My Charming Boss

My Charming Boss
48. Jalan-jalan


__ADS_3

"pagi pak" sapa arin pada security depan


"eh pagi bu arin" jawabnya


"makin hari makin cerah saja bu arin" ucap security lain


"hehe si bapak, jadi kepedean nih saya" jawab arin "mari pak, saya permisi ke duluan" lanjutnya


"iy, silahkan bu" ucapnya


Hari ini arin optimis untuk bersikap lebih baik, tidak ingin memikirkan apa pun dan terus semangat kerja agar hal-hal negatif keluar dari pikirannya


"semangat arin" gumamnya pelan


"semangat" sapa gama


"eh tuan gama, pagi" arin tersenyum ramah


"no, tidak ingat sudah bersepakat bagaimana?" tanya gama


"ha? hehe" arin tertawa kecil "bukankah sekarang masih jam kerja?, berarti tuan yang tidak mengingatnya bukan?" tanya arin


"haha yaya perempuan akan selalu menang bukan?" ucapnya terkekeh


"tepat" ucap arin tersenyum


"ekhm"


Seketika arin dan gama menoleh, mencari sumber suara


'ah tepat sekali waktunya' pikir gama


"oh hai tuan arkana, selamat pagi" ucapnya


'heh.. dasar orang ini' ucap arkana dalam hati


"hm.. pagi" jawabnya pada gama


"pagi nona arin" sapa tomi yang menyadarkan arin


"ha? iyya asisten tomi, selamat pagi.. um selamat pagi tuan" ucapnya gugup


"selamat pagi" jawab arkana


"ah ya arin, sepertinya aku harus kembali ke ruanganku dulu.. bye adik cantik, kakakmu yang tampan ini pergi duluan" ucap gama seraya mengedipkan matanya pada arkana


'kakak?' pikir arkana 'sudah sejauh mana kedekatan mereka, laki-laki ini benar-benar'


"nanti pulang bersamaku, tunggulah tomi.. nanti ia akan datang menjemputmu. Aku akan pergi ke ruanganku" ucap arkana tanpa menunggu jawaban arin


"ayo tomi," ucap arkana seraya berjalan


Tomi mengangguk "mari nona" ucap tomi


Dengan bingung arin mengangguk dan menatap arkana pergi,


'kenapa sikapnya harus begitu? sikapnya itu bikin akunya jadi bingung saja, terasa dekat tapi jauh, terasa jauh tapi kok kek dekat' pikirnya


"dorr" kejut kia

__ADS_1


"akhh" teriak arin seraya menutup mulutnya "kia" ucapnya


"kamu ngagetin aku kiaa" ucap arin mengatur nafasnya


"haha iyya maaf" ucap kia tersenyum lucu


"aku udah lama nggak liat kamu ki"


"hehe ya gitu deh, beda divisi beda lantai juga" ucapnya


"ayoo bareng,"


"yuk"


"lain kali kita jalan yaa" ucap kia


"boleh, kalau sama temanku juga boleh ya?" tanya arin


"alika ya? boleh kok, lebih rame lebih seru"


Ting..


"aku duluan ya rin" ucap kia yang sudah beranjak keluar lift


"oke.." jawabnya


Selama beberapa jam kerja arin tetap fokus akan pekerjaannya, hingga tak terasa waktu pulang pun sudah tiba.. arin dan alika membereskan pekerjaan mereka dan mengemas barang-barangnya masuk ke dalam tas


"eh rin mau bareng aku?" tanya alika


"um besok aja al, aku mesti ke tempat lain dulu" ucap arin mencari alasan


"okeh deh, yuk"


"ayokk, ke bawah bareng.. kenapa bingung?" tanya alika


"oh iyaya yok" ucapnya


'duh ngehindarin alika nggak enak banget, tapi kalau ngomong nanti alika mikirnya udah jauh aja. Nanti dikira akunya halu lagi, cuma karena tuan arkana bersikap baik'


"ya udah rin, aku duluan ya bye" ucap alika


"iya bye, hati-hati ya al" ucap arin


Dengan pandangan mencari-cari, arin berdiri di depan lobi. Karena tidak tahu harus bagaimana menunggu tomi, dimana, dan sampai kapan. Akhirnya arin memutuskan untuk pulang saja.. namun saat arin sudah melangkah beberapa langkah terdengar tomi menyapa dirinya,


"nona?" panggil tomi


Arin berhenti melangkah dan menoleh ke arah tomi seraya tersenyum dengan gigi putihnya "oh hai tomi" jawab arin pura-pura meregangkan tubuhnya


"tadi badanku sedikit kaku" jelas arin yang sudah terlihat jika ia sedang berbohong


'anda sungguh lucu nona' ucap tomi dalam hati seraya mengangkat sedikit senyumnya


Tomi hanya mengangguk seraya tersenyum "tuan sudah menunggu nona di mobil, mari saya antar ke pintu samping nona" ucap tomi


"ah iyaya?, um baiklah" jawab arin yang berjalan mengikuti tomi


Terlihat disana bahwa arkana telah menunggu di dalam mobil, sepertinya ia akan mengendarai mobilnya sendiri

__ADS_1


"silahkan nona" ucap tomi yang sudah membukakan pintu


Arin mengangguk "hm.. terima kasih" jawabnya


Ceklek.. kemudian tomi menutup pintu mobil tersebut, dan arkana mulai melajukan kendaraannya. Arin yang merasa gugup dengan keadaan memilih diam, dan tidak banyak bicara


"kemarin aku pergi mengunjungi apartemen bram dan olla" ucap arkana


Arin menoleh pada arkana "um..ya, aku tidak melihat tuan kemarin" ucapnya pada arkana


"ternyata kamu memperhatikan keberadaanku hm?" tanya arkana tersenyum


"tidak begitu tuan, hanya.."


"tuan?" tanya arkana


Arin menatap arkana "ah?? iy.. mas"


"jangan panggil tuan lagi, nggak enak dengernya" ucap arkana


Arin tersenyum mengangguk "um.. mas"


"iya??" potong arkana


"kita mau kemana mas?, ini bukan arah pulang ke ruko?" tanya arin "oh atau kita mau jalan-jalan ya?" lanjutnya tertawa kecil


"iya memang, kita pergi ke mall dulu ya.. nanti makan malamnya di restoran mall saja" jawab arkana


'aku pikir hanya bercanda, ternyata benar ya?' pikirnya


Karena tidak ingin banyak bertanya dan mengganggu arkana, arin hanya ikut dan setuju dengan rencana arkana


Kini mereka sudah tiba di tempat tujuan mereka,


"ternyata malam ini ramai sekali, disana ada apa ya?" ucap arin menatap ke arah lapangan dan karnaval malam yang ada di seberang jalan


Arkana mengikuti pandangan arin,


"hm.. karena ini juga malam minggu, disana juga sedang ada karnaval, mungkin wahana atau sirkus" jawab arkana


Dengan mata berbinar arin menoleh pada arkana "benarkah disana ada sirkus?" tanyanya


Arkana mengangguk "ingin melihat?" tanya arkana


"apa boleh?" tanya arin antusias


"tentu saja" jawabnya tersenyum


"ayo, sebelumnya aku belum pernah melihat sirkus? pasti pertunjukannya sangat seru" ucapnya semangat


Arkana tersenyum "boleh sayang, ayo" dengan cepat arkana menggenggam tangan arin agar terus disampingnya


Arin tersenyum merona mendengar ucapan arkana seraya menatap genggaman tangannya yang berada di dalam genggaman arkana


Arin terlihat sangat tertarik dengan pertunjukan sirkus yang ada di sana, mereka membeli tiket masuk namun pertunjukan sirkus baru akan mulai dua jam lagi


Karena tidak ingin membuang waktunya dengan percuma, arin mengajak arkana untuk menaiki beberapa wahana yang ada. Mulai dari menaiki biang lala dengan antrian yang sengaja dibayar arkana agar mereka bisa cepat naik, asik dan serunya mereka saat berfoto di dalam sebuah box, sampai tertawa lepas juga nafas yang terlihat memburu saat mereka berhasil keluar dari wahana rumah hantu..


Awalnya arkana merasa bingung bagaimana mengajak arin pergi ke karnaval itu, mengingat dirinya tidak pernah pergi bermain wahana di karnaval kejut seperti ini, namun karena melihat arin sangat antusias.. maka arkana dengan senang hati ikut menemani arin

__ADS_1


Begitu juga dengan arin, ia seperti anak usia dini yang sangat bahagia bisa bermain bebas di wahana seperti ini


Next episode,,


__ADS_2