My Charming Boss

My Charming Boss
Kita bersama


__ADS_3

Kini tibalah mereka di pemakaman dimana tempat peristirahatan terakhir mama dan papa mereka dikuburkan


Mata arin tertuju pada nisan bertuliskan 'ruwina puri' dan 'adnan yunanda'


Lalu menoleh pada faidhan yang terlihat menganggukkan kepalanya tersenyum


"maaf kemarin sempat ada nama kamu disana, tapi sudah kk hancurkan" ucap faidhan mendekati arin dan memeluk pundaknya


Ia pikir arin ikut masuk dalam kecelakaan itu, walau tak mendapatkan jasad arin ia tetap meminta paman faisal membuatnya.. ia pikir mungkin karena arin masih kecil hingga tak dapat diterka keberadaannya karena terbakarnya mobil tersebut namun pada nyatanya memang arin selamat dari kecelakaan mobil itu


"iya tak apa.. arin ngerti kk" jawabnya


Ia berjalan membawa taburan bunga untuk makam orang yang begitu ia rindukan selama ini, orang yang ia tanyakan keberadaannya. Bukan tak bahagia bersama ibu koki peri baik hati hanya saja ia patut tahu keberadaan dirinya dan keluarga kandungnya yang selalu ia rindukan


'mama'


'papa'


ucapnya dalam hati seraya duduk di antara makam sang papa dan mama, diikuti pula oleh faidhan tepat belakang arin serta ibu yang juga disisi makam mama dan arkana yang disamping makam papa. Mereka memulai dengan membaca doa dan ayat suci untuk mengirimkan doa pada mama dan papa arin dan faidhan, setelah selesai mereka terlihat membersihkan rumput dan helaian daun gugur disana


'assalamualaikum ma.. pa..'


'ini farhin shalimar widad, arinnya mama.. juga papa. Kalian pasti mengenali arin bukan?'


'ini putri kecilnya mama dan papa, arin rindu papa dan mama. Maaf jika selama ini arin baru tahu keberadaan kalian, arin juga baru ketemu dengan kk dhan.. kk dhan sangat tampan pa, pasti karena papa juga tampan. Arin juga yakin kalau mama pasti sangat cantik, buktinya ibu selalu bilang bahwa arin gadis yang cantik dan manis'


Dengan pelan arin menaburkan kelopak bunga bunga pada makam keduanya, ia tersenyum dengan sesekali menyeka air matanya


'ma walau arin baru mengunjungi makam mama dan papa.. tapi arin selalu mendoakan mama dan papa, arin yakin allah pasti kabulkan doa arin. Semoga allah memberikan tempat terbaik untuk papa dan mama disisi allah'


'arin mencintai papa dan mama' gumamnya


Faidhan juga terlihat menyeka air matanya yang perlahan tumpah.. ia juga membersihkan rumput-rumput yang tumbuh disana


'pa.. ma.. maaf karena kk baru ajak arin kemari, maaf kalau idhan tidak peka dan tidak mencari arin sebelumnya. Ma.. pa.. aku sangat menyayangi mama dan papa, aku rindu saat saat kalian memanjakan ku dan arin. Tapi aku yakin mama dan papa telah tenang disana, aku ikhlas ma.. pa..'


'semoga papa dan mama diberikan tempat terbaik disisi allah.. aamiin'


Dengan lembut faidhan mengelus kepala arin, ia mengerti perasaan adik kesayangannya itu


'pa.. ma.. bolehkah saya juga memanggil kalian begitu? sama seperti arin dan faidhan'


'perkenalkan saya arkana, saya dan putri kalian arin telah bertunangan dan berniat menikah dalam waktu dekat ini. Maaf jika sebelumnya saya tidak meminta restu dari mama dan papa, maka dari itu sekarang saya ingin meminta restu dan izin papa dan mama.. terutama papa, saya akan meminang arinku'


'hehe maaf pa jika saya telah mengakuinya menjadi milikku, tapi benar pa.. ma.. saya bersungguh-sungguh dengan niat baik saya, saya akan membahagiakan putri kecil mama yang sangat mama manjakan dan selalu papa sayangi'


'saya berharap mama dan papa memberikan restu atas kami' gumam arkana yang dalam hati


Terlihat ibu juga tersenyum ke arah nisan mama wina 'salam kenal ruwina.. terima kasih telah melahirkan putri cantik seperti arin, hari saya menjadi berwarna saat arin berada disisi saya dan maaf jika sebelumnya saya pernah berlaku keras pada arin.. tapi percayalah mbak saya begitu menyayangi arin layaknya anak saya sendiri'

__ADS_1


'sekarang kakak kandungnya telah datang menemukan arin, jujur.. saya tak hanya menyayangi arin tapi faidhan saya juga anggap sebagai anak, entahlah bagaimana nantinya.. apa arin akan ikut tinggal bersama kknya yang jelas saya begitu bahagia selama ini bisa menjaga arin dengan baik' tuturnya membersihkan nisan mama wina dengan air bersih


'ma.. pa.. arin hampir lupa, itu ibu koki peri baik hatinya arin. Beliaulah yang selama ini memberikan cinta dan kebahagiaan pada arin, dan ya.. laki-laki yang bersama dengan kita itu adalah tunangan arin. Kami berniat menikah ma.. pa.. mas arka adalah laki-laki yang baik, ia sangat mencintai arin dan begitu pula dengan arin yang juga mencintai mas arka'


"arin.. kita pulang?" tanya faidhan


Arin mengangguk


'ma.. pa.. arin dan kk dhan pulang ya, nanti arin pasti datang kembali. We love you papa mama'


_______________


Sebelumnya beberapa hari terakhir faidhan ikut tinggal bersama di ruko, ia telah berniat dan mengajak arin untuk tinggal bersamanya di rumah miliknya dan serta mengajak ibu tinggal bersama dan tidak perlu lagi menyewa ruko untuk tinggal. Awalnya ibu merasa tidak enak dan menolak tawaran faidhan, ia mengatakan biarlah dia tinggal di ruko saja.. karena membuka toko kue, tapi kakak beradik itu memaksa ibu untuk ikut agar mereka pindah bersama


Faidhan mengatakan akan menyewa toko kue dengan tempat yang lebih strategis dan lebih banyak lagi pengunjungnya.. bahkan lebih bagus dari sebelumnya, ibu juga tidak perlu repot atau susah lagi jika harus membayar sewa tinggal ruko karena mereka bisa tinggal di rumah faidhan. Walau tidak begitu besar dan mewah namun rumah dua lantai bergaya modern itu terbilang sangat cukup untuk mereka bertiga


Dengan segala pertimbangan dan diskusi yang berlangsung akhirnya ibu mengikuti kemauan kakak beradik itu


"kk rumahnya bagus" pekik arin tersenyum lebar memeluk faidhan


Faidhan tersenyum melihat arin nampak sumringah "adikku menyukainya?"


"tentu saja.. kakak aku mencintaimu" ucap arin mengecup pipi faidhan


Faidhan terkekeh "kk dhan juga.. hei tapi"


"tapi?"


Arin tersenyum canggung


"gadis kecil" ucap faidhan mengacak rambut arin


"ingin melihat kamarmu?"


"mau.. mau.." ia melompat girang.


"aduh bahagianya" ucap ibu yang tertawa cekikikan


"ibu juga, aku sudah menyiapkan kamar untuk ibu dan juga arin.."


"di rumah ini ada 4 kamar, dua diatas dan dua dibawah. Ibu kamarnya dibawah tak apa?" lanjut faidhan


"iya.. orang tua lebih baik dibawah.. lutut tidak sering nyeri" ucap ibu


"ibu membual, ibu masih terlihat bugar tahu" timpal arin


"tentu saja bugar orang tiap hari ibu olahraga"


Ceklek..

__ADS_1


Faidhan membuka pintu kamar "ini kamar ibu" ucap faidhan


Ibu dan arin mengikuti faidhan masuk ke dalam


"bagus dhan, kamarnya terlalu besar untuk ibu ini"


"semua ukuran ruangan kamar sama bu, hanya kamarku saja yang lebih besar dari yang lain"


"kenapa begitu?" tanya arin membuka almari


"tentu saja untuk kakak iparmu nanti" jawab faidhan menyandarkan tubuhnya di dinding


"kakak sudah punya kekasih?"


Faidhan tersenyum menggeleng "bukankah masa depan harus direncanakan?"


"kakak ternyata sangat manis.."


"laki-laki yang mencintai keluarganya" ucap ibu membuka jendela kamarnya


"iya bu seperti rumah tangga mama dan papa yang tulus saling mencintai" jawab faidhan


"aamiin semoga anak lelaki ibu ini segera menemukan tambatan hatinya" doa ibu mengaminkan ucapan faidhan


"haha ibu bisa saja, baiklah.. kita naik?"


"ayo rin, ajak ibu"


Arin mengangguk lalu mengikuti langkah kaki faidhan menaiki anak tangga


"ini kamar kakak" tunjuknya


"dan tepat di sebelahnya ini kamarmu.."


Ceklek..


Arin kembali memeluk faidhan "kakak" ucapnya terisak


"adik kecilku ini.. apakah dia sangat cengeng bu?"


Ibu tersenyum seraya duduk di ujung tempat tidur arin


"ibu pasti begitu kerepotan ya?" goda faidhan pada arin


"kk dhan" arin merengek


"arin hanya terharu karena arin punya kk, arin bahkan tidak pernah menyangka"


"iya adikku yang manis, sekarang tersenyumlah karena kk dhan selalu bersamamu"

__ADS_1


'adik kecilku yang manja' dengan lembut faidhan mengelus kepala arin


Next episode,,


__ADS_2