My Charming Boss

My Charming Boss
36. Kakak laki-laki


__ADS_3

Berbeda di kota lain


"permisi tuan, ada yang bisa ku bantu?" tanya tomi pada arkana


"hm.. siapkan mobil, sebentar lagi kita akan pergi ke mension bram" perintah arkana


"baik tuan, permisi"


"bagaimana dengan tugasmu?" tanya arkana


"mengenai nona arin tuan?" tanya tomi


"ck.. hmm" jawab arkana


'tuan anda masih malu-malu saja' pikir tomi yang sudah menarik bibir untuk tersenyum


"apa yang kau pikirkan?" tanya arkana


"tidak ada tuan," tomi menggeleng


"dan untuk nona arin ia baik-baik saja tuan sesuai dengan keinginan tuan" jawab tomi


"bagus, kau boleh keluar" perintah arkana


'huff.. aku sangat merindukanmu, sudah seminggu aku tidak melihat senyum manisnya'


'apa kabar dia sekarang'


'apa dia juga merindukanku?'


'gadis lolaku'


Tanpa sadar arkana tersenyum manis, untung saja tidak ada seorang pun.. jika tidak mereka akan terkejut dan terpesona dengan ekspresi tampan yang sangat hangat tersebut


_______________


Arkana dan tomi akhirnya tiba di mension milik bram, terlihat didalam mension terdapat banyak anak buah bram yang mengawasi dari halaman depan


"selamat datang tuan" ucap pelayan bram pada arkana dan tomi


"kami ingin bertemu dengan tuan bram, tolong beritahukan padanya jika tuan arkana sudah datang" ucap tomi

__ADS_1


"um.. maaf tuan bukan saya lancang, hanya saja keadaan hati tuan bram saat ini sedang tidak baik-baik saja" jelas pelayan itu pada arkana dan tomi


Arkana mengernyitkan alis matanya


"biar aku temui sendiri" ucap arkana yang sudah disusul oleh tomi dibelakangnya


Sedangkan pelayan itu tidak bisa melarang dan hanya diam saja


"dimana bram?" tanya arkana pada pelayan yang sedang lewat


"di ruang kerjanya tuan" jawabnya


Tanpa mengetuk atau menunggu arkana masuk ke dalam ruang kerja bram, terlihat penampilannya tidak terurus dan kacau


"ada apa denganmu?" tanya arkana


Mendengar suara arkana bram menegakkan kepalanya menatap arkana, matanya terlihat sembab, bengkak dan memerah


"kau menangis?" tanya arkana yang sudah duduk di kursi hadapan bram sedangkan tomi sudah duduk di kursi lain dekat jendela ruangan


"istriku dan putri kecilku menghilang kana" lelaki itu meneteskan air matanya


Arkana sontak kaget "lalu apa yang kau tunggu? kerahkan anak buahmu" ucap arkana keras


"dia pergi meninggalkanku, dia.. dia pernah bilang dia tidak menerima kebohongan apa pun dariku. Tapi aku.. aku berbohong kepadanya"


"aku sudah mencarinya seharian ini tapi tidak ada hasilnya, aku takut sesuatu terjadi pada mereka"


"ya tuhan kumohon bantu aku arkana" pinta bram


Arkana hanya diam mendengarkan bram, sempat terlintas di benaknya 'apa gadis lolaku juga akan pergi, jika ia tahu aku juga terlibat dengan para mafia dan sejenisnya'


"apa kau dengar aku kana?" tanya bram


"aku sudah mendapatkan informasi yang kau mau, hanya menggali sedikit lagi dan akan kita dapatkan buktinya. Tapi sebelum itu bantulah aku menemukan istriku terlebih dahulu" ucap bram


"baiklah akan aku bantu, perlihatkan fotonya. Istri dan anakmu" ucap arkana


"ini" dengan cepat bram mengulurkan tangannya memberikan foto istri dan putrinya "namanya olla, dia istriku dan putri kecilku bella" jelasnya


"kau dengar tomi, urus semua kerahkan anak buahmu" ucap arkana

__ADS_1


"baik tuan, saya permisi keluar" jawab tomi


Namun sebelum tomi keluar, pintu ruang kerja bram terdengar diketuk


"permisi tuan, mereka mendapat informasi mengenai nyonya dan nona kecil" ucap pelayan


"tunggu apa lagi, suruh dia cepat masuk" perintah bram


"apa.. apa kau menemukannya ? dimana istriku?" cecarnya


"kami masih belum menemukannya tuan," belum selesai ia bicara bram sudah memotongnya lebih dulu


"lalu apa gunanya kau disini, pergi dan cari istriku" bentaknya


"bicaralah" ucap arkana pada anak buah bram


"kami memang masih.." kali ini arkana memotong pembicaraannya


"langsung saja, kau membuat orang kesal dengan kalimatmu itu" ucap arkana


"begini tuan kami mendapatkan daftar penumpang pesawat dengan tujuan ke kota A, dan disana terdapat keterangan nyonya dan nona kecil pergi menggunakan pesawat itu" jelas anak buah bram


"itu kotamu kan kana, kita pergi.. kita pergi menyusul istri dan putriku" ucapnya tergesa-gesa


"bisakah kau tenang bram? lihatlah akibat sikapmu ini, informasi bisa saja hilang karena sikapmu itu. Aku tahu keadaanmu tapi mengertilah.. kita selidiki dengan benar agar kita tak salah langkah" ucap arkana yang sudah geram melihat sikap bram


Bram terdiam dan menghela nafasnya seraya duduk kembali di kursinya


"huff.. kau carilah keberadaan istriku dan putriku cari informasinya serinci mungkin" ucap bram yang sudah mulai tenang


"baiklah saya permisi tuan" ucapnya keluar ruangan bram yang diikuti oleh tomi


"aku minta maaf kana, kau kemari untuk kasusmu tapi kau harus membantu masalahku" ucapnya bersalah


"tidak masalah, kau membantuku aku juga membantumu" jawab arkana


"aku pikir kita hanya rekan kerja atau bisnis kana, tapi sepertinya kau lebih dari itu. Terima kasih, kau seperti saudara bagiku" ucapnya tulus


"hm tidak masalah, tapi kau yang lebih tua bukan aku" ucapnya menanggapi bram


"yaya terserah kau saja" ucap bram malas menanggapi kana

__ADS_1


Next episode,,


__ADS_2