
"kakak" panggil vivi yang sedang duduk santai seraya mengunyah stick keju dengan memeluk toples berisi dipangkuannya
"tumben.. pulang jam segini" ucapnya melihat jam dinding yang menunjukkan pukul tiga
"dimana kk iparmu?" tanya gama dengan mata mencari
Karena mulutnya yang penuh vivi mengarahkan dagunya ke arah dapur
"sedang apa?"
"make a matcha latte"
Gama mengangguk paham dan berjalan ke arah dapur
"ekhm"
Mona menoleh melihat gama yang kini berada tepat di sampingnya
'astaga dia dekat sekali, hampir saja' pikir mona memundurkan tubuhnya
Gama yang tidak menyangka akan begitu dekat jujur saja ia ikut terkejut, jika mona tidak memundurkan tubuhnya bisa dipastikan ia akan mendapatkan ciuman mona pada pipi kirinya
"iy..ya kk?" tanya mona gugup
"ehkm.." gama menetralkan suaranya "apa yang kau buat?"
"um.. ini matcha latte.. ice matcha latte, kakak mau? atau ingin hot matcha latte?"
Gama menunduk sedikit melihat mangkuk kecil yang mana bubuk matcha tersebut sedang di aduk halus oleh mona menggunakan bambu kecil yang biasa digunakan agar bubuk matcha tidak menggumpal
"sama kan saja denganmu" jawab gama
"ice matcha latte?"
Gama mengangguk
"baiklah, aku siapkan dulu.. tunggu saja bersama vivi di ruang tengah"
Gama berdeham mengangguk dan beranjak menemui vivi
Setelah mona selesai, ia membawa 3 gelas ice matcha latte.. sangat pas di saat musim panas seperti ini
"apa lama? ini matcha lattenya.. semoga rasanya tidak buruk" ucap mona duduk di samping vivi
Vivi mengambil gelas dari tangan mona
"enak.. rasanya juga tidak terlalu manis, pas di lidah kk gama.. dia tidak terlalu menyukai makanan manis"
"ah iya.. ya" ucap mona canggung saat gama tersenyum pada matcha latte yang sedang digenggamnya
'kenapa harus gugup mona? kau aneh' ucapnya dalam hati
"kalian lanjutkan saja, kk ke atas dulu" ucap gama yang juga membawa gelas matcha miliknya
Mona mengangguk
"orangnya udah pergi kali" ucap vivi pada mona yang masih melihat gama hilang menaiki tangga
"siapa juga" ucap mona sadar vivi menggodanya
Vivi hanya tertawa melihat mona menggerutu, mereka kembali sibuk menonton dengan vivi yang mengunyah stick kejunya
"um vi?"
"ya?" tanyanya dengan mata masih menonton live show
"kamu ada tempat yang butuh kerjaan mungkin?"
Vivi menoleh pada mona "kk ipar mau kerja?"
Mona mengangguk
"kk gama nggak akan kasih izin"
"vi.. kenyataannya kk cuma numpang disini, kk juga mesti cari kerja"
Vivi duduk mengarah pada mona "vivi nggak tahu juga kk, rumah sakit mana.."
"no.. bukan sebagai dokter, kk juga masih koas kok.." jawabnya pelan
"ya kerja apa aja vi" lanjutnya
Vivi diam memandang mona
"kalo minta sama kk gama? kk juga harus minta izin kan?"
"hm.."
"izin apa?" tanya gama yang sedang berjalan di tangga
Mona menoleh dan memilih diam
"ini kk ipar mau kerja" jawab vivi
"kerja?" tanya gama duduk di single sofa samping mereka
__ADS_1
"iya.. aku pikir harus punya penghasilan sendiri"
Gama masih memandang mona yang mencoba menjelaskan maksudnya
'kenapa raut wajahnya begitu'
'aku seperti minta izin suami buat kerja saja.. hufft..'
"kerja apa? dan bagaimana dengan ijazah kedokteranmu?"
"aku tidak punya, semuanya ada di indo" jawab mona bingung
"lalu?"
"um.. apa pun pekerjaannya kk yang penting aku punya uang"
"apa pun?"
"dan halal"
Gama mengangguk "itu harus, jika tidak.. tidak perlu bekerja"
"tapi kerjaannya?"
"besok ikut aku kerja di perusahaan" jawab gama
"ikut kk gama?"
"tidak mau?"
Mona menggeleng lalu mengangguk "tapi aku tidak punya pengetahuan di bidang itu"
"bukankah pekerjaan apa pun?"
"iya" jawab mona pelan
"besok pagi ikut denganku bekerja" ucap gama jelas
"vivi ikut ya kk" timpal vivi memotong
"kami bukan pergi tamasya vi.. untuk apa ikut" ucap gama menggeleng
"kk juga bukan pergi untuk honey moon dengan kk ipar.. yang harus berdua" sungut vivi
"anak kecil.. tahu apa bicara begitu?"
Mona hanya diam melihat kakak beradik itu saling jawab menjawab
"vivi dah gede kali.. udah hampir selesai juga kuliahnya, abis ini vivi mau pindah ke indo.. titik"
Hari telah berganti.. hari ini mona akan bekerja ikut dengan gama. Semalam ia dan vivi sibuk mencari pakaian kantor untuknya pagi ini.. mulai dari melihat di catalog, situs belanja online, hingga pakaian formal milik vivi sedulu magang. Setelah banyaknya pilihan dan perdebatan antara dirinya dan vivi akhirnya ia memutuskan untuk memakai pakaian vivi saat dulu magang
Setelan kemeja putih bercorak bintik hitam yang dipadukan dengan rok slim dibawah lutut.. awalnya ia cukup khawatir saat mencoba pakaian vivi, karena ukuran tubuhnya dengan vivi sedikit berbeda. Beruntungnya pakaian vivi cukup di tubuhnya, begitu pas melekat di tubuhnya.. tidak ketat dan tidak longgar
"waw.. kk ipar.. you look perfect" ucap vivi yang sedang sarapan di meja makan mereka
Mona tersenyum malu mendengar pujian dari vivi
'ah dia terlalu memuji, bisa-bisa aku melayang' pikir mona terkekeh
"pagi" sapa gama dari belakang mona
"pagi kk" jawab mona dan vivi bersama
'duh.. jantungku.. kenapa selalu berdetak lebih saat kk gama tersenyum'
"lihat kk, kk mona terlihat seperti pebisnis hebat"
Gama tersenyum "kita sarapan dulu" ucap gama
Mereka makan bersama seraya mendengarkan celotehan vivi yang sedari tadi menggoda mona, sedangkan mona menanggapi vivi dengan santai begitu pula dengan gama
"baiklah kk pergi"
"hm.. be carefull kak.. kk ipar"
Mona mengangguk
"doakan aku semoga beruntung" bisik mona
"kk gama tidak akan menyulitkan kk ipar.. trust me" bisiknya kembali
'apa yang kini mereka bicarakan' pikir gama menggeleng
"pergi bersama te and dy jika ada kepentingan" ucap gama
"siap 86" ucap vivi memberi salam hormat
Selama perjalanan mona hanya diam melihat keluar kaca mobil, pikirannya sibuk berkelana memikirkan apa yang akan dikerjakannya nanti. Sedangkan gama yang tahu kegelisahan mona berlagak diam dan tidak menanggapinya.. biarlah perempuan di sebelahnya itu mengontrol perasaannya dulu
"ayo" ajak gama yang turun lebih dulu dari mona
Kini mereka telah tiba di ruangan pribadi milik presiden direktur di perusahaan tersebut
'kk gama presdir disini?'
__ADS_1
"caroline, panggilkan james keruanganku" ucap gama
Tak berselang lama james sang asisten pribadi masuk ke dalam ruangan gama
"selamat pagi tuan" sapanya tetap berdiri menundukkan kepalanya sedikit
"pagi"
"james.. perkenalkan ini mona, untuk sementara ia akan menjadi asisten pribadiku. Cukup lama kau bekerja disini, ku harap kau paham tanpa aku jelaskan secara jelas"
"tentu sir" jawab james
"mona ini james.. ini asisten pribadiku di perusahaan, dia akan menjelaskan semuanya padamu. Ikutlah dengannya sebentar" jelas gama
Mona mengangguk paham dan mengikuti langkah kaki james meninggalkan ruangan gama
"perkenalkan ini mona, dan ini sekretaris caroline" ucap james
Mona tersenyum mengangguk dan caroline membalas membungkuk, james yang bersebelahan ruang dengan caroline memberikan meja tambahan di samping caroline untuk mona..
Awalnya ia begitu gugup saat masuk ke perusahaan ini.. namun rasa gugupnya hilang begitu saja hingga kini. Bagaimana tidak? sampai selesai ia tidak juga bergerak mengerjakan sesuatu
'ya tuhan.. dimana tugasku? aku hanya diam, mengobrol bersama perempuan tinggi ini dan makan siang bersama kk gama. Selebihnya tidak ada yang ku lakukan' gerutunya dalam hati
Sejak tadi saja perempuan tinggi itu terus menghalanginya bekerja, ia terus mengalihkan perhatian mona yang ingin memberikan bantuan
'ergg.. ini menyebalkan, punggungku letih karena duduk manis tidak mengerjakan apa pun'
"senang bekerja denganmu mona" ucap caroline tersenyum seraya membereskan barang-barangnya
Mona tersenyum "besok ajarkan aku lebih ya, aku ingin lebih banyak belajar caroline"
'huffff.. bekerja apanya' gerutunya kembali
Caroline hanya diam dan mengangguk
"mona?"
Mona menoleh ke asal suara "iya kk?"
"um.. sorry sir"
"kita pulang" ucapnya santai
"hm.. caroline, james aku pulang lebih dulu.. bye"
Baik caroline dan james hanya tersenyum mengangguk pada mona dan gama
Kini mereka duduk manis bersebelahan di kursi belakang mobil, mona memberanikan diri untuk bicara pada gama
"um.. sir"
"tidak perlu memanggilku begitu.. panggil seperti biasa saja" potong gama tetap melihat pada ponselnya
"iya kk"
"apa ada masalah?" tanya gama menoleh pada mona dan menyimpan ponselnya di saku jas miliknya
"iya.. bukan.. maksudku"
'aduh mona bicaralah, kenapa dengan lidahmu'
"pelan-pelan saja" ucap gama tersenyum melihat mata mona yang sedang mengerjapkan matanya berulang kali
"aku tidak bekerja apa pun kk, hanya diam.. mengobrol dengan caroline dan mungkin sedikit mengganggu pekerjaannya. Maksudku.. aku bisa membantu caroline untuk meringankan tugasnya"
"tidak perlu.. james dan caroline bisa mengatasinya"
"tapi kk, bagaimana dengan pekerjaanku?.. pinggangku letih karena diam tidak melakukan apa pun" ucap mona tidak sengaja menumpahkan segala seperasaannya
"kk itu.. maaf" ucap mona keceplosan
Gama tertawa lucu "oh.. benarkah, yang mana sakit? mau kk pijat?" godanya
Mona terbelalak
"tugasmu bukan menjadi sekretaris, itu memang tugas caroline yang dibantu james.. kau itu asisten pribadiku. Mungkin besok akan ada pertemuan dengan klien, kau hanya mengurus keperluanku dan mendampingiku saja"
Mona masih diam menatap kepada gama
"mengerti?"
Ia mengangguk mengisyaratkan paham
"oh ya.. karena takut terlalu malam semua pakaian setelan mu sudah aku pesan sebelumnya" ucap gama
"pakaian?"
"hm.. mungkin yang ini pas di tubuhmu, tapi yang lain mungkin akan ketat. Jadi kk putuskan untuk memesannya.. tentunya dengan pakaian yang sopan dan tidak menunjukkan lekuk tubuh"
'ahkk.. kenapa kk yang pesan.. aku malu, bagaimana mungkin dia memilihkan pakaianku'
'iss.. untung tidak dengan pakaian dalam'
Next episode,,
__ADS_1