
"perfect.." ucap jasmine terpukau dengan penampilan arin yang begitu terlihat anggun
Arin yang melihat reaksi jasmine membuatnya merasa malu dan semakin gugup
"jasmine?" panggil arin pelan
"tidak perlu malu rin, kamu cantik.. pasti kk kana sangat terpukau melihat penampilan kamu" ucap jasmine bicara tepat di belakang arin yang melihatnya dari kaca hadapan arin
"aku suka make up cii fel, thanks ci muach" cium jasmine tepat di pipi kanan fely
Sebenarnya jasmine tidak memiliki jasa make up profesional, jasmine hanya menjual gaun yang ia desain sendiri. Sehari-hari saja perempuan ramah itu hanya berdandan tipis tanpa full make up, begitu natural dan tidak berlebihan.. tentu ia tidak begitu menguasai kemampuan ajaib yang bisa membuat perempuan menjadi lebih terlihat lebih sempurna dengan kelincahan tangan dan juga polesan warna indah itu
Namun beberapa hari sebelumnya arkana datang meminta jasmine untuk menyiapkan semua keperluan arin nanti. Beruntung teman sekaligus rekan jasmine itu berteman baik dengan make up, beberapa kali ci fely pernah mengikuti kursus make up.. jadi jasmine tidak khawatir akan jadi apa arin di tangan ci fely
"aku yang sungguh berterima kasih karena bisa make-up in nyonya kana, aku merasa begitu beruntung" ucapnya tersenyum
"ci, bisa-bisa setelah ini cici bakal sejajar sama MUA ternama cii.. ah aku pasti kesepian karena cici jadi terkenal" ucap jasmine menggoda fely
"ckk.. kamu ini" ucap fely terkekeh
"kita tunggu kk kana memilih jas untuknya, duduklah dulu rin gaunmu bisa bisa kusut nanti" ucap jasmine
Beberapa menit mereka sudah menunggu arkana, dan juga jasmine yang entah pergi mengurus sesuatu. Hingga kini arin masih bertanya-tanya jika acaranya malam, mengapa tidak nanti saja pergi setelah pulang bekerja.. toh pulang kerja itu masih terang sore hari
"hufft maafkan aku yang harus membereskan beberapa hal" ucap jasmine menghela nafasnya seraya duduk dengan meneguk air mineral di atas meja
"ah iyya.. kk kana sudah menunggu di bawah, come-on" ajak jasmine yang telah berdiri mengulurkan tangannya pada arin
"aku permisi ci fely, terima kasih" ucap arin
"aku yang harusnya berterima kasih, tapi nggak apa-apa kita sama-sama menerima kasih" ucapnya terkekeh
"okay cukup salam perpisahannya, kk kana bisa mengamuk nanti" ucap jasmine menarik arin untuk pergi dari sana
"jasmine.." panggil arin yang kini berjalan berdampingan dengan jasmine
Yang dipanggil hanya mengangguk paham "kamu gugup?" tanya jasmine
Arin tersenyum canggung
"all is well" ucapnya tersenyum
"terima kasih banyak jasm.."
Jasmine menghentikan ucapan arin cepat "no.. aku bukan ci fely hihi, jangan sungkan padaku rin" ucapnya tersenyum
"oh iya, btw umurmu berapa?" tanya jasmine
__ADS_1
"um.. tahun ini 23, kenapa yas?" tanya arin
"ah ternyata kita nggak beda jauh, hanya dua tahun.." jawabnya
"ah.. tidak begitu terlihat jauh kk ata.."
"no" jawab jasmine cepat
"aku nggak setua kk kana, panggil jasmine saja.. aku merasa nyaman. Tapi jika aku menjadi istri kakakmu kau harus memanggilku kakak ipar" ucap jasmine tertawa
Arin ikut tertawa mendengar ucapan jasmine "haha baiklah kk ipar" ucapnya juga menjahili jasmine
"dan mas arka itu bukan tua tapi dewasa" ucap arin terkekeh
"haha iyaa deh yang nggak terima pujaan hatinya di bilang tua"
"ah, itu kk kana" ucap jasmine berbisik
"ekhm.. " jasmine berdeham cukup kuat
Dengan pelan arkana menoleh ke arah suara yang sepertinya ditunjukkan kepada dirinya
"taraaa" ucap jasmine kemudian
'sayang..' gumam arkana yang kini memandang arin
"bagaimana? perfect?" tanya jasmine
Arkana mengangguk dan tersenyum, arin yang melihat arkana tersenyum manis padanya semakin gugup bersamaan dengan jantungnya yang berdegup kencang
'aku tahu kalo mas kana itu tampan, tapi kenapa ia terlihat jauh lebih tampan'
'senyuman mas arka begitu manis' gumam arin bersemu merona
"aku sudah bilang bukan?, kk kana pasti terpesona dengan penampilanmu" ucap jasmine pelan yang masih berdiri di samping arin
"akh.. ya lupakan pandang-pandangannya, pestanya akan tertunda jika kalian terlambat. Go.. bicarakan nanti di mobil. Sekarang pergilah" ucap jasmine mendorong pelan arin ke arah arkana yang disambut arkana kemudian
"semoga lancar" ucap jasmine pada arkana tanpa mengeluarkan suara hanya gerak bibirnya saja
Arkana mengangguk mengisyaratkan terima kasih pada jasmine
"arin.. jangan mengecewakan hatinya" ucap jasmine yang mengerlingkan matanya
Arin mengangguk tersenyum walau sebenarnya ia juga tidak begitu paham akan maksud jasmine, tak lupa ia melambaikan tangannya pada jasmine saat hendak masuk ke dalam mobil
Sejak tadi arkana tidak melepaskan genggaman tangannya pada arin, ia juga terus tersenyum menatap pada arin. Membuat gadis itu menjadi tegang, canggung, dan malu
__ADS_1
"mas kita mau kemana?" tanya arin yang akhirnya membuka pembicaraan selama 20 menit lamanya
"sebentar lagi kita sampai" jawab arkana
"kita ke arah pegunungan?"
Arkana berdeham, "cantik banget malam ini" lanjutnya mengelus lembut punggung tangan arin
Arin mengangguk setuju "jasmine pilihkan gaun yang indah, ci fely juga makeup-in arin jadi cantik begini hihi"
"mereka cuma bantuin sedikit, gadis lolaku ini memang cantik" jawab arkana mengoreksi ucapan arin
"terima kasih tuan menyeramkan" tawa arin kecil
"apa?, aku menyeramkan?" tanya arkana menatap arin lekat
Arin masih tertawa lucu "iyya.." jawabnya menjahili arkana
'gadis ini begitu mengemaskan, apalagi saat tertawa seperti ini' gumamnya
"baik jika seram tidak perlu di lihat" ucap arkana meladeni ucapan arin, dengan cepat ia melepaskan genggamannya pada arin dan menatap jalan di kaca jendela miliknya
Arin terkejut melihat reaksi arkana yang membuang muka padanya, "mas" panggilnya pelan. Tetapi arkana tetap tidak mempedulikan dirinya
"maaf, arin hanya bercanda.. ar.."
Dengan cepat arkana menggeser posisi duduknya mendekat pada arin "bercanda hm??" tanya arkana
"mas" ucap arin tertahan karena gugup melihat arkana semakin mendekat
"kita sudah sampai tuan" ucap sang driver tiba-tiba
Arkana tersenyum melihat arin nampak gugup "lain kali tidak akan aku lepas" bisiknya begitu dekat hingga membuat arin bergidik merasa merinding
Arkana turun lebih dulu dari arin, lalu mengulurkan tangannya,
"ayo" ucapnya tersenyum
'ini seperti vila' pikir arin
Ini bukan gedung hotel atau aula gedung seperti tempat pesta acara kemarin, ini seperti bangunan vila besar yang sepertinya begitu asri, terlihat dari banyaknya pohon yang tumbuh mengitari vila.. jika siang hari maka pemandangan di sini akan terlihat sejuk dan nyaman
Namun tidak bisa ia pungkiri, penjagaan serta arsitektur bangunan ini sangat mengagumkan. Aksen kayu tradisional kental menyelimuti vila, seperti bangunan dimasa dinasti kerajaan korea namun terlihat di design lebih modern
"kenapa disini begitu sepi? bukankah kita akan menghadiri suatu pesta?" tanya arin bingung
Keadaan vila terlihat sepi, juga tidak ada kendaraan lain yang terlihat.. seperti menunjukkan tidak ada pesta atau bahkan perayaan kecil disini
__ADS_1
Next episode,,