
"katakan" ucap arkana yang sedang duduk santai bersandar di jet pribadinya seraya menatap pada ponselnya
Dengan ragu tomi menjawab, ia sangat tahu bagaimana cemburuannya tuannya ini pada seorang gadis sederhana yang bernama arin
"katakan tomi, jangan membuatku menunggu" ucap arkana datar
"saya mendapat informasi bahwa tuan gama terlihat bersama nona arin tuan, sepertinya tuan gama menyapa nona" jawab tomi
Arkana terdiam tanpa mengatakan apa pun, begitu pula dengan bram yang tampak hanya diam duduk di hadapan arkana tanpa mau ikut campur dalam urusan orang yang wajahnya sudah sangat tidak bersahabat itu
"berikan fotonya?" ucap arkana
Tomi bergerak mengirimkan foto tersebut pada arkana
Tring..
Wajah arkana sudah mengeras kesal menatap ponselnya, ia tak suka gadis lolanya dekat atau bahkan hanya saling sapa pada laki-laki lain
Namun yang ia lihat arin tersenyum dengan gama, tak terlihat gurat takut atau canggung yang arin tunjukkan saat bersama dengan gama tak seperti saat bersama dengan dirinya
'kau tidak merindukanku gadis lola?'
'apa karena gama?'
'benarkah itu?'
'kupikir satu minggu akan membuatmu sangat merindukanku, tapi??'
Arkana mengeram kesal dan mengacak rambutnya sembarangan
"semuanya baik?" tanya bram
Arkana menganggukkan kepala
"pergilah tomi" perintah bram
Tomi hanya mengangguk dan beranjak pergi
"yaya aku tidak memaksa seseorang untuk bicara, itu hakmu" ucapnya santai
"apa dia tidak ada perasaan padaku?, perhatian yang selama ini kuberikan" ucap arkana menunduk
"boleh aku tahu apa yang ada disana?" tanya bram yang menatap ponsel arkana
"hm.." dengan pelan arkana menunjukkan foto tersebut pada bram
"ini gama?" tanya bram
Arkana hanya mengangguk
__ADS_1
"lalu apa masalahnya?" heran bram
"kau tidak lihat? gadisku tersenyum padanya" jawab arkana kesal
"yang benar saja kana, kurasa dia itu bukan kau yang tidak tersenyum pada orang lain" ucap bram
"kau cemburu hanya karena ini, ckkk" lanjutnya dengan menggelengkan kepala heran
Seolah arkana tuli ia hanya berdialog dengan dirinya sendiri
"apa yang sedang gama lakukan?, ingin berperang denganku? merebut gadis lolaku?" gumamnya pelan
'apakah tersenyum dengan orang lain itu kesalahan?' pikir bram
'takkan ku biarkan' ucap arkana dalam hati
'apa yang ada di pikiran gama? kali ini apa lagi yang akan dilakukannya' ucap bram dalam hati
Bram bukanlah orang baru yang mereka kenal, sejak dulu arkana dan gama sudah saling mengenal dengan bram
Namun dengan arkana, selama ini bram hanya memiliki hubungan bisnis saja. Lain halnya dengan gama, bram memiliki hubungan baik layaknya teman dekat
Jadi bram bukan tak paham dengan gama, bram tahu gama tidak mengganggu gadisnya arkana. Namun ia masih tidak tahu apa yang dilakukan oleh gama
________________
Setelah penerbangan beberapa jam yang telah ditempuh arkana tidak bisa menahan diri untuk tidak segera pergi ke perusahaan
"bram kau pergilah bersama tomi, tinggallah di mensionku atau apartemen" ucapnya pada bram
"dan tomi urus semua pengaturan tempat tinggal untuk bram, buat dia nyaman" lanjutnya pada tomi
"baik tuan" jawab tomi
Bram hanya mengangguk mengikuti pengaturan dari arkana
"kita akan urus pencarian untuk istri dan putrimu, namun setelah ini, karena ada hal yang perlu ku lakukan" ucapnya tegas
"hm pergilah" jawab bram
Bram tentu saja tidak bisa memaksa kemauannya dan mengesampingkan kepentingan orang lain, sehingga membuatnya memaklumi keadaan arkana
Dari bandara mereka berpisah, tomi dan bram pergi menuju mension milik arkana. Bram memutuskan untuk tinggal di mension arkana saja, mengingat jika ada hal penting maka ia dan arkana tidak akan kesulitan untuk segera bertindak
Sedangkan arkana pergi dengan driver pribadinya, mereka pergi meninggalkan bandara menuju perusahaan HSM Group
"selamat siang tuan" sapa karyawannya yang berada di meja lobi
Arkana hanya membalas dengan anggukan dan berlalu memasuki lift menuju ruangannya
__ADS_1
"laura, panggilkan office girl kemarin" ucap arkana seraya melewati meja sekretarisnya itu dan menutup pintu ruangannya dengan kencang
"baik tuan" jawab laura
'ada apa dengan tuan arkana? sepertinya suasana hatinya sedang tidak baik' gumam laura
Tok.. Tok..
Ceklek..
"permisi tuan" ucap laura
"hm, suruh dia masuk" perintah arkana
Laura mengangguk "silahkan masuk, anda sudah di tunggu tuan arkana" ucap laura
Perempuan berumur itu pun menganggukkan kepalanya seraya berjalan masuk
"permisi tuan, anda memanggil saya?" tanya bu lis
"hm.. anda pernah menumpahkan kopi panas dengan arinku pada waktu lalu bukan?" tanya arkana
Bu lis sudah merasakan kakinya lemas tak bertulang, ia menunduk mengatur nafasnya yang sudah sesak layaknya tersiksa saat ditatap dengan tajam oleh seorang arkana
"jawablah, aku tidak punya waktu hanya untuk menunggu saja" jawab arkana
"maafkan saya tuan" jawab bu lis, ia tahu bahwa ia mempunyai masalah dengan arkana saat ia melihat arin, perempuan yang tak sengaja ia tumpahi kopi sedang makan siang bersama arkana di ruangan tuannya ini
"aku akan memaafkan hanya dengan satu syarat" ucapnya
"jelaskan padaku apa saja yang dilakukan arin saat aku tidak ada, bersama siapa saja dia, dan apa pun itu. Dimulai dari sekarang" lanjut arkana
Namun bu lis diam tidak bereaksi
"katakan atau anda boleh keluar sekarang dan jangan kembali lagi"
"um.. nona arin seperti biasa tuan, ia tetap semangat bekerja, ia juga seperti biasanya menyapa saya dan juga karyawan lainnya. Beberapa hari ini nona arin sering makan di ruangannya tuan, mungkin hanya dua kali terlihat nona arin makan di kantin" jelas bu lis
"dan iya tuan pernah saya melihat nona arin ngelamun tuan, saat saya tanya nona arin bilang hanya kurang tidur" lanjutnya
"sudah berapa kali melihatnya melamun?" tanya arkana
"hanya pada saat itu tuan, setelahnya saya tidak tahu tuan, saya juga tidak selalu melihat nona arin" jelasnya
Arkana mengangguk "selalu perhatikan arin untuk kedepannya, dan ya aku tidak ingin ia terluka lagi baik itu kesalahan darimu atau kesalahan dari orang lain"
"lanjutkan pekerjaanmu" ucap arkana
"baik tuan, saya permisi" ucap bu lis
__ADS_1
Next episode,,