
"katakan" tanya arkana menyandarkan tubuhnya di sofa balkon hotel
"ia mengikuti nona arin sepanjang hari tuan" jawab tomi
"secara langsung?"
"tidak tuan, hanya menguntit setiap nona pergi kemana pun"
"kurang ajar, apa yang dia inginkan?" arkana tersentak duduk mendengar ucapan tomi, bagaimana tidak? setelah kejadian malam di mall kemarin arkana di haruskan pergi ke luar kota untuk meeting bersama relasi penting sehingga mau tak mau ia berjauhan dengan arin
Walaupun ada mata-matanya tetap saja arkana tidak tenang hati mengetahui ada laki-laki lain yang mengawasi tunangannya
"merebut arinku ha?" ucap arkana kesal
"kau sudah mengetahui identitasnya tomi?"
Tomi mengangguk "tuan faidhan shahzad.."
"aku tidak peduli namanya tomi" potong arkana
"iya tuan, tuan faidhan bekerja di proyek konstruksi, ia seorang Chief Engineering di salah satu perusahaan besar yang ada. Salah satu pembangunan anak cabang perusahaan kita di kota lain juga menggunakan jasa perusahaan tersebut"
"Chief Engineering?"
"ya tuan"
"heh.." arkana bersedekap
"dia tidak mengenaliku?"
"itu tidak mungkin tuan"
"dia benar-benar ingin berperang denganku rupanya" ucap arkana dalam dengan kekesalan yang semakin menjadi
Tring.. Tring..
Arkana menoleh pada tomi
"angkatlah" ucap arkana seraya menyeruput hot coffeenya
Arkana menatap lekat wajah tomi yang mengerjapkan matanya sering, wajah tomi tidak bisa ditebak.. apakah ia mendapatkan kabar baik atau kabar buruk
Sedetik tomi menutup sambungan teleponnya arkana dengan cepat bertanya
"ada apa?"
"ekhm.. nona jasmine berada di rumah sakit tuan"
Arkana mengernyitkan dahinya "katakan yang jelas tomi, bukankah arin pergi melihat gaun pengantin bersama jasmine?"
"bicaralah tomi, apa kau kehilangan nafas?" geram arkana
Dengan jelas tomi menjelaskan semuanya pada arkana tentang apa yang terjadi pada arin dan jasmine juga faidhan yang menyelamatkan dua perempuan itu
'ckk.. laki-laki itu mendapat nama baik didepan arinku, dasar brengsek.. tidak akan kubiarkan' pikir arkana
"bagaimana arinku? benar ia tak terluka? bisa kau pastikan itu?"
"iya tuan.. syukurnya nona arin tidak apa-apa"
"kau mendapatkan orangnya?"
Tomi menggelengkan kepalanya "masih dalam pengejaran"
"sepertinya nona arin bukan target dari tersangka tuan" lanjut tomi
__ADS_1
"apa maksudmu?"
"ia hendak menancapkan pisau di bagian punggung nona jasmine, namun karena nona arin melihatnya ia refleks menyelamatkan nona jasmine dengan mendorongnya hingga terjatuh dan terkilir.. nona arin bisa saja terkena sayatan pisau tersebut, namun karena tuan faidhan dengan cepat me.."
"cukup" ucap arkana tegas, sungguh ia muak mendengar arin selamat dari penyerangan itu karena laki-laki brengsek yang berusaha menarik perhatian tunangannya. Bukan ia tidak senang arin selamat, hanya saja.. ia kesal laki-laki itu mendapatkan poin untuk bisa mendekati arin lebih lagi
'cih.. dia pasti bangga seperti super hero yang menyelamatkan dunia'
'tuan pasti kesal mendengar tuan faidhan menyelamatkan tunangannya' pikir tomi
"siapkan penerbangan tomi" ucap arkana
Tomi terlihat diam
"tomi?"
"maaf tuan.. jika pun tuan pulang malam ini, tuan tetap tidak bisa menemui nona arin. Tidak sebaiknya jika tuan istirahat malam ini.. tuan juga pasti lelah, setelahnya besok pagi tuan bisa pulang dan langsung menemui nona arin? dan mungkin menjenguk nona jasmine juga"
Arkana terlihat berpikir
"baiklah.. beristirahatlah kembali ke kamarmu tomi, aku ingin kita terbang di pagi hari" ucapnya memijat pelan pelipisnya
"permisi tuan" ucap tomi kemudian berlalu dari kamar milik arkana
Keesokan harinya,
Arkana mengambil penerbangan di pagi hari. Ia berniat pulang ke mansion utama dan membersihkan diri, mengingat jika ia sudah tidak sabar melihat sendiri bagaimana kondisi arin saat ini
"selamat pagi tuan besar" ucap tomi menyapa kakek
"ya pagi tomi, ayo sarapan bersama" jawab kakek
"duduklah.. kita akan pergi langsung ke ruko" ucapnya seraya mengunyah roti tawar isi sebagai sarapannya
Tomi mengangguk "saya sudah sarapan di apartemen tuan.. terima kasih"
"kakek aku pergi, assalamualaikum" ucap arkana berjalan mendahului tomi
"ya waalaikumsalam"
'anda bahkan tidak menghabiskan satu potong roti tawar, begitu sangat merindukan nona arin kah?'
"tomi berhenti melamun" ucap arkana sedikit berteriak
'astaga..' tomi terkejut seraya memegang dadanya
"permisi tuan besar" pamit tomi
"ya hati-hati"
Jalanan terlihat sepi dan lancar lalu lalang, mungkin karena jam telah memasuki jam masuk kerja ataupun sekolah.. sehingga tidak banyak kendaraan yang memadati jalanan
Di tengah perjalanan saat lampu merah, kaca mobil arkana diketuk gadis kecil yang menjual bunga mawar merah segar.. membuat arkana membuka kaca mobilnya untuk mendengar gadis kecil dihadapannya itu
"tuan kaya, aku membawa bunga mawar merah dari kebun.. lihat mereka masih begitu segar" ucap gadis itu memegang tangkai mawar yang telah bersih dari duri kecil
"anda bisa memberikannya kepada istri anda, dia pasti menyukainya" lanjutnya kembali
"ayolah tuan, belilah bunga mawar cantik ini.. anda pelanggan pertamaku, aku akan memberikan diskon" ucapnya lagi dengan semangat
"berapa harganya?"
"10k untuk satu tangkai, tapi jika anda membeli 3 tangkai aku akan berikan 1 tangkai percuma" ucapnya tersenyum
"berapa tangkai yang kau bawa?" tanya arkana
__ADS_1
Gadis kecil itu diam
"ayo hitung" ucap arkana
"sebentar" ucapnya kemudian menghitung mawar merah tersebut
"19 tangkai tuan" ucapnya
Arkana tersenyum 'seperti tanggal hari lahir arinku'
"berikan untukku semuanya"
"yang benar?"
"tidak jadi menjualnya?" tanya arkana
"jadi.. um.. aku terlalu senang hehe.. semuanya jadi"
"ini" arkana menyodorkan beberapa lembar uang pecahan berwarna merah
"ini lebih banyak tuan kaya"
"tak apa, berikan bunganya" pinta arkana
Gadis kecil itu terlihat menyatukan semua tangkai mawar tersebut, dan melingkarkan pita putih di tengah kumpulan tangkai tersebut
"ini tuan" ucapnya tersenyum
"hm.. terima kasih, dan sebenarnya ini untuk tunanganku.. sebentar lagi akan menjadi istriku" ucap arkana meraih bunga tersebut
"oh ya? baiklah aku doakan agar cinta tuan dan nona.. siapa namanya?"
"arin"
"ya.. aku doakan agar cinta tuan dan nona arin terus bersama dan bahagia selamanya" ucapnya tersenyum
"terima kasih" ucap arkana dan tak lama lampu merah berganti berwarna hijau
"sama-sama tuan kaya, semoga harimu selalu baik" teriaknya yang masih bisa didengar oleh arkana didalam mobil
Arkana menutup kaca mobilnya kembali lalu menatap bunga mawar merah yang akan ia berikan kepada arin
'bagaimana reaksinya nanti? gadis lolaku itu pasti akan merona dengan cepat' pikir arkana tersenyum
Tak lama berselang, kini mereka telah sampai di depan ruko. Terlihat mobil putih berbody besar terparkir di halaman parkir, arkana mengernyit melihat kendaraan tersebut.. ia tahu kendaraan itu milik siapa. Tentu saja milik faidhan laki-laki nekat yang selalu memantau pergerakan tunangannya dan selalu mencari cara untuk mendekatinya
Tomi melihat wajah arkana dari belakang setir mobil, 'wajahnya sudah memerah menahan kekesalan hatinya' pikir tomi
"apa dia tidak bekerja?"
"bisa-bisanya dia mendekati arinku, dia pasti tau aku pergi ke luar kota" gumam arkana menggerutu
Dengan cepat arkana membuka pintu mobilnya dan melangkahkan kakinya seraya tersenyum memeluk bunga mawar merah di tangan kirinya.. ia mendorong pintu ruko dengan berseri dan,
Deg..
Langkahnya berhenti dan tangannya menggenggam erat bunga yang ia peluk
Apa yang ada di hadapannya ini?
Arin sedang menangis tersedu-sedu dipelukan laki-laki yang akhir-akhir ini selalu membuatnya naik darah.. gadis lolanya, kesayangannya.. arkana menggeleng perlahan
"arinku?" lirih arkana
Arin yang posisinya menghadap pintu membuka matanya mendengar gumaman arkana dan melihat tunangannya itu berdiri tepat di belakang faidhan.. dengan wajah berarti dan genggaman rangkaian bunga mawar merah ditangannya
__ADS_1
"mas arka.."
Next episode,,