
'Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji'uun' gumam arin menutup mulutnya
Arin terkejut mendengar kabar dari tv, terjadi kecelakaan tunggal yang menimpa seorang DPO (daftar pencarian orang) atas adanya laporan terhadap korban kecelakaan tersebut. Kamal triadma dan juga putrinya hana triadma yang meninggal di tempat saat mencoba untuk melarikan diri dari polisi
'hana? perempuan itu.. dia meninggal?' gumam arin
"ada apa?" tanya ibu yang melihat arin terkejut dengan berita tersebut
"bu.. itu.. itu hana, hana yang.."
Ibu memotong ucapan arin "perempuan yang menyakitimu?"
Arin mengangguk "iyya bu,"
"'Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji'uun', ya allah semoga dosanya diampuni" ucap ibu tak kalah terkejut
"sayang..." digenggam ibu tangan arin
"arin sudah maafkan bu" ucap arin pelan "arin cuma kaget denger hana sudah meninggal" lanjutnya
Ibu tersenyum "ibu seneng kamu ikhlas dan sudah memaafkan hana, lupakanlah yang lalu.. jadikan pelajaran agar lebih berhati-hati. Jangan mengingat hal-hal buruk lagi ya sayang" dengan lembut ibu membelai kepala arin
"hm.. arin akan melupakan semua hal buruk yang pernah terjadi, seperti yang ibu bilang.. tidak ada gunanya kita masih mempermasalahkan hal yang telah berlalu" jawabnya
_________________
Kini arkana merasa lebih tenang setelah dua orang yang mengacaukan hidupnya kini telah lenyap dan tidak akan pernah mengganggunya kembali, terutama mencelakai gadis kesayangannya
Setelah semua telah beres dan selesai baik masalah gadis pilihan kakek hen untuk kana atau permasalahan perusahaan yang terkait dengan dua orang siluman ular, kini sepupunya.. gama memutuskan untuk kembali menyelesaikan beberapa masalah bisnis kakek genta di negara lain
Rencana gama untuk kembali kenegaranya menjadi tertunda karena masalah lain yang harus segera diselesaikannya
"aku pamit kek, senang bisa berkunjung kemari" ucap gama
Kakek tersenyum lebar "yaaya kakek puas kamu mampu menyelesaikan misi" ucapnya seraya terkekeh
"haha aku bisa mengatasi semua hal kek"
"baiklah kalau begitu.. pulang kemari saat kau mendapatkan perempuan baik. Ingat hanya perempuan baik-baik" ucap kakek
"oh ya tuhan, tidak mungkin pula aku memilih perempuan ular" ucap gama seraya menolehkan wajahnya pada arkana
Dengan duduk santai bersandar seraya mendekap kedua tangannya arkana kemudian berdiri menepuk pundak gama lalu memeluknya
"terima kasih atas semuanya," ucap arkana seraya melepas kembali pelukannya
"hm.. aku akan menagih bayaranku"
Saat arkana akan bicara, dengan cepat gama mendahuluinya "bukan uang, aku akan memintanya yaa mungkin bantuan mendesak.. suatu saat nanti" senyumnya
"jika bukan arin dan anak-anakku yang kau minta aku tidak masalah" jawab arkana
Lalu dengan cepat arkana menimpali "Eittts.. tapi bukan berarti kau bisa seenaknya" jawab arkana cepat
Dengan keras gama tertawa lepas "dengar apa yang dikatakannya kek? kau dengar tomi?"
__ADS_1
Sama seperti gama, kakek terkejut sekaligus tertawa mendengar ucapan arkana. Sedangkan tomi hanya mengulum senyum
"apa?" tanya arkana memandang aneh mereka
"anak?? kau percaya diri sekali arin mau menikah denganmu" ucap gama terkekeh
"ckk.. orang iri, kau harus datang ke acara pernikahanku dan arin untuk membuktikanmya" ucap arkana
"kali ini kakek berada di pihaknya gam, arin hanya cucu menantuku untuk cucu cerewet ini" tunjuk kakek pada arkana
"yaya kalau tidak maka kana akan salah paham lagi, mengira kakek memiliki sugar baby haha" ucapnya terpingkal-pingkal
"brengsek" ucap arkana memiting leher gama
"haha apa yang kau ucapkan waktu itu? 'ck.. yang benar saja kakek memiliki hubungan dengan gadis kecil' kini gadis kecil itu kau rengkuh erat" teriak gama
"permisi tuan.. mobil sudah menunggu" ucap feri asisten sementara gama
Dengan cepat arkana melepaskan gama dan memeluknya sekejap "semoga kau sampai dengan selamat, hubungi aku jika permasalahan disana menyulitkanmu" ucap arkana
Gama tersenyum "pasti"
"dan yaa terima kasih feri kau melayaniku dengan baik" ucap gama
"tentu tuan sudah menjadi tugas saya" jawab feri
"hati-hati.. doa kakek selalu menyertai cucu-cucuku, dan ya berikan salam untuk vivi. Kakek begitu merindukannya.. saat kau pulang kemari bawa dia" ucap kakek yang kini sudah merangkul gama seraya berjalan keluar menuju mobil
"tentu kek.. vivi akan menemui kakek, ya mungkin saat cucu kesayangan kakek menikah" ucap gama melirik arkana
"baiklah.. pesawat telah menunggu, aku pamit kek, kana, bi yaya.. terima kasih telah melayani dengan baik"
Bi yaya tersenyum mengangguk "hati-hati tuan gama"
"oh ya, bilang pada adik ipar terima kasih atas cookiesnya" ucap gama kembali membuka kaca mobilnya
"hm.. pasti" ucap arkana
Mereka melambaikan tangan pada gama, berharap laki-laki menyebalkan itu sampai dengan selamat
________________
Beberapa hari ini arkana masih sibuk dengan pekerjaannya dikantor, padatnya kesibukan arkana membuatnya tidak sempat menemui arin di ruko. Selama kurang lebih dua minggu ini arin menikmati waktunya beristirahat di rumah, seraya membantu ibu membuat cake atau mengemas pesanan kue costomer, sebenarnya ia sudah merasa baikan.. namun arkana tidak memberikan ia izin untuk pergi bekerja. Tuan muda itu terlihat begitu menyeramkan saat arin mengatakan ia baik-baik saja untuk bekerja, hingga membuat gadis itu hanya menuruti kehendaknya dan tidak mampu melawan
Tring..
Bunyi pesan masuk terdengar dari ponsel milik arin
'video call?' gumam arin
'ini nomor milik siapa?' tanya bingung
Karena tidak mengenalnya arin tidak mau menerima panggilan tersebut, namun panggilan itu semakin menjadi dan membuat arin semakin takut untuk menyambutnya
'apa itu penagih hutang? tapi aku kan tidak punya hutang'
__ADS_1
'atau itu panggilan dari undian berhadiah?'
'atau itu dari acara tv?'
'tapi tidak mungkin juga ya??, ah atau seperti hipnotis melalui ponsel? yaa sekarang banyak yang seperti itu' pikir arin yang kini bergidik ngeri
Sedangkan arkana yang sejak tadi melakukan panggilan video kini bertambah kesal dengan arin
'apa yang dilakukan gadis ini?' pikir arkana geram
Lalu dengan kesal arkana membanting ponselnya di atas meja, ia menunggu arin.. mungkin saja perempuan itu akan menelepon dirinya balik. Namun 10 menit sudah arkana menunggu arin tidak kunjung menelepon dirinya balik
'gadis lolaaaaa, baiklah aku lakukan panggilan biasa saja' gumamnya geram
Karena arin bingung, takut namun ia juga penasaran.. akhirnya arin memutuskan untuk menerima panggilan tersebut
"oh astaga sayang.. apa yang kamu lakukan sedari tadi?" ucap arkana tiba-tiba
Arin membelalakkan matanya
"hallo?? arin.. kamu dengar, sejak tadi aku telpon kamu. Kenapa lama sekali menyambutnya"
"ma.. s?" tanya arin tergagap
"kamu baik-baik saja? kenapa suaramu bergetar?" tanya arkana yang sedikit panik
Arin merona karena arkana menelpon dirinya, ahh.. kini jantungnya berdegup tak beraturan
'kenapa sesenang ini' pekik arin dalam hati
Jantungnya terkadang tidak bisa terkontrol dengan baik, ia sering sekali berdetak kencang saat dekat atau bahkan hanya diperlakukan manis oleh arkana
"sayang.. arin? semua baik-baik saja? jangan hanya diam" cecarnya
"ah? iya mas.. arin baik" akhirnya arin bisa lebih santai setelah ia mengatur nafasnya berkali-kali
Tok.. Tok..
Bunyi pintu ruangan arkana terdengar, dan menampilkan tomi yang datang "tuan, tuan gaok sudah tiba.. apa bisa saya persilahkan masuk tuan?" tanya tomi
Arkana masih meletakkan ponselnya di telinga kanannya
"yaa, persilahkan dia masuk" ucap arkana kemudian tomi mengangguk dan berbalik
"sayang, maaf aku punya tamu sebentar.. nanti aku hubungi lagi oke? jangan mengacuhkan panggilan mas" titahnya
"i love you sayang.. bye" ucap arkana tanpa mendengar ucapan arin, karena tomi kini telah membuka pintu ruangannya
"um.. i lo.."
Tutt..
'yahh sambungannya sudah terputus' gumam arin sedih
Next episode,,
__ADS_1