My Charming Boss

My Charming Boss
43. Papa


__ADS_3

"hallo oma" ucap bella


"assalamualaikum bu" sapa olla


"waalaikumsalam, hi sayang" jawab ibu


"bella sayang kamu sama oma lagi ya?" ucap olla


"oke ma, bella suka di lumah oma banak kue-kue" ucapnya girang


"haha kamu ini mengemaskan sekali, muach" cium arin di pipi kanannya bella


"ante alin duga mau kelja ya?" tanyanya


"iya dong"


"kenapa mama sama ante alin kelja?, dulu duga mama nggak pelnah kelja. Yang kelja papa telus sekarang ante alin duga kelja, bukannya yang kelja halusnya om alka yang ganteng saja?" ucapnya panjang lebar


Olla, arin, maupun ibu tidak bisa menjawab pertanyaan bella, bella sudah bisa menanyakan hal yang menurutnya tidak sama seperti kebiasaan yang selama ini dia lihat


Hati kecil olla juga sedih saat melihat bella mengatakan itu, ia juga bingung harus bagaimana menjelaskan semuanya pada anak sekecil bella yang tidak tahu mengenai permasalahan orang dewasa


"sayang, kalau kamu tanya terus nanti tante arin telat kerjanya loh" ucap olla


Bella tersenyum memperlihatkan gigi putihnya "iyaya ma, ya udah bye bye mama bye bye ante alin" ucap bella seraya beranjak mencium pipi olla dan juga arin bergantian


Hari ini semua pekerjaan arin lancar, tak terhambat apa pun. Rasanya tidak sabar bagaimana mempertemukan olla dan suaminya, disisi lain ia bahagia karena hal itu


Namun, disisi lain arin juga merasa nyaman saat ada bella dan olla yang mulai hadir di harinya. Ibu dan anak itu mendadak datang, juga akan segera mendadak pergi.. sedih rasanya berpisah bersama bella dan olla, namun hal itu tidak sebanding dengan kebahagiaan melihat keluarga mereka bisa bersama kembali


"aduh arinnya yogi, kok ngelamun lagi sih?" tanya yogi


"kebiasaan tuh" jawab alika


"hehe nggak kok" jawab arin cengengesan


"hm.. gitu aja selalu" cibirnya "oh ya rin mau pulang bareng nggak?" tanya alika


"iya boleh deh" ucap arin


"okay ladies, yogi pulang duluan bye bye" ucapnya


"hm pulang gih sana" ucap alika


Hari sudah semakin sore, matahari pun tampak tidak lama lagi akan tenggelam. Karena rumah alika searah dengan arin, maka alika sering mengajak arin bersama jika ia tidak ada keperluan lain


"aku perhatiin kamu akhir-akhir ini aneh deh rin," ucap alika yang tengah fokus pada jalanan


"aneh? maksudnya?" tanya arin


"ya aneh, muka kamu tuh sering berekspresi berlebihan sekarang, kadang senyum sendiri nggak jelas, kadang juga manyun tiba-tiba geleng-geleng. Kenapa sih?" tanya alika

__ADS_1


"hm.. itu"


Namun sebelum arin bicara alika sudah memotongnya duluan "kamu lagi jatuh cinta ya rin?" selidik alika


'hm.. masa iya aku cerita sama alika tapi belum cerita sama mona' pikirnya


"nanti deh aku cerita kalau waktunya udah tepat" yakin arin


"bener nih ya, anak gadis orang jangan digantung" ucap alika


"iyaiya bawel" ucap arin cekikikan


______________


"ayo bram" ajak arkana pada bram saat malam harinya


"sebenarnya kita mau kemana kana? aku benar-benar malas jika kau hanya berniat menghiburku"


"aku juga bukan laki-laki penghibur, jadi tenanglah" ucap arkana


"baiklah-baiklah aku ikut denganmu"


"masuk" ucap arkana pada bram


Arkana hanya mengajak bram tanpa didampingi oleh orang lain, baik itu bawahan arkana maupun bawahan bram


"apa yang kau rencanakan kana? mengapa hanya kita berdua?"


"ck, kau ini cerewet sekali.. duduklah dengan tenang dan diam, apa kau takut hanya berdua denganku?" tanya arkana


Bram mengernyitkan alis matanya tak mengerti


"bunga apa yang biasanya disukai istrimu?"


"untuk apa?" tanya bram


"oh ayolah, bisa untuk tidak bertanya?" kesal arkana


"istriku tidak mempunyai kesukaan terhadap bunga yang berlebihan, apa pun yang kuberikan ia akan menyukainya" jawab bram mengalah


"baiklah tunggu disini" ucap arkana


Setelah turun dari mobilnya, arkana memasuki toko bunga. Karena bingung dengan banyaknya pilihan bunga yang ada, arkana memutuskan meminta pilihan sang pemilik toko untuk membantunya memilihkan satu bouquet bunga yang cantik


"ini, pegang" ucap arkana memberikan bouquet bunga mawar merah tersebut pada bram


Karena lelah bertanya namun tidak ada jawabannya, maka bram diam saja seraya memandang bouquet bunga di tangannya. Ia mengingat bagaimana saat ia memberikan bouquet bunga yang cantik untuk istrinya tercinta


'aku merindukanmu honey, kumohon kembalilah padaku' ucapnya dalam hati


Tak lama kemudian mereka berhenti di depan sebuah ruko yang tidak cukup besar,

__ADS_1


"ayo turun" ucap arkana "dan ya bawa bunga itu" lanjutnya


Bram sudah tidak peduli lagi dengan perintah arkana yang sudah aneh-aneh sejak tadi, ia berpikir akan segera pergi setelah mengetahui apa yang dimaksud arkana ini begitu tidak penting


"ayo masuk" ucap arkana mengajak bram


Terlihat raut wajah bram sudah merasa kesal, ia seperti kurir bunga yang diminta arkana untuk mengikutinya kemana pun


Tring..


Lonceng kecil berbunyi saat arkana mendorong pintu masuk toko kue kecil tersebut. Arin yang mendengar segera berjalan keluar dengan sedikit tergesa, ia sangat menanti suami olla itu datang


Arin tersenyum memandang arkana, begitu pula dengan arkana


"apakah dia sudah pulang?" tanya arkana


"belum mungkin sebentar lagi" jawab arin


Bram yang paham dengan situasi di depannya ini hanya mampu mendengus kesal 'jika ingin berkencan untuk apa mengajakku' pikir bram


Saat arkana ingin memperkenalkan bram dengan arin terdengar suara anak kecil yang begitu kencang


"papa" pekik bella


Bram melihat bella sedang berdiri menatapnya, dengan pipi yang putih akibat tepung, juga apron kebesaran di tubuh gadis kecilnya itu


Bella berlari menuju bram dan dengan cepat, dan dengan cepat pula bram menggendong bella seraya mencium seluruh wajah putri kecilnya


"little princess papa, sayang muach muach muach" tak hentinya bram mencium putri kecilnya itu


"papa, papa benel benel cali bella" ucapnya sumringah "ante alin benelkan, papana bella sepelti papana memo, bella lop papa" ucapnya seraya mencium pipi kanan bram


Arin hanya tersenyum mendengar percakapan ayah dan putri kecil itu, sedangkan arkana yang sudah duduk disamping arin juga tersenyum melihat arin dengan wajah berseri


"papa pasti cari kesayangan papa, dan.. dimana mama?" tanya bram dengan pandangan yang mencari-cari


"papa, mama lagi kelja, nanti duga pulang sebental lagi, ya kan ante?" tanya bella


Arin mengangguk "iya sayang" jawab arin


"hm.. bella nanti jangan bilang sama mama ya kalau papa dateng" ucap arkana


"kenapa om ganteng?" tanyanya


"hei sayang, hanya papa seorang yang ganteng" ucap bram tak terima


"papa itu gantengnya banyak sepelti ini" ucapnya merentangkan tangan "kalau om alka seperti ini" ucapnya dengan ukuran tangan yang lebih kecil


Dan semua orang disana hanya mampu tertawa, ibu yang mengintip dari belakang pun tersenyum saat mengetahui laki-laki itu merupakan suami olla


"dengar yang om ganteng bilang, jangan bilang mama.. nanti kita akan beri mama surprise, oke?" ucap arin

__ADS_1


"oke ante, bella akan jaga lahasia" jawabnya dengan tangan yang sudah membekap mulutnya


Next episode,,


__ADS_2