
"hei apa kau kekasih arkana nona?" tanya gama yang sudah menggoda arin
"um.. bu.."
"apa yang kau lakukan padanya?" tanya arkana memotong pembicaraan mereka
"haha lihatlah nona, um.. arin bukan?" tanya gama
Arin hanya tersenyum dan menganggukkan kepala
"oh tuhan senyummu sangat manis" ucapnya yang menggoda arkana
Arkana hanya menatap geram pada saudaranya itu
Gama tertawa keras "hati-hati nona, kau sudah tertangkap dan tidak bisa keluar lagi"
'arin hanya diam saja seraya mendengarkan pembicaraan gama'
"kau tahu arin? kekasihmu itu sangat posesif, jangan dekat dengan laki-laki lain jika kau tidak ingin melihat singa kejam yang ada pada dirinya"
"baiklah aku permisi nona cantik" seraya tersenyum dan mengedipkan matanya pada arin
Gama sangat senang menggoda arin, lebih tepatnya menggoda arkana.. melihat saudaranya itu kesal sudah menjadi hiburan bagi gama
Arkana membukakan pintu mobil untuk arin "masuk" ucapnya dengan nada dingin
Arin hanya mengikuti perintah arkana, melihat laki-laki itu sudah kembali datar membuat arin merasa canggung
Arin dengan mencuri pandang menatap arkana dari sampingnya
"apakah sangat menyenangkan menatapku?" tanya arkana dengan wajah yang sudah tidak mengerikan tadi
Arin tersenyum melihat arkana yang sudah dalam keadaan baik, lalu mengalihkan pandangannya keluar tanpa menjawab pertanyaan arkana
"ingin makan malam terlebih dulu?" tanya arkana
Arin menoleh "lain kali saja tuan" jawab arin
"kenapa?" tanyanya
"tidak apa-apa" jawab arin
"kalau tidak ada apa-apa kita makan malam sebelum pulang" kekeh arkana
"tapi.."
"no.. aku tidak suka penolakan" jawab arkana
Arin berpikir jika ia makan makanan seperti tadi siang maka perutnya akan merajuk karena hanya makan dalam porsi sedikit
Mengingat juga dirinya sangat menginginkan sate madura dengan bumbu kacang kental yang dibarengi dengan lontong daun, pasti sangat enak.. membayangkannya saja sudah membuatnya menelan ludah
"um.. apakah keberatan jika saya yang memilih tempatnya tuan?" tanya arin
Arkana menoleh pada arin, ia senang perempuan itu menyatakan pendapatnya
__ADS_1
"baiklah aku ikut denganmu" jawab arkana
Arin tersenyum senang "tomi bisakah kita melewati jalan utama saja?" tanya arin
"bisa nona" jawab tomi
"baiklah terima kasih" ucapnya dengan mata berbinar karena senang akan memakan sate
'ingin makan saja dia sudah senang sekali' pikir kana
Saat melewati jalan arin memanggil tomi "tomi, bisakah kita berhenti didepan?" tanya arin
"disini nona?" tanya tomi
"iya parkir saja didepan sini" ucap arin
Namun saat arin menoleh pada arkana, tatapan arkana seperti tidak menyukai tempat yang dipilihnya, saat menoleh pada tomi tatapan tomi pun sama seperti tidak antusias dan menyukai makanan pilihannya
"apakah kalian tidak menyukai pilihanku?" tanya arin
Arkana hanya diam, lalu tomi berbicara
"um.. nona tapi tuan tidak menyukai makan ditempat seperti ini"
Arin bingung dengan kalimat tomi "seperti ini" gumam arin
"maaf nona, maksud saya ini dipinggir jalan dan sepertinya tidak higienis.. tuan tidak terbiasa makan di tempat seperti ini nona" jawab tomi
'aku lupa jika yang ku ajak makan disini adalah tuan arka, pasti dia jijik makan disini' pikir arin
"hm.. maaf saya tidak tahu kalau kalian tidak suka jika makan di pinggir jalan" ucapnya tidak enak pada arkana dan tomi
"tidak mengapa kita akan makan disini" jawab arkana
tomi terkejut tak percaya jika tuannya mau makan di pinggir jalan
"tidak apa-apa, kita pilih saja makanan yang kalian sukai atau restoran yang mana. Aku akan ikut saja" jawab arin
"bagaimana rasa sate disini?" tanya arkana mengalihkan
"enak, aku suka.." matanya berbinar
"aku dan ibu suka beli sate disini, kau tahu.. penjualnya bersih juga maka.." arin menghentikan pembicaraannya dia baru saja sadar jika dia menyebut tuan arka dengan sebutan kau
"tuan arka maaf, saya tidak bermaksud lancang" ucapnya seraya meletakkan dua tangannya yang sudah menyatu di depan dadanya
Arkana merasa lucu dengan tingkah laku gadis lolanya ini, dia sedikit menyunggingkan bibirnya menahan senyum
"apakah kita pesan saja satenya untuk makan di mobil?" tanya arkana
Arin menggelengkan kepalanya "jangan.. nanti mobilnya beraroma sate" ucap arin dengan sedikit cekikikan keluar dari mulutnya
"baiklah kalau begitu ayo turun" ajak arkana
Saat mereka sudah keluar mobil, arin berjalan duluan dari arkana di belakang
__ADS_1
"pak de" panggil arin ramah
"eh neng arin?"
"hehe, pak de arin pesan tiga porsi ya makan disini sama satu dibungkus bawa pulang" ucap arin
"oke neng ntar pak de anter, silahkan duduk dulu neng cantik"
"iya pak de, arin duduk di dekat mobil ya" jawabnya
"siap neng"
'sepertinya dia disenangi banyak orang, rasanya setiap orang yang bertemu dengannya akan menyukainya' arkana berdialog dengan dirinya
"tuan kita duduk di sana saja ya, ayo" ajak arin yang sudah mendahului
Kemudian arin mengetuk pelan kaca mobil
"iya nona?" tanya tomi
"kenapa di dalam? ayo kita duduk di luar saja tomi, lebih enak duduk di luar menikmati udara malam sambil makan sate" ucap arin semangat
Lalu tomi melihat arkana yang hanya menganggukkan kepala "baiklah nona" jawab tomi
Mereka memilih duduk sedikit menjauh dari orang lain, arin paham jika arkana tidak menyukai tempat dengan banyak orang
"neng cantik, ini satenya sudah jadi" diberikannya pada arin, lalu diberikan arin pada arkana dan mengambil dua piring lagi dari pak de
"terima kasih pak de" ucap arin
"iya, pak de tinggal ya?" tanya pak de yang dijawab arin dengan anggukan karena ia sedang mengunyah lontong, rasanya arin sudah tidak sabar untuk makan
"ini satu untuk asisten tomi" diberikannya satu untuk tomi
"tapi nona.." sebelum tomi melanjutkan bicaranya arin sudah memotong
"anda tidak suka ya asisten tomi?" tanyanya "maaf aku tidak tahu, jika anda tidak suka tidak apa-apa jangan dipaksakan"
Tomi menatap arkana "saya suka sate nona" jawab tomi
"benarkah? jangan berbohong tomi, aku akan merasa bersalah jika aku memaksamu makan?" tanya arin
"sungguh nona saya suka sate"
'saya hanya tidak terbiasa diperlakukan baik seperti ini, walau tuan baik terhadap saya' pikir tomi dalam hati
Arin tersenyum "aku senang ternyata sate.."
"mau sampai kapan bicara terus?" tanya arkana
Arin pun tertawa "hehe iyy..ya tuan"
Mereka makan dengan tenang, arin dengan lahapnya memakan sate. Ia bisa merasakan perutnya mulai berisi dengan sate
Arkana mulai menikmati sate pinggir jalan, walau pada awalnya arkana merasa takut dengan rasa dan kebersihannya. Namun setelah ia merasakan ternyata rasanya tidak kalah dengan restoran mahal, juga penjualnya yang menjaga kebersihan
__ADS_1
Sedangkan tomi, ia menikmati makan dengan santai.. 'baru kali ini diperhatikan oleh majikan, semoga saja nona arin dan tuan arkana berjodoh' pikir tomi
Next episode,,