My Charming Boss

My Charming Boss
Suasana yang berbeda


__ADS_3

"Ohhhh sahabatku, congratulation ya.. babynya lahir dengan selamat dan sempurna" ucapnya setelah duduk dikursi sebelah bed Arin seraya menggenggam tangan Arin


"Alhamdulillah Mon.. semuanya berjalan lancar" balas Arin tersenyum


Dengan wajah yang mulai berubah Mona menatap Arin hendak bertanya


"Tau deh mau nanya apa" celetuk Arin yang memandang raut wajah Mona


"Ihhh.." ambek Mona


"Tapi serius deh Rin, kamu gimana tadi? Sakit banget ?" Tanyanya sedikit berbisik


"Hm bangettt" jawab Arin "lagian Mon, kamu kan dokter masa masih nanya?"


"Ye.. orang nanya sesama pasien bukan sebagai dokter"


Membuat Arin tertawa cekikikan


"Semuanya berbalas dengan kebahagian saat babynya lahir, apalagi saat babynya nangis Mon. Kamu akan berasa jadi seorang yang begitu beruntung karena bisa ngerasain kebahagian sebesar ini" jawab Arin tersenyum


Mona tersenyum kembali "iya aku tahu.. perasaan takut jelas ada, tapi ngeliat wajah baby kamu. Aku jadi nggak sabar buat ngelahirin.. hehe" ucapnya sumringah


"Nggak lama lagi honey, nanti giliran kita" ucap Gama yang mendekat memberikan buah anggur padanya


Dengan anggukan ia tersenyum seraya mengambil anggur yang diberikan suaminya


"Thanks suami akuuu" jawabnya


"Iya deh yang punya suami.." saut Vivi yang baru masuk ke dalam ruangan bersama Bunda


Matanya terfokus pada semua orang yang mengelilingi Arkana dan Babynya sedangkan telinganya begitu peka dengan percakapan Gama dan Mona serta Arin


"Iya dong" jawab Gama memeluk istrinya seraya berdiri membuat Vivi berkata dalam hati

__ADS_1


'Tunggu aja kalo aku sama my lop bersatu'


"Mikir apa tuh" timpal Gama melihat Vivi sedikit tersenyum


Melihat kedua Kakak Adik itu membuat Mona geleng kepala


"Hii adik ipar, kamu bawa nggak pesenan Arin" ucap Mona menoleh


"Iya pasti, kalo nggak Kak Kana pasti beraksi sama omelannya" ucap Vivi sedikit berbisik namun mampu didengar Arin yang kini terkekeh mendengar ucapan Vivi


Mendengar kedua anaknya membuat Bunda mengabaikannya lalu menghampiri Baby Arin dan Arkana, lalu mendekat duduk disamping Ibu" Ohhh gantengnya ini cucu grandma"


"Terima kasih Oma.." jawab Arkana yang menggerakkan tangan sang Baby yang kini didalam dekapannya


"Siapa dulu Kakek buyutnya" jawab Kakek Henri bangga


"Ya.. kau memang Kakek buyutnya, tapi tunggulah.. Cucuku tidak akan kalah tampannya" jawab Kakek Genta


Kini Kakek Genta tertawa terbahak membuat semua orang melihatnya


"Yaya.. kalau cicitku perempuan, maka dia akan menjadi peri cantik yang akan membuat kalian pangling" lanjutnya


"Wah, bisa dijodohkan kalau begitu" jawab Vivi sumringah


"Boleh.. tapi tidak ada pemaksaan, putriku bisa sengsara jika tidak dari hatinya" jawab Gama


"Memang putrimu saja, putraku juga bisa sengsara jika tidak suka" jawab Arkana


"Ya ampun.. ini kalian, cucu Oma terganggu tidurnya" ucap Ibu yang menatap Baby itu kini menggerakkan tubuhnya sedikit


"Hm.. Bu Kk Dhan masih diluar kota ya?" Tanya Arin sedih


"Iya sayang, nanti besok mungkin sampai. Ibu sudah hubungin tadi saat kamu operasi" jawabnya

__ADS_1


Membuat Arkana memberikan sang Baby pada Ibu dengan begitu hati-hati


"Mamanya butuh papanya sebentar Bu" ucap Arkana dengan senyumnya pada Ibu yang memahami ucapan menantunya


Setelah dipelukan Ibu, kini Arkana mendekati Arin


"Its okay, Kk Dhan besok juga sampe. Beruntung kerjaannya udah selesai hm" ucapnya yang kini berdiri disebelah kanan Arin


"Iyaya mas, kasian juga kalo Kak Dhan buru-buru" jawabnya yang diangguki Arkana


"Apa Babynya tidur?" Tanya Arin


"Hm.. putraku tidur dengan nyaman sayang" jawabnya pada Arin dengan melihat Babynya dipelukan Ibu


"Apa kalian sudah mendapatkan namanya?" Tanya Mona menoleh pada Arin


Dengan anggukan Arin menjawab "aku dan mas Arka sudah punya pilihan" jawabnya


"Ya, nanti akan diumumkan saat pulang kemansion, bersamaan untum aqiqahnya" tambah Arkana


"Untuk sementara cicitku masih dipanggil Baby" celetuk Kakek Henri


"Yaa benar, memilih nama bukan hal yang mudah dan sembarangan" timpal Kakek Genta


Tok Tok


Terdengar bunyi ketukan dari luar pintu


"Assalamualaikum"  Ucapnya yang hendak melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan, sehingga membuat semua orang menoleh termasuk Vivi. Dan membuat gadis itu kini tersenyum merekah


Namun, beberapa detik kemudian.. membuat senyumnya yang merekah seketika luntur begitu saja


Next Episode,

__ADS_1


__ADS_2