
Sudah sejak subuh bella sudah terbangun dari tidurnya, bahkan bella yang terlebih dahulu membangunkan arin. Ia menggoyangkan lengan arin dan bertanya mengenai keberadaan sang mama dan juga papa yang sangat dirindukannya
Dengan pelan arin duduk dari tidurnya dan tersenyum melihat bella dengan keadaan mata yang masih dalam keadaan mengantuk, dengan gemasnya arin mencium pipi gadis kecil itu
"papa kan ada di rumah bella yang sebelah" ucap arin
Dengan mata berkaca kaca bella menatap arin "kenapa nggak ajak-ajak bella, kenapa bella tidulnya disini sama ante"
"kamu nggak suka ya tidur sama tante arin?" arin memasang wajah sedihnya "tante minta maaf ya" lanjutnya
Dengan cepat bella memeluk erat arin, sedangkan arin tersenyum lucu dengan tingkah gadis kecil ini "bella suka kok ante, ante dangan sedih lagi ya" ucapnya "bella cuma sedih kalau papa sama mama tinggalin bella"
"sayang.. kan bella udah ketemu sama papa, mungkin besok-besok bella nggak tidur lagi sama tante arin. Jadi nggak masalah dong sebelum bella pulang dan tidur sama papa mama, bella puas-puasin dulu tidur bareng tante arin. Iya kan??"
"bella mau selalu sama ante alin duga, lop yu banyak-banyak ante alin.. bella sayang ante alin sama om ganteng" ucap bella
Olla sudah memutuskan untuk berhenti bekerja, bram tidak ingin istri tercintanya itu lelah.. bahkan ia sangat geram akan sikap atasan olla yang berbuat tidak baik pada istrinya itu
Olla tidak masalah jika tidak bekerja lagi, hanya saja olla meminta pada bram untuk tinggal di kota ini saja, ia merasa takut jika harus kembali ke mension lamanya. Entah apa yang salah dan mengancamnya atau bahkan melukainya nanti, namun olla tidak mau kembali ke sana.
Lagi pula cabang perusahaan bram juga ada yang berada di kota ini, beruntungnya bram memiliki beberapa aset di kota ini, termasuk apartemen. Apartemen yang mereka akan tempati tentunya merupakan apartemen berkelas dengan fasilitas terbaik dan keamanan yang terjamin sehingga tidak membuat bram akan begitu khawatir dengan keselamatan olla dan bella
Karena harus bekerja arin tidak bisa membantu olla dan bella untuk mengemas barangnya dan pindah ke apartemen yang akan mereka tempati, arin hanya berpamitan pada mereka dan berjanji akan berkunjung ke apartemen mereka bersama mona
Dari kemarin mona merindukan bercengkrama bersama arin dan juga bella. Ia ingin menghabiskan waktunya bersama bella, namun karena kesibukannya mona selalu pulang dengan keadaan lelah dan rasanya sangat berat jika harus mampir ke toko arin dan bermain bersama bella
__________________
"hi al, pagii" sapa arin setibanya di kantor
"eh??, roman-romannya lagi bahagia nih" jawab alika
"eh pagi-pagi dah ngegosip bae" ucap rio
"eh hi yo, aku dah lama deh nggak liat kamu?, kemana aja?" tanya arin
"biasa kontrol sdm di cabang lain" jawab rio
"sombong" potong alika
"wkwk sekali-sekali bolehlah" ucap rio tertawa "eh dah resmi nih jadi karyawan" rio menggoda
"eh iya... ya allah, aku lupa yo.. aku janji mau traktir kamu ya kalau aku dah resmi keterima" ucap arin cengengesan
__ADS_1
"haha arin arin masih inget aja, lupain aja cuma bercanda kok" tawanya
"yee.. pokoknya nanti kalau gajian aku traktir kamu, mona, sama alika biar kita bisa makan bareng" ucap arin
Lagi-lagi rio tertawa "aku nggak suka menolak rezeki nih, jadi udah pasti bersedia haha"
"oh ya nanti kabarin aja deh, gue duluan ya.. bye" ucap rio yang sudah melangkahkan kakinya
"eh sok sibuk amat" teriak alika
Rio hanya menoleh dan terkekeh, sedangkan arin sudah tertawa kecil
"makin sayang deh, dah nggak sabar makan gratisss.." tawa alika pada arin seraya menggandeng tangannya
"dasar emang mau enaknya aja" tawa arin
Saat mereka akan memasuki ruangan mereka, arin melihat keberadaan tomi di lantai ruangan tersebut
'apa yang tomi lakukan disini?' pikir arin
"asisten tomi?" sapa arin
Tomi menyadari saat arin menyapanya "pagi nona," jawab tomi
"eh iya pagi, apa yang kamu cari di sini?" tanya arin
Arin cengengesan "maaf ya jadi banyak tanya kerajaanmu, baiklah aku permisi ke ruanganku. permisi asisten tomi" senyum arin
"silahkan nona" ucapnya kembali
'bagaimana tuan tidak menyukai nona, makin kesini sepertinya tuan semakin mencintai perempuan sederhana nan sopan ini' pikir tomi
"dari tadi tidak terlihat tuan arka, tapi tomi ada. Tidak mungkin tomi berada di sini, tapi tuan arkana tidak ke perusahaan.. bukankah tomi asisten pribadi tuan arka, eh tapi waktu itu juga tuan arkana terlihat sendiri tanpa didampingi tomi" gumam arin
"mantra apa sih yang dirapalin" ucap alika yang memperhatikan arin
"alika, bikin kaget aja" ucap arin seraya mendudukkan dirinya di depan meja kerjanya
"ye.. pagi-pagi dah kumat" ucap alika tertawa
Hingga pada saat makan siang arkana tak kunjung terlihat dimata arin, ia bertanya-tanya akan kehadiran laki-laki yang akhir-akhir ini mengusik hati dan pikirannya
"eh kalian tau nggak kalau bulan depan acara anniversary ke 45th ini perusahaan loh" ucap yogi seraya mengunyah makanannya
__ADS_1
"oh ya?, wah kita beruntung banget ya baru masuk dah ngerasain perayaan aja" ucap alika "nggak ada perintah untuk siapin ini itu nih kita?, partisipasi buat kelancaran acara mungkin?" tanya alika
"EO juga ada yang mempuni kali, lagian nih perusahaan masih punya budget gede apalagi ini untuk acara anniversary perusahaan" jawab yogi
"pasti acaranya nanti mewah banget ya, perusahaan ini aja di desain elegan dan berkelas" ucap arin
"pasti tuh" jawab alika
"bukan lagi" jawab yogi "btw penasaran juga sama pasangannya tuan arkana, pasti dah punya pasangan tuh, nggak mungkin kan jomblo"
"emang tuan arkana udah punya gandengan?" tanya alika
arin mengangguk setuju dengan pertanyaan alika dan menatap yogi menunggu jawabannya
"ya nggak tau sih"
Dengan perasaan sedikit lega arin meminum air mineral di dihadapannya
"walau tampangnya agak teges sama sedikit kaku pasti ada aja tuh cewek yang dia deketin.. mungkin juga nggak satu. Cuma mainan buat dia, yaa pada kenyataannya tuan arkana itu ganteng, kaya, punya status kasta atas. Masa iya kagak ada satu pun cewek yang dia deketin, masih nafsulah pasti sama cewek" ucap yogi
"kalo orang single mah ya single aja kali, nggak ngaruhlah sama jabatan" ucap alika geleng-geleng
"ya itu sih menurutku, kalo bener atau salah aku juga nggak tahu fix" jawabnya
"kalo nggak salah asistennya yang ganteng itu pernah bicara sama kamu kan rin?" tanya alika seraya mengunyah makanannya
"ha? iya ya mungkin" jawab arin tersenyum canggung
'aku nggak mungkin bilang kalau beberapa kali pernah nebeng tuan arkana bukan?'
Arin berpikir mengenai pasangan arkana, ia baru sadar jika tuan arkana itu memang tidak mungkin tidak memiliki pasangan, mengingat ucapan yogi bahwa tuan arkana itu adalah laki-laki yang terlihat sangat sempurna
'apa iya tuan arka sudah punya kekasih?, kakek bilang tidak punya kan.. tapi apa kakek tahu jika tuan arkana itu punya kekasih atau tidak?'
'apa mungkin ucapan yogi itu ada benernya ya?' pikirnya
"mulai deh kumat nih anak" ucap alika
"arinnya yogi kenapa?" tanya yogi
Arin menggelengkan kepala seraya tersenyum lebar
"jangan sering-sering, serem tau rin.. lagian nggak baik gadis cantik ngelamun" ucap yogi
__ADS_1
Arin hanya mengangguk dengan mulut yang masih penuh dengan makanan yang ia kunyah
Next episode,,