My Charming Boss

My Charming Boss
20. Dimulai


__ADS_3

"pagi kakek," ucap gama menyapa kakek


Kakek mengangguk "duduklah kita sarapan bersama"


"dimana.." belum selesai gama bertanya arkana sudah terlihat menuruni tangga


"oh selamat pagi tuan arkana??" goda gama


"hm pagi," ucap arkana seraya menatap gama dengan tanya


"ada apa menatapku begitu?" tanya gama


Lalu arkana menatap kakek dengan intens berganti dengan menatap gama


"kalian pasti merencanakan sesuatu padaku kan?" ucapnya seraya mengunyah roti gandumnya di atas meja


"lalu?" tanya gama


"cih, jangan bertingkah aneh-aneh gam. Aku tidak suka" jawab arkana


"aku sudah bilang pada kakek kalau kau tidak suka aku saja, tapi kakek tetap mema.."


"diamlah" potong kakek "apa tidak bisa tenang walau sedang makan?" tanya kakek menggelengkan kepala


Arkana ingin menyela untuk bertanya pada kakek tapi melihat gama memilih diam, maka ia juga menutup mulutnya untuk bicara dan melanjutkan sarapannya, setelah selesai sarapan arkana memilih untuk langsung pergi ke kantor


"aku pergi kakek" ucapnya berdiri dari meja makan


"hei tunggu tuan" teriak gama


Arkana berhenti dan memandang gama


"oh ayolah kakek, lelaki heboh ini akan ikut denganku?" tanya arkana kesal


"iyaa, kakek sudah mengatur semuanya.. untuk sementara gama akan menjadi salah satu dewan komisaris di perusahaan"


"gama membutuhkan pekerjaan dan pengalaman, kau akan membantunya" jelas kakek tanpa ragu


"yayayaa perusahaan memang milik kakek, aku bisa apa" ucapnya acuh seraya berjalan keluar mension


Kakek mengedipkan matanya dengan wajah berseri dan menahan tawanya saat menoleh pada gama


"jangan gagal" kakek hanya menggerakkan bibir pada gama


Gama mengangkat tangan menunjukkan ibu jarinya pada kakek dan berjalan mengikuti arkana


"aku ikut denganmu" ucap gama yang telah duduk disamping arkana


Arkana mendengus "buang saja mobilmu, juga ajudan dan drivermu"


"haha kenapa kau sensi sekali"

__ADS_1


"kalian selalu berencana yang tidak tidak padaku" arkana mendelik menatap gama


"positif thinking kana," ucap gama santai


"jangan dengarkan kakek jika kau tidak ingin gila" ucap arkana


gama tertawa "haha kau tau aku punya pengaturanku sendiri" jelas gama


"heh.. terserah kau" tuturnya


_______________


Di lobi kantor


"halo mon?" jawab arin mengangkat telepon


"eh rin kamu nggak pernah hubungin aku lagi ceritanya ha?, dah sombong... punya teman baru gitu" cecar mona


"eh apanya mon?" tanyaku


"ahgh.. nggak peka banget sih rin" teriaknya


Arin tertawa cekikikan "mona sayang.. maaf ya kita jarang ketemu karena akunya sibuk kerja" maaf arin


"heh, kalo nggak akunya yang hubungin duluan pasti nggak akan ada kabar"


"iya sorry mon, ntar kita jalan deh.. bisanya kapan?" tanyaku


"bener nih?" tanya mona


"eh arin, ayo naik ntar telat loh.. finger print dulu, dah jam berapa lagi" sapa selly padaku


"eh iy.. ya sel" jawabku


Lalu selly meninggalkanku sendiri


"mon... maaf ya ntar aku hubungin kamu lagi deh, ini aku mesti kerja"


"hm.. awas aja ya ingkar janji" ancam mona "kek alif" gumamnya kecil namun masih jelas terdengar


"wkwk tenang aja aku bukan aak alif kamu kok" jawab arin tertawa


"arin...." teriak mona


Namun sebelum mona mengamuk arin sudah terlebih dulu menutup sambungan telepon


______________


"selamat pagi tuan," salam karyawannya


Arkana hanya diam tak menanggapi sedangkan gama hanya tersenyum, setelah mereka sampai di lantai atas ruangan arkana mereka disambut oleh tomi dan seorang laki-laki yang tubuhnya tak beda jauh dari tomi

__ADS_1


"selamat pagi tuan arkana tuan gama" ucapnya


"perkenalkan ini feri, seperti yang tuan besar minta.. tuan gama akan selalu ditemani asisten feri selama tuan gama di indonesia"


"senang bekerja dengan anda tuan" ucap feri


Gama menggangguk seraya memperhatikan feri


"ikut denganku feri, banyak pengaturan yang harus kau pahami" jawabnya tegas


"aku keruangan ku" ucap gama pada arkana


"hem" ucap arkana seraya berjalan masuk ke ruangannya sendiri


Setelah mereka masuk, gama masuk dan duduk di kursi kebesarannya


"namamu feri?" tanya gama seraya membaca biodata feri


"iya tuan" jawab feri


"kau tahu aku punya pengaturan diriku sendiri, kau ditunjuk kakek untuk menjadi asisten pribadiku. Tapi itu akan berlaku jika aku menyetujuinya


biodatamu ini tidak akan berlaku jika kau menjadi asisten pribadiku, aku menilai seseorang dari penglihatanku secara langsung


dalam hal ini, kau berkewajiban mengikuti perintahku.. apa pun. Sampai disini kau paham?" tanya gama


"paham tuan" jawabnya


"kau setuju? karena aku tidak suka pengkhianatan.. jadi aku memberimu kesempatan jika kau tidak berkenan dengan pengaturanku"


"saya tidak keberatan tuan, dan saya setuju" tegas feri


"bagus.. dan ya feri, kau mulai dengan pencarian identitas perempuan bernama arin. Dia bekerja di perusahaan ini" ucap gama santai


"oh bukan, maksudku training.. karyawan percobaan"


Feri diam tidak bergerak,


"apa yang kau tunggu? mulailah bekerja sekarang" perintah gama


"maaf tuan, apakah tidak ada informasi lain.. maksud saya selain nama dan.."


Gama langsung memotong pembicaraannya


"bukankah aku juga harus melihat seberapa cekatan kau untuk menjadi asisten seorang gama?" tanya gama memainkan alis matanya


"maafkan saya tuan, saya permisi" ucap feri keluar dari ruangan


Dihadapan banyak orang arkana terlihat sedikit menyeramkan karena sikapnya yang acuh, sedangkan gama terlihat lebih santai dan tenang.. tersenyum baik pada kebanyakan orang yang ia temui


Namun gama dan arkana memang sedikit terlihat berbeda, namun sikap dan sifatnya yang tegas tidak bisa membuat orang lain berkutik

__ADS_1


Seperti yang dikatakan rio dan teman-temannya tempo hari "tidak perlu berurusan dengan para pemilik," tentu saja hal itu bukan hanya slogan semata bukan?


Next episode,,


__ADS_2