
"hm.. pestanya di dalam sayang, ayo" ucap arkana merangkul pinggang arin
Arin hanya patuh dan mengikuti langkah kaki arkana, saat memasuki pintu berukuran besar tersebut.. kebingungan arin bertahan saat ia tetap tidak melihat seorang tamu pun. Namun perhatiannya dan pendengarannya kini terusik karena sayup-sayup terdengar sebuah musik yang sedang diputar, semakin arkana menuntunnya melangkah maka semakin terdengar jelas alunan musik itu mengalun dengan begitu indahnya. Ia begitu mengenali musik ini.. ya ini grup musik yang begitu ia sukai 'music travel love - i will'
Kini kakinya berjalan mendekati pintu kaca besar yang tertutup gorden putih tipis.. bergerak melambai dengan begitu lembut, seakan mengikuti iringan musik yang diputar
Dengan otomatis gorden tersebut terbuka dengan sendirinya, menampilkan suasana pesta out door yang begitu mewah dan elegan.. dekorasi dengan dominasi warna rose gold begitu bersinar indah memukau, pemandangan yang menampilkan sinar lampu gedung dan rumah penduduk terlihat jelas dari atas vila ini.. berpijar seperti kunang-kunang
Kini matanya menyoroti orang-orang terdekatnya berdiri di hadapan meja panjang yang dengan dipenuhi banyaknya cake kecil dan appatizer, mereka terlihat tersenyum menyambut kedatangan dirinya dan arkana. Arin tersenyum lebar memandang semua orang, 'ada apa ini?' pikir arin
Tanpa bicara arkana merangkul arin agar mendekat pada semua orang yang telah lama menunggu mereka
"ibu, mona.. semuanya..?" tanya arin menggantung
Dan semuanya hanya mengangguk mengiyakan ucapan arin
"ekhm.." arkana berdeham
"selamat malam, sebenarnya ada yang akan ku sampaikan, dan.. sebelumnya terima kasih telah bersedia hadir di acara yang begitu sangat istimewa bagi hidupku"
"um bagi kami" ucap arkana menggenggam tangan arin lembut
"aku tahu begitu berartinya kalian untuk kami, terutama kakek.. ibu.. terima kasih telah memberikanku kesempatan. Aku ingin kalian menjadi saksi dan bagian dari cerita bahagia kami malam ini" lanjutnya
Dengan jantung yang berdegup kencang arkana menatap lekat wajah arin,
"arin..
aku tidak tahu bagaimana harus memulainya.. semenjak kamu hadir di hidupku, semuanya nampak berarti dan membuatku ingin terus menatap hari esok kembali bersama dengan dirimu"
Dengan lembut ia tetap menggenggam tangan arin erat,
"setiap saat membuatku berpikir untuk selalu bersama kamu, melindungi kamu, memelukmu.. melihat pipi chubby yang selalu merona saat aku mendekatimu, wajah takutmu saat melihatku kesal atau bahkan marah, menangis karena tertawa lucu bersama diriku, tertidur lelap disampingku, wajah cemberut kamu saat sedang cemburu atau bahkan menangis bahagia karena bouquet bunga yang kuberikan"
"aku ingin melihat semuanya, aku ingin memilikimu selalu, mencintaimu selalu di setiap harinya.. terus dan terus, menjaga dirimu selalu, membuat senyuman di wajahmu tetap terpatri dan juga untuk anak-anak kita kelak nanti" ucapnya tersenyum
"Farhin Shalimar Widad maukah kau menikah denganku?
Deg..
Arin tidak berkedip menatap pada arkana
"menjadi bagian dari hidupku, menjadi tujuan untukku melanjutkan hidup, menjadi seorang istri yang mencintaiku, menjadi mama untuk anak-anak kita... bersedia kah?" ia menjeda kalimatnya
"menikahlah denganku"
__ADS_1
Arkana menatap harap pada arin, dengan masih menggenggam erat tangan gadisnya itu. Terlihat buliran air mata menetes di pipi chubby itu, perlahan arkana mengusapnya lembut
"dont cry sayang," ucap arkana pelan
Arin menganggukkan kepalanya seraya menetralkan detak jantung dan pikirannya dengan baik
"arin.. arin mau" jawabnya sangat pelan
Arkana tersenyum tipis "aku tidak mendengarnya, bisa katakan lagi?"
Arin semakin gugup dibuat arkana, terbukti kini tangannya begitu dingin dan bergetar
"iy..ya arin mau" jawabnya sedikit lebih keras dari tadi
"kakek tidak dengar" ucap kakek menyahut menggoda arin
"bella duga tidak dengall opa buyut " ikutnya bicara mengikuti kakek hen
Arkana tersenyum mendengar ucapan kakek dan bella "see.. katakan lagi sayang,"
Kini pipi chubby itu semakin merona, dengan hati yakim kini arin berucap
"arin mau dibimbing mas arka, arin mau mencintai mas arka terus dan terus.. arin mau melihat senyum mas arka di malam menjelang tidur dan dipagi hari sebelum mas bangun, arin mau menangis haru saat melahirkan anak-anak kita, arin mau" ucapnya tersendat menahan tangis
"arin mau menikah dengan mas arka"
Dengan cepat arkana merengkuh arin masuk ke dalam dekapannya, memeluknya dengan begitu erat seraya mengecup kepala arin
"terima kasih sayang.. terima kasih, mas mencintai arin.. i love you sayang" ucapnya memutar tubuhnya seraya menggendong arin yang kini menangis bahagia seraya tertawa geli pada kelakuan arkana
Arkana berhenti dengan menatap arin kembali "hm??" tanya arkana menenggakan dagunya
"arin berat?" tanyanya polos
"hahahaha"
Semua orang tertawa mendengar ucapan arin
"i love you sayang, jawabnya apa hm?"
Arin tersenyum malu dan mengangguk "arin juga"
"apa?" tanya arkana mencubit gemas hidung arin
"i love you mas arka" ucapnya lalu dengan cepat arin memeluk arkana lalu menyembunyikan wajah malunya di ceruk leher arkana
__ADS_1
"haha kenapa kamu ini begitu menggemaskan gadis lolaku sayang" ucap arkana mengelus lembut punggung belakang arin
"ekhm.." ibu menggeleng perlahan
"sudah cukup pelukannya, nanti kalau sudah sah baru boleh" goda ibu
"sekarang kita makan malam dulu, kakek tahu.. pasti cucu menantuku ini sudah lapar" ucap kakek menambahi
Arin berjalan mengikuti kakek yang telah menariknya ke meja makan lengkap itu
"ckk.. kakek arin itu milikku" ucap arkana bersungut pada kakek
"belum, unofficial.. ingat itu" jawab kakek
Arin tersenyum melihat mona yang tersenyum padanya, lalu memeluk perempuan itu erat "hei.. lihatlah tuan arkana, temanku ini begitu cengeng. Kau yakin dengan dia?" goda mona
"monaaaa" rengek arin
Arkana tersenyum dan memilih duduk disamping kanan arin
"kana akan sedikit kualahan menghadapi arin, seperti.."
"seperti apa honey?" tanya olla menunggu ucapan bram selanjutnya
"haha" tawa leo menggema "kena kau"
"om luthu bella suka om luthu" ucap bella tiba-tiba
"little princess, om itu seram.. kamu tidak takut?"
Bram menatap aneh pada leo, bagaimana mungkin orang yang selalu bergelut dengan orang bawah tanah itu kini sibuk membuat putrinya tertawa
Bella tertawa cekikikan seraya menggelengkan kepalanya "om na luthu pa, bella ndggak takut kok.."
"jika mau menikahlah dan buat sendiri" ucap bram pada leo
Olla yang mendengar ucapan suaminya pun tidak ambil pusing, apalagi leo.. ia sibuk meladeni gadis kecil itu
"arin, arkana congratulation.. aku ikut bahagia atas kabar baik ini" ucap olla seraya memangku bella yang masih tertawa cekikikan melihat ke arah leo yang sedang memasang wajah konyol
"sayang.. ayo ucapkan selamat pada tante arin dan om kana"
"ante alin sama-sama om ganteng celamaat bahagia" ucapnya seraya tertawa melihat ke arah leo
Arin tersenyum "terima kasih anak cantik, terima kasih banyak mbak olla" ucapnya
__ADS_1
Next episode,,