
Suasana alam hijau diatas bukit dengan dikelilingi hutan rindang menjadi pilihan arin dan arkana sebagai tempat penginapan mereka. Ditambah dengan pemandangan gunung merapi yang menjadi daya tarik tersendiri, dengan jauh dari suasana hiruk pikuk bisingnya kota menjadi poin penting bagi mereka. Juga akses ke tengah kota yang bisa tetap mereka jangkau untuk berwisata
Kicauan burung terdengar merdu menyapa pagi, udara segar berhembus menggerakkan dahan dan dedaunan yang perlahan meneteskan sisa-sisa buliran air hujan
Nampak dua orang sepasang pengantin baru kini sedang menikmati pagi dengan sang istri yang menyandarkan punggungnya di dada bidang sang suami. Juga arkana yang mendekap memeluk arin dari sampingnya, mereka bersantai dan menikmati pemandangan alam yang menakjubkan di depan mata serta teh hangat yang tetap setia arin genggam
"mas nanti kita jalan ke malioboro ya?"
Cup
"besok saja" arkana mencium pipi kiri istrinya
Arin menolehkan kepalanya "kenapa?"
Arkana tertawa kecil melihat arin yang dengan cepat beraksi
"hm.. aku mau kita istirahat dulu hari ini sayang, besok harinya baru kita jalan-jalan hm" dikecupnya lagi pipi sang istri
Arin tersenyum memeluk lengan arkana yang melingkarinya "hm.." jawabnya mengangguk
"hm.."
"hm.."
"just hm?"
"hm" jawab arin terkekeh
"muach"
"kan ketularan mas arka yang cuma bilang hm.. hm.."
"istrinya siapa sih?" ucapnya lalu menggelitiki arin
"haha tentu saja istri mas arka, kalau tidak keberatan?"
"gemes mas sama kamu" menggigit pipi arin
"mas arka baru tau? arin emang gemesin" tawanya menenggelamkan wajahnya dan memegang pundak arkana
"sayang.. orang kalo romantis itu begini" ucapnya membenarkan tangan arin supaya melingkar di lehernya
"dan ini" ia memegang dagu arin membuat mereka saling menatap "harusnya begini yang benar"
"mas suka pipi kamu merona begini" senyumnya
"ayo mas minta kiss" bisiknya tepat di bibir arin
Membuat arin membelalakkan matanya
"hei matanya jangan melotot sayang, ayo" ucap arkana memajukan wajahnya
"mas"
"mas maunya ini sayang" ucap arkana menyentuh bibir arin seraya menatap arin meminta
Dengan malu-malu, istrinya itu berusaha memberanikan diri mengecup bibirnya. Melihat arin yang kaku membuat arkana mengambil alih permainan. Kini seharian pun mereka tidak beranjak dari hotel, mereka hanya keluar balkon saja
Disore harinya arin meminta pada arkana untuk melihat sekeliling penginapan, karena penginapan ini bersifat pribadi maka hanya ada mereka berdua saja yang berada disana. Villa besar dengan kenyamanan terjamin dan unsur tradisional yang berpadu dengan kesan modern cocok menggambarkan villa ini
__ADS_1
"mas disini ada kolam renangnya? arin kok baru tahu?" tanyanya saat membuka pintu kaca besar yang tertutup sebagian gorden
"kolam renangnya keknya adem mas"
"hm.. kita sampenya tadi malam, kita juga baru keluar kamar makanya kamu nggak tahu" ucapnya mengelus kepala arin
"kamu mau renang?" tanya arkana memegang pundak arin dari belakang
"pengen.. tapi arin nggak bisa renang" ucapnya tersenyum polos
Cup
Arkana mengecup pipi kanan istrinya "mas bisa renang"
"beneran?" tanyanya antusias
"hm.."
"arin kepengen punya suami bisa renang, eh ternyata doanya arin kejawab. Suami arin bisa renang" ucapnya berbinar-binar
"kenapa berdoa seperti itu?"
"iya biar arin nggak perlu les renang, arin juga nggak mau kalo harus peluk atau dipegang orang lain. Arin maunya sama suami arin aja.. lagian pasti jadi romantis" ucapnya tersenyum membayangkan pikirannya
"kamu bisa bangettt" gemas arkana menggigit pipi istrinya
"mas arkaaa" rengek arin menahan dada arkana
"mau renang sekarang?" tanyanya
"tapi arin nggak punya pakaian renang"
"iyaa arin mau" senyumnya merekah
Arkana sengaja mengajak arin berenang di sore hari saat cuaca mendukung dan tidak membuat kulit istrinya menjadi memerah karena panas terik matahari. Arkana kini berdiri di dekat kolam dan melakukan pemanasan tubuh seraya menunggu istrinya mengganti pakaian,
'ternyata istriku sangat seksi mengenakan kaos kebesaran seperti itu' pikirnya melihat arin menahan kaosnya agar menutupi pahanya, bahkan kaos itu terlihat sedikit transparan.. namun tidak terlalu jelas karena berwarna gelap
'haha ditarik bagaimana juga akan tetap begitu gadis lola. Ah panggilan itu' ucapnya tersenyum geli mengingat masa-masa mereka baru kenal satu sama lain
'ah istriku ini benar-benar mempesona'
Sedangkan arin.. walau ia malu dengan pakaian yang ia kenakan, namun itu tak sepenuhnya membuatnya malu. Sejujurnya ia juga malu melihat keadaan arkana yang hanya mengenakan celana pendek diatas lutut. Ia baru sadar jika tubuh suaminya itu sungguh indah dan proporsional, melihat bagaimana bidangnya dada arkana dan kencangnya otot lengan yang tidak berlebihan itu membuat wajahnya memerah
Dengan wajah malu-malu ia mendekati arkana "mas kenapa ngeliatinnya begitu?"
Arkana tertawa kecil dan menggenggam tangan arin "lupakan, sekarang kita pemanasan dulu sebelum renang" ajaknya
"ikuti gerakan mas 1 2 3 4 5 6 7 8"
"1 2 3 4 5 6 7 8"
Setelah mereka melakukan pemanasan, arkana kini menuntun arin untuk mendekat ke arah kolam
"mas ini sedalam apa?" tahan arin saat arkana akan turun
"dua meter setengah sayang, don't worry.. ada mas disini" ucap arkana mengelus tangan arin
"ini ada tangganya, perlahan saja" lanjut arkana
__ADS_1
Perlahan arin mengikuti arkana yang masuk ke dalam air
"sebentar mas" tahannya kembali saat arkana sedikit menjauh darinya
"mas.." panggilnya saat arkana melepaskan genggamannya dan berenang kesisi lain
"ayo sayang kemari" ajak arkana yang menunggunya sedikit ke tengah kolam
Namun arin menggeleng seraya menatap memohon pada arkana
"come on rin, mas akan menangkap kamu dari sini" ucapnya merentangkan tangan
Arin menelan ludahnya pelan, ia berusaha meyakinkan dirinya untuk berani. Perlahan ia melangkahkan kakinya hendak menuruni tangga dan berusaha berenang menghampiri arkana,
Byurrr
Arin kini melepaskan pijakannya hendak meraih arkana, namun
Blepp..
Blepp..
Ia panik saat merasa dirinya hendak tenggelam, bahkan tangannya terus menepak air juga napasnya yang tersisa sedikit lagi
Secepat mungkin arkana mendekati arin dan menarik arin berpegangan padanya
"ha.. ha.. khaaa.." arin membelalakkan matanya lega, napasnya memburu dengan wajah memerah, bahkan tangannya yang melingkar di leher arkana begitu terasa bergetar
"huff.. hufff.."
"tak apa, hei sayang bernafaslah"
"mas arka jangan lepasin, arin takut" ucapnya yang masih panik
"maaf rin, aku kira kamu tidak setakut ini. It's okay.. relaks sayang. Lihat tak apa ada aku yang selalu di samping kamu hm"
Cup
"bernafas yang santai.. hembusan dengan perlahan" lanjut arkana
Perlahan arin kemudian mengikuti arkana dengan mengatur napas
"mas arin nggak berani kalo nggak napak kakinya" jawab arin yang kini masih melingkarkan tangannya pada leher arkana dan tangan satunya ia dekapkan pada punggung arkana
"hei relaks okayy tak apa kemarikan tanganmu" pinta arkana
"ayo istriku yang seksi, nanti kita lanjutkan kegiatan honey moon kita.." goda arkana agar membuat arin lebih santai dari keadaan paniknya
"tapi sekarang lepaskan pelukanmu dan berikan tanganmu"
Dengan satu persatu ia memberikan tangannya pada arkana, juga arkana yang memberikan jarak di antara mereka tanpa melepaskan pelukannya dipinggang arin
"gerakan kakimu seperti ini" ajak arkana
Arin pun mengikutinya
"yaa seperti itu sayang.. istriku terbaik muach"
Perlakuan arkana yang lembut dan penuh kesabaran membuat arin lebih tenang dan mulai bersahabat dengan keadaan di dalam air. Mereka juga mulai bergerak berenang kesisi lain kolam, sedikit banyak arin mulai mengerti atas pengajaran arkana. Setidaknya ketenangan adalah kunci saat belajar berenang, sehingga membuat tubuhnya lebih mudah bergerak dan beradaptasi
__ADS_1
Next episode,,