My Charming Boss

My Charming Boss
67. Gugupnya


__ADS_3

Ruang rawat arin pada hari ini terlihat penuh dengan bingkisan makanan dan juga buah, hari ini teman-teman kerja arin datang menjenguk keadaannya yang sedang dirawat di rumah sakit. Namun keadaan yang sebelumnya penuh dengan canda tawa dan gurauan seketika berubah menjadi canggung dan senyap tidak ada yang bersuara, mereka tercekat kaget saat melihat arkana masuk ke dalam ruangan arin dan mencium mesra pipi arin tepat di hadapan mereka semua


Sedangkan arin diam tidak bersuara, ia juga sama terpaku menatap teman-temannya yang menatap dirinya lekat seraya bergumam melihat dirinya diperlakukan semanis itu oleh seorang tuan muda arkana yang selalu menunjukkan aura yang menyeramkan


"apa yang kulihat ini nyata?" tanya yogi berbisik pada alika


"ya tuhan.. arin mampu meluluhkan singa garang itu" ucap alika geleng-geleng pelan


"kecilkan suara kalian" ucap rio berbisik


Arkana yang mendengar sayup-sayup pembicaraan mereka pun tidak mengambil pusing hal tersebut


"sayang.. makan siangnya belum dihabiskan?" tanya arkana seraya mengelus lembut kepala arin


Arin yang canggung melihat tatapan teman-temannya hanya menggelengkan kepalanya menjawab arkana


Sejak tadi mona memaksa arin untuk makan siang. Namun karena temannya itu sedikit keras kepala, membuat mona menjadi geram dan memaksa menyuapi arin makan


"perempuan ini memiliki banyak alasan untuk mengunyah satu suapan nasi" jawab mona pada arkana


"kemarikan" ucap arkana meminta makan siang arin di tangan mona yang belum perempuan itu habiskan walau hanya setengah


"buka mulutnya" ucap arkana yang telah mengangkat sendok mengarah pada arin


Seperti di sihir, arin tidak mampu bicara.. hanya mengikuti ucapan yang diucapkan arkana


"hm.. dasar manja, denganku banyak alasan. Sedangkan arkana.., kucing penurut" ucap mona menyindir arin


Sedangkan arin hanya cemberut para mona


"baiklah," ucapnya memperhatikan jam yang kini melingkar ditangannya "rin shiftku sebentar lagi, aku tinggal ya.." ucap mona kemudian


"hm.. terima kasih ya mon" ucap arin tersenyum


"iyaa, cepet sembuh ya. Jangan bandel" ucapnya menepuk pelan lengan arin


"eh.. yang lain, aku duluan ya.. bye" ucap mona tersenyum pada alika, zakia, rio dan yogi yang hanya mengangguk tersenyum membalas ucapan mona


'duh.. nggak ada mona jadi semakin tegang nih' pikir rio menatap mona keluar dari ruangan


Suasana kembali canggung untuk mereka yang kini masih menatap pertunjukan manis di hadapan mereka, hanya suara tv yang meramaikan suasana ruang rawat tersebut. Melihat teman-temannya yang berbisik-bisik membuat arin membuka mulutnya


"al buahnya kamu kupas saja, tadi yogi mau apel kan atau roti-rotinya dikeluarkan.. biar bisa dimakan bareng-bareng" ucap arin


"ah.. iy.. ya rin" ucapnya bergerak mengupas buah apel di atas meja


Arkana meletakkan piring makan arin yang sudah kosong di atas tempat piring yang akan diambil langsung oleh petugas kebersihan. Arkana duduk dengan tetap menatap alika dan teman arin yang lain


'mereka karyawanku? tidak pernah terlihat' pikir arkana

__ADS_1


Alika yang telah mengupas apel meletakkannya di atas meja sofa tunggu


"yogi, itu apelnya udah dikupasin sama alika.." ucap arin


"yogi?" tanya arkana


"iya.." jawab arin menjawab tanpa berpikir yang tidak-tidak


Deg..


Kini yogi gugup setengah mati saat arkana menanyakan namanya 'ya tuhan.. ini pasti kabar buruk' pikirnya


'ckk.. jadi ini orang yang memberikan kesan buruk atas diriku' pikir arkana


"kalau ini alika, ini zakia.. alika dan yogi satu divisi sama aku mas"


'mas??' pikir mereka bersama


"kalo yang itu rio, um.. yang pernah arin ceritakan" ucap arin takut-takut


'apa yang diceritakannya tentangku, arin please jangan membunuhku' pikir rio


"hm.." jawab arkana mengangguk mendengar arin memperkenalkan teman-temannya


"yogi yang senang berasumsi mengenai diriku?" tanya arkana mengangkat alis matanya


'firasatku benar, lindungi aku tuhan' gumam yogi yang telah berkeringat


"um.. iya, lalu bagaimana persiapan anniversary perusahaan besok?" tanya arin menatap mereka bergantian


Arkana menoleh pada arin, rasanya hatinya melunak saat menatap bola mata indah gadis lolanya itu. Rencananya untuk melamar arin di acara anniversary perusahaan kini harus berubah dan tidak mungkin juga ia harus memaksakan arin untuk ikut hadir mengingat arin masih harus istirahat lebih


Karena melihat arkana yang begitu lekat menatap arin, jadi mereka tidak ada yang menjawab pertanyaan arin


"maaf ya, karena kejadian beberapa hari ini kamu jadi tidak bisa ikut perayaan anniversary perusahaan" ucap arkana lembut


Arin tersenyum seraya tertawa kecil "yang penting hadir itu mas bukan arin, kan mas orang pentingnya"


'tapi rencana mas melamar kamu diacara besok jadi gagal sayang..' teriak arkana dalam hatinya


"kenapa mas? ada yang kamu pikirkan?" tanya arin


Arkana menggeleng "tidak.. aku pasti kesepian kalo gadis lolanya mas arka ini tidak mendampingi" ucap arkana dalam dengan menatap lekat wajah arin


"nggak akan kesepian, bukankah ada kakek dan kk gama?"


Arkana menggeleng "tetap saja"


"ekhmm.. maaf sepertinya kami juga harus pulang tuan" ucap rio tiba-tiba berdiri

__ADS_1


"ah, iya sudah hampir sore rin" ucap alika menambahkan


Yogi dan zakia juga mengangguk sepakat dengan rio dan alika. Arin yang paham mereka begitu canggung pun menganggukkan kepalanya seraya tersenyum


"terima kasih banyak sudah datang, dan membawa banyak bingkisan.. kalian baik sekali" ucap arin tulus


"kita teman rin, memang sudah seharusnya begitu" ucap alika


"semoga lekas sembuh arin, biar bisa beraktivitas kembali" tambah zakia mendoakan


"aamiin, sekali lagi terima kasih ya.. hati-hati di jalan pulang" jawab arin


Rio mengangguk "pasti,"


"permisi tuan" ucap mereka bersama


Dan arkana hanya mengangguk seraya berdeham


Sedetik alika menutup pintu, saat itu pula mereka saling menatap satu sama lain


"apa tadi kalian melihatnya?" tanya alika


"aku tidak rabun apalagi buta al" jawab yogi


Zakia mengangguk "berarti arin benar kekasih tuan arkana?"


"duh.. arin ngomong yang aneh-aneh nggak ya?" ucap yogi gelisah


"salah ndiri, makanya kalo ngomong disaring" ucap rio


"ye.. kagak tahu kalo arin kekasih hati si tuan kaku" gumamnya


Sedangkan diruang rawat,


"kalian berteman dekat?" tanya arkana yang kini kembali duduk di kursi tepat di sebelah ranjang


Arin mengangguk "tentu saja, mereka orang yang baik mas" jawabnya


"semua orang kamu bilang baik hm.." dengan gemas arkana mencubit hidung arin


"memang baik, aku kan tidak berbohong" jawabnya polos


"hm.. baiklah gadis lola" ucap arkana mengacak rambut arin sembarangan


"kenapa mas selalu bilang gadis lola?" tanyanya aneh


"haha emang kamu lola" arkana tertawa


Arin menatap bingung melihat arkana tertawa

__ADS_1


Melihat arin yang berekspresi bingung membuat arkana semakin gemas. Dengan tawa yang masih menggema arkana berdiri dari duduknya dan merengkuh arin kedalam pelukannya, tak lupa ia mencubit gemas pipi chubby arin


Next episode,,


__ADS_2