My Charming Boss

My Charming Boss
Menjadi milikmu


__ADS_3

Arkana menggenggam tangan arin dengan senyuman yang setia terpancar dari raut wajahnya


"sayang" ucapnya menoleh pada arin yang berjalan lebih lambat


Arin memperlihatkan gigi putihnya


"kenapa?"


Istrinya itu menggeleng seraya tersenyum


"kakinya sakit?" tanya arkana melihat arin yang tidak bergerak


"itu.. akkkk" pekiknya saat hendak menjawab namun tiba-tiba arkana sudah menggendongnya ala bridal style


Arkana tersenyum melihat wajah gugup arin


"pegangan yang erat sayang, nanti kamu jatuh" bisik arkana yang lalu mencium mesra pipi chubby arin, membuat arin merasa terhipnotis dan melingkarkan tangannya di leher arkana


Ceklek


Arkana membuka pintu kamarnya dengan arin yang masih dalam gendongannya, lalu mendudukkan istrinya itu disofa kamar. Ia tersenyum lebar saat melihat wajah arin memerah, ia paham gadisnya itu sedang gugup dan tegang kali ini


"mau bersih-bersih dulu?" tanyanya lembut seraya mengelus lembut pipi chubby arin


"hm.."


'ya ampun.. istriku ini.. sangat menggemaskan' ucapnya dalam hati


"mau mas temenin?"


"iya"


Arkana menaikkan alis matanya


"bukan.. itu arin saja yang mandi duluan" jawabnya yang berlari masuk ke dalam kamar mandi


"hahaha" arkana terbahak melihat tingkah istrinya itu


Dup


Perempuan itu bersandar di pintu kamar mandi dan menyentuh dadanya


'ya allah aku gugup banget ini' ucapnya dalam hati


Lama arin telah selesai mandi juga membersihkan make up di wajahnya, tapi ia masih juga belum keluar dan masih menggunakan handuk kimononya dengan berjalan bulak balik di bagian wastafel kamar mandi seraya menggigit pelan bibirnya. Arkana yang juga sudah mandi terlebih dulu di kamar lain kini menunggu istrinya yang masih betah menetap di dalam sana


Tok.. Tok..


"sayang" ketuk arkana yang kini berdiri di depan pintu


"iyaa?" jawabnya pelan


"apa ada masalah?" tanyanya


Namun arin tak kunjung menjawab panggilannya, hatinya mulai khawatir kenapa istrinya itu masih diam didalam sana


Ceklek..


Akhirnya pintu kamar mandi itu terbuka, terlihat arin hanya mengeluarkan kepalanya seraya tersenyum malu


"kamu ngapain di dalam sayang" tanya arkana hendak mendorong pintu yang menutupi seluruh tubuh arin, tapi ditahan oleh gadisnya itu

__ADS_1


"itu.. baju tidur"


Tok.. Tok..


Ucapannya terpotong karena ketukan pintu, arkana juga arin menoleh ke arah pintu depan ruangan kamar mereka


"siapa mas?" ucap arin


"sebentar" jawabnya kemudian beranjak dari kamar menuju ruangan tengah lalu membuka pintu kamarnya


"kk" vivi memasang wajah cantiknya dengan tersenyum lebar


Arkana mengerutkan dahinya


"kk ipar arin melupakan ini" ucapnya mengangkat paper bag di tangannya lalu diberikannya pada arkana


"apa ini?"


"baju tidur, kk arin melupakan kopernya di kamar rias" ucap vivi


"ya sudah kk bye.. silahkan bersenang-senang" lanjutnya mengedipkan matanya


"dasar anak kecil tahu apa kamu" jawab arkana


"wah.. wah.. vivi dah gede kk dah mau selesai kuliahnya, masalah senang-senang siapa juga yang tidak tahu" jawabnya pergi berlalu


"hei kk akan adukan pada gama" teriaknya melihat vivi yang sudah menghilang


Laki-laki itu menggelengkan kepalanya lalu menutup pintu, dan berjalan menghampiri arin yang masih di dalam kamar mandi


Tok.. Tok..


"sayang ini baju tidurnya"


Ceklek


"maaf mas, arin nggak enak bilangnya" jawab arin cengengesan


"ya udah pake gih" ucapnya lalu menutup pintu kamar mandi arin


Arin kembali bergetar dan bertambah gugup, bagaimana tidak.. ini bukanlah baju tidur tapi kain tipis berwarna biru dongker. Dengan ragu ia mencoba mengenakan kain tipis dan pendek itu


'apa ini yang namanya lingerie?'


'tapi ini tidak transparan' pikirnya melihat tampilannya di cermin


Kain itu begitu mini ditubuhnya, hanya melilit bagian atas dadanya hingga sampai paha.. ditambah dengan tali spageti, sungguh ia tidak nyaman mengenakan ini


'ahkkk bagaimana ini, mas arka nanti bilang apa kalau aku pake baju tidur seperti ini?' pikirnya berputar lalu melihat lekuk tubuhnya sendiri


"tenang arin, mas arka yang kasih berarti mas arka yang mau kamu pake ini. Okay arin tenang.. huff.. mas arka itu suami kamu, relaks" gumamnya mengatur nafasnya


Dengan pelan arin membuka pintu kamar mandi dan berdiri diam tegak di depan pintu, melihat arkana yang sedang duduk menghadap balkon seraya sibuk pada ponselnya.. hingga tak menyadari arin yang sudah keluar kamar mandi


'apa aku panggil?'


'aduh.. jantungku mau lepas, bagaimana ini' pikirnya dengan mencengkeram gaun tidurnya


"mas"


Ia kembali mengatur nafasnya

__ADS_1


"mas" ucapnya pelan tapi arkana sepertinya tidak mendengarnya, dengan pelan ia melangkahkan kakinya ke arah arkana tanpa suara


Arkana yang sedang duduk menunduk melihat kaki arin yang sudah berdiri di sampingnya "kamu udah selesai man.." ucapannya berhenti saat melihat penampilan istrinya itu dari bawah hingga atas


Jantungnya memacu dengan begitu cepat, wajahnya juga merona merah..


Deg


Deg


Deg


Jujur ia terpaku melihat penampilan memukau istrinya itu, ia berdiri dan mendekat pada arin. Menggenggam tangannya lembut dan mencium mesra kepala arin dan mendekat lalu berbisik tepat di telinganya


"kamu memukau sayang.." bisik arkana dengan suara beratnya


Arin merinding seluruh badan dibuatnya, ia memegang erat lengan arkana. Rasanya kakinya lemas tidak mampu berdiri jika tidak berpegangan pada suaminya


Arkana tersenyum manis memeluk pinggang arin hingga tidak ada jarak diantara mereka berdua, ia juga bisa merasakan detak jantung arin yang begitu kuat dan cepat berdetak


"sayang.. istriku" gumamnya seraya menciumi seluruh wajah arin dan menuntun istrinya duduk di ujung tempat tidur, hingga membuat perempuan itu duduk menyamping di pangkuannya. Ia tetap memeluk suaminya erat, arin terlalu malu untuk ditatap arkana


Diarahkannya wajah arin menghadap pada dirinya, dengan lembut arkana memberikan ketenangan saat mencium mesra arin hingga membuat arin menjadi tersengal kehabisan nafas. Arin merona menatap wajah arkana yang berjarak sangat dekat dengannya,


Arkana menatap lucu istrinya yang terburu-buru mencari pasokan oksigen, "relaks sayang.." ucap arkana yang masih memeluk pinggang arin


"maaf buat kamu kaget" ucapnya tersenyum dengan tangan kanannya yang mengelus lembut rambut arin


Sebelumnya arkana memang pernah mencium bibir arin, namun itu hanya kecupan saja bukan yang sebenarnya. Hingga keadaan ini membuat istrinya benar-benar kaget dibuatnya


"mas mencintai kamu arin.. istriku" ucapnya tersenyum mengecup kening istrinya


POV Arkana


Ingatanku kembali pada saat pertama kali menatap arin.. perempuan yang telah resmi menjadi istriku, perempuan itu dengan polosnya menabrakku saat di rumah sakit


Tanpa marah atau memaki gadisku itu hanya menatap diam memandang wajahku dan memasang wajah bingungnya


'entah apa yang ia pikirkan?'


Jujur saja saat itu aku sedikit kesal.. tapi raut wajah dan sikapnya membuat hatiku berkelana


Dan itu awal mula diriku bertemu dengannya 'gadis lola'


Hhaha sayangku arin maaf jika aku memanggilmu begitu.. sebenarnya bukan lola tapi terlalu polos


Setelahnya entah mengapa lagi-lagi aku melihat wajah gadisku itu lagi saat di halte bus. Setiap melihatnya mataku terus menerus mengarah padanya


'wajahnya begitu polos dan cantik' kata itulah yang aku pikirkan ketika melihat arin dari dekat, untuk yang pertama kali.. duduk bersama dirinya di mobil saat dirinya diganggu beberapa orang dijalan halte


Hingga semakin hari membuat hatiku selalu bertanya tentang arin, memikirkan arin, merindukan suara, wajah, senyum, tawa apa pun yang ada pada gadis lolaku itu


Sampai kejadian yang membahayakan cintaku itu terjadi.. sungguh pikiranku benar-benar kacau melihat kondisi arin. Bagaimana gadis itu terluka begitu melukai hatiku yang paling dalam


Jika bertanya sejak kapan diriku mencintai arin?


Maka jawabannya adalah sejak arin ada di hati dan pikiranku.. mungkin bisa jadi pada saat pandangan pertama, atau setelah mengenal dekat dirinya


Tapi yang jelas aku sungguh mencintai dan menyayangi gadisku itu, ingin terus bersamanya, melindunginya dan memberikan senyuman di wajah cantiknya.. dan cinta yang dari hari ke hari akan terus terpupuk diantara kami


Hatiku mantap bahwa farhin shalimar widad, ialah perempuan yang aku cari selama ini. Sesosok perempuan baik hati yang akan menemani hidupku dan ibu terbaik untuk anak-anak kami kelak

__ADS_1


"arin juga mencintai mas arka" peluk arin dengan erat


Next episode,,


__ADS_2