My Charming Boss

My Charming Boss
Pemikirannya Arin


__ADS_3

"Hallo putra Papa.. ahh Alan ingin Papa gendong? Iya? Baiklah.. come to Papa sayang" ucapnya sembari mengajak putranya yang sedang tertawa bersamanya, dengan pelan ia memeluk tubuh si kecil dari dekapan Mamanya


Seraya menggendong Arsalan, Ia memberikan kode pada Arin untuk mengajak Arsalan mendekat pada yang lain. Dan tentu diangguki Arin dengan tersenyum, Ia juga hendak beristrihat sebentar duduk di sofa.. dan biarlah dua lelaki tampan dalam hidupnya itu menyapa keluarga dan tamu yang lain.


Melihat senyum yang dipancarkan Arkana ketika mengobrol membuatnya berpikir jauh melayang mengingat kehidupannya sebelum ini


Perlahan sudut bibirnya tertarik. Dia ingat bagaimana pertama melihat Arkana, mendengar nama suaminya, menjalin hubungan dengan sang Bos.. hahaaha sungguh membuatnya lucu


'Tidak menyangka bisa menikah dengan Charming Boss'


Hingga ketakutannya akan perasaan Arkana padanya dan perbedaan mereka..


Benar iya, jika Ia sedari remaja menginginkan suatu pernikahan yang indah. Dan, kenyataan didepan matanya diluar bayangan dan ekspektasinya yang mampu membuatnya terharu dan sungguh bersyukur atas nikmat luar biasa yang ia dapatkan


Perlahan matanya beralih pada sang Ibu Peri.


Ya.. Panggilan sayangnya untuk sang Ibu.


Tawa Ibu kini terpancar saat sedang mengobrol dengan Bunda dan yang lainnya


Perlahan air matanya menetes dipelupuk mata, perempuan yang usianya tidak lagi muda itu begitu sangat mencintainya. Ingatannya kembali pada saat dirinya masih bersekolah

__ADS_1


'Ibu.. Alin mau dikuncil poni sepelti gadis lain disekolah' ucapnya dengan mata mengerjap dengan meminta


'Dikuncir poni?'


'Sepelti lambut yang diliuk-liuk itu bu..' jelasnya


'Sayang itu dikuncir kepang namanya.. poni itu untuk bagian rambut didahimu ini' tawa ibu


Kini ia tersenyum kecil mengingat kejadian dulu.


Lalu matanya beralih pada perempuan hamil yang sedang mengunyah sepotong cake dengan piring kecil ditangannya, seraya tertawa sesekali dengan Ibu, Bunda dan lainnya


Perempuan itulah yang dengan setia memberikan arti persahabatan, yang berada sebagai teman terbaik.. walau Mona sempat berpisah dengannya karena menempuh pendidikan kuliah. Namun perempuan ceria itu selalu menjadi teman sekaligus saudari untuknya


'Ma.. Pa.. semoga kalian berada disisi terbaik Allah SWT, Insya Allah Kk Dhan dan Arin akan tetap doakan kalian selalu. Arin sayang Papa Mama' ucapnya dalam hati seraya memandang sang Kakak tercinta


"Arin.." tepuk seorang perempuan dipundaknya


Dengan sedikit kaget ia menoleh "Mbak Olla..." panggilnya seraya masuk kedalam pelukan Olla yanh merentangkan tangan padanya


"Hallo tante.." sapa gadis cantik yang semakin tumbuh dari tahun sebelumnya

__ADS_1


"Bella.. hi anak cantik, panggilnya nggak ante lagi?" Goda Arin


"Udah nggak dong" tawanya pada Arin


"dia sudah sebesar ini?" ucapnya tertawa lalu melihat pada Olla


"Sejujurnya aku juga tidak rela, dia bahkan sudah diganggu teman laki-lakinya" jawab Bram sedikit terkekeh


Membuat Olla memainkan matanya tertawa kecil pada Arin "nanti juga kalo Alan punya adik perempuan, Arkana juga akan super protektif" lanjutnya


Membuat Arin mengangguk setuju dan tertawa


"Ma.. Bella mau lihat Baby Alan"ucapnya


"Boleh sayang, lihat Babynya sama Papa ya. Mama mau ngobrol bareng Tante Arin dulu ya" jawabnya pada Bella yang mengangguk lalu memegang tangan Bram


"Baiklah my princess, come on" ajaknya lalu berlalu meninggalkan dua perempuan itu


"Rin.. um.. maaf ya, aku nggak tahu kalau sebelumnya kamu belum tahu masalah bawah tanah itu" ucapnya dengan wajah menyesal


"Its okay Mbak" jawab Arin tersenyum

__ADS_1


"Iya.. tapi kalian jadi berantem kan?"


Next Episode,


__ADS_2