
"arin aku pulang duluan ya, hari ini aku ada acara reuni bersama teman-teman sekolahku dulu" ucap alika
"hm.. have fun ya" jawab arin
"pasti" jawab alika seraya tersenyum lebar
"bye bye arin sayang, aku duluan ya temanku dah menunggu dibawah" pamitnya dengan berlari kecil meninggalkan ruangan
"iyya bye hati-hati al" ucap arin sedikit berteriak
"eh ayang beb yogi, mau pulang bareng yogi nggak?" tanya yogi
Arin tersenyum "nggak perlu gi, tuh nanti gebetannya pulang duluan loh" jawab arin terkekeh
"haha bisa aja, ya udah duluan ya ayang beb" ucap yogi
Arin hanya tersenyum seraya membereskan barang-barangnya ke dalam tasnya
Setelah arin selesai, ia melangkahkan kakinya dan beranjak pergi meninggalkan ruangan. Terlihat keadaan sudah sepi, banyak karyawan yang sudah pulang sejak tadi dan ada beberapa karyawan yang masih menetap karena harus lembur
Saat hendak berjalan keluar dari lift, tiba-tiba tangannya di tarik seseorang dari samping. Dengan panik arin menoleh dan menghembuskan nafasnya lega saat ternyata ia mengenal orang tersebut
"bu lis? bikin arin jantungan deh, ada apa bu?" tanya arin
"ayo non ikut saja" ajak bu lis seraya menggandeng tanganku
"tapi kita mau kemana bu?" tanyaku bingung
Tanpa mempedulikan perkataan arin, bu lis membawa arin menuju parkiran tempat dimana arkana menyimpan mobil pribadinya yang akan ia gunakan sewaktu waktu, tanpa harus menggunakan driver pribadinya
Karena keadaan kaca mobil yang gelap arin tidak bisa melihat dengan jelas siapa orang yang ada di dalam mobil itu
"bu kenapa arin dibawa kesini?" tanya arin
"percaya sama ibu, um.. saya permisi ya non" ucapnya seraya berlalu
"masuk" ucap arkana dari dalam mobil seraya membukakan pintu mobil untuk arin
Dengan perasaan yang tak menentu arin mematung dengan apa yang ia lihat di hadapannya. Tanpa sadar arkana sudah menggandengnya untuk masuk ke dalam mobilnya
Seakan dunia berhenti arin tidak bisa bergerak sadar maupun berbicara, ia mulai tersadar saat arkana menutup pintu dan mulai bergerak melajukan kendaraannya
"bagaimana kabarmu?" tanya arkana
Arin tersenyum menanggapi pertanyaan arkana
'aku senang bisa menatapmu lagi' pikirnya
Arkana merasa senang saat arin tersenyum padanya, namun pikirannya kembali teringat pada gama, bagaimana arin tersenyum pada gama
Seketika wajah arkana berubah kesal
__ADS_1
"um.. apa kabarmu baik?" tanya arin
"menurutmu?" jawabnya kesal
Arin yang menyadari wajah arkana berubah membuat arin menjadi canggung dan merasa bingung dengan raut wajah arkana
"tidak ada" jawabnya pelan
"apa saja yang kamu lakukan saat aku tidak ada?" tanya arkana lembut saat melihat arin yang menundukkan kepalanya
Arin melihat pada arkana yang ada di sampingnya "um.. seperti biasa tidak ada yang berbeda" jawab arin
"aku senang melihatmu kembali" ucap arkana
Dengan wajah yang merona arin tersenyum mendengarkan ucapan arkana
Tentu saja arkana semakin gemas dengan perempuan di sampingnya ini,
"ku dengar kamu mendapatkan kontrak kerjamu?" tanya arkana
Arin mengangguk senang "iyya sungguh aku sangat berterima kasih" ucapnya
"itu kemampuanmu, tidak perlu berterima kasih" ucap arkana tersenyum
Dengan kagum arin terpanah melihat arkana tersenyum "tuan anda terlihat sangat menawan saat tersenyum" ucap arin dengan refleks arin menutup mulutnya
"maafkan aku" jawab arin
Karena sudah sangat merona dan malu arin tidak bisa bicara lagi untuk menjawab arkana, hingga akhirnya mereka sampai di depan ruko
"um terima kasih tuan" ucap arin tersenyum
Arkana hanya mengangguk pada arin, namun sebelum arin turun terlihat ibu sedang menggendong bella, sepertinya mereka akan menghampiri mobil arkana
"ibu?" gumamnya pelan
"aku permisi tuan" ucap arin seraya membuka pintu mobil untuk keluar
"di anterin siapa? ajak masuk dulu gih, sebentar lagi magrib sayang" ucap ibu
Tanpa mendengar jawaban arin ibu sudah berjalan dan sedikit membungkukan badannya untuk bisa melihat arkana yang ada di dalam mobil
"nak arka?" tanya ibu
Arkana yang ditanya menganggukkan kepala seraya tersenyum
'bagaimana ia tahu namaku?' pikir arkana
"ayo masuk dulu, sudah mau magrib juga" ucap ibu
Karena rasanya tidak sopan menolak, akhirnya arkana mengiyakan ajakan ibu. Arkana berjalan mengikuti arin yang berada di depannya
__ADS_1
Mereka naik ke lantai atas, dengan bella yang sudah menempel pada arin sejak tadi. Di dalam hati arkana bertanya-tanya siapakah anak kecil ini yang sedari tadi tidak ingin lepas dari arin
'apakah arin sudah menikah? atau mungkin sekarang single mom?'
'tapi identitas arin menunjukkan ia single dan bukankah arin masih terlalu muda untuk bisa memiliki putri kecil seperti ini?'
"tuan?" sapa arin
"hm.." jawab arkana tersadar
"ini ada brownies dan minumannya, maaf kami hanya punya ini" ucap arin tersenyum canggung, bagaimana tidak orang besar seperti arkana berkunjung ke rumahnya.. hm bukan rumah, tepatnya ruko yang mereka sewa untuk berteduh dan membuka usaha agar bisa membiayai keperluan mereka
"hm tidak masalah" jawabnya
"ante ini siapa?" tanya bella yang duduk manis di pangkuan arin seraya memeluk boneka nemonya
"oh iya tante lupa ya mau kenalin, kenalin ini um.." arin bingung bagaimana memperkenalkan arkana pada bella
"siapa ante?" tanyanya mendongak
"ini namanya om arka sayang" jawab arin
Tak seperti orang lain yang merasa takut dan segan pada arkana, bella dengan lucunya menatap intens pada arkana
"hai om alka" ucapnya seraya malu-malu menatap arkana "ini boneka bella namana memo" ucapnya lucu
Hal yang sama dilakukan arkana, ia terus menatap bella, ia merasa bahwa ia pernah melihat bella sebelumnya namun ia tidak tahu kapan dan dimana
"om alka kenapa diam saja ante?" tanya bella yang menggoyangkan lengan arin
"tuan?" tanya arin bingung melihat arkana yang diam dan mulai tersadar saat ia memanggilnya
"apakah ada yang mengganggu tuan?" tanya arin
Belum sempat arkana menjawab bella sudah ikut berbicara
"kenapa tuan?, om alka bukanna sama sama ante alin kan, kenapa sepelti mbok yang panggil tuan sama papa?" tanya bella
"eh?" arin bingung harus menjawab apa, dan kenapa anak sekecil ini sangat kritis saat bertanya
Sedangkan arkana terlihat bingung dengan kalimat bella, ia tidak mengerti apa yang sedang ditanyakan anak kecil ini sehingga membuat arin bingung untuk menjawab
"bukanna ante itu sama om, papa sama mama, telus oma sama opa kan ante?" tanyanya pada arin
"tante arin cuma bercanda panggil om tuan, iya kan tante arin" jawab arkana setelah ia mengerti kemana arah pembicaraan anak kecil itu
Arin tersenyum dan menganggukkan kepala
"oh sepelti itu" jawab bella mengangguk
Next episode,,
__ADS_1