My Charming Boss

My Charming Boss
Mama pinter anak pasti pinter


__ADS_3

"Bu tadi Arin cicipin arem-aremnya duluan" ucap Arin menunjukkan giginya


Dengan senyum Ibu mengelus lembut lengan tangan Arin


"nggak apa-apa sayang, ini cucu Eyang Putri pasti udah pengen, dah laper" jawab Ibu


Dengan tawa Kakek pun juga ikut menyaut "cicit kesayangan Kakek tentu pasti boleh mau minta apapun"


Membuat Arin tersenyum senang


"Ayo Bu kita cicipin arem-aremnya" ucap Arin mengambilkan arem-arem untuk Kakek dan Ibu


"Wah.. sepertinya bukan Ibu dan Kakek yang akan makan" ucap Ibu yang juga di angguki oleh Kakek


"Heheh tidak apa kan kalau Arin ikut makan lagi?"


"Tidak perlu bertanya sayang" ucap Kakek


"Baiklah, kali ini Arin yang sajikan. Kakek dan Ibu tidak perlu protes.." ucap Arin saat Kakek hendak melarangnya


Membuat Ibu dan Kakek mengalah melihat kemauan Arin


"Kali ini saja, lain kali tentu tidak" ucap Kakek dengan menggerakkan kepalanya menggeleng


Dengan cekatan Arin tersenyum dan menganggukan kepalanya patuh seraya menyajikan masing-masing arem-arem untuk Kakek dan Ibu. Mereka pun berbincang dengan nyaman

__ADS_1


Tidak terasa malam pun tiba, awalnya Ibu berniat pulang. Namun Arin tetap bersikeras agar Ibu menginap. Dan Ibu pun menyetujuinya dengan syarat ia akan pulang esok pagi, tentu saja Arin tidak setuju dengan dan meminta Ibu menginap lebih lama


Namun ia kembali luluh dan menurut saat Ibu mengatakan akan menginap lama saat usia kandungan Arin berusia tujuh bulan hingga melahirkan.


___


Hari berlalu berganti, kini tiba waktunya mereka kembali melanjutkan aktivitas seperti biasanya. Gama dan Arka yang kembali menyibukkan diri diperusahaan, begitu pula dengan Arin yang kini fokus dengan kehamilan mudanya. Pun dengan Mona yang kini berpindah tugas ke rumah sakit yang lain


Kini usia kandungan Arin telah mencapai 5 bulan, beruntung selama hamil Arin tetap memiliki rasa enak untuk makan. Hanya dua dulan diawal ia merasakan mual, itupun tidak mengganggu nafsu makannya. Ia mulai rutin mengikuti senam hamil dan mempelajari ilmu parenting. Berbagai buku begitu banyak ia beli hingga di ruang kerja Arkana terdapat lemari buku dengan khusus parenting, buku agama dan buku masakan miliknya


"Arin ada dimana Bi?" tanya Arkana


"Diatas den, habis shalat isya langsung naik"


"Ini mau makan den" jawabnya


"Arin maksudnya, kalo Bibi mah lain" ucap Arkana yang masih berdiri didepan tangga


"Hehe iyaya den, maaf yak kurang fokus" ucap Bi Yaya cengengesan


"Udah den, udah makan tadi sama Tuan Besar" jawab Bibi


Dengan anggukan Arkana paham


"Den mau disiapin makan malam?"

__ADS_1


"Nggak usah Bi saya udah makan tadi" jawabnya yang mulai melangkahkan kaki naik keatas


Ceklek


Dibukanya pintu kamar mereka, dan terlihat Arin yang terlelap diatas sofa kamar


Terlihat Arkana menghela nafasnya pelan menghampiri Arin yang masih dengan memegang buku parenting ditangannya


'Mungkin junior akan suka membaca kalo setiap detik dan kegiatan Mamanya selalu baca buku'


'Mama yang pinter pasti anaknya juga pinter nanti' pikirnya tersenyum


Dengan memeluk istrinya dan memindahkan Arin ke atas kasur empuk mereka ia bergumam


'Selalu saja nungguin suaminya pulang sampe ketiduran disofa begini'


"Sayang papa, muach" diciumnya perut Arin yang terlihat tetap nyenyak dalam tidurnya


"Goodnight istriku" ciumnya dipipi chubby Arin


Hendak melangkahkan kakinya kedalam kamar mandi, Arkana melihat satu setel piyama yang telah disiapkan Arin untuknya diatas nakas wardrobe


'Alhamdulillah punya istri perhatian dan nggak pernah lupa sama suami' senyumnya mengingat Arin yang selalu memperhatikan dirinya mengenai apapun


Next Episode,

__ADS_1


__ADS_2