
Disinilah mereka sekarang tengah menunggu kelancaran persalinan Arin yang juga ditemani oleh Arkana
"Ya Allah mudahkanlah cucu menantuku untuk melahirkan, agar bayinya lahir dengan selamat tanpa kurang suatu apapun" doa Henri
Sedangkan Ibu menunduk memanjatkan doa-doanya
'Semoga Arinku mampu dan kuat dalam proses lahirannya.. putriku adalah anak yang kuat, berjuanglah sayang..' ucapnya dalam hati
Tak berlangsung lama kini terdengar tangisan suara bayi yang begitu menggelegar memenuhi ruangan. Membuat mereka bertiga saling pandang dengan raut wajah yang sama
"Alhamdulillah" ucap mereka
"Cicitku.. itu suara cicitku.. dia sudah lahir" tangis haru Kakek Henri pecah dengan raut bahagia yang begitu terpancar di wajahnya
Dengan senyum dan tawa bahagia Gama memeluk Kakek Henri dengan riang. Tak kalah dengan mereka kini Ibu menangkupkan kedua tangannya seraya menunduk memanjatkan syukur yang teramat atas kelahiran cucu pertamanya
Sedangkan yang didalam ruangan..
Arkana tengah menangis bahagia seraya menggenggam tangan Arin. Sungguh hatinya begitu tersentuh melihat keadaan istrinya saat ini, Arin melahirkan secara normal. Dengan kedua matanya Arkana melihat perjuangan hidup dan mati yang diperjuangkan Arin demi sang putra lahir dengan selamat
"Alhamdulillah.. sayang" ucapnya pada Arin yang kini menangis seraya mengatur kembali nafasnya
"Terima kasih" dengan lembut ia mengecup kening istrinya dengan lembut
Dengan senyuman hangat Arin membalas menatap penuh cinta pada sang suami
"Mari pak silahkan bayinya di azdankan" ucap perawat yang berada disana
Kini terbitlah senyuman indah diwajah Arkana, ia memeluk sang putra didalam dekapannya dan langsung mengenai kulit dadanya agar si bayi mampu membonding perasaan antara ayah dan anak. Sementara dokter dan suster kini fokus memperhatikan kondisi Arin pasca melahirkan
__ADS_1
Tak lama kemudian terlihat Arkana keluar dari ruang operasi dengan wajah yang tak terkira kebahagiannya
"Putraku telah lahir"ucapnya kepada Kakek, Ibu dan Gama yang menatapnya menunggu
"alhamdulillah ya Allah" saut mereka bersama
"bagaimana keadaan Arin?"
"yaa ya.. Arin?" tanya Ibu dengan sedikit khawatir
Dengan senyum Arkana membalas pertanyaan Ibu
"istriku sehat Bu, Arinku perempuan yang tangguh"wajabnya
"selamat.. selamat cucuku.. selamat untuk kita semua" tangis Kakek memeluk Arkana
'aku tahu bagaimana perasaan bahagia Kana saat ini' dalam hati Gama
"Ya.. Bu.. Arin akan dipindahkan diruang rawat inap, aku juga sudah mengazdani putraku kek" ucapnya yang melirik kembali pada Kakek
"ohh syukurlah alhamdulillah, sungguh Kakek begjtu tidak sabar untuk menggendong cicitku itu" ucapnya tertawa
"dia pasti tampan bukan?" ucap Ibu berseri
Dengan anggukan Arkana setuju dengan ucapan Ibu
"pastii" ucapnya menganggukkan kepala beberapa kali
"baiklah, ini berita yang begitu manis.. maka kita patut untuk merayakannya. Gama berikan cake manis untuk perawat dan dokter serta tenaga medis atau bahkan OB rumah sakit" ucap Arkana dengan sumringah
__ADS_1
"yaa itu mudah" jawab Gama
"Gama.. berikan kabar pada Kakek Genta, Bundamu dan Mona jika Arin sudah melahirkan dengan selamat dan melahirkan seorang bayi laki-laki" ucap Ibu ikut
"ah ya Bu, mereka pasti khawatir menunggu Kabar" ucapnya yang kemudian berlalu sedikit menjauh hendak menelpon Kakek Genta
"Ibu dan Kakek pasti lelah, pulanglah terlebjh dahulu.. kalian bisa kembali nanti malam" ucap Arkana
"tapi nak Arin bagaimana?" tanyanya
"biar aku yang urus" jawabnya yakin "Kakek juga, tidak baik terlalu letih dengan usia Kakek sekarang
"dasar cucu cerewet.. baiklah ya.. Kakek pulang bersama Ibumu" jawabnya kesal
Membuat Ibu menggelengkan kepalanya
"nanti Ibu akan bawakan pakaian Arin dan Babynya bersama Bi Yaya"
" ahh ya benar, aku hampir melupakannya" jawab Arkana yang sedikit cengengesan
Kemudian Gama menghampiri mereka
"Kakek dan Ibu akan pulang?" tanyanya
"iya.. mungkin sore atau malam akan kembali kemari" jawab Ibu
Dengan paham Gama mengangguk
"kalau begitu aku juga ikut pulang, aku akan kemari lagi bersama Kakek Genta, Bunda dan juga Mona"lanjutnya
__ADS_1
"baiklah kalian hati-hati dijalan" ucap Arkana
Next Episode,