
"halo asisten tomi, apa kabar?" tanya arin yang sudah duduk disamping arkana
"saya baik nona" jawab tomi
"hanya menanyakan tomi?, tidak menanyakan kabarku?" tanya arkana
"um.. tapi ku perhatikan tuan arka sepertinya baik-baik saja, jadi.." ucapan arin terpotong karena arkana sudah memotong pembicaraannya
"jadi kau suka memperhatikanku hm?" tanya arkana
Blush..
Arin terdiam tidak bisa menjawab arkana
Tiba-tiba arkana tertawa kencang, arin yang melihat arkana terlihat bingung kenapa arkana tertawa
"sekarang aku tahu mengapa wajahmu memerah.. ingin tahu karena apa?" tanya arkana yang sudah menghentikan tawanya dan memandang fokus pada arin
Arin yang bingung hanya mengangguk pada tuan arkanya
Dengan gerakan lambat arkana mendekat pada arin, menggerakkan tangannya untuk menyingkirkan rambut yang sedikit mengganggu di wajah gadis itu
Deg..
Arin terdiam kaget, rasanya jantungnya kini mendadak diam tak berdetak.. sepertinya keadaan berhenti seketika
Dengan masih menatap arin, arkana mengelus pipi arin yang sedikit chubby
"bukan karena demam atau gerah, hanya saja pipi kamu ini merona" ucapnya pelan
Sedangkan pipi arin sudah terlihat merona, jantungnya juga sudah berdetak.. bukan hanya berdetak saja melainkan berpacu dengan kencang
Arkana melepas sentuhannya dan tersenyum melihat arin yang diam dengan pipi yang merona
"jangan tunjukkan warna pipi ini dihadapan orang lain.. aku tidak suka jika ada orang lain yang melihatnya" ucap arkana lembut
__ADS_1
"oke gadis lolaku?" tanya arkana dengan mengelus lembut kepala arin
Dengan refleks arin mengangguk pada arkana
"gadis pintar" ucap arkana seraya tersenyum
Sedangkan tomi hanya diam mendengarkan segala rayuan dan sikap manis tuannya sejak dari tadi
'jadi sebenarnya nona arin ini lola atau pintar?'
'tuan anda benar-benar sudah sangat jatuh cinta pada nona arin' pikir tomi yang tetap fokus melihat jalanan, hanya saja telinga tomi tidak tuli bukan?
__________________
Hari ini arin telah siap berangkat bekerja, semalaman ia tidak dapat memejamkan matanya. Arin selalu tersenyum malu saat mengingat pipinya yang dielus lembut oleh arkana
"apa iya aku jatuh cinta? bukankah mona bilang rasanya berbunga-bunga? sedangkan saat ini aku juga berbunga-bunga" arin tersenyum sendiri "jika ia.. berarti benar aku jatuh cinta pada tuan ar.. "
Lamunan arin terhenti saat ibu mengetuk pintu
Tok tok...
"arin sudah belum dandannya, ayo turun kita sarapan dulu nanti tepat loh" ucap ibu
"iya bu arin ambil tas dulu" ucapnya
Saat mereka sedang sarapan ibu membuka pembicaraan
"tadi malam dianter siapa?" tanya ibu
Arin menoleh pada ibu "itu.. tuan arka bu" jawab arin
Ibu tersenyum "duh ibu perhatikan kayaknya udah sering banget ya tuan arka itu anter kamu pulang"
"ibu godain arin deh" arin tertawa malu
__ADS_1
"haha ibu kan hanya bertanya saja" jawab ibu
"ibu udah dong, arin pergi deh udah jam berapa juga.. nanti telat lagi" ucap arin
"aduh aduh pake segala merona pipinya" goda ibu
Arin tertawa kecil "arin pergi bu, assalamualaikum"
"iya waalaikumsalam, lain kali ajak makan dirumah ya" ucap ibu
Arin hanya tersenyum seraya tertawa
________________
Tok tok..
"permisi tuan" ucap tomi
"hm.. sudah didapatkan?" tanya arkana
"sudah tuan, semua perhitungannya ada di dalam berkas.. termasuk anak cabang perusahaan yang ada di pulau seberang" jelas tomi
"bagus tomi, aku ingin kau memantau semuanya dengan benar.. jangan ada kesalahan dan yaa hubungi leo untuk mendapatkan kartu emas perempuan lintah darat itu"
"baik tuan" jawab tomi
"jangan lupa, temui bram untuk mendapat bukti atas perlakuan biadab yang sudah dilakukan bajingan itu.. atur kembali kapan aku bisa menemuinya" lanjut arkana
"siap laksanakan tuan"
"hm.. aku ingin semuanya selesai dengan cepat, rasanya sudah muak" gumamnya
Tomi hanya mengangguk "saya permisi tuan"
"ya ya" arkana menganggukkan kepala
__ADS_1
Aku harus mengungkap semuanya dengan tepat dan cepat.. tidak ada penundaan yang akan menjadikanku lebih sulit lagi karena terus terjebak dengan permasalahan yang sama secara terus menerus
Next episode,,