My Charming Boss

My Charming Boss
82. Gadis baik hati


__ADS_3

"aw.. hufff.. " mona meringis meniup bagian tangannya yang terkena tumpahan coffe latte panas


"oh my god.. sorry" ucap sang weitres "you okay?" tanyanya


"ah iya tidak apa-apa" ucap mona cepat "um.. i mean im okay" ralat mona


"she's crashed me unexpectedly" tunjuk si weitres


"it's okay nope.. im okay" lerai mona melihat weitres itu menggebu menunjuk perempuan di hadapannya


"i really sorry" ucapnya menundukkan kepalanya seraya pergi dengan membawa gelas kopi


Saat mona hendak pergi mencari toilet perempuan itu menahan tangannya cepat


"maaf.. aku tidak sengaja" ucapnya


"you can speak bahasa?"


"aku orang indonesia" ucapnya


"ah ku pikir kamu ada darah inggris, wajahmu terlihat sama dengan orang disini" canda mona


"haha my dad is uk.. and my mom indonesia, wajahku tidak terlihat seperti bule.. jangan membual" balasnya


Mona tertawa kecil


"oh ya tanganmu?"


"ah iya aku harus pergi ke toilet" ucap mona


"ayo ikut, kamu baru tiba bukan?" tanyanya seraya berjalan menuju toilet


"apa begitu jelas?"


"haha walaupun tidak dengan koper.. but tatapan kamu yang bingung membuktikan kamu baru menginjakkan kaki disini"


Mona mengangguk setuju seraya mengguyur tangannya dengan air di wastafel


Perempuan itu terlihat melihat jam di tangannya


"i trust you.. come with me" ucapnya yang kini berdiri bersandar di dinding "dinner" lanjutnya


Terakhir kali ia makan di warung bibi tadi, dan di pesawat ia hanya makan satu potong roti.. tentu saja ia harus makan malam bukan?


Tibalah mereka disini, restoran cepat saji


"tidak masalah kan jika kita makan disini? aku suka sekali dengan makanan junk food" ucapnya tertawa kecil seraya menyedot minuman soda tepat di hadapannya


Mona menatap perempuan dihadapannya ini 'sepertinya usia ku dan dia tidak jauh berbeda.. atau mungkin di bawahku' pikir mona.


"tidak masalah jika sesekali" jawab mona


"ckk.. kau ini seperti kakakku, ayo makan"


Mona mengangguk seraya menikmati menggigit ayam crispynya 'ah.. sudah lama sekali tidak makan makanan junk food'


"kau juga suka kan?" bicaranya seraya mengunyah


"hm.. lama tidak memakan makanan cepat saji"


"btw, siapa namamu?"


"ah iya kita belum berkenalan, namaku mona" jawabnya cepat


'aduh.. keceplosan, apa tidak apa-apa jika ia tahu namaku mona?' pikirnya


"namaku vivian, call me vivi"


"usiamu?"


"kau terlebih dahulu" jawab vivi


"23 thn"


"yeay.. aku lebih muda" tawanya membuat mona tersenyum melihat vivi 'gadis ini benar-benar ekspresif'


"baiklah nona muda sekarang berapa usiamu?"


"22"


"haha hanya satu tahun?"


"ya apapun itu, yang penting aku lebih muda darimu kk" senyum jahil vivi


"haha kebetulan aku tidak punya saudara atau saudari.. aku suka adik perempuan" jawabnya mengedipkan mata


"good news.. baiklah ceritakan padaku" ucap vivi

__ADS_1


"apa?"


"kenapa kabur dari indonesia?"


Mona kaget dengan pertanyaan vivi, seakan tercekik hingga membuatnya kini tersedak


"hei kk maafkan aku, ini air mineral.. minumlah" ucap vivi panik


"hm.. terima kasih"


"aku rasa kita makan dulu, orang tua benar.. tidak baik makan seraya berbicara" ucap mona kemudian


"ah yaya.. kita bahas nanti saja"


'kenapa dia bisa tahu?' pikir mona


Disinilah mereka sekarang berada, taman kampus dimana vivi mengemban ilmu. Entah mengapa mona bicara jujur dengan vivi jika ia melarikan diri dari indonesia, gadis cantik dihadapannya ini terlihat beraura positif dan sepertinya bisa dipercaya.. tapi ia tetap tidak mengatakan jika ia melarikan diri karena permasalahan tante atau bandot brengsek yang ia hampir bunuh


"tapi kk tidak kabur karena patah hati bukan?" ejek vivi


"akan merugikan pekerjaanku jika itu terjadi"


"haha setuju, apa kk punya teman atau kenalan disini?"


Mona mengangguk "pasienku dulu, dia menikah lalu tinggal disini.. aku sempat menghubunginya tapi belum ada balasan pesan" jawab mona


"pasien? kk dokter?"


"dokter muda, koas"


"ah.. permasalahan apa yang membuat kk melarikan diri, pasti begitu berat"


"bagaimana jika kk tinggal denganku saja" lanjutnya


Mona menggeleng "mungkin aku akan mencari apartemen murah"


"itu tetap akan mahal kk, lagi pula aku punya teman jika bersama kk.. kakak juga tidak akan kesepian"


"itu merepotkanmu vi"


"tidak akan, ayo ikut aku ke rumah" ajak vivi menggenggam tangan mona menuju mobil yang terparkir disana


'vivi punya bodyguard?' pikir mona melihat dua laki-laki menunggu mereka di samping mobil


"ayo kk, jangan takut.. mereka itu te and dy. Tedy"


"tedy??"


"ya nona?"


"go home"


"mereka bisa bahasa?"


"hm.. aku tidak ingin punya bodyguard yang tidak mengerti bahasa dan candaanku, jadi aku memilih mereka"


Mona kini tertawa cekikikan melihat dua orang dihadapannya ini diam


"kenapa kk tertawa?"


"panggilan dan wajah mereka tidak cocok.. kau membuat mereka yang terlihat garang menjadi lucu," tawanya


"ah sudahlah kk ayo masuk"


"maaf nona, nona it..?"


"kenapa? apa tidak boleh?"


"tuan muda tidak suka jika nona membawa teman sembarangan" ucap te


"haiss kau itu yang sembarangan, jaga bicaramu.. dia itu kakak iparku" ucap vivi pelan agar mona yang sudah duduk di dalam tidak mendengarnya


"maaf nona saya tidak tahu"


"lupakan" ucap vivi yang kini masuk ke dalam mobil


Hingga tibalah mereka dimana vivi tinggal, 'ini mansion bukan rumah.. vivi bukan orang biasa. Apa keputusanku benar ikut tinggal dengan gadis ini? apa tidak akan ada masalah nantinya?'


Mansion ini berada tidak jauh dari pusat kota, juga tidak jauh dari kampus vivi.. begitu strategis. Melihat bangunan yang tepat di hadapannya ini, begitu kental dengan aksen batu dingin lama dan kaca patri layaknya kastil tua namun tampak anggun dan tentu saja.. dengan arsitektur yang menawan. Ditambah luasnya halaman yang menggambarkan betapa luasnya mansion ini


"hei kk kenapa jadi diam, jangan membuatku malu"


"malu??"


"kau bukan orang susah yang menatap kagum saat melihat mansion klasik seperti ini" ucap vivi berjalan mendahului mona


"selamat malam nona" sambut perempuan setengah baya tersebut

__ADS_1


"malam bibi cheng"


"perkenalkan ini bibi cheng kk, ia kepala pelayan di mansion ini.. bibi cheng sebenarnya dari tiongkok, tapi suaminya orang indonesia. Jadi bibi cheng terbiasa dengan bahasa indonesia" jelas vivi


"malam nona" sapanya ramah


"malam bibi" sambut mona tersenyum


"bi.. kk mona akan tinggal bersama kita"


Bibi cheng mengangguk "mari ikuti saya nona"


"vi aku merasa tidak enak jika.."


"oh kk sangat sopan seperti orang indonesia" potong vivi


"aku serius vi.."


"kamar kk tidak jauh dari kamarku.. tenang saja" ucapnya berjalan menyusul bibi cheng


Mona mengikuti vivi dan menatap sekeliling, mansion ini begitu nyaman dan adem.. sepertinya akan begitu cantik saat melihat cahaya masuk melalui kaca patri di beberapa bagian dinding mansion ini


Mereka menaiki tangga besar tepat di bagian ruang tengah yang juga terletak meja makan besar berbahan kayu walnut.. persis berhadapan dengan kaca besar sebagai akses pencahayaan dan pertukaran udara


"yang ini saja bi" ucap vivi berhenti di depan pintu


"baiklah ini kamar anda nona" ucap bibi cheng membukakan pintu kamar yang akan ditempati mona


"terima kasih, bibi boleh istirahat" ucap vivi


Bibi cheng mengangguk "selamat istirahat nona"


Mona tersenyum dan sedikit menunduk mengisyaratkan terima kasih


"kakak boleh mandi dulu, ada handuk bersih di kamar mandi.. untuk baju ganti akan ku ambilkan" ucapnya berbalik hendak keluar


"vi..?"


"ya?"


"bagaimana jika aku orang jahat??"


"maka aku orang baik" jawab vivi cekikikan


"mandi yang bersih kk" ditutupnya pintu kamar mona


Mona keluar dari kamar mandi dengan handuk kecil dikepalanya


"ah sungguh mataku sangat berat" gumam mona menguap seraya berkaca dengan mata memerah menahan kantuk


"kk mengantuk?" tanya vivi yang kini berbaring di ranjang


"astaga.." ucap mona mengelus dadanya akibat terkejut


"haha maaf.. ini baju ganti untuk kk, beberapa baju tidur dengan pakaian untuk besok"


Mona berjalan mengambil beberapa pakaian yang dibawakan vivi


"tunggu sebentar" ucap mona yang masuk ke dalam kamar mandi untuk berpakaian


'yang benar saja?'


'ah ini pas'


Ceklek.. mona telah berganti pakaian dengan kaos polos dan hot pants milik vivi.. hanya itu yang bisa membuatnya bernafas. Karena piyama yang di berikan vivi sedikit kekecilan


"bagaimana jika besok kita pergi berbelanja? sepertinya pakaianku sedikit kecil bukan?"


"ya sepertinya aku begitu gendut"


"haha kk bukan gendut hanya sedikit lebih okay" ucapnya dengan kedua tangannya bergerak membentuk gitar spanyol


"hanya sedikit.. vivi tak kalah okay" ucapnya


"dasarrr" susul mona ikut berbaring disamping vivi


"sleepy??"


Mona tersenyum mengangguk


"okay, kk pasti capek.. gd night"


"thanks vi"


"hm" ucap vivi berjalan dan menutup pintu


Next episode,,

__ADS_1


__ADS_2