My Charming Boss

My Charming Boss
11. Loading lama


__ADS_3

Tin...... suara klakson dan lampu mobil mengarah ke arahku


"silahkan masuk nona," seorang laki-laki bertubuh besar mempersilahkan ku masuk ke dalam mobil


Aku bergegas masuk "terima kasih temannya ricky" ucapku


Sedangkan laki-laki itu memandang bingung padaku


Ku buka pintu mobil itu, dan kududukan bokongku disana. Karena suasananya sore, dan tak begitu terang membuat tidak terlihat jelas siapa yang ada didalam mobil


"kakek.. terima kasih, sungguh aku takut sekali" ucapku sambil memegang lengannya erat


Tapi...


Kenapa lengan kakek hen berubah menjadi besar, dan sepertinya kekar, bayangan tubuhnya juga berbeda dengan kakek


"kakek??" tanyaku sambil melepas tanganku dari lengannya dan sedikit menjauh darinya


Tak lama kemudian dia bersuara


"aku bukan kakekmu" jawabnya


Deg..


'Suara ini?', wajahnya mulai terlihat ketika mobil ini mulai melaju


'laki-laki penabrak' gumamku


Dan dia tetap diam memandangku


Seketika aku teradar


"umm..terima kasih telah membantu tuan" ucapku menundukkan kepala


"hm.. kau karyawanku, melihat mu akan dijahati tentu aku membantu"


"tapi aku baru interview hari ini, belum menjadi karyawanmu" jawabku


"maka bayarlah ongkos taksinya, 500k" dia sudah memandang ke arah luar


"ha??, bagaimana bisa? apakah semahal itu? maaf... um.. tapi bisakah aku mencicilnya?" aku mendongak dan menatap wajahnya


Dia beralih melihatku kembali "apakah kau senang dengan sebutan lola?" tanyanya


"aku tak mengerti.. dari awal kau menyebut lola, namaku arin, bukan lola" jelasku


'Apakah gadis ini memang lola atau..?


Tapi dia menggemaskan, bukan.. bukan mengemaskan tapi sangat mengemaskan' lelaki itu bicara di dalam hati dengan senyum kecil di wajahnya yang tidak perempuan itu sadari


'apa-apaan, kenapa aku peduli' pikirnya dan menggelengkan kepala


"kenapa dia menggelengkan kepala?" gumamku arin


"um.. maaf tuan bagaimana jika aku turun disini saja?" aku kembali bicara "uangku ada 100k" jelasku


Namun dia hanya diam,


'kenapa dia diam saja?, aku harus berhenti di sini saja kah?' aku berpikir


"aku.."


"diamlah" ucapnya pelan namun terkesan tegas, hingga aku tidak berani menjawabnya dan hanya menganggukkan kepala

__ADS_1


Setelah menempuh beberapa menit perjalanan, aku baru menyadari 'kenapa dia tau arah rumahku?'. Tak lama kami sampai di depan ruko


"kau boleh turun" ucapnya


aku mengeluarkan uang "maaf aku hanya punya 100k" ucapku padanya


Dia menatapku tajam "jadi kau senang dengan sebutan loading lama?"


Aku berpikir sedikit lama "lola itu.. loading lama?"


"sekarang turun, aku akan menagihnya dengan hal lain" ucapnya


"um.. hal lain?" tanyaku


"hari semakin malam, sekarang turun" ucapnya lembut


"baiklah terima kasih atas bantuannya tuan" aku tersenyum padanya


Ya tuhan, kenapa senyumnya sangat manis, terlihat lesung pipinya di sebelah kiri. Tuturnya yang sopan dan kepolosannya yang begitu mengemaskan. 'lola? haha kenapa raut wajahnya lucu sekali'


Hingga ajudan pribadi dan drivernya dibuat bingung, ada apa dengan tuannya. Tersenyum sendiri walau senyumnya hanya lengkungan tipis


Mereka berpikir tuannya tertarik dengan gadis cantik namun sederhana itu


Arin mengetuk..


"assalamualaikum bu" aku membuka pintu kecil sebelah


Terdengar suara ibu menyanyi sambil memasak


"bu.. assalamualaikum"


"heii sayang waalaikumsalam, sudah pulang, bagaimana interviewnya?" tanya ibu


"alhamdulillah sayang, berdoa ya semoga nanti dapat pekerjaannya" dengan sambil ibu memotong sayur kangkung


"aamiin bu" aku meneguk air minum diatas meja


"pergi shalat dan mandi, ibu masakin cah kangkung sama tahu telur goreng pake sambel kecap"


"uhh.. enak sekali, baiklah arin naik dulu bu"


Setelah shalat isya dan makan malam, aku pergi ke dapur membuat susu vanila untuk aku dan ibu, tak lupa membawa toples camilan keripik pisang yang kami buat sendiri


Ku letakkan di atas ambal di depan tv,


"jadi kapan rin hasil interviewnya dikabar kan" tanya ibu


"masih minggu depan bu, kemungkinan"


Ibu mengangguk


"bu?, kalau arin keterima kerja kita kredit motor saja ya?" kataku


"memang sanggup bayarnya kamu nanti?" ibu menatapku


"iya insyaallah bu, buat antar-antar kue pesanan, jadi tidak perlu bulak balik pake ojek online kan bu. Lebih hemat juga"


"ibu ikut saja mana baiknya, tapi diperhitungkan dulu sayang, jangan langsung ambil kredit. Takutnya kita nggak sanggup untuk bayarnya"


"hehe iya dong bu pasti arin perhitungkan dululah"


"oh iya bu arin belum cerita sama ibu ya?"

__ADS_1


"belum tuh" jawab ibu


"ibu..." rengekku sambil tertawa


"haha kau itu aneh sayang, apa yang salah? memang belum cerita kan" ibu tertawa


"gini bu,..... "


Ku ceritakan segala mengenai cincin kakek, memberikannya cheesecake, hingga tadi pagi juga dibantu kakek untuk kesekian kalinya


"eh mana cincinnya coba ibu lihat" lanjutnya


Ku tunjukkan cincinnya pada ibu seperti artis menunjukkan cincin pernikahan pada media


"ini" jawabku


Ibu menggenggam tanganku ke arahnya "ini cantik sayang, cocok kamu pakai"


"iya bu dari awal arin juga suka lihat cincinnya" aku melihat ibu "bu boleh tidak kalau arin mengunjungi kakek lagi dan bawakan makanan" tanyaku


"iya boleh dong sayang, kenapa tidak" ibu tersenyum


"arin bawakan apa ya bu untuk kakek?"


"hm.. apa ya?" ibu berpikir "bagaimana kalau makan siang juga cheesecake untuk kakek, beliau menyukai cheesecake buatan kamu bukan?"


"yaap ibu terbaik, baiklah besok arin belanja buat bikin capcai, tempe bacem, dan ayam goreng sama sambel nanas juga, bagaimana bu?"


"topp, sekalian bawakan juga buat mona dan rio ya, bawa pakai kotak makan sekali pakai ya rin" ibu menghabiskan air putih di gelas


"kalau begitu tidurlah ini sudah malam sayang" ibu bergerak masuk ke dalam kamar


"okay bu beres"


Hari ini aku bangun lebih pagi, aku bergegas untuk ke pasar pagi besar membeli bahan-bahan untuk makan siang kakek, juga mona dan rio


Setelah sampai aku mulai sibuk di dapur membuat cheesecake, juga salad buah spesial untuk kakek. Dan bersamaan membuat capcai, tempe bacem juga lainnya,


Lalu mengirim pesan pada mona dan rio, bahwa aku akan ke tempat mereka bekerja mengantarkan makan siang. Namun, mona bilang shift kerjanya malam hari, jadi mona akan ikut bersamaku mengunjungi kakek


Setelah kami sampai di toko antik kakek


Ceklek...


"assalamualaikum" ucapku dan mona


"eh non arin, sama non mona. Mau ketemu kakek ya?" tanya bi yaya


"iya bi kakek ada?" tanya mona yang sudah duduk di kursi tunggu


"heii, ada dua cucu kakek disini.." kakek jalan menghampiri kami "duduk sayang" ajaknya padaku


"kalau begitu saya permisi tuan" ucap bi yaya


kakek hanya menganggukkan kepalanya


"kau bawakan kakek cheesecake buatanmu lagi sayang?" tanya kakek


Aku mengangguk, "arin bawakan makan siang untuk kakek juga cheesecake dan salad buah" aku meletakkan kotak makan kakek diatas meja


"oh kau sangat perhatian sayang, boleh kakek buka makan siangmu?"


"tentu kek.. silahkan"

__ADS_1


next episode,,


__ADS_2