My Charming Boss

My Charming Boss
37. Berita baik


__ADS_3

Tepat pada hari ini arin akan menandatangani surat kontrak kerjanya di perusahaan HSM Group. Sejak tadi pagi arin sudah harap-harap cemas, apa ia masih tetap bekerja di sana atau hanya sampai di titik ini


Saat di lobi perusahaan arin berjalan berdampingan dengan alika, seperti biasa arin selalu tampak rapi dengan penampilannya yang sederhana


Tak lupa pula dengan rambut yang ia ikat dengan gaya kuncir kuda, hari ini arin menggunakan pakaian jenis one set berwarna biru navy dengan hells hitam yang menunjang penampilannya


"rin, kenapa sih? cari siapa?" tanya alika yang melihat mata arin berkelana


"ah?, nggak kok" jawab arin cengengesan


"masa sih?, jawaban kamu meragukan" ucap alika menyelidiki


Namun arin memilih untuk tersenyum saja dan tidak menjawab alika


Mereka berjalan menuju ruangan HRD, terlihat juga beberapa karyawan lain yang sudah selesai dari dalam


Arin, alika, dan yogi diminta untuk memasuki ruangan secara bersama, kabar baiknya di divisi bagian anggaran keuangan ini semua karyawan baru mendapatkan kontrak kerja di perusahaan HSM Group


Tentu kabar baik ini menjadikan arin semakin bersemangat untuk bekerja mengingat ia akan mencari motor second untuk keperluan toko kue mereka


"seneng banget tuh?" tanya yogi saat mereka sudah kembali duduk di ruangan mereka


"ya seneng dong gi, emang kalian nggak seneng?" tanya arin seraya menatap yogi dan alika


"ya seneng dong, gimana ga seneng kalo yogi kerjanya bakal sama arin terus" ucapnya cengengesan menggoda arin


"hahahaa" alika tertawa mendengar yogi bicara "masa sih gik, bukannya karena divisi sebelah?" alika balik menggoda yogi


"eh eh yang mana? yogi suka sama orang yaa.. hayo ngaku" ucap arin tertawa kecil


"itu rin yang bagian pemasaran, orangnya cantik loh.. dan yang harus kamu tau yogi itu suka karena.." alika menatap yogi


Arin bertanya-tanya dengan ekspresi aneh alika "apaan al??" tanya arin

__ADS_1


"jangan macam-macam al" ucap yogi


"ya apalagi karena tuh anak bawa mobil, tiap hari nebeng tuh si yogi" jawab alika tertawa kencang


"wah wah bikin fitnah, aku juga bawa mobil sendiri kali al" jawab yogi santai


"tapi kan jarang wkwk" ucap alika


"udah bercandanya, seneng banget keknya? kerjaan tuh numpuk. Baru resmi keterima dah lupa diri dah tuh" ucap koko


Koko itu panggilan saja, karena ia keturunan chinise jadi semua karyawan memanggilnya koko. Koko itu senior yang baik, dia sering mengingatkan arin dan juga yang lain mengenai apa pun juga tidak bersikap menggurui atau bersikap bossy, walaupun ia atasan tingkat senior


_______________


"arin" panggil gama padanya


Arin refleks menoleh


"iya tuan?" jawab arin


"tappi.."


"oh ayolah, seperti tidak bersahabat jika kau memanggilku tuan" ucapnya menjeda "jika tidak menjadi sahabat bagaimana dengan teman" ucap gama


"seperti tidak sopan jika aku memanggil nama bukan?" tanya arin


"bagaimana dengan kakak?" anggaplah aku kakakmu.. itupun jika gadis manis di depanku ini tidak keberatan" ucap gama


Arin tersenyum "baiklah, kak.. gama" panggilnya canggung


"oh jangan sering tersenyum, bisa-bisa aku di hajar.. " ucapnya berhenti saat menyadari bahwa ia akan menyebutkan nama arkana


Arin terdiam mendengar gama "kakak bilang apa?" tanya arin

__ADS_1


"tidak tidak lupakan saja" ucapnya cengengesan


Arin mengangguk "kak?"


"iya?" tanya gama


"bisakah aku tetap memanggilmu tuan saat di hadapan orang lain, aku tidak enak jika memanggil kakak saja" jelas arin


"baiklah, aku tidak keberatan" jawabnya


"hm.. aku pamit pulang duluan kk, permisi" ucap arin


"aku antar?" tawar gama


Arin hanya diam menatap gama, ingatannya kembali pada arkana. Bagaimana laki-laki itu mengajaknya pulang bersama, ketidaksukaan lelaki itu saat sebelumnya gama mengajaknya pulang bersama


"hei ada apa? kau memikirkan sesuatu?" tanya gama yang melihat arin hanya terdiam melihatnya


"ha? tidak" arin menggelengkan kepalanya "tidak ada kk, aku bisa pulang sendiri" jawab arin


"kau yakin" tanya gama


"tentu, terima kasih tapi tidak perlu" jawabnya tersenyum


"hm.. baiklah aku juga tidak bisa memaksa, tapi jangan berkata formal lagi saat denganku, oke"


Arin hanya mengangguk dan tersenyum lalu beranjak pergi meninggalkan gama


'kenapa sepertinya aku mendengar tuan gama menyebut hajar?, tapi siapa yang akan menghajar lalu siapa yang dihajar?


'apa iya aku salah dengar?'


'bukankah tadi tuan.. um kk gama bilang tidak ada'

__ADS_1


'baiklah lupakan saja arin,'


Next episode,,


__ADS_2