My Charming Boss

My Charming Boss
Menghabiskan waktu


__ADS_3

Setelah resmi tidak bekerja lagi faidhan mengajak arin untuk pergi jalan-jalan. Berhubung beberapa minggu lagi arin sudah harus di pingit dan tidak boleh beraktivitas keluar rumah.. maka ia akan memanfaatkan waktu yang sedikit itu


Hari ini rencananya arin dan faidhan akan pergi jalan-jalan berdua saja karena ibu menolak ikut.. ia beralasan akan istirahat menunggu saja di rumah dan menitip kue serabi manis pada arin nanti ketika pulang


Faidhan berencana mengajak arin pergi setelah makan siang. Awalnya arkana ingin ikut tapi karena jadwalnya bertabrakan dengan meeting yang telah disepakati membuat arkana mau tidak mau memberikan waktu berdua untuk kakak beradik itu agar menjadi lebih akrab.. lagi pula ia mengerti bagaimana rindunya mereka satu sama lain


"ada tempat tujuan?" tanya faidhan yang menjalankan kendaraannya keluar perumahan


"apa ya? aku tidak tahu kk hehe"


"bagaimana jika kita pergi menonton?" tanyanya


Arin menoleh "menonton?"


"ya.. kau tidak mau? atau kita pergi berbelanja saja?" jawab faidhan mengusap lengannya, kebiasaannya saat perasaannya berkecamuk entah bingung atau lainnya


"biasanya jika laki-laki mengajak perempuan seperti itu bukan?" lanjutnya


Arin tertawa cekikikan melihat faidhan yang menatapnya


"menertawakan kk?"


"tidak, hanya lucu saja haha. Arin pikir arin yang tidak tahu apa pun, tapi ternyata kk juga sama.. padahal kk kan laki-laki. Apa kakak tidak pernah berkencan?"


Faidhan tersenyum menggelengkan kepalanya


"sejujurnya kk tidak pernah ke tempat hiburan atau mengajak orang lain apalagi seorang perempuan sebelumnya. Kk tidak paham dengan kesukaan kalian para perempuan" ucapnya sedikit tertawa


"wah.. benarkah? tapi kk kan tampan. Tidak mungkin tidak ada yang menyukai kk"


"haha baiklah tampan kk atau arkana?"


"kakak.. itu tidak adil, kalian berdua sama-sama tampan. Mas arka dan kakak punya tempat tersendiri di hatiku"


"jawaban yang tepat" jawab faidhan tertawa


"kk ayo jawab"


"apa?"


"tidak mungkin tidak ada yang menyukai kk, kk juga pasti pernah menyukai seseorang bukan?"


"yaa pernah saat kuliah dulu" jawabnya


"lalu lalu bagaimana?" tanyanya dengan menghadap ke arah faidhan


"tidak bagaimana bagaimana"


"kakak ayo cerita" ucap arin mengguncang lengan kiri faidhan


"tidak rin.. kakak hanya menyukai suaranya yang sama seperti mama, tapi saat kk dan dia dekat ternyata kk tidak memiliki rasa apa pun, cinta.. sayang.. itu tidak ada. Mungkin kk hanya terkesan sesaat padanya, jadi kk putuskan untuk tidak dekat dengannya lagi, kk juga tidak ingin ia berpikir berlebih pada kakak"


Arin mengangguk tanda mengerti "kalau sekarang?"


"apanya?"


"ada yang sedang kakak sukai atau yang sedang dekat dengan kakak?"


"kamu mengintrogasi adik kecil?" ucapnya mengacak rambut kepala arin


"iya.. aku ingin tahu kakak iparku siapa?" tanya arin


"baiklah nanti kk pikirkan, untuk sekarang bagaimana jika kita pikirkan kemana arah mobil ini melaju?"


"hehe iya ya?"


"um.." pikirnya


"kk kita kesana saja" tunjuk arin mengarah pada mini market


"barang apa yang mau dibeli? kita cari mini market depan saja ya, ini sedikit padat jika harus ke arah seberang"


"bukan ke mini market kk, tapi yang ada di baliho itu kk" tunjuknya kembali

__ADS_1


"sea world?" tanyanya


Arin mengangguk antusias "aku tidak pernah melihat aquarium besar kk, disana bukannya ada aquarium besar?"


Faidhan mengangguk membenarkan


"maka dari itu ayo kita kesana" pintanya


"baiklah adikku yang cantik, sesuai keinginanmu"


Tak berselang lama, kini mereka tiba di sea world tempat hiburan berisikan pesona macam-macam hewan laut. Mereka terlihat tersenyum penuh dengan semangat memasuki area tempat pembelian karcis


"kk ternyata aquariumnya besar sekali, wah.. keren" ia terpukau melihat banyaknya ikan-ikan berenang di dalamnya


"ini aquarium utama yang ada di sea world, lihat" tunjuk faidhan "mereka melakukan feeding show kepada ikan-ikan kecil disana"


Arin tersenyum mengangguk


Dengan pelan mereka menyusuri zona berbagai perairan dan berbagai macam biota laut, dimana mereka mengunjungi touch pool, aquarium hiu-hiu besar, tempat gurita yang begitu gelap dan berbagai spot lainnya. Tak lupa pula mereka melakukan beberapa foto selfie bersama di beberapa spot tertentu


"kk ayo.. aku sungguh ingin pergi melihat terowongan aquarium"


"ikut sini" ajaknya menggenggam tangan arin


"terowongan antasena" ucapnya memeluk pundak arin


"kakak" ucapnya berkaca-kaca


"hei ada apa?"


"tempatnya sangat bagus"


"dari dulu arin pengen lihat sea world yang ada terowongannya, terus berjalan di bawah ikan-ikan dan sekarang arin seneng karena kesampean.. apalagi liatnya sama kk" ucapnya


"hm.. kakak akan selalu buat kamu senyum" jawabnya


"makasih kk dhan"


"baiklah berhenti menangis, sekarang senyum dan ayo berdiri disana. Kk akan mengambil fotonya"


"1.. 2.. 3.."


Cekrek


"cantik"


"lagi kk"


Cekrek


"sekarang gantian kk" ucap arin mengambil beberapa foto dan juga mengambil selfie


Mereka menghabiskan waktu bersama dengan penuh tawa dan canda. Faidhan merasa sangat beruntung karena bisa menikmati waktunya bersama sang adik tercinta


Tanpa terasa pula waktu telah petang, mereka menyempatkan berhenti untuk shalat dan melanjutkan perjalanan ke restoran untuk membeli makan malam. Berhubung ibu sendiri di rumah mereka memutuskan untuk take away saja untuk makan bersama-sama, tak lupa dengan serabi manis titipan ibu dan arin yang ikut membeli


_____________


"kk jadi tidak?" teriak vivi seraya mengetuk pintu kamar gama


"iya tunggu di bawah"


"cepat kk"


"iyaa"


"kk ipar?" sapanya saat mona membuka pintu kamarnya


"ya? kita jadi perginya?"


"pastilah, kita tunggu kk gama di bawah saja kk. Ia sedang sibuk memoles wajahnya" ucap vivi menggandeng tangan mona


Membuat mona terkekeh lucu mendengar ucapan vivi

__ADS_1


"oh sedang menjelek-jelekan orang lain" ucap gama membuka pintu cepat


"kk sudah selesai? baiklah.. ayo kita pergi"


"kenapa bagian lenganku kosong?" tanya gama mengikuti dua perempuan cantik itu yang berjalan mendahuluinya


"siapa yang mau? kk mona mau?" tanyanya menoleh


"tapi tanganku sudah menempel dilenganmu" jawab mona pada vivi


Keduanya terkekeh bersama


'ck.. dasar adik tidak peka" pikirnya


"bibi kita pergi dulu makan malam, bibi dan paman cheng silahkan pacaran dulu" goda vivi


"baiklah nona, enjoy the dinner" ucap bibi dan paman cheng yang hanya tersenyum mengangguk


"kk ipar duduk di depan saja" ucap vivi mendorong tubuh mona


"eh? kenapa tidak kau saja?" jawab mona dengan bertanya


"uang sakuku bisa berkurang jika terus-terusan menggoda kk gama" ucapnya menoleh pada gama


'gadis pintar' ucapnya menyunggingkan senyum pada vivi


'ah kakak beradik ini sungguh aneh.. tidak tertebak' pikirnya


"ingin aku pakaikan?" tanya gama menahan senyum melihat mona sibuk dengan pikirannya


"ha?"


"shift beltmu?"


"ah iya.. maksudku aku bisa" dengan cepat mona memasangkan shift belt nya dengan cepat


"yup selesai" lanjutnya


Vivi tidak ambil pusing melihat dua orang yang nampaknya sedang memendam rasa di hati mereka masing-masing


Tak lama kemudian, mereka sampai di salah restoran eropa yang ada disana


"kita ke restoran eropa?"


"hehe vivi ubah rencananya, karena kakak berada disini kita makan makanan khas negara ini saja"


"hm.. tidak masalah" jawab mona


"permisi mr, anda telah reservasi tempat?"


"ya.. atas nama gama mahaprana"


"silahkan mister, mari ikut denganku"


Pelayan tersebut mengarahkan mereka ke meja makan restoran dengan tempat yang berkelas


"terima kasih" ucap mona yang dipersilakan duduk oleh gama


"kk ingin pesan apa?" tanya vivi membuka buku menu


"entahlah.. sepertinya melihatnya terlebih dulu" jawab mona


Setelah melihat dan membalik buku menu, akhirnya mona mendapatkan pilihannya yaitu fish and chips


Namun saat ia akan bicara seorang perempuan tiba-tiba muncul dihadapan mereka.. yang dengan santainya menyapa gama dan hendak melakukan cium pipi, namun gama seketika memundurkan wajahnya menghindar


Mona terdiam melihat kelakuan perempuan itu yang dengan percaya diri mendekati gama


'apa yang perempuan ini lakukan? beraninya dia'


'ck.. membuat kesal saja'


'dan ada apa denganku? mona jangan menjadi aneh' ucapnya tetap menatap perempuan tersebut

__ADS_1


Next episode,,


__ADS_2