
"mas arka" ucapnya bicara pelan dengan mata yang memerah dan air mata yang bercucuran membasahi bagian pundak kemeja faidhan
Refleks arin melepaskan pelukan faidhan.. mendengar panggilan arin membuat laki-laki itu menoleh dan melihat arkana yang berada di belakangnya, sama halnya dengan arin.. faidhan juga terlihat menyeka air mata yang menetes di pipinya
Arkana berjalan menghampiri mereka dengan pelan, tidak ada suara yang bersahutan.. hanya ketukan sepatu arkana yang menyentuh lantai
Matanya menatap nyala kepada faidhan, tanpa babibu arkana melayangkan pukulan keras di wajah faidhan..
Bugh..
membuat laki-laki itu tersentak dan terdorong tanpa sempat membuatnya memberikan perlawanan dan tidak pula berniat membalasnya
"kakak" pekik arin melihat faidhan jatuh tersungkur dengan darah yang merembes di balutan perbannya
Sontak membuat arin mendekat dan menunduk melihat luka faidhan yang mungkin semakin parah dan membantunya duduk di kursi yang ada disana
"kak dhan hiks.. apa sakit?" tanyanya berjongkok di depan faidhan
'bahkan kamu sangat mengkhawatirkan dia'
Faidhan hanya mengelus lembut kepala arin "tak apa" jawab faidhan lembut
"kakak maaf" ucap arin lirih
"it's okay" jawab faidhan sedikit meringis
Arin menolehkan wajahnya pada arkana yang terlihat mengatur nafasnya, ia menghampiri arkana dengan .air mata yang masih menetes.. sebisanya ia menghapus air matanya
"mas.."
"apa ini arin? aku hanya pergi sebentar.. dan kedekatanmu dengan dia sudah sedekat ini hm?" tanya arkana dengan datar namun menusuk
"mas.."
"kamu memeluknya dengan erat, apa karena dia telah menolongmu? iya?"
"mas denger dulu" ucap arin mencoba untuk bicara, sungguh arin tidak ingin ada di keadaan seperti ini.. hatinya sakit melihat arkana menatapnya tajam dan tak percaya padanya
"kk dhan.."
Lagi-lagi arkana memotong ucapan arin "kk dhan? panggilan kesayanganmu untuknya?"
"kumohon dengarkan dulu" lirih arin ingin menggapai tangan arkana, namun arkana memundurkan langkahnya
Arin diam berdiri menatap ke bawah lantai, ia melihat dengan jelas kaki arkana melangkah menghindar darinya
'kamu membenciku mas?' pikir arin yang sudah bergetar menangis diam
Arkana tak ingin arin bicara, ia takut gadisnya bicara yang menyakiti hatinya..
'bagaimana jika arinku meminta agar aku menjauhinya? Tidak' arkana menggeleng
Melihat arin menunduk sedih.. rasanya ia ingin merengkuh arin masuk ke dalam dekapannya. Tapi mengingat pelukan arin kepada faidhan membuatnya kesal setengah mati
Faidhan berdiri mendekati arin "duduklah dulu arka, akan ku jelaskan semuanya"
"jangan berani" tekan arkana pada faidhan sebelum tangan laki-laki itu menyentuh pundak gadisnya
Arin yang masih menunduk melihat pada lantai kemudian berteriak "kk faidhan itu kk kandung arin" ia tidak ingin arkana memotong ucapannya lagi
Deg..
Belum sempat arkana bertanya, suara ibu mengagetkan dirinya
"hei ada apa ini? nak arka?" tanya ibu masuk ke dalam ruko dan menoleh melihat keberadaan arkana yang berdiri dengan wajah yang berarti juga arin yang menunduk diam.. ia tahu putri kecilnya itu sedang menangis
Laki-laki yang berdiri disamping ibu hanya tersenyum kecil
"pasti ada kesalah pahaman," ucap ibu menghampiri arkana dan menuntunnya duduk lalu memberikannya minuman kemasan agar arkana lebih tenang
"minumlah dulu" ucap ibu
Arkana mengangguk dan membuka botol air mineral di hadapannya
Arin juga faidhan duduk bersebelahan menghadap arkana dan ibu
"nak arka pasti tidak menyangka jika nak faidhan ini kk kandung arin" ucap ibu mengelus punggung arkana dan sedikit menepuknya
Deg..
'jadi benar?'
Arkana menelan ludahnya seraya diam menatap arin yang menunduk tidak melihat kearahnya
__ADS_1
'apa ia dipukul oleh laki-laki ini?' pikir laki-laki separuh baya tersebut melihat wajah faidhan terdapat lebam sedikit, ditambah dengan darah merembes di balutan perban faidhan
"awalnya ibu juga terkejut sama seperti kamu, sebesar ini.. arin baru mengetahui bahwa ia mempunyai seorang kakak laki-laki"
"bagaimana bisa?" gumam arkana
Ibu tersenyum melihat arkana terus menatap arin "ini pengacara keluarga arin, banyak hal yang bisa membuat ini terjadi"
"perkenalkan, pengacara surya irawan" diulurkannya tanyanya pada arkana dan arkana menyambutnya
"sebelumnya maaf saya mendahului bicara.. berharap hal ini tidak menjadi lebih salah paham lagi" ucapnya meletakkan beberapa dokumen di atas meja
"ini hasil tes DNA yang kami lakukan kemarin hari untuk meyakinkan, beruntung nama arin tidak diubah mengingat jika ia masih berumur dua tahun saat itu.. sehingga memudahkanku melacak keberadaan dua kakak beradik ini" jelas pengacara irawan
"sama sepertimu, aku ingin kepastian. Aku tidak ingin salah menanggap orang lain adik kecilku.. hingga membuatku memutuskan untuk memastikannya dengan akurat melalui tes DNA. Walaupun sebelumnya aku sudah yakin jika ia adik kandung perempuanku, kata hati dan kekuatan itu tidak bisa dipungkiri" timpal faidhan
"dan kau bertingkah layaknya laki-laki brengsek perusak hubungan orang lain?" tanya arkana
"aku harus tahu siapa pendamping adikku nanti, apa ia layak? pantaskah?"
"mengapa baru sekarang?" tanya arkana lagi
"ceritanya panjang" jawab faidhan
"aku punya banyak waktu"
"baiklah..
[Flashback on]
Tok.. Tok..
"permisi pak ada yang ingin bertemu dengan bapak" ucapnya dengan sopan
"siapa?" tanyanya mendongak dari kertas dan laptopnya
"pengacara surya irawan pak" jawabnya
Ia menegakkan pinggangnya dan bersandar di kursi kerjanya 'pengacara irawan?' pikirnya dalam dengan nama itu
"apa diizinkan pak?"
"yaya.. berikan dia masuk" ucapnya
Tak lama lelaki paruh baya berkepala plontos dengan setelan jas hitam dan kemeja biru muda terlihat memasuki ruangannya,
Lelaki itu pun menunduk dan menutup kembali ruangan
Sedari tadi pandangannya tak lepas memperhatikan lelaki tua dihadapannya itu 'seperti tidak asing' pikirnya
"selamat siang Faidhan Shahzad Widad" ucapnya tersenyum
"silahkan duduk" ucap faidhan mempersilahkan sang pengacara duduk di sofa tunggu seraya menghampirinya
"apakah ada keperluan tuan" ucapnya to the point
"masihkah mengingat paman?"
Ia diam sejenak berpikir "paman wan?"
Lelaki plontos itu tersenyum mengangguk "ingatanmu sungguh bagus"
"ya allah paman.. apa kabar?"
"kabarku baik"
"sangat lama sekali"
"benar.. sangat lama semenjak kematian orang tuamu" ia berdeham ragu
"ehkm.. sebenarnya ada yang ingin paman sampaikan, namun rasanya seperti terlambat"
"maksudnya?"
"kau tahu.. usaha orang tuamu dipegang oleh kamal triadma, kau pasti tidak asing dengan namanya, namun.. baru-baru ini terdengar kabar ia meninggal dunia. Sehingga saat ini perusahaan kalian itu dipegang oleh orang lain"
Tuan irawan diam menunggu tanggapan faidhan
"dhan?"
faidhan menggeleng "biarkan saja paman, aku kehilangan kedua orang tuaku dan adik kecilku yang cantik.. apalagi harapanku? biarlah mereka melakukan apa pun dengan harta itu aku tidak ingin tau dan tak ingin menimbun dendam, aku ingin menjalani hidupku dengan normal" jawab faidhan pelan
"walau kenyataannya tidak begitu?"
__ADS_1
"maksud paman?"
"bagaimana jika arin masih hidup?" ucapnya pelan
Faidhan tersentak diam
"jelaskan padaku paman?, aku tahu paman menyimpan sesuatu karena itu paman menemuiku" tanya faidhan
"maafkan aku faidhan" ucapnya
"apa yang terjadi?"
"nyonya risma, yang kau tahu hanya asisten rumah tangga. Namun sebenarnya ia orang kepercayaan yang dibayar papamu untuk kalian"
"oma risma?"
Ia mengangguk
"risma sakit dan lumpuh faidhan.. ia meninggal 7 tahun lalu. Entah karena kondisinya yang tidak baik mungkin, ia baru memberikan pesan padaku jika kau masih hidup. Aku menyesalkan kenapa baru mengetahuinya sekarang, aku terlambat mengetahuinya. Harusnya 7 tahun yang lalu aku melihatnya.. istriku menemukan surat itu di rumah lama kami, selama ini kami tinggal di luar negeri"
"faisal ialah orang kepercayaan papamu. Nyonya risma membawamu pergi meninggalkan rumah kalian karena kau menjadi penghalang untuk triadma menguasai perusahaan papamu, hanya faisal yang bisa melindungi dirimu saat itu sehingga ia membawamu pada faisal. Saat itu mobil yang dikendarai papamu hancur mengenaskan.. sehingga ku pikir tak ada yang selamat. Tapi sebenarnya.."
"katakan paman?"
"Maaf karena aku melewatkan jika adikmu masih hidup saat itu.."
"arinku masih hidup?"
"paman sungguh minta maaf melewatkannya"
"paman??" lirih faidhan tertunduk menangis
"maafkan paman faidhan, sungguh.."
"bagaimana dengan faisal mengapa ia menghilang membawamu?"
Faidhan menggeleng "paman faisal selalu pesan agar aku melupakan segalanya. Tak perlu mendendam dan membahayakan diriku sendiri.. aku hanya perlu melanjutkan kehidupanku dengan tenang"
"itu pesannya terakhir.. paman faisal telah meninggal dunia lima tahun terakhir ini paman"
"mungkin dia juga berpikir bahwa semua keluargamu telah meninggal"
"mungkin"
"lalu bagaimana dengan arinku?" tanyanya kemudian
"paman menemukannya dhan.. data identitasnya berada di panti asuhan"
'arin.. apakah ia baik-baik saja selama ini? arinku..'
"berikan aku alamatnya"
"tapi seseorang telah mengadopsinya secara sah"
"paman mengetahui alamatnya?"
Ia mengangguk "mereka selalu pindah-pindah, alamat terakhirnya ada di ruko toko kue vanilla"
'aku akan menemukanmu adik kecilku yang cantik'
Lagi-lagi faidhan terlihat diam
"paman bilang seseorang mengambil alih kepemilikan perusahaan papa, siapa orangnya?"
"HSM Group"
Faidhan terbelalak "paman yakin? bukankah itu perusahaan besar?"
"paman telah menyelidiki semuanya.. aku tak ingin kau kecewa karena tidak mengetahui apapun"
"apa ia mengambil semua kepemilikan triadma?"
"tidak.. hanya perusahaan papamu"
'ini aneh, ia melupakan harta triadma yang lebih dari perusahaan papa.. untuk apa?' pikir faidhan
Setelah mendapatkan informasi dari paman wan, faidhan bergerak lebih cepat mencari keberadaan arin dari seorang temannya yang menjadi anggota kepolisian.. hingga beberapa hari saja ia tahu dimana arin tinggal
Pertemuan pertamanya dengan arin yang begitu membuatnya diam tidak bereaksi, bagaimana tidak? arin yang dihadapannya itu begitu cantik dan mempesona
Membuatnya semakin yakin bahwa dihadapannya ini benar adik kecil cantik miliknya, tak kalah mengejutkan dirinya saat adiknya itu mengatakan laki-laki dihadapannya itu tunangannya.. cepat sekali waktu berlalu, dia sudah ada yang memiliki
Tak hanya itu.. ia baru menyadari bahwa CEO HSM Group yang mengambil alih kepemilikan perusahaan papanya ialah tunangan adiknya, membuatnya tak gegabah dan mencari tahu kemungkinan siapa arkana dan pengaruhnya untuk adik kecilnya itu
__ADS_1
[Flashback off]
Next episode,,