My Charming Boss

My Charming Boss
Hari bahagia


__ADS_3

Tibanya hari bahagia yang di nantikan arin dan arkana akan terlaksana hari ini. Semua keluarga telah berkumpul bersama di hotel berkelas pilihan kakek sebagai tempat terselenggaranya pernikahan dua orang yang saling mencintai tersebut, dan memutuskan agar keluarga kedua pihak menginap disini beberapa hari mendekati hari-H pernikahan


Hari ini arin tampak tegang dan berkaca-kaca, jujur saja.. beberapa hari menjelang pernikahannya ia semakin gugup. Banyak hal yang melintas di benaknya, terbukti kesiapan lahir batinnya bergejolak mencapai puncaknya pada hari ini


Tok.. Tok..


Ceklek


Faidhan tersenyum manis berdiri di depan pintu kamar arin,


"kakak boleh masuk?"


Arin mengangguk tersenyum


"kemari" ajak faidhan menggenggam tangan arin lembut mengajaknya duduk bersama di sofa ruang tengah kamar arin


"kau gugup?"


"hm.." jawabnya mengangguk menghadap pada faidhan


"ada yang kau khawatirkan?" tanya faidhan


Arin menatap dalam faidhan


"arin boleh peluk kk?"


"tentu adik kecilku yang manis, mendekatlah" ajak faidhan


Dengan cepat arin memeluk faidhan dan mendekap erat tubuh kakak laki-lakinya itu. Arin mengambil nafasnya dalam dan kembali menghirupnya.. akhirnya air mata yang ia tahan keluar dengan bebas tanpa permisi, faidhan bisa merasakan jika kemejanya mulai basah karena air mata arin


"kesayangan kk..."


"hiks.."


"arin bahagia bisa menikah atas restu dari kakak"


"hiks.. walau papa tidak bisa mendampingi arin menikah. Tapi arin begitu senang akhirnya arin bisa menikah.. dengan kakak sebagai wali nikahnya arin"


"awalnya arin pikir.. arin akan menikah dengan wali hakim, tanpa arin tahu siapa papa atau bahkan keluarga arin. Tapi.. ternyata kakak ada dan hadir.. kk dhan ada disini, memelukku hiks.. hiks.." tangisnya sesegukan


Faidhan tersenyum mendengar ucapan arin


"kakak bahagia sayang.."


"kakak bahagia mendengar adikku ini selamat pada kecelakaan itu dan akhirnya bertemu kamu, allah memberikan jalan pada kita untuk bertemu.. memberikan kesempatan pada kakak untuk mewakili papa menikahkan kamu.. mengantarkan kamu pada kehidupan rumah tangga yang akan kamu jalani dengan calon suamimu nantinya"

__ADS_1


"hiks.. kak dhan" tangisnya membasahi baju kaos bagian dada faidhan


"kesayangan kakak.. walau kita baru saja bertemu dan menghabiskan waktu bersama belum lama, namun percayalah kakak mencintaimu dengan sangat, mendoakan kebahagiaan kamu, dan selalu mengharapkan senyuman di wajah cantik ini" seraya menangkup pipi arin dengan kedua tangannya


"rin.. mungkin kk belum memahami cinta dan hubungan diantara kedua pasangan, namun tetaplah menjadi istri yang taat dan terus mencinta suamimu, saling mencintai dan menghormati.. seperti mama dan papa dulu" ucap faidhan menyeka air matanya


Arin terkekeh mendengar faidhan


"hei.. kau menertawakan kakakmu lagi hm?" tanya faidhan memundurkan sedikit tubuhnya


"kk dhan arin akan mendoakan kk, semoga kakak iparku keluar dari persembunyianya.. dan menemui kakak dengan segera. Arin tidak ingin kakak kesepian" ucapnya tersenyum penuh


"oh?? jadi dia bersembunyi?"


Arin tertawa cekikikan "maka dari itu tersenyum yang lebar, jadi kakak iparku tidak akan takut pada kakak" jawabnya


"atau..."


"atau apa?" tanya faidhan


"atau kakak iparku akan kabur melihat wajah kaku kakak" jawabnya ttertawa


"gadis nakal.. calon suamimu itu yang kaku dan menyeramkan" jawab faidhan menggelitik perut arin


"aduh ya ampun, kakak beradik ini.." ucap ibu yang masuk bersama dengan mona dan juga MUA khusus pengantin yang tersenyum lucu melihat kelakuan mereka


"hahahaa ibu kk dhan yang jahil" ucap arin berlari dan bersembunyi di belakang ibu


"jasmine mana?" tanya arin tak melihat jasmine dengan ibu dan mona


"ada sedang mengambil heels yang tertinggal di mobil" jawab mona


"sudah, ayo waktunya kamu untuk make up sayang" ucap ibu menggandeng tangan arin duduk di sofa


"dhan.. kamu juga mandi dan bersiaplah" lanjut ibu


Faidhan yang masih terkekeh memilih mendekati arin dan memeluk adiknya itu erat.. juga mencium pipi chubby arin


"kesayanganku akan menikah.. dan suamimu itu akan bersikap posesif padamu, jadi sebelum dia menguasai adik kecilku ini.. maka ciuman kk dhan harus menempel disini"


"kk dhan..." rengek arin


Membuat semua orang menertawakan tingkah arin


"kk menyayangimu" lanjutnya seraya mengusap lembut kepala arin

__ADS_1


"arin juga"


"kk dhan keluar ya" ucapnya pada ibu dan mona


Beberapa jam telah berlalu, akhirnya waktu yang ditunggu tiba.. akad nikah akan segera dimulai. Ruangan ballroom telah penuh dengan para keluarga dan tamu undangan, tak bisa dipungkiri pesona arkana sungguh terpancar hari ini. Dengan setelan jas pengantin berwarna putih susu arkana terlihat begitu tampan dan gagah berani.. laki-laki itu terlihat mengatur nafasnya seraya duduk menunggu ijab kabul yang sebentar lagi akan dimulai. Sikapnya yang tenang menutupi betapa saat ini ia sedang gugup dan tegang, bahkan tangannya terasa begitu berkeringat dingin


"Bismillahirrahmanirrahim.. Arkana Selmer saya nikahkan engkau dengan adik kandung saya Farhin Shalimar Widad binti Adnan Yunanda dengan mahar berlian seberat 9 karat dan seperangkat alat shalat dibayar tunai"


"saya terima nikahnya Farhin Shalimar Widad binti Adnan Yunanda dengan mahar berlian seberat 9 karat dan seperangkat alat shalat dibayar tunai" tanpa rasa ragu arkana dengan jelas dan lantang mengucapkannya


"bagaimana saksi sah?"


"sah" jawab kakek, gama, bram, dan semuanya dengan keras, terlihat raut wajah bahagia di wajah semua orang


"alhamdulillah"


'cucuku.. akhirnya menikah dan mendapatkan istri yang baik dan cantik. Cucu menantu kesayangan kakek.. harapan kakek, ya allah terima kasih karena mereka akhirnya berjodoh. Kakek selalu mendoakan pernikahan kalian' doanya dalam hati


Suara musik instrumen mengalun dengan begitu indah, dari sudut ballroom semua mata menatap kearah dimana pengantin perempuan akan datang. Arkana terlihat berdiri seraya tersenyum lepas, matanya dengan tak sabar menunggu arin.. ah perempuan itu kini telah resmi menjadi istrinya


Tak lama munculah pujaan hatinya itu berbalutkan kebaya cantik berwarna putih susu berpadukan brukat simple namun elegan, senada dengan setelan miliknya. Istrinya itu tersenyum penuh menatapnya dari kejauhan seraya berjalan didampingi oleh bridesmaidnya.. mona dan jasmine


Semua orang menatap dua pengantin yang kini saling berhadapan itu, mereka terlihat tersenyum bahagia dan lega.. mereka kembali duduk berdampingan dan menandatangani keperluan buku nikah. Setelahnya mereka kembali berdiri dan memasangkan cincin pernikahan mereka bergantian, senyum merekah di bibir keduanya.. dengan lembut arkana memegang pundak arin agar mendekat padanya lalu ia sedikit menunduk mencium dahi arin dengan membaca doa didalam hati


"sayang.. istriku" bisik arkana


Hatinya berdebar saat arkana mengatakan itu, membuat arin yang malu hanya mendongak menatap arkana dengan tersenyum


Semua orang bersorak bersama dan bertepuk tangan bahagia melihat pemandangan romantis pengantin yang baru saja sah itu. Tak ada lagi raut wajah tegang dan berkaca-kaca arin.. ia telah melampiaskan semuanya keharuannya, kelegaan pada keberadaan orang tua kandungnya, pengorbanan ibu peri untuknya, pertemuan yang baru ia rasakan dengan faidhan semuanya tercurah melalui air mata yang mengalir deras di pelukan faidhan. Lalu berlanjut pada ibu, mona dan jasmine yang harus menenangkan arin saat arin akan di make up.. bagaimana tidak? air mata itu mengganggu pekerjaan sang MUA


Awalnya air mata arin tak bisa berhenti seperti air terjun yang terus mengalir, namun lucunya ibu bilang "berhentilah menangis sayang.. matamu akan sulit membuka jika menangis terus, bisa-bisa nanti kamu salah melihat arkana"


Membuat dirinya menjadi lebih tenang karena ibu, juga mona, dan jasmine yang tak berhenti menggoda dirinya


Next episode,,


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Hallo all πŸ’›


Author balik lagi nih, sorry yak telat up hehe


Jangan lupa suportnya guys


Muachh😘

__ADS_1


__ADS_2