek?" tanya arin tersenyum


"ayo masuk" ucapnya


Tanpa arin menolak lagi, ia berjalan ke arah mobil kakek


"silahkan nona" ucap ricky


"terima kasih asisten ricky" balas arin


"sudah selesai kerjanya?" tanya kakek


"hm.. sudah kek" jawab arin "kek maaf ya arin akhir-akhir ini tidak mengunjungi kakek di toko antik, pekerjaan arin juga sedang banyak.. maaf ya kek" ucap arin


"tidak masalah kakek tahu kamu pasti sibuk," ucapnya "oh ya bagaimana dengan cucu kakek yang satu lagi" lanjutnya


"sama saja kek, arin juga sudah lama tidak bertemu dengan mona. Mona juga sedang sibuk kek, jadwal mona lebih padat dikarenakan berkurangnya dokter yang ikut pelatihan di kota M" jawab arin


"oh begitu, tidak masalah. Kakek senang kalian sibuk dengan kegiatan kalian" ucap kakek


Arin mengangguk


"kita mampir dulu ke restoran, bagaimana?" tanya kakek


"um.. bagaimana jika kakek makan malam di rumah arin saja?, bersama arin dan ibu" ucapnya


"apa tidak keberatan?" tanya kakek


"tentu saja tidak kek, arin malah senang jika kakek mau makan di rumah, ah maksudnya ruko tempat tinggal arin" jawabnya "hanya jika kakek tidak keberatan?" lanjutnya


"tentu tidak kakek mau" ucapnya tersenyum seraya memandang jari manis arin yang terdapat cincin yang telah ia berikan sebelumnya


"terima kasih sayang, masih menyimpan dan menjaga cincin berarti ini" ucap kakek


"selalu kek, arin akan selalu jaga" ucap arin tersenyum


"bagaimana dengan laki-laki yang kamu sukai itu? ah maksud kakek yang kamu cintai?" ucapnya menggoda arin


Arin menggelengkan kepalanya


"kenapa sayang? ia berbuat hal yang tidak kamu sukai" tanya kakek


'apa yang dilakukan cucu menyebalkan itu?' pikirnya


"tidak kek, hanya saja" arin masih terpikirkan dengan ucapan yang diucapkan yogi tadi


"apa? ayo ceritakan pada kakek" ucapnya lembut

__ADS_1


"entahlah kek arin hanya.. tadi.." kemudian arin menceritakan semuanya yang ia, alika dan yogi bicarakan ketika mereka sedang makan siang di kantin


"mungkin yogi benar kek, bukankah ia pewaris perusahaan kek" arin menatap kakek dengan raut wajah yang tak terbaca


"arin seharusnya tidak berpikir terlalu jauh ya kek" lanjutnya


"sayang.. kenapa memikirkan orang lain?, percaya dengan tuan arkanamu itu, ia bukan laki-laki seperti itu" ucap kakek


Arin tidak menjawab ucapan kakek hanya tersenyum menanggapi ucapan kakek saja


'mungkin tuan arka hanya bersikap baik saja padaku, buktinya tuan arka tidak pernah bersikap berlebihan hanya membantu memberikan tumpangan saja,


ya walaupun memang agak terkesan.. berlebihan? mungkin..ah sudahlah. Lagi pula kenapa aku terlalu percaya diri bahwa tuan arka akan punya perasaan yang sama terhadapku' pikir arin


Setelah beberapa menit, akhirnya tiba di depan ruko


"apa tidak apa-apa kek asisten tomi dan driver kakek tidak ikut masuk? mungkin mereka merasa lapar?" tanya arin


"tidak perlu, mereka ada pekerjaan dan akan kembali lagi menjemput kakek" jawabnya


'nona ini baik sekali ingin mengajak makan bersama' ucap ricky dalam hati


"terima kasih nona, kami permisi" ucap ricky seraya memasuki mobil dan meninggalkan tempat bersama driver pribadi kakek


Arin mengajak kakek masuk ke dalam ruko,


"assalamualaikum bu" ucap arin


"ini kakek yang pernah arin ceritain sama ibu"


"oh halo, senang bertemu dengan kakek??"


"henri, panggil saja kakek hen" ucapnya "maaf saya merepotkan jika datang ke mari, dan tidak membawa apa pun" lanjutnya


"tidak masalah kakek hen, saya dan arin tidak keberatan ada orang yang berkunjung, termasuk kakek" jawab ibu ramah


Arin menghampiri kakek dengan satu potongan cheesecake yang berada di tangannya


"cheesecake untuk kakek" ucapnya seraya meletakkan piring cheesecake tersebut


"oh sudah rindu sekali kakek dengan cheesecake buatan kamu" ucap kakek "jangan lupa nanti berikan satu box untuk kakek bawa pulang ya" lanjutnya terkekeh


"siap kek.. oh iya kakek boleh tunggu sebentar, arin mau bersih-bersih dulu diatas" ucapnya


"iyiya naiklah, kakek akan disini mengobrol bersama ibumu" ucap kakek


Selama arin naik kakek dan ibu bercengkerama dengan asiknya, kakek juga menceritakan kepada ibu bahwa ia kakek dari arkana. Awalnya ibu terkejut namun ia mulai mengerti cerita kakek, ia juga tidak menyangka kejadian yang serba kebetulan ini


Kakek juga meminta ibu untuk tidak menceritakan dulu hal ini, karena arin juga belum mengetahui bahwa kakek hen adalah kakek dari arkana. Agar arin menyadarinya secara langsung


'kenapa bisa, lucu sekali kejadian mereka' pikir ibu

__ADS_1


Karena sudah adzan magrib, ibu dan arin mengajak kakek hen untuk shalat bersama lalu melanjutkan makan malam bersama


Tidak banyak menu yang mereka sajikan malam ini, ibu menyiapkan ikan bakar, tempe bacem, dan tumis jamur kacang kapri tentu tak lupa dengan sambal jeruk sebagai pelengkap makan mereka


Kakek meminta menambah nasi, kelihatannya kakek sangat nyaman dan cocok dengan makanan yang dibuat ibu dan juga arin


"kakek kira kamu hanya pandai membuat cake" kakek tertawa "tapi ternyata arin ini bisa membuat kenyang dan rasa enak dilidah kakek. Suamimu nanti bisa jadi gemuk nanti" ucap kakek yang sudah tertawa bersama ibu karena menggoda arin


"arin hanya membantu ibu kek, bukan arin yang masak semua kok"


"sama saja, beruntungnya nanti cucuku" gumam kakek


"emang siapa sih menantu ibu nanti?" susul ibu


"suka banget godain arin" ucap arin


"hahaha.. nanti lain kali bawakan lagi makan siang untuk kakek ya"


"oke kek"


"baiklah, karena sudah malam kakek permisi pulang ya" ucapnya seraya beranjak berdiri


"hm.. hati-hati ya kek" ucap arin


"oh ya cheesecakenya hampir lupa, ibu ambilkan dulu" kemudian ibu kembali membawa satu box cheesecake pada kakek


"aduh kalian merepotkan, kakek hanya bergurau saja tadi" ucapnya


"tidak apa-apa kek, mungkin cucu kakek mau cheesecakenya" ucap ibu tertawa


"haha baiklah" kakek mengambil box yang telah di berikan ibu


"kakek pulang ya, assalamualaikum" ucapnya seraya masuk ke dalam mobil


"bye kek waalaikumsalam" balas arin dan ibu


Arin dan ibu tak lupa membereskan barang-barang juga piring makan malam mereka, setelah semuanya beres ibu dan arin kembali masuk ke dalam kamar mereka masing-masing


Namun mata arin tak juga bisa terlelap, pikirannya sibuk berkelana memikirkan tuannya arkana, entah mengapa semakin ia menyangkal perasaannya maka semakin sering pula arin memikirkan tuannya itu


'kenapa juga ini nggak bisa tidur?'


'tuan arkana seharian ini kemana ya?'


'mau tanya, tanya kemana? terus apa kepentinganku nanyain tuan arkana'


'kalau bener yang dibilang yogi, berarti tuan arkana itu punya kekasih? kalau punya kenapa? kenapa sikapnya.. sudahlah arin, besok harus bangun pagi, mesti kerja, jangan mikir hal-hal aneh'


Setelah lelah dengan pikirannya sendiri akhirnya arin baru terlelap pada tengah malam


Next episode,,

__ADS_1


__ADS_2