My Charming Boss

My Charming Boss
Pesta resepsi


__ADS_3

Acara akad nikah berlangsung secara lancar, mereka terlihat tersenyum penuh bahagia.. mengabadikan hari bahagia mereka bersama dengan keluarga dan teman-teman dengan banyaknya jepretan kamera


Tak terasa hari telah beranjak siang, waktu makan siang akan segera tiba. Acara juga akan segera selesai.. lalu mereka semua memutuskan untuk segera kembali ke kamar masing-masing, membersihkan tubuh, dan mengganti pakaian yang mereka gunakan di acara akad nikah tadi


"arka.. arin ikut ibu dulu kembali ke kamar ya" ucap ibu


"ajak arin masuk" ucap ibu pada vivi dan mona lalu masuk lebih dulu ke dalam kamar


Tentu saja mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk menjahili arkana


Perempuan yang telah resmi menjadi seorang istri itu menoleh melihat pada suaminya. Vivi terkekeh lalu memeluk lengan arin


"maaf kk, tapi istrimu harus ikut vivi, kk mon dan ibu"


"kalian tidak boleh bermesraan sebelum acara resepsi pernikahan selesai" timpal mona berdiri di depan pintu kamar


"yaya kau benar honey.. bawa arin pergi, laki-laki ini menjadi urusanku" jawab gama menarik tangan arkana tanpa menunggu jawaban dari yang lain


"hei itu istriku, kalian keterlaluan" gumam arkana kesal yang masih menoleh tapi ditarik oleh gama


Arin hanya tersenyum lucu melihat arkana yang hilang masuk ke dalam kamar, lalu menoleh dan menyipitkan matanya melihat pada mona


"honey?" tanya arin


"jurig tak perlu di tanggapi" jawab mona asal lalu menarik arin memasuki kamar tempat rias arin yang tadi


'ckk.. kk gama aneh' namun ia berusaha mengulum senyumnya


Ceklek..


Mona membuka pintu kamar lalu menutupnya kembali


"ciiieee.. yang udah resmi jadi istri" goda jasmine yang lebih dulu masuk


"bahagianya tidak terkira" timpal vivi


"kalian senang sekali menggodaku" ucapnya manyun


"kamu beres-beres dulu sayang, bersih-bersih ya.. nanti kita makan siang bersama di bawah" ucap ibu yang baru keluar dari kamar mandi


Arin mengangguk


Setelah semuanya beres, mereka kembali turun dan berkumpul dibawah untuk makan siang


"wah pengantin baru.. wajahnya berseri sekali" goda kakek


"dunia milik berdua, yang lain sewa kek" jawab ibu duduk di hadapan kakek


Faidhan yang duduk di samping kakek hanya tersenyum mendengar mereka yang kini sibuk menggoda adiknya


Arkana terlihat berdiri berjalan menghampiri arin


"haha orang pengantin baru tidak mau lepas sedetik saja" tawa bram menggema


Membuat olla yang disebelahnya tersenyum "honey jangan menggoda adikku terus, lihat.. wajahnya seperti udang yang akan matang"


Mereka semua tertawa cekikikan melihat arin yang merona seraya dipeluk pinggangnya oleh arkana yang tetap memasang wajah sumringahnya. Arkana hanya menggeleng mendengar seluruh keluarga dan teman-temannya menggoda dirinya dan arin


Ia mengajak arin untuk duduk di meja makan, dengan duduk tepat di sebelahnya


"makanlah yang banyak, bukankah kalian akan bertempur" ucap leo mengedipkan sebelah matanya


"haha butuh banyak asupan dia" jawab gama

__ADS_1


"aduh.. anak-anak ini, seperti sudah berpengalaman saja. Bram saja yang punya pengalaman diam.. tidak sok tahu seperti kalian ini" ucap ibu mengacak rambut gama


"laki-laki tau hal seperti itu walau belum menikah bu" ucap leo tertawa


"dasar anak nakal"


"karena itu dia belum menikah sampai sekarang" jawab gama tertawa


"ckk.. apa kau tidak berkaca?"


"sebentar lagi, jangan khawatir aku sudah mendapatkan calonnya" jawab gama tersenyum berarti pada mona


Membuat mona yang menatapnya segera memutuskan pandangannya pada gama


'haha dia malu rupanya' pikir gama terkekeh


Makan siang akhirnya selesai, arin dan arkana kembali ke kamar mereka masing-masing. Kali ini bukan ibu yang menahan mereka untuk satu kamar, tapi kakek. Tadi siang ibu bukan sengaja menahan arin, hanya saja semua pakaian dan keperluan arin masih dikamar tempatnya dirias.. lagipula nanti bisa dipindahkan ke kamar arkana setelah makan siang, pikir ibu


Namun nyatanya kakek yang kali ini menahan arin agar tetap di kamar. Ia tidak ingin arkana mengganggu cucu menantunya itu, mereka masih harus melakukan resepsi pernikahan malam ini. Walau sebenarnya ia juga tidak akan melakukan hal yang dipikirkan kakek, arkana hanya ingin berdua dan lebih dekat dengan sang istri.. tapi sepertinya semua orang senang menjahili dirinya


Terlihat keadaan luar hotel yang digunakan untuk resepsi pernikahan mereka itu di dekorasi dengan begitu mewah dan elegan, warna putih lagi-lagi mendominasi dekorasi dengan perpaduan soft blue yang menjadi tema acara pernikahan mereka. Sesuai keinginan arin agar memiliki resepsi pernikahan outdoor, dan menikmati suasana malam dengan taburan bintang juga bulan yang menyinari


Arkana terlihat tampan dengan tuxedo biru dongker miliknya, penampilannya malam ini begitu terlihat memukau dengan senyum indah yang tercetak jelas di wajahnya. Perhatian semua tamu pun tak luput dari sang istri yang berdiri sembari menggandengkan tangannya pada lengan sang suami


Arin yang dengan cantiknya menggunakan gaun pengantin panjang dimana bagian atas berwarna putih penuh dengan payet manik yang menutupi bagian tubuh atasnya dan bagian pinggang hingga kakinya berwarna biru tenang yang berlapis bahan organza


Arin terlihat seperti cinderella nyata yang hadir ditengah-tegah pesta malam ini, wajah keduanya begitu terpancar akan kebahagiaan milik mereka berdua. Mereka berdua berjalan dengan pelan menuju kursi yang diiringi musik beautiful in white, terlihat sesekali perempuan cantik itu melambaikan tangannya pada teman-temannya yang menyempatkan hadir di tengah-tengah kebahagiaan dirinya


Dengan ramah mereka menghampiri satu persatu meja tamu-tamu yang ada. Mereka tidak hanya diam ditempat dan bersalaman menunggu tamu, namun bercengkerama dengan dekat dan membaur bersama.. hal ini akan lebih manis di rasakan para tamu undangan juga bagi mereka sendiri


"halo temen-temen.." sapa arin dengan senyum merekah


"hai pengantin baru" ucap alika yang menautkan pipi mereka


"masyaallah, aamiin terima kasih cantik.." jawab arin tersenyum


"arin.. um tuan arkana selamat atas pernikahannya" ucap alika mendahului


"semoga pernikahan kalian selalu diberikan kebahagiaan" lanjut rio


"thanks..." jawab arin juga arkana yang tersenyum


"arin selamat, semoga sakinah mawadah warrohma" ucap zakia


"semoga segera diberikan momongan yang sholeh dan sholeha.." tambah yogi seraya tersenyum canggung pada arkana


"aamiin" jawab satu geng teman arin di perusahaan


"sekali lagi selamat rin, selamat bahagia atas pernikahan kamu dan tuan arkana" ucap alika


Arin tersenyum lebar dengan meneteskan air matanya "terima kasih ya al, rio.. zakia, yogi atas kehadiran kalian, doa baik kalian buat aku dan mas arka. Terima kasih banyak kalian udah mau jadi temen aku selama di kantor, selalu ada dan bantu aku kalo ada hal yang aku nggak paham.. maaf ya kalau selama ini sikapku ada yang buat kalian jengkel dan nggak suka" ucap arin yang menggenggam tangan alika dan zakia juga tatapannya yang mengarah pada rio dan yogi


"kita temen.. sudah seharusnya bukan?" ucap rio tersenyum


Arin tersenyum lebar "kalian memang orang-orang baik"


"oh ya.. kalian belum makan hidangannya? makan dulu ya, jangan langsung pulang" ucap arin


"itu pasti rin" ucap yogi refleks


Membuat alika dan yang lain menatap bersama pada arkana


"silahkan jangan sungkan, hari ini kalian tamu" jawab arkana santai

__ADS_1


'ya ampun.. kek di tegesin banget' pikir yogi dalam hati


"ah iya tuan.. terima kasih" jawab alika sedikit menunduk


Arin tersenyum ramah "kita selfie dulu?" tanyanya arin membuyarkan kediaman teman-temannya


"tentu saja" jawab rio


Lalu mereka melakukan selfie dan mengambil beberapa foto bersama


"dinikmati ya pestanya, kalau begitu kita pamit mau ke meja tamu yang lain" ucap arin tersenyum


"ah iya silahkan rin" jawab zakia


"baru kali ini kondangan berasa tegang.. kek mau presentasi" ucap yogi setelah arin dan arkana berlalu, seraya menaikkan bahunya membuat mereka semua tertawa cekikikan


Hari semakin malam, namun para tamu undangan masih nyaman dengan suasana pesta dan saling bercengkerama. Arkana jujur saja tak tega melihat arin akan kelelahan dengan high heels tinggi yang digunakan istrinya itu


"kita masuk ya, sudah semakin malam.. ini kaki kamu pasti sakit" ucap arkana


"nanti saja mas, nggak enak kalo kita tinggal pergi" jawab arin


"sayang.." sapa kakek mendekati mereka


"istirahatlah, kana benar ini semakin malam.. udara juga semakin dingin, kakimu juga akan keram nantinya. Kembalilah ke kamar ya" ucap kakek yang mengelus kepala arin


Arin terlihat bingung


"arin kamu capek?" tanya ibu yang juga menghampiri putri kecilnya


Ibu yang melihat arin sedikit gugup menjadi tersenyum, putri kecilnya itu gugup jika kembali ke kamar bersama arkana.. laki-laki yang kini telah sah menjadi suaminya


"tak apa sayang, kalo kamu capek pulanglah ke kamarmu bersama suamimu" ucap ibu


"nanti acara disini ibu dan kakek yang pegang" timpal ibu


Akhirnya arin hanya mengangguk mengiyakan ucapan mereka semua, namun pandangannya mengedar mencari seseorang


"cari siapa hm?" tanya arkana mengelus punggung arin


"kk dhan dimana?" tanyanya


"itu kk dhan mu" jawab ibu melihat faidhan makan bersama beberapa teman yang ia kenal juga bekerja dengan arkana


"kk dhan" arin menghampiri kakaknya


"sayang.. kenapa?" tanya faidhan


"kami akan pulang kembali ke kamar, sepertinya arin sudah pegal dengan high heels miliknya" jawab arkana membuat faidhan menoleh pada arkana


Faidhan jelas tahu bahwa sekarang arkana suami adiknya, jadi bukan haknya melarang arkana


"baiklah tak apa, kembalilah ke kamarmu.. adik kakak pasti merasa lelah" jawabnya


"arkana jaga arinku" ucap faidhan


"pasti" jawabnya


Arin tersenyum lalu memeluk faidhan


"arin duluan kk dhan, selamat malam"


"selamat malam kesayangan kk" jawab faidhan mencium kepala arin

__ADS_1


Next episode,,


__ADS_2